Catatan Kelam Jurnalis Peliput Perang Gaza dan Beberapa Bentuk Pembunuhan Terhadap Wartawan

Dengarkan Artikel Ini

Tapi, apa yang dilakukan wartawan di Gaza berbayar mahal. Mereka tak hanya kehilangan nyawa. Tapi juga nyawa keluarganya. Entah sampai kapan pembunuhan wartawan di sana terus terjadi. Entah siapa yang akan melindungi mereka. Entah kapan pula Zionis Israel mendapat sanksi atas segala kebiadabannya.

Dulu, dunia sempat dikejutkan atas kabar kematian Caruana Galizia, jurnalis investigatif yang berpulang setelah mobilnya diledakan dalam satu insiden pada Oktober 2017. Ia dikenal kerap membongkar skandal politik dan kejahatan finansial yang dilakukan elit dan politisi.

Usai insiden berdarah itu, Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mengundurkan diri. Tewasnya Caruana, menambah daftar panjang pembunuhan terhadap jurnalis yang kritis. Meski kasusnya sudah lama, tetapi bukan berarti pembunuhan terhadap wartawan tidak ada.

Di Denmark, bahkan seorang jurnalis ditemukan dalam kondisi tubuh dimutilasi. Kim Wall tewas setelah menghilang. Jasadnya ditemukan tanpa kaki, tangan dan kepala.

Pembunuhan terhadap Caruana dan Wall, masih kalah mengerikan dibanding yang dialami jurnalis investigatif di Meksiko. Pada Maret 2017, di bulan itu pula empat jurnalis dibunuh. Sepanjang rentang 2000-2016, sedikitnya 99 jurnalis Meksiko tewas dibunuh.

Bahkan, pembunuhan yang marak itu sampai menyebabkan surat kabar Norte, tutup. Media yang telah berdiri selama 27 tahun itu terpaksa ditutup lantatan awak medianya banyak yang dibunuh.

Pembunuhan terakhir sebelum media itu ditutup, menimpa jurnalis Norte, bernama: Miroslava Breach. Ia tewas setelah ditembak delapan peluru saat berkendara. Usai tewas, ditemukan surat dalam kendaraan Breach.

Sejak tahun 2000 sampai 2021, tercatat sedikitnya 150 kasus pembunuhan wartawan terjadi di Meksiko. Catatan hitam itu menunjukkan aksi pembunuhan wartawan terus berlanjut. Meksiko bisa dibilang menjadi negara terbesar dalam kasus pembunuhan terhadap jurnalis.

Para wartawan di sana kerap menjadi sasaran aksi kekerasan kartel narkoba Meksiko, yang berusaha mengintimidasi dan memanipulasi liputan soal aktivitas dan saingan mereka. Bahkan impunitas dalam pembunuhan itu mencakup lebih 90% kasus. (zul/AZ)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca