KH Miftachul Akhyar : Bagaimana Agar Amal Ibadah Diterima Allah SWT

Dengarkan Artikel Ini

Memang, lanjut ulama yang kerap dengan sapaan Kiai Miftach ini, Allah swt maha kuasa. Bisa saja menerima amal yang semula kotor, tapi lantaran karena ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki, akhirnya amal itu diterima. Tapi, harus diingat bahwa tidak ada satu pun yang mengetahui ampunan itu diberikan kepada siapa.

“Walaupun Allah kuasa menerima amalan yang cacat itu, karena sudah janji Allah, tapi tidak pantas to, orang yang beramal kepada Allah itu kan maksudnya dia itu menyodorkan penghormatan kepada Allah yang telah memberikan hidayah, sebuah kebaktian. Lha, kok disodorkan dengan amal yang cacat. Gampangannya, contohnya begini, ada seorang rakyat yang cinta kepada raja atau presidennya mau memberi hadiah lah, yang dibanggakan misalnya cincin berlian, tapi ternyata cincinnya cacat, kotor, ya tidak ada nilainya. Ya lebih baik jangan disodorkan cincin itu kepada raja,” imbuhnya.

Kiai Miftach dalam kesempatan ini juga menerangkan ketentuan amal yang diterima Allah dengan mengutip keterangan Imam Al-Ghazali bahwa Allah akan menerima amal manusia secara utuh dan murni, tapi keutuhan amal tersebut bukan amal yang menyeluruh.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca