Hancur Lebur! Gaza Butuh Rp881 Triliun untuk Bangkit dari Kehancuran Akibat Serangan Israel

Gaza Butuh Rp881 Triliun untuk Bangkit dari Kehancuran Akibat Serangan Israel
Dengarkan Artikel Ini

Siapa yang Akan Menanggung Biaya Rekonstruksi Gaza?

Bank Dunia dan Uni Eropa sudah menyiapkan kerangka pendanaan awal, namun jumlahnya masih jauh dari mencukupi. Negara-negara Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi diperkirakan akan menjadi penyumbang utama. Sementara itu, negara-negara Barat masih terpecah antara kepedulian kemanusiaan dan kepentingan politik.

PBB berharap agar model bantuan besar-besaran seperti Marshall Plan—program rekonstruksi Eropa pasca Perang Dunia II—bisa diterapkan di Gaza. Namun, para pengamat menilai hal ini sulit terwujud selama blokade dan situasi keamanan di bawah Israel masih berlanjut.

“Tidak cukup sekadar mengumumkan angka miliaran dolar. Dunia harus menuntut tanggung jawab moral atas kehancuran ini,” ujar Mamoun Besaiso, penasihat PBB untuk rekonstruksi Gaza.

Lebih dari sekadar membangun fisik, rekonstruksi Gaza juga harus menyentuh dimensi sosial. Lebih dari 660.000 anak kehilangan sekolah, 1.700 tenaga medis gugur, dan 92 persen rumah warga hancur total.

“Ini bukan hanya soal membangun rumah dan jalan. Ini soal mengembalikan kehidupan yang dicuri dari satu generasi,” tegas Besaiso.

Pemerintah Palestina Siapkan Rencana Rekonstruksi Tiga Tahap

Sementara itu, Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa mengumumkan bahwa pemerintahnya telah menyiapkan rencana pemulihan dan rekonstruksi tiga tahap dengan nilai total USD67 miliar (sekitar Rp1.059 triliun).


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca