Sosok Khadijah Binti Khuwailid: Inspirasi Womenpreneur Muslimah Dalam Membangun Bisnis Berkah
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Baginya, sedekah bukan mengurangi harta, tetapi memperluas keberkahan. Dari modal dunia, Khadijah menanam pahala akhirat.
Baca juga: Ketika Perusahaan Asuransi Syariah Sudah Berkembang di Inggris
Jejak Abadi Womenpreneur Muslimah Sejati
Siti Khadijah adalah cermin bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, tapi dari cara seseorang memperlakukan rezekinya. Ia pandai mengelola modal, berani mempercayai manusia, adil dalam sistem bisnis, dan dermawan dalam berbagi.
Jika dunia mengenalnya sebagai pengusaha sukses, Islam mengenalnya sebagai wanita yang pertama beriman dan berkorban. Dari naluri lahir keberanian, dari amanah lahir kepercayaan, dan dari keduanya lahirlah keberkahan yang abadi.
Penulis : Iftitah Rahmawati
Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh
Sumber foto: Ilustrasi
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


