Duo Pemimpin Tangguh Samarkand

Dengarkan Artikel Ini

Dalam periode duo-penguasa ini, Timur Lenk dan Ulugh Beg, Samarkand berkembang amat pesat. Hampir separuh aktivitas perdagangan di Asia berputar di kota tersebut. Pada masa itu, pasar-pasar setempat menjadi titik temu pelbagai komoditas dari Cina, India, Nusantara, dan sebagainya. Beragam produk seperti kulit, linen, rempah-rempah, sutera, dan batu mulia mudah ditemukan di sana.

Kemajuan juga ditandai dengan pembangunan banyak monumen dengan nuansa yang megah dan indah. Sebagai contoh, Gur e Amir, yakni bangunan besar yang dimaksudkan sebagai kompleks kuburan bagi jasad Timur Lenk. Konstruksi dengan kubah setinggi 30 meter itu di kemudian hari memengaruhi gaya arsitektur khas Mughal, seperti tecermin pada kompleks Taj Mahal di Agra (India) serta Taman Babur di Kabul (Afghanistan).

Nama lengkapnya adalah Muhammad Taragai Ulugh Beg. Dialah penguasa Dinasti Timuriyah dalam periode antara tahun 1447 dan 1449. Namanya dikenang luas tidak hanya sebagai raja, tetapi juga ilmuwan.

Cucu Timur Lenk itu berhasil menjadikan ibu kota negerinya, Samarkand, sebagai pusat peradaban Islam yang maju pada masanya. Perhatiannya tercurah besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan sains. Bukan hanya memfasilitasi para cerdik cendekia, peneliti, dan sarjana yang berkiprah di Timuriyah. Dirinya juga terlibat langsung dalam beberapa riset, khususnya dalam bidang astronomi dan matematika.

Sosok yang namanya diabadikan menjadi salah satu kawah di bulan itu memang menampilkan diri sebagai umara yang ‘ulama. Ia mendirikan banyak madrasah, perpustakaan, rumah sakit, dan laboratorium di wilayah kerajaannya, khususnya Samarkand. Salah satu legasinya yang paling berkesan adalah observatorium. Di sanalah tempat para saintis mengamati benda-benda langit dengan bantuan alat-alat, semisal teleskop atau teropong besar.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca