Rasulullah SAW Larang Meniup Makanan dan Minuman Panas
Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah teladan bagi umat Islam. Setiap ajaran, anjuran bahkan kebiasaan Nabi SAW menyimpan maksud dan tujuan yang baik.
Ada satu kebiasaan unik yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat makan, yaitu tidak meniup makanan yang panas. Rasulullah memerintahkan dan memberi contoh agar tidak meniup makanan yang panas.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud At-Tirmidzi tentang larangan meniup makanan atau minuman panas.
وعن ابن عباس رضي اللّه عنهما أن النبي نهى أن يتنفس في الإناء أو ينفخ فيه
Artinya, “Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi Muhammad SAW melarang pengembusan nafas dan peniupan (makanan atau minuman) pada bejana,” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Kemudian, dalam sebuah hadis riwayat Imam al-Bukhari memang disebutkan anjuran Rasulullah SAW untuk tidak meniup makanan.
إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ
Artinya: Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam suatu wadah, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. (H.R al-Bukhari).
Bernapas dalam gelas memiliki arti yang sama dengan meniup makanan. Hadits di atas kemudian menjadi salah satu dalil larangan meniup makanan panas.
Lalu, apa maksud Nabi Muhammad saw melarang untuk meniup makanan dan minuman yang masih panas?
Ada penjelasan ilmiah dari larangan Rasulullah SAW tersebut.
Menyitir buku “The 10 Habits of Rasulullah” oleh Rizem Aizid, setidaknya ada tiga hikmah kesehatan dari larangan meniup makanan dan minuman panas.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


