Mengapa Gelombang Konservatisme Agama Meningkat di Malaysia Namun Surut di Indonesia
“Soal hasil pemilu legislatif, alhamdulillah. Kami di PKB bersyukur.
“Karena kami dipimpin oleh Pak Muhaimin, yang merupakan calon wakil presiden dari Pak Anies, kami menerima dampak yang signifikan,” kata Zainul Munasichin, sekretaris unit pemenang pemilu PKB.
Coattail effect adalah kecenderungan seorang tokoh partai politik untuk menarik suara kandidat lain dari partai yang sama.
Dalam pemilu baru-baru ini, Anies dan Muhaimin didukung oleh koalisi PKB, PKS, dan partai nasionalis Nasdem.
Sebelum koalisi terbentuk, sejumlah pengamat menilai PKB dan PKS tidak bisa bekerja sama karena keduanya menganut agama Islam yang berbeda. Namun Zainul dari PKB mengatakan kepada CNA bahwa aliansi partainya dengan PKS “murni taktis”.
Sementara itu, PAN – yang mendukung Pak Prabowo dan Pak Gibran – didirikan oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah.
Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan kinerja PAN sedikit lebih baik pada pemilu Februari dibandingkan lima tahun lalu karena adanya persepsi bahwa PAN adalah sayap kanan karena partisipasi pendirinya dalam acara-acara yang dihadiri oleh kelompok Islam garis keras.
Partai Islam yang tersisa di parlemen – PPP – adalah yang tertua dan telah berdiri selama 51 tahun.
Partai ini adalah satu dari tiga partai politik pada masa rezim Suharto, bersama dengan partai nasionalis Golkar dan PDI, yang sekarang bernama PDI-P.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, hal ini telah kehilangan pijakannya.
Muhammad Romahurmuziy, ketua dewan penasihat PPP, mengaitkan hal ini dengan banyak faktor. Salah satunya karena tidak mempunyai tokoh dan mesin politik yang kuat. (mis)
Baca juga :
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

