Israel Melakukan Penyerangan Menggunakan Gas Saraf dan Senjata Kimia
Pada Rabu (25/10 2023), Wall Street Journal melaporkan, Israel telah setuju untuk menunda invasi darat yang diperkirakan akan memberikan lebih banyak waktu bagi AS untuk menempatkan sistem pertahanan udara di wilayah tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Rabu mengatakan, Israel sedang mempersiapkan invasi darat. Tetapi dia tidak memberikan indikasi waktu atau rincian lainnya.
Media Israel juga mengungkap perpecahan tiga anggota kabinet perang Israel yang terdiri dari Perdana Menteri Netanyahu, pemimpin opisisi Benny Gantz dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Seorang sumber mengatakan, walaupun bukan tanpa dasar laporan tersebut “merupakan upaya pengalihan yang bertujuan untuk mengagetkan perlawanan di Jalur Gaza.
Pada 7 Oktober Hamas melakukan serangan mengejutkan di Israel selatan. Hamas melakukan infiltrasi dari darat, laut, dan udara sehingga membuat Israel panik dan kewalahan. Menurut para pejabat Israel, sekitar 1.400 orang tewas di Israel selama serangan itu. Setidaknya 220 orang lainnya ditawan di Gaza, termasuk tentara dan warga sipil.
Israel kemudian membalas serangan Hamas dengan pengeboman massal di Gaza yang telah menyebabkan 6.546 warga Palestina meninggal dunia. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 70 persen korban tewas adalah anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia. (zul/AP)
Baca juga :
- Relawan Kemanusiaan Gempa Flores-NTT ‘Ahmad Zaki Ali’ Wafat Saat Salurkan Bantuan
- Penyintas Gempa Flores: Jangan Saling Mencakar dalam Situasi Saat Ini
- Hujan Jakarta Hari Ini Mengguyur Cempaka Putih, Pengendara Diminta Waspada Jalan Licin
- Masjid Pantai Bali Kembali Jadi “Bumi Perkemahan”, Hadirkan Konsep Masjid Out of The Box
- MTs & SMP Islam Al-Huda Rawasapi Bersama RW 09 Jatimulya Gelar Upacara HUT RI ke-81
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


