Sejarah Emas Hingga Dijadikan Alat Pertukaran dan Transaksi Jual Beli
Dinar emas lazimnya berbentuk bundar. Selain itu, tulisan yang tercetak pada dua sisi koin itu memiliki tata letak yang melingkar. Pada satu sisi mata koin tercantum kalimat tahlil dan tahmid.
Sedangkan di sisi lainnya, tertera nama penguasa (amir) dan tanggal dicetak. Selain itu, terdapat suatu kelaziman untuk menuliskan shalawat kepada Rasulullah SAW dan ayat-ayat Alquran dalam koin dinar itu.
Koin emas dan perak tetap menjadi mata uang resmi hingga jatuhnya Kekhalifahan. Dengan kekuatan dinar dan dirham yang tahan akan hantaman roda ekonomi, para ulama menjadikan dinar dan dirham sebagai tolok ukur dalam menentukan nisab zakat.
Misalnya, Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm berkata, “Tidak ada perbedaan pendapat (ikhtilaf) bahwasanya dalam zakat emas itu adalah 20 mitsqal (dinar).”
Dinar dan dirham memang dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil sejak berabad-abad lamanya. Namun, pemanfaatan dinar dan dirham sebagai mata uang mulai ditinggalkan dan hanya beberapa negara di kawasan Timur Tengah yang masih memanfaatkan dinar dan dirham sebagai mata uang.
Selain memiliki peran penting dalam ekonomi, emas juga memiliki nilai simbolis dalam budaya Islam. Perhiasan emas sering digunakan sebagai bagian dari tradisi pernikahan dan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Namun, penggunaan emas dalam konteks ekonomi modern dapat bervariasi sesuai dengan interpretasi dan implementasi hukum Islam oleh berbagai komunitas. (yus)
Baca juga :
- Hari Santri Nasional 2026: Santri Ponpes Mahabbatul Qur’an Raih Prestasi Membanggakan dalam MHQ Kota Bekasi & Tangerang Tahun 2026
- Kanwil Kementerian Haji Dan Umrah NTT: ‘Selamat Memperingati Hari Santri Nasional’
- Hari Santri Nasional 2026: Meneladani Peran Rumah Tahfidz Qur’an Opung Membina Generasi Qurani
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


