Rasulullah SAW Larang Meniup Makanan dan Minuman Panas
“Meniup makanan atau minuman akan menciptakan pertemuan antara H20 dengan karbondioksida (CO2) sehingga menghasilkan H2C03,” bunyi penjelasan dalam buku tersebut.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa asam karbonat berbahaya bagi kesehatan, apabila kadanya terlalu berlebihan di dalam tubuh.
Efek berlebih dari asam tersebut adalah terjadinya acidosis pada tubuh. Acidosis sendiri adalah terlalu banyaknya kadar asam di dalam darah sehingga menaikkan derajat keasamannya.
“Akibatnya dari tersebut adalah kelelahan, mual, turunnya tekanan darah, dan yang paling buruk ialah bisa menyebabkan koma dan kematian.” lanjutnya.
Alasan medis selanjutnya dari larangan Nabi SAW itu adalah adanya partikel berbahaya di dalam mulut, yang berasal dari sisa makanan dan mulut yang membusuk dan menyebabkan bau mulut.
“Nah, ketika bau ini ditiupkan ke makanan atau minuman, ada senyawa (bakteri) yang berpindah dari mulut ke makanan. Maka, makanan tersebut selain menjijikkan, juga menjadi berbahaya untuk dimakan,” jelas Rizem Aizid.
Rizem Aizid juga mengungkapkan mikroorganisme di dalam mulut yang bersifat baik (mutualisme) dan buruk (parasitisme) sebagai alasan dari larangan Nabi SAW.
“Mikroorganisme itu akan menempel pada makanan yang Anda tiup sehingga makanan menjadi tercemar dan berbahaya bagi kesehatan,” paparnya. (yan)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


