Penderitaan KH Ali Alhamidi Semasa Menjadi Tahanan Politik Orde Lama

Dengarkan Artikel Ini

Seperti halnya Buya Hamka, KH Ali Alhamidi pun tetap produktif menulis di dalam penjara. Bila ulama Minangkabau tersebut menghasilkan karya monumental Tafsir al-Azhar dari dalam rumah tahanan, dai Persis itu menulis beberapa karangan. Salah satunya adalah buku berjudul Godaan Sjetan. Buah penanya itu lahir saat dirinya ditahan di Gedung Departemen Kepolisian, Kebayoran Baru, serta Rindam Condet, Jakarta.

Saat di penjara ini lah Kiai Ali Alhamidi melahirkan sebuah buku berjudul Godaan Sjetan. Menurut Ustaz Artawijaya, buku tersebut adalah salah satu karya Kiai Ali Alhimidi yang terkenal.

“Ini adalah buah karya beliau yang ditulis dari balik ruang tahanan rezim Nasakom. Hanya tiga bulan, buku setebal 230 halaman yang cukup best seller pada masanya ini, ditulis oleh beliau. Sampul buku ini pun sudah beberapa kali mengalami perubahan,” urai Ustad Artawijaya.

Dalam bagian pengantar buku tersebut, Kiai Ali Alhamidu menyampaikan bahwa karya ini disusun dalam kamar tahanan polisi. Dimulai dari tanggal 28 Juni 1962 jam 8 pagi, dan berakhir pada tanggal 1 Agustus 1962 jam 07.00 pagi.

Lebih lanjut, Kiai Ali Alhamidi menceritakan suasana ruang tahanan, tempat buku ini ditulis.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca