Kisah Tukang Rumput Damaikan Sunan Amral dan Pakubuwono I yang Perang Berebut Keraton Mataram
Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Perang kakak adik berebut keraton Mataram tak terhindarkan. Hal itu terjadi karena laporan palsu utusan Pakubuwono I yang dikirim untuk menemui Amangkurat II.
Amangkurat II alias Sunan Amral, berkeraton di Kartosuro, Pajang. Ia menyerbu keraton Mataram di Plered yang sudah dikuasai adiknya, Pangeran Puger alias Pakubuwono I.
Tukang rumput mendamaikan kakak adik yang perang berebut keraton Mataram akibat kesalahpahaman itu. Untuk menyudahi kesalahpahaman itu, Sunan Amral mengirim utusan untuk menemui Pakubuwono I.
Ia diutus untuk membujuknya. “Jangan membawa teman seorang pun. Bujuklah adindaku itu,” kata Sunan Amral alias Amangkurat II.
Utusan itu berangkat dengan menanggalkan pakaian kebangswanannya. Ia lalu mengenakan pakaian santri.
Utusan itu lalu berbaur dengan tukang rumput. Tukang rumput yang mengurusi kuda-kuda Pakubuwono I pun bertanya kepada tukang rumput gadungan itu.
Ia menjawab sebagai tukang rumput Ki Tambakboyo. Ia harus melarikan diri karena habis dipukuli.
Oleh karena itu ia bergabung dengan para tyjang rumput raja. Jika ia kembali, ia takut akan dipukuli lagi.
Tukang rumput raja merasa kasihan, sehingga menerimanya bergabung. Ia diminta membawa dedak.
Saat tiba di pesanggrahan, Pakubuwono I sedang memeriksa kudanya . Selama perang, Pakubuwono I telah meninggalkan keraton Mataram di Plered.
Tukang rumput gadungan utusan Sunan Amral alias Amangkurat II itu segera menyembah. “Aduh Gusti, abdi Paduka seperti bermimpi,” kata tukang rumput gadungan itu sambil menangis.
Pakubuwono I kaget melihat orang yang sedang menyembah di hadapannya. Ia kenal dengan orang itu.
“Apa tugasnya sehingga sakit menangis?” tanya Pakubuwono I, yang telah melakukan perang melawan kakaknya berebut keraton Mataram.
“Duhai Gusti, bunuhlah hamba kalau Paduka masih berselisih dengan kakanda Paduka. Bagaimana jadinya bumi ini?” kata tukang rumput gadungan.
Sebelum Pakubuwono I menyela, ia melanjutkan perkataannya. “Siapa yang akan mengurusi Tanah Jawa selain Paduka Gusti bersama kakanda Paduka?” tanya tukang rumput gadungan.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


