Sepak Terjang Pendiri Hamas Syeikh Ahmad Yassin

Dengarkan Artikel Ini

Pada 1956, tepat di usia 20 tahun, Yassin ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Gaza untuk menentang persekutuan segitiga musuh terhadap Mesir. Dalam peristiwa itu, ia memperlihatkan kepiawaiannya dalam berorasi dan mengorganisasi massa.

Sejak saat itu, kemampuan orasi Yassin mulai melambungkan namanya di Gaza. Sayangnya, ketenaran Yassin justru menimbulkan rasa curiga para intelijen Mesir.

Pada tahun 1965, ia ditangkap bersamaan dengan gelombang penangkapan besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah Mesir terhadap anggota gerakan Ikhwanul Muslimin.

Setelah menjalani satu bulan di penjara, Yassin akhirnya dibebaskan karena tidak ditemukan bukti keterlibatannya dengan Ikhwanul Muslimin. Sejak saat itu, secara tidak langsung Yassin mulai mengenal Ikhwanul Muslimin.

Setelah kekalahan Arab dalam Perang 1967, agresi Israel di Palestina semakin meningkat, terutama di wilayah Gaza.

Hal ini mendorong Yasin untuk kembali ke jalur perlawanan dan memberikan pidato-pidato. Pada saat yang sama, Yassin juga aktif dalam mengumpulkan dana bantuan untuk keluarga korban dan tahanan Palestina.

Perkenalannya dengan Ikhwanul Muslimin ketika berada di penjara Mesir dulu telah membuka jalan baginya Yassin untuk menimba ilmu di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca