Duo Pemimpin Tangguh Samarkand

Dengarkan Artikel Ini

Semasa hidupnya, sang penakluk menjadi patron banyak ilmuwan dan seniman terkemuka. Sebut saja, sejarawan Ibnu Khaldun dan penyari Persia, Hafez. Kelak, para penerus takhta Dinasti Timuriyah juga mengikuti jejaknya dalam mendukung kemajuan sains dan seni di Samarkand.

Di antara mereka adalah Ulugh Beg, yang berkuasa pada periode 1411-1449. Cucu Timur Lenk itu berkontribusi besar bagi perkembangan astronomi serta ilmu matematika, khususnya pencarian tentang trigonometri. Pada masanya, terjadi pendirian banyak madrasah di Samarkand dan Bukhara.

Timur Lenk meninggal pada Februari 1405. Ia dan anak keturunannya berjasa besar, antara lain, dalam mengangkat kebudayaan Persia dan Turki dalam konteks peradaban Islam di Asia. Kedudukan bahasa Persia menjadi mirip bahasa Arab.

Apabila dahulu, pada era Umayyah dan Abbasiyah, Arab menjadi bahasa pemersatu, kini peran itu diambil bahasa Persia. Kalau pada masa silam mercusuar peradaban yang terkemuka adalah Baghdad, kini fungsinya dimiliki Samarkand dan kota-kota sekitar, termasuk Bukhara dan Merv.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca