Mengapa Gelombang Konservatisme Agama Meningkat di Malaysia Namun Surut di Indonesia

Dengarkan Artikel Ini

“Tapi kalau kita lihat masyarakat Islam, Islam sendiri di sini heterogen. Tidak homogen,” kata Pak Ujang.

Dan meskipun sekitar 87 persen dari 270 juta penduduk Indonesia adalah Muslim, banyak yang tidak taat, tambah Ujang.

Banyak masyarakat Indonesia yang menganut agama Islam moderat atau beragama Islam sesuai dengan kartu identitasnya, namun tidak benar-benar mengamalkan agama tersebut.

“Ini berdampak pada perilaku pemilih dan pilihannya (saat pemilu),” kata Pak Ujang.

Selain itu, para analis mengatakan kepada CNA bahwa perbedaan ideologi dari berbagai kelompok politik Islam dan ketidakmampuan mereka untuk mendapatkan dukungan arus utama serta teori filosofis dasar Pancasila tampaknya merupakan upaya untuk melawan ancaman meningkatnya konservatisme di Indonesia.

PERBEDAAN IDEOLOGI YANG MENGATUR PARTAI POLITIK ISLAM

Pak Ujang berpendapat bahwa partai politik Islam di Indonesia tidak bersatu dan memiliki ideologi yang berbeda. Hal ini berbeda dengan Malaysia yang memiliki partai Islam dominan, Parti Islam Se-Malaysia (PAS).

“Misalnya PKB dan Partai Amanat Nasional (PAN), apakah berfungsi berdasarkan ideologinya? Saya kira tidak,” kata Pak Ujang.

Mereka berfungsi berdasarkan kepentingan, baik saat berkoalisi maupun berkampanye. Mereka tidak menonjolkan nilai-nilai Islam tetapi nilai-nilai umum atau universal jika berbicara tentang Islam.”

Saat ini terdapat sembilan partai politik di parlemen Indonesia. Lima di antaranya merupakan partai nasionalis, dan empat di antaranya berideologi Islam, yakni PKB, PAN, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hanya PKB yang menunjukkan peningkatan suara signifikan pada pemilu legislatif bulan lalu, sehingga menjadikannya partai terbesar keempat di parlemen 2024-2029 mendatang yang anggotanya akan dilantik pada Oktober mendatang.

Partai ini merupakan partai terbesar kelima di parlemen berdasarkan hasil pemilu 2019 – di belakang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Golkar, Gerindra, dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

“Soal hasil pemilu legislatif, alhamdulillah. Kami di PKB bersyukur.

“Karena kami dipimpin oleh Pak Muhaimin, yang merupakan calon wakil presiden dari Pak Anies, kami menerima dampak yang signifikan,” kata Zainul Munasichin, sekretaris unit pemenang pemilu PKB.

Coattail effect adalah kecenderungan seorang tokoh partai politik untuk menarik suara kandidat lain dari partai yang sama.

Dalam pemilu baru-baru ini, Anies dan Muhaimin didukung oleh koalisi PKB, PKS, dan partai nasionalis Nasdem.

Sebelum koalisi terbentuk, sejumlah pengamat menilai PKB dan PKS tidak bisa bekerja sama karena keduanya menganut agama Islam yang berbeda. Namun Zainul dari PKB mengatakan kepada CNA bahwa aliansi partainya dengan PKS “murni taktis”.

Sementara itu, PAN – yang mendukung Pak Prabowo dan Pak Gibran – didirikan oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan kinerja PAN sedikit lebih baik pada pemilu Februari dibandingkan lima tahun lalu karena adanya persepsi bahwa PAN adalah sayap kanan karena partisipasi pendirinya dalam acara-acara yang dihadiri oleh kelompok Islam garis keras.

Partai Islam yang tersisa di parlemen – PPP – adalah yang tertua dan telah berdiri selama 51 tahun.

Partai ini adalah satu dari tiga partai politik pada masa rezim Suharto, bersama dengan partai nasionalis Golkar dan PDI, yang sekarang bernama PDI-P.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, hal ini telah kehilangan pijakannya.

Muhammad Romahurmuziy, ketua dewan penasihat PPP, mengaitkan hal ini dengan banyak faktor. Salah satunya karena tidak mempunyai tokoh dan mesin politik yang kuat. (mis)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca