Kisah Kesaktian Mbah Gendon yang Tak Bisa Ditembus Peluru

Dengarkan Artikel Ini

Warga Lampung juga hampir sama ceritanya. Namanya Pak Sodikin kalau tidak salah. Dia ke sini sekitar tahun 2000’an.

“Dia cerita kalau tiga bulan sebelumnya bertemu Mbah Gendhon di hutan, ngobrol-ngobrol dan kemudian dikasih alamat di Kesesi ini. Kaget juga setelah sampai sini, karena ternyata Mbah Gendhon sudah meninggal,” tambahnya.

Diungkapkan, setiap tahun selalu diadakan khaul Mbah Gendhon tersebut. Khaul tersebut biasanya diadakan setiap Ahad Legi Jumadil Awal.

“Setiap khaul biasanya jamaahnya sampai puluhan ribu. Penuh semua sini. Makam yang pertama kami pindah karena tergerus air sungai. Jaraknya tidak jauh dari makam yang sekarang. Lokasi yang sekarang ini juga atas permintaan beliau (Mbah Gendon). Sebab juga dekat dengan sendang Kasepuhan, yang sekarang di atas sendang saya bangun musola untuk para peziarah yang ke sini. Jadi para peziarah biar tidak kesulitan kalau mau berwudlu dan solat wajib saat berziarah,” tambahnya.

Dia meminta masyarakat untuk tidak berperilaku syirik dengan keberadaan makam tersebut. Meskipun diakuinya, tak sedikit peziarah yang datang untuk mengajukan suatu permintaan atau harapan.

“Semua itu kembali kepada ridlo dari Allah SWT. Kalau Allah berkehendak, sudah pasti bisa. Kalau Allah tidak berkehendak, tidak mungkin terwujud. Beliau (Mbah Gendhon) hanya sebagai jalaran (perantara). Jadi jangan disalah artikan sampai menuju ke syirik,” harapnya.

Sementara itu salah seorang pengunjung, Triyono, 36, mengaku datang setiap khaul Mbah Gendhon. Namun tak jarang dia datang berziarah sendiri ke makam Mbah Gendhon tersebut.

“Ya kirim-kirim doa saja untuk leluhur. Mbah Gendhon termasuk ulama terkenal saat itu, dengan berbagai karomah yang dimilikinya. Jadi kita sebagai generasi penerus harus ikut melestarikan dan menjaganya,” tambah warga Kesesi itu. (lif)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca