Kisah Al-Fatih, Sang Penakluk dari Turki Utsmani

Dengarkan Artikel Ini

Al-Fatih memerintahkan para pasukannya untuk menarik kapal-kapal logistik melintasi gunug di malam hari agar ketika siang hari datang, para pasukan Konstantin terkejut dan diharapkan dapat melemahkan semangat juang mereka.

Siapa sangka ternyata hal ini berhasil, bahkan efeknya tak hanya menimpa para pasukan lawan, seluruh penduduk kota merasa terkejut bahkan hingga putus asa ketika mendengar hal diluar nalar ini.

Pada 29 Mei 1453, Muhammad al-Fatih dan para pasukannya berhasil menaklukkan Konstantinopel. Ia dan 80.000-200.000 pasukannya, artilerinya, dan 320 kapal perangnya berhasil menaklukkan Konstantinopel setelah berjuang selama 53 hari menyerang dan membombardir benteng kokoh kota tersebut.

Mehmed II dan para pasukannya akhirnya berhasil membuktikan dan merealisasikan nubuwat tersebut sekaligus menjadi sebaik-baik pemimpin dan para pasukannya juga menjadi sebaik-baiknya pasukan.

Pemimpin yang selalu mengamalkan setiap sunnah nabinya, pasukan yang selalu mendambakan surga penciptanya adalah perpaduan yang layak dan sempurna untuk menyandang gelar pemimpin dan pasukan terbaik. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca