Gaza Memasuki Musim Dingin Parah: Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir

Dengarkan Artikel Ini

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Hujan deras serta angin kencang di wilayah Gaza mendorong infrastruktur sipil Gaza ke dalam krisis parah memasuki musim dingin dipenghujung tahun 2025.

Badai musim dingin yang dahsyat telah menjerumuskan Gaza ke dalam krisis yang lebih dalam minggu ini, dengan otoritas setempat memperingatkan bahwa wilayah tersebut menghadapi kondisi yang mereka gambarkan sebagai bencana. 

Baca juga : Update Bencana Sumatera 2025: Komdigi Pastikan 413 Titik Internet Publik Berhasil dipulihkan di 3 Provinsi: Gaza Memasuki Musim Dingin Parah: Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir

SAFA Press Agency melaporkan, Hujan deras dan angin kencang telah menyapu daerah-daerah yang sudah hancur akibat perang genosida selama dua tahun, membanjiri tempat-tempat penampungan darurat tempat keluarga-keluarga pengungsi telah tinggal selama lebih dari setahun.

Pejabat pemerintah Kota Gaza melaporkan, badai tersebut menghantam penduduknya yang hampir secara keseluruhan tidak mendapatkan perlindungan akibat hancurnya infrastruktu penting.

Baca juga : BREAKING NEWS: Dua Tahun Agresi Israel Meluas dari Gaza hingga Teluk Persia: Gaza Memasuki Musim Dingin Parah: Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir

Otoritas kota juga melaporkan, lebih dari delapan puluh persen mesin dan peralatan layanannya telah hancur, sehingga para petugas tidak dapat mengatasi banjir, membersihkan jalan, atau membantu lingkungan yang terendam air.

Gaza membutuhkan pasokan material untuk memperbaiki situasi infrastruktur yang hancur akibat genosida zionis israel, namun terkendala blokade yang dilakukan zionis yahudi.

Baca juga : Update Bencana Sumatera: Tim Rumah Zakat Alami Kendala Menuju Titik Ke-2 Tanah Liek: Gaza Memasuki Musim Dingin Parah: Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca