Sejarah dan Perkembangan Musik Dalam Peradaban Islam
Selain dikenal sebagai musisi andal, Ziryab pun tercatat sebagai orang pertama yang memperkenalkan oud, semacam alat musik bersenar ke Eropa. Ia juga berinovasi menempatkan senar tambahan pada oud. Dari Andalusia, alat musik sejenis kecapi itu kemudian dikenal luas ke berbagai negara di benua itu dan kini kita kenal sebagai gitar.
Pada abad ke-9, hadir seorang filsuf bernama Abu Nasr Muhammad al-Farabi di Baghdad. Bukan hanya seorang filsuf ia juga terkenal sebagai musikus andal. Ia bahkan disebut sebagai penemu not musik. Penemuan not musik tersebut dijabarkan Al Farabi dalam karyanya Al Musiqa Al Kabir (Kitab Besar Musik). Buku itu lama menjadi rujukan utama para musisi klasik Barat. Ilmu dasar musik tercantum dalam karya fenomenalnya tersebut.
Musik dalam pandangan Al Farabi dapat menciptakan ketenangan dan mampu mengendalikan emosi. Ia pun meneliti musik sebagai terapi penyakit psikologis. Al Farabi kemudian menciptakan prinsip-prinsip filosofis tentang musik, baik kualitas kosmik dan pengaruhnya. Ia kemudian menangani akal dengan terapi musik dan mendapati adanya efek terapi musik di jiwa. Konon, susunan musik Al Farabi sedemikian canggih hingga bisa membuat pendengarnya menangis tertawa.
Pada abad ke-11, musik sudah mulai digunakan sebagai sarana oleh kaum Sufi untuk mendekatkan diri pada Allah. Imam Al-Ghazali menerangkan fenomena ini dalam kitabnya berjudul Kimia-i Sa’adah. Ia menjelaskan, para sufi memanfaatkan musik untuk membangkitkan cinta yang lebih besar kepada Allah dalam diri mereka. Dan dengan bermusik, para sufi kerap mendapatkan penglihatan dan kegairahan rohani.
“Maka dalam hal ini, hati para sufi menjadi sebersih perak yang dibakar di dalam tungku. Mencapai suatu tingkat kesucian yang tak akan pernah bisa dicapai oleh sekadar hidup prihatin walau seberat apapun.”
Puncak capaian musik sufi ini mengambil tempat di anak benua India dalam bentuk qawwali. Dari wilayah itu, muncul maestro-maestro musik sufi, mendayu-dayu dan sangat piawai memainkan nada-nada setengah bahkan seperempat. Mendiang Nusrat Fateh Ali Khan, kemudian Abida Parveen sampai AR Rahman sang pemenang penghargaan Oscar kini jadi penggawa musik sufi tersebut.
Sejak abad ke-17 hingga medio 19 Masehi, banyak penduduk kulit hitam dari Afrika barat yang dibawa paksa ke Amerika dan dijadikan budak. Menurut para sejarawan, sekitar 30 persen dari mereka adalah orang Islam. Sejumlah ilmuwan, termasuk Sylviane Diouf dari Pusat Kajian Budaya Kulit Hitam Schomburg New York, menunjukkan bahwa para budak Muslim itulah yang menancapkan akar musik blues di Amerika Serikat.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

