Rapat Kabinet Memanas! Menkeu Israel Smotrich Teriak ke Kepala Staf — “Hizbullah Mengendalikan Kita, Hentikan Ketakutan Perang Besar!”

Timur Tengah — 1miliarsantri.net | Breaking News: Rapat kabinet Israel memanas setelah Menteri Keuangan Bezalel Smotrich berteriak kepada Kepala Staf, menuduh Hizbullah mengendalikan situasi dan meminta Israel berhenti takut pada perang besar. Situasi politik dan militer Israel dilaporkan memanas setelah terjadi adu argumen keras dalam rapat kabinet. Menurut laporan Channel 15 berbahasa Ibrani, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, berteriak langsung kepada Kepala Staf Militer dalam pertemuan tersebut. Mengutip QudsN, dalam pernyataan yang mengejutkan, Smotrich disebut mengatakan bahwa Hizbullah kini memimpin jalannya pertempuran dan bahkan mengendalikan keputusan Israel. Ia juga mengecam sikap pemerintah yang dinilainya terlalu takut menghadapi perang skala besar.

Read More

Perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel Memasuki Hari ke-26, Simak Timeline Lengkapnya

Timeline Perang Iran vs Amerika & Israel 2026: 26 Hari yang Mengubah Timur Tengah, Dari “Epic Fury” hingga Ancaman Perang Regional Timur Tengah — 1miliarsantri.net: Konflik besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari 2026 dan berkembang menjadi salah satu eskalasi militer (perang) paling berbahaya dalam sejarah modern Timur Tengah. Serangan udara, rudal balistik, pembunuhan tokoh penting, hingga ancaman penutupan jalur minyak dunia membuat situasi berubah cepat dari hari ke hari. Berikut timeline lengkap hari ke-1 hingga hari ke-26 yang menggambarkan bagaimana perang ini berkembang secara dramatis. Timeline Perang Iran vs Amerika & Israel 2026 Hari ke-1 — 28 Februari 2026 Operasi “Epic Fury” Dimulai, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Perang dimulai dengan operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel bernama Epic Fury. Dalam 12 jam pertama, hampir 900 target dihantam serangan udara dan rudal di berbagai wilayah Iran, termasuk di ibu kota Tehran. Target utama meliputi fasilitas militer, peluncur rudal, sistem pertahanan udara, hingga pusat komando IRGC. Dalam serangan awal ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama puluhan pejabat senior. Iran langsung membalas dengan puluhan rudal balistik ke Israel, menghantam wilayah Tel Aviv dan Haifa. Rudal juga diarahkan ke Pangkalan AS di Bahrain, Qatar, UAE, Kuwait, dan Arab Saudi. Korban sipil pertama jatuh di kedua pihak. Hari ke-2 — 1 Maret 2026 Serangan Balasan Iran Membesar, Korban Sipil Meningkat Tajam Iran meluncurkan gelombang rudal besar ke Israel. Sebuah rudal menghantam shelter di Beit Shemesh, menewaskan sembilan warga Israel dan melukai puluhan lainnya. Serangan balasan AS-Israel berlanjut ke infrastruktur komando Iran. Korban sipil Iran meningkat drastis, termasuk insiden tragis di Minab yang menewaskan sekitar 170 orang, sebagian besar anak-anak. Kelompok Hezbollah mulai aktif membantu Iran dengan serangan roket ke Israel utara, menandai konflik mulai meluas secara regional. Hari ke-3 — 2 Maret 2026 Selat Hormuz Ditutup, Dunia Terancam Krisis Energi Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Harga minyak global langsung melonjak tajam. Serangan Iran ke pangkalan AS di negara Teluk terus berlanjut. Israel untuk pertama kalinya menyerang fasilitas nuklir Natanz. Korban tewas di Iran mencapai ratusan, sementara AS-Israel mengklaim superioritas udara mulai tercapai di beberapa wilayah. Hari ke-4 hingga Hari ke-7 — 3–6 Maret 2026 Tehran Dibombardir, Infrastruktur Energi Iran Hancur Serangan udara AS-Israel meningkat intensitasnya ke Tehran, pangkalan rudal, dan fasilitas energi. Pelabuhan serta depot minyak mengalami kerusakan besar. Iran tetap meluncurkan rudal meski jumlahnya menurun akibat banyak peluncur hancur. Beberapa serangan masih mencapai area Tel Aviv. Hezbollah meningkatkan serangan roket ke Israel utara, sementara evakuasi massal dimulai di Lebanon selatan. Hari ke-8 — 7 Maret 2026 Fasilitas Sipil Terseret, Korban Terus Bertambah Serangan Israel menghantam universitas dan rumah sakit di Tehran. Laporan korban sipil meningkat tajam. Iran membalas dengan menyerang kilang minyak di Haifa. Israel merespons dengan gelombang udara besar-besaran. Hari ke-9 hingga Hari ke-14 — 8–13 Maret 2026 Perang Meluas ke 20 Provinsi Iran Serangan AS-Israel menjangkau lebih dari 20 provinsi Iran. Kebakaran depot minyak memicu fenomena “hujan hitam” tercemar di Tehran. Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru. Serangan rudal Iran terus berlanjut meski lebih sporadis. Konflik Hezbollah-Israel meningkat, dan Israel mulai menyiapkan invasi darat terbatas ke Lebanon selatan. Hari ke-15 hingga Hari ke-17 — 14–16 Maret 2026 Tokoh Senior Iran Dibunuh

Read More

Kedubes AS di Kuwait Diserang Drone Iran, Jet Tempur F-15 Jatuh — Dua Pilot Amerika Berhasil Diamankan Polisi Kuwait

Kuwait — 1miliarsantri.net: Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan drone dan rudal yang diduga diluncurkan Iran. Serangan ini terjadi bersamaan dengan jatuhnya pesawat tempur F-15 milik Angkatan Udara Amerika Serikat di wilayah utara Kuwait, memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang terbuka berskala regional. Menurut laporan terbaru, serangan rudal Iran menghantam kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait sebagai bagian dari serangan balasan atas operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya. Sementara itu, sebuah jet tempur F-15 milik AS dilaporkan jatuh di Kuwait di tengah meningkatnya ketegangan militer. Video yang beredar menunjukkan pesawat tersebut terbakar sebelum akhirnya jatuh, dan kedua pilot berhasil keluar menggunakan kursi pelontar darurat. Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa kedua pilot Amerika tersebut telah diamankan oleh pasukan keamanan Kuwait dalam kondisi selamat, meski belum ada rincian resmi terkait tingkat cedera mereka.

Read More

Kilas Balik Palestina 2025: Tipu Daya Perdamaian, Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel, dan Luka Kemanusiaan

Kilas balik konflik Palestina sepanjang 2025: pelanggaran gencatan senjata Israel, korban tewas dan luka, serta dampak pengungsian ratusan ribu warga Gaza. Mengapa solusi dua negara dan rencana perdamaian belum membawa keadilan hakiki. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Momentum pergantian tahun Masehi dari tahun 2025 dan mengawali tahun baru 2026, 1miliarsantri.net menyajikan ulasan tentang kondisi Palestina. Hingga saat ini zionis Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata dan kejahatan kemanusiaan yang berdampak pada rakyat Palestina, dilakukan rezim Netanyahu dihadapan mata dunia dan PBB yang seolah-olah tak bernyali menghentikannya. Artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika konflik sepanjang 2025, termasuk pelanggaran gencatan senjata Israel, jumlah korban tewas, luka dan pengungsi, serta gambaran situasi kemanusiaan yang terus memburuk. Harapan yang Terus Menguap di Palestina Sepanjang 2025, harapan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dan kehidupan manusiawi terus diuji. Alih-alih solusi damai yang adil, berbagai upaya penyelesaian justru membawa lebih banyak penderitaan. Konflik yang berlangsung telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap penduduk sipil, terutama masyarakat di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel Terus Meningkat Pada Oktober 2025, sebuah gencatan senjata di Gaza mulai diberlakukan sebagai bagian dari Comprehensive Plan yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump dan didukung beberapa negara termasuk Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab, serta mendapat perhatian dari negara-negara seperti Indonesia. Namun data dari Gaza Government Media Office menunjukkan bahwa gencatan senjata tersebut sering dilanggar oleh pasukan Israel. Sejak 10 Oktober 2025, setidaknya 875 pelanggaran dicatat, termasuk tembakan langsung ke warga sipil, serangan artileri, dan pembongkaran rumah-rumah warga. Laporan lain juga mencatat ratusan pelanggaran harian, dengan jumlah total pelanggaran yang dapat mencapai hampir 400 hingga lebih dari 900 kali dalam beberapa minggu setelah gencatan senjata. Data ini menunjukkan bahwa implementasi gencatan senjata sering kali hanya terjadi secara nominal, sementara di lapangan aksi militer terus berlangsung, menimbulkan ketidakamanan dan trauma mendalam bagi warga Gaza. Jumlah Korban: Kematian, Luka, dan Kehilangan 70.000 Syahid dan Ratusan Ribu Korban Luka-Luka Data resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina dan badan statistik menunjukkan angka korban yang sangat tinggi: Selama gencatan senjata sejak Oktober 2025, puluhan hingga ratusan warga Gaza terus menjadi korban. Dalam beberapa laporan, setidaknya 411 warga tewas dan lebih dari 1.100 lainnya luka terluka akibat pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

Read More

Drone Israel Bombardir Bangunan di Khan Younis, Satu Warga Palestina Tewas di Gaza Utara

Serangan drone Israel menghantam bangunan hunian di Khan Younis, Gaza selatan, Ahad (14/12). Pada waktu hampir bersamaan, seorang warga Palestina dilaporkan tewas ditembak di Gaza utara. Simak laporan lengkapnya. Gaza, Palestina — 1miliarsantri.net: Serangan militer Israel kembali menghantam wilayah Jalur Gaza. Sebuah bangunan hunian di pusat Kota Khan Younis, Gaza selatan, menjadi sasaran serangan drone Israel pada Ahad (14/12), sebagaimana dilaporkan media internasional Al Jazeera. Serangan tersebut menyebabkan bangunan mengalami kerusakan parah. Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka akibat bombardir di Khan Younis. Tim penyelamat dan warga setempat dilaporkan masih melakukan evakuasi di sekitar lokasi kejadian. Militer Israel Mengakui Menembak Warga Palestina Di waktu yang hampir bersamaan, militer Israel mengumumkan telah menewaskan seorang warga Palestina di wilayah Gaza utara. Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut korban ditembak karena diduga melintasi apa yang mereka sebut sebagai “garis kuning”, zona pembatas yang diklaim sebagai area terlarang. Pihak militer Israel beralasan, tindakan tersebut dilakukan karena korban dianggap menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan pasukan mereka. Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai identitas korban maupun bentuk ancaman yang dimaksud. Sumber-sumber lokal Palestina menyatakan bahwa warga yang tewas tersebut merupakan warga sipil. Insiden ini kembali menambah daftar panjang korban jiwa di tengah eskalasi kekerasan yang terus berlangsung di Jalur Gaza, baik di wilayah selatan maupun utara. Khan Younis Menjadi Target Serangan

Read More

Reruntuhan RS Indonesia di Gaza Diklaim Dijadikan Tempat Perayaan Hanukkah oleh Tentara Israel — Klaim Beredar di Media Sosial

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok tentara Israel berada di bangunan yang disebut sebagai reruntuhan RS Indonesia di Gaza. Jakarta – 1miliarsantri.net: Beredar unggahan yang menyatakan bahwa reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, dijadikan lokasi perayaan Hanukkah oleh tentara Israel. Klaim ini beredar di akun X @OnlinePalEng dan kanal Telegram Palestina Post. Sampai saat ini klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh media arus utama. Kanal Telegram Palestina Post menyebarkan video yang diklaim menampilkan perayaan Hanukkah. namun hingga kini belum ada verifikasi independen terkait lokasi, waktu, dan konteks kegiatan tersebut.” Informasi Apa Yang Beredar Video memperlihatkan sekelompok tentara Israel berada di sebuah bangunan yang rusak berat. Dalam narasi yang menyertainya di media sosial, lokasi disebut sebagai reruntuhan RS Indonesia di Gaza, serta diklaim terjadi aktivitas perayaan Hanukkah. Informasi Yang Sudah Terverifiksi

Read More

Gaza Memasuki Musim Dingin Parah: Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir

Badai musim dingin mengancam penduduk Gaza dan menyebabkan kondisi infrastruktur sipil terutama kamp-kamp pengungsi mengalami krisis parah. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Hujan deras serta angin kencang di wilayah Gaza mendorong infrastruktur sipil Gaza ke dalam krisis parah memasuki musim dingin dipenghujung tahun 2025. Badai musim dingin yang dahsyat telah menjerumuskan Gaza ke dalam krisis yang lebih dalam minggu ini, dengan otoritas setempat memperingatkan bahwa wilayah tersebut menghadapi kondisi yang mereka gambarkan sebagai bencana.  Hujan Deras & Angin Kencang Menyapu Kamp-Kamp Pengungsi SAFA Press Agency melaporkan, Hujan deras dan angin kencang telah menyapu daerah-daerah yang sudah hancur akibat perang genosida selama dua tahun, membanjiri tempat-tempat penampungan darurat tempat keluarga-keluarga pengungsi telah tinggal selama lebih dari setahun. Pejabat pemerintah Kota Gaza melaporkan, badai tersebut menghantam penduduknya yang hampir secara keseluruhan tidak mendapatkan perlindungan akibat hancurnya infrastruktu penting. Otoritas kota juga melaporkan, lebih dari delapan puluh persen mesin dan peralatan layanannya telah hancur, sehingga para petugas tidak dapat mengatasi banjir, membersihkan jalan, atau membantu lingkungan yang terendam air. Gaza membutuhkan pasokan material untuk memperbaiki situasi infrastruktur yang hancur akibat genosida zionis israel, namun terkendala blokade yang dilakukan zionis yahudi.

Read More

BREAKING NEWS: Dua Tahun Agresi Israel Meluas dari Gaza hingga Teluk Persia

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Dalam dua tahun terakhir sejak 7 Oktober 2023, eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat tajam akibat agresi zionis Israel. Serangkaian serangan militer Israel kini telah melewati batas geografis Gaza dan menyebar ke berbagai negara di kawasan, termasuk Lebanon, Suriah, Iran, Yaman, dan Qatar. Kondisi ini memperbesar risiko konfrontasi regional yang dapat berubah menjadi perang terbuka berskala luas. GazaSerangan besar dimulai pada 7 Oktober 2023 dan berlanjut hingga hari ini. Lebih dari 67.000 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara sekitar 92% infrastruktur dan hunian hancur total. LebanonSerangan lintas perbatasan Israel dan pertempuran dengan Hizbullah terus berlangsung, mengakibatkan lebih dari 4.000 korban jiwa serta pendudukan titik-titik strategis di Lebanon selatan. SuriahIsrael memperluas zona buffer di Golan Heights dan terus melancarkan serangan udara ke dalam wilayah Suriah. IranPada 13–24 Juni 2025, Israel melancarkan operasi ofensif besar menargetkan pusat penelitian militer dan fasilitas nuklir Iran. Lebih dari 600 orang tewas. YamanIsrael melakukan serangan udara terhadap posisi Houthi di Yaman. QatarSerangan udara Israel dilaporkan menargetkan delegasi negosiasi Hamas di Doha pada 9 September.

Read More
Donald Trump

Donald Trump Beri Kesempatan! Hamas Akan Dibasmi Jika Langgar Gencatan Senjata dengan Israel

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menarik perhatian dunia setelah memberikan ultimatum keras kepada kelompok Hamas terkait gencatan senjata Gaza. Trump menegaskan bahwa Hamas diberi kesempatan untuk mematuhi kesepakatan damai yang telah dibuat, namun jika mereka melanggar, AS siap bertindak tegas. “Kami telah mencapai kesepakatan dengan Hamas agar mereka menjaga perilaku mereka. Jika mereka gagal, kami tidak akan ragu untuk membasmi mereka,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat menjamu Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pada Senin waktu Washington. Pernyataan itu muncul setelah dua utusan AS bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah meningkatnya ketegangan yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata Gaza yang baru berjalan dua minggu. Amerika Tak Akan Terlibat Langsung, Israel Siaga Penuh Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika tidak akan terlibat langsung dalam konflik di Gaza. Ia menyebutkan bahwa puluhan negara telah sepakat untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional yang akan membantu menjaga keamanan wilayah tersebut. “Jika saya meminta Israel untuk turun tangan, mereka akan masuk dalam dua menit,” ujar Trump dengan nada percaya diri. Namun, ia menambahkan bahwa pihaknya akan memberi waktu bagi Hamas untuk membuktikan komitmen mereka terhadap perdamaian. Menurut Trump, posisi Hamas kini semakin lemah. Dukungan Iran yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka, diyakini tidak akan ikut campur setelah serangan besar yang dilakukan AS dan Israel pada awal tahun ini. Baca juga: Biadab! Israel Bayar Google Rp740 Miliar untuk Tutupi Berita Kelaparan Gaza Netanyahu Akui Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza

Read More