Hancur Lebur! Gaza Butuh Rp881 Triliun untuk Bangkit dari Kehancuran Akibat Serangan Israel
Rencana ini disusun bersama para ahli Arab dan internasional, dan ditargetkan selesai dalam lima tahun. Dalam konferensi pers di Ramallah, Mustafa menjelaskan:
- Tahap pertama berfokus pada kebutuhan kemanusiaan dan infrastruktur mendesak selama enam bulan, dengan biaya USD3,5 miliar.
- Tahap kedua, berlangsung tiga tahun, menelan USD30 miliar untuk pemulihan sektor publik dan sosial.
- Tahap ketiga, akan memfokuskan pada rekonstruksi menyeluruh dan pembangunan jangka panjang.
“Pembicaraan dengan mitra internasional sedang berlangsung untuk mengamankan sumber daya bagi pelaksanaan rencana tersebut, seraya menambahkan bahwa konferensi rekonstruksi besar akan diadakan di Mesir satu bulan setelah berakhirnya perang,” ujar Mustafa sebagaimana dikutip dari Anadolu, Selasa (21/10/2025).
Mustafa juga menekankan bahwa Israel harus menarik diri dari Gaza, membuka perbatasan, dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan serta material rekonstruksi.
Baca Juga: Meski Diterpa Polemik, China Tetap Lanjutkan Kerja Sama Proyek Kereta Cepat dengan Indonesia
Masa Depan Tata Kelola Gaza
Menolak intervensi eksternal terkait tata kelola Gaza, Mustafa menegaskan: “Kami tidak meminta jaminan dari siapa pun atas tata kelola Gaza.”
Ia menyatakan bahwa Otoritas Palestina (PA) berniat memperluas kewenangan atas Gaza setelah kondisi memungkinkan. Meski begitu, Israel menolak peran PA maupun Hamas dalam pemerintahan pascaperang.
Mustafa menegaskan kembali bahwa PA memandang Gaza sebagai bagian dari negara Palestina dan bekerja “siang dan malam” untuk memulihkan kendali atas wilayah tersebut.
Tragedi Kemanusiaan yang Belum Usai
Hingga kini, perang di Gaza masih menyisakan luka mendalam. Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 68.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menjadikan Gaza sebagai wilayah yang hampir tak layak huni.
Negosiasi gencatan senjata tahap kedua diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. Hamas menuntut penghentian perang total, penarikan penuh pasukan Israel, dan pengakuan atas hak mereka untuk mempertahankan senjata.
Rencana gencatan senjata saat ini dicapai atas dasar usulan Presiden AS Donald Trump, yang mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina serta pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa Hamas.
Penulis: Satria S Pamungkas
Editor: Glancy Verona
Sumber Foto: inews.id/AP
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


