Sepak Terjang Pendiri Hamas Syeikh Ahmad Yassin

Dengarkan Artikel Ini

Namun, Israel malah menyerang tempat penyanderaan tersebut di Bernepala dekat Kota Al-Quds (Jerusalem). Meskipun begitu, tekanan kuat dari para pejuang Palestina akhirnya memaksa Israel untuk membebaskan kembali Yasin.

Pada tanggal 1 Oktober 1997, Syekh Ahmad Yasin berhasil dibebaskan melalui perjanjian antara pemerintah Yordania dan Israel. Dalam perjanjian tersebut, ia seringkali dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran dengan dua mata-mata Israel yang ditahan di Yordania atas percobaan pembunuhan terhadap kepala biro politik Hamas, Khaled Meshaal.

Pembebasan Syeikh Ahmad Yassin disambut oleh puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza. Setelah pembebasan ini, ia melakukan kunjungan ke beberapa negara Arab untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah pulang dari luar negeri tanpa mengenal kelelahan dan putus asa, Yasin berusaha untuk memulihkan struktur organisasi Hamas.

Kebencian Zionis Israel terhadap Yassin mencapai puncaknya. Israel menganggap Syekh Ahmad Yassin sebagai pilar utama perlawanan rakyat Palestina yang perlu segera dihilangkan. Meskipun kondisinya sudah lumpuh dan penglihatannya terbatas, Yassin masih mampu menginspirasi semangat para pemuda Palestina.

Pada suatu pagi, tanggal 22 Maret 2004, Israel akhirnya memutuskan untuk menghabisinya. Saat sedang menjalankan salat subuh, Syekh Yasin diserang dengan misil dari helikopter militer Israel. Serangan itu langsung merenggut nyawa Syekh Ahmad Yassin dan orang-orang yang sedang menjalankan shalat berjamaah bersamanya. (zul)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca