KH Miftachul Akhyar : Bagaimana Agar Amal Ibadah Diterima Allah SWT
“Walaupun Allah kuasa menerima amalan yang cacat itu, karena sudah janji Allah, tapi tidak pantas to, orang yang beramal kepada Allah itu kan maksudnya dia itu menyodorkan penghormatan kepada Allah yang telah memberikan hidayah, sebuah kebaktian. Lha, kok disodorkan dengan amal yang cacat. Gampangannya, contohnya begini, ada seorang rakyat yang cinta kepada raja atau presidennya mau memberi hadiah lah, yang dibanggakan misalnya cincin berlian, tapi ternyata cincinnya cacat, kotor, ya tidak ada nilainya. Ya lebih baik jangan disodorkan cincin itu kepada raja,” imbuhnya.
Kiai Miftach dalam kesempatan ini juga menerangkan ketentuan amal yang diterima Allah dengan mengutip keterangan Imam Al-Ghazali bahwa Allah akan menerima amal manusia secara utuh dan murni, tapi keutuhan amal tersebut bukan amal yang menyeluruh.
“Imam Ghazali menyatakan amal yang utuh bisa hanya sepertiga yang diterima atau hanya sepuluh persennya yang diterima atau lima persennya yang diterima. Ini yang bersih. Misalnya (amal seperti) kepala sampai kaki, misalnya kepalanya saja yang sempurna, kepala ini yang diterima. Yang lain tidak diterima,” pungkasnya. (yat)
Baca juga :
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
- Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Resmi Dibuka, Kuota 2.500 Orang
- RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
- Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
- Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


