Tata Ruang Hunian Sekarang Banyak Mengadopsi Konsep Bangunan Jaman Majapahit
’’Yang terakhir adalah area nista, seperti tempat untuk kamar mandi dan tempat sampah,’’ tandas perupa asal Kota Mojokerto itu.
Dalam penerapannya, konsepsi tata ruang hunian ini juga mempertimbangkan peran efisiensi yang berhubungan dengan perilaku. Tingginya tingkat spiritualitas masyarakat di zaman 700 tahun lalu itu membuat fungsi ibadah menjadi yang utama.
Dan, menutupi urusan-urusan yang berkonotasi buruk seperti membuang sampah dan membuang kotoran sehingga posisinya di belakang.
Situs cagar budaya yang diyakini sebagai kompleks tempat tinggal ditemukan di sejumlah tempat. Salah satunya Situs Watesumpak, Kecamatan Trowulan, yang menunjukkan sebagai area hunian bangsawan Majapahit.
Terdapat pula kompleks bangunan suci yang dikelilingi permukiman di Situs Klinterejo dan Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko. (tin)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


