Kisah Surat Rasulullah SAW Menjamin Keberadaan Kristen Armenia
Umar secara pribadi datang ke Yerusalem. Saudara laki-laki Patriark Yunani bertemu dengan Umar dan mengingatkannya tentang ketetapan Nabi Muhammad SAW. Umar kemudian mengeluarkan ketetapannya sendiri dan membenarkan ketetapan Nabi.
Umar memasuki Yerusalem bersama para pengikutnya, mengunjungi tempat-tempat keagamaan, dan menyarankan untuk membangun Masjid di sebidang tanah di sebelah gereja makam Kristus. Masjid ini dibangun pada tahun 935 dan diberi nama “al-Umari.” Omar mengizinkan kebebasan beribadah umat Kristiani, namun melarang membunyikan lonceng gereja.
Khulafaur rasyidin terakhir, Ali bin Abi Thalib juga mengeluarkan dekrit untuk orang-orang Armenia di Yerusalem, membenarkan dekrit Rasulullah dan Umar sebelumnya.
Pada 1097, Tentara Salib menyerbu dan menduduki Yerusalem. Pada 1187, Salahuddin al Ayyubi yang berkebangsaan Kurdi dan keluarganya berasal dari Dvin di Armenia, merebut Yerusalem dari Tentara Salib dan mengusir mereka dari kota tersebut. Dia mengambil alih semua gereja Latin di Yerusalem dan melarang kebaktian gereja. Namun, dia memberikan kebebasan sebagian kepada orang Armenia.
Patriark Armenia Abraham II bersama sekelompok pendeta bertemu dengan Salahuddin dan menunjukkan kepadanya ketetapan Nabi Muhammad SAW. Salahuddin kemudian mengeluarkan ketetapan sendiri yang melanjutkan ketetapan yang dikeluarkan Nabi dan Khalifah Umar dan Ali.
“Sebagaimana junjungan kami ‘Umar Ibn al-Khaṭṭāb radhiyallahu ‘anhu tunduk pada kehendak Muhammad, kami juga harus mematuhi dan mengikuti jalannya. Di antara umat Kristen, mereka [Muḥammad dan ‘Umar] memutuskan untuk menunjuk orang-orang Armenia dan rekan seagama mereka sebagai orang-orang Etiopia, Koptik, dan Kristen Suriah, sebagai subyek Rasulullah (SAW). Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Dan kami mengikuti keputusan itu,” bunyi ketetapan Salahuddin dalam arsip yang tersimpan.
Salahuddin secara khusus mencatat dalam keputusannya yurisdiksi orang-orang Armenia atas gereja-gereja, tempat-tempat suci, Biara Sourp Hagop, gereja-gereja di Betlehem dan Nablus, Makam Suci, tempat-tempat suci lainnya, dan khususnya kebebasan orang-orang Armenia untuk beribadah. Dia juga menurunkan pajak terhadap pedagang dan peziarah Armenia.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

