Kemenag Galakkan Gerakan Ayo Mengaji di Sekolah
“Giat ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dalam proses penyusunan pengambilan kebijakan ke depannya,” tukas alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
“Mohon dibahas secara akurat seluruh aspek program literasi tuntas buta aksara Al-Qur’an ini termasuk di dalamnya agar gerakan ayo mengaji ini masuk ke dalam intrakurikuler dengan pelaksanaan belajar di jam NOL, di luar jam pelajaran formal PAI di kelas,” sambungnya.
Munir juga menyoroti pentingnya pelatihan Guru PAI agar benar-benar mampu mengajarkan Al-Qur’an. Menurutnya, harus ada standar kompetensi guru PAI layak mengajarkan baca Al-Qur’an.
Direktorat PAI pernah menyusun program serupa beberapa tahun lalu. Konsep ini akan disempurnakan.
“Standar kemampuan literasinya harus jelas, jika memungkinkan menggunakan teknologi, maka proses pembelajaran baca Qur’an dan penilaiannya dapat menggunakan artificial intelligence atau teknologi pembelajaran lainnya,” tegasnya.
“Semoga program ini mendapat dukungan bapak ibu guru sekalian dalam menuntaskan buta aksara Al-Qur’an. Insya Allah menjadi amal jariyah bapak ibu dalam mencetak sejarah masa depan anak-anak Indonesia,” tutup Munir. (gus)
Baca juga :
- Hari Santri Nasional 2026: Santri Ponpes Mahabbatul Qur’an Raih Prestasi Membanggakan dalam MHQ Kota Bekasi & Tangerang Tahun 2026
- Kanwil Kementerian Haji Dan Umrah NTT: ‘Selamat Memperingati Hari Santri Nasional’
- Hari Santri Nasional 2026: Meneladani Peran Rumah Tahfidz Qur’an Opung Membina Generasi Qurani
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


