Ahmad Murtaja Pemuda Gaza Gunakan Tulisan Satir Guna Hadapi Kematian
Lebih dari 100 ribu pengungsi berada di tempat ini dan sekitarnya, menurut perkiraan Ahmad. Meskipun ada bendera biru PBB berkibar di atas tempat tersebut, tempat itu telah ditinggalkan oleh staf dan petugasnya sejak Ahmad dan yang lainnya mengungsi dari kota Gaza dan sekitarnya pada 13 Oktober 2023.
Tentang alasan perasaan ketidakamanan ini, Ahmad merujuk pada lima menit yang memisahkan antara dirinya dan kematian ketika roket dan peluru mortir menghantam sekolah yang dioperasikan oleh UNRWA, tempat yang menampung ribuan pengungsi.
“Kami meninggalkan sekolah dengan cepat, dan lima menit kemudian, bangunan tempat kami berlindung hancur karena serangan langsung Israel,” lanjutnya.
Semua peristiwa ini mendorong Ahmad untuk menulis dan mendokumentasikan catatan harian perang, namun dengan gaya satirnya yang khas.
“Beginilah kehidupan saya sebelum perang. Saya melihat segala sesuatu di sekitar saya dengan sindiran. Kehidupan tidak layak lebih dari itu,” ungkapnya
Ahmad mengutip novel “Pesta Kegilaan” karya penulis terkenal Milan Kundera, yang mengatakan, “Kita tidak boleh mengambil dunia ini terlalu serius.”
Ahmad bertanya, “Apakah yang terjadi pada kami nyata?” (zul)
Baca juga :
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
- Doa dan Ikhtiar Membangun Pemahaman Agama Anak Sejak Dini, Bekal Generasi Saleh
- Resmi! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru Gantikan Jenderal Listyo Sigit
- 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila Menggugah Kesadaran Bangsa Akan Bahaya Laten Komunis
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


