Kisah Arungbinang dan Cikal Bakal Menjadi Kota Kebumen

Dengarkan Artikel Ini

Tempat tinggal Ba- nar menjadi Kebanaran.

Tempat tinggal Mangun menjadi Ke- mangunan.

Demikian pula tempat tinggal Ketug menjadi Ke- tugan.

Sementara itu, dari Lerep Ki Bumi pindah ke Desa Lundong. Di desa ini ia tinggal sampai akhir hayatnya. Jenazahnya dimakamkan di Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun.

Ki Bumi sendiri memiliki anak bernama Kyai Gusti, Nyai Ageng, dan Kyai Bekel. Kedudukan Ki Bumi digantikan oleh Kyai Bekel.

Selanjutnya, Kyai Bekel berputra Kyai Ragil. Kyai Ragil berputra Ki Hanggayuda. Ki Hanggayuda ini menjadi demang di Kutowinangun.

Anak Ki Bumi yang lain, yaitu Nyal Ageng kawin dengan Demang Wernagaya dari Wawar dan melahirkan dua orang putri.

Putri yang pertama menjadi istri Demang Hanggayuda.

Sefangkan Putri yang kedua menjadi istri Pangeran Puger dari Mataram.

Dari perkawinan putri Nyai Ageng dengan Pangeran Puger itu lahirlah seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Jaka Sangkrib yang semasa kecil nya diasuh oleh Demang Hanggayuda.

Akan tetapi, karena memiliki penyakit kulit, Jaka Sangkrib dikucilkan oleh saudara-saudaranya. Akibat perlakuan itu, Jaka Sangkrib mengembara untuk menyembuhkan penyakitnya.

Setelah mengalami berbagai peristiwa dan bertapa di perut kerbau serta mandi air Bejl Kuwarasan, ia sembuh dari penyakitnya.

Setelah sembuh, Jaka Sangkrib melanjutkan pengembaraannya. la mengunjungi Gua Menganti, Karangbolong, Pantai Brecong, dan menyusuri pantal selatan untuk menambah ilmu kesaktiannya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca