Kisah Al-Fatih, Sang Penakluk dari Turki Utsmani
Al-Fatih memerintahkan para pasukannya untuk menarik kapal-kapal logistik melintasi gunug di malam hari agar ketika siang hari datang, para pasukan Konstantin terkejut dan diharapkan dapat melemahkan semangat juang mereka.
Siapa sangka ternyata hal ini berhasil, bahkan efeknya tak hanya menimpa para pasukan lawan, seluruh penduduk kota merasa terkejut bahkan hingga putus asa ketika mendengar hal diluar nalar ini.
Pada 29 Mei 1453, Muhammad al-Fatih dan para pasukannya berhasil menaklukkan Konstantinopel. Ia dan 80.000-200.000 pasukannya, artilerinya, dan 320 kapal perangnya berhasil menaklukkan Konstantinopel setelah berjuang selama 53 hari menyerang dan membombardir benteng kokoh kota tersebut.
Mehmed II dan para pasukannya akhirnya berhasil membuktikan dan merealisasikan nubuwat tersebut sekaligus menjadi sebaik-baik pemimpin dan para pasukannya juga menjadi sebaik-baiknya pasukan.
Pemimpin yang selalu mengamalkan setiap sunnah nabinya, pasukan yang selalu mendambakan surga penciptanya adalah perpaduan yang layak dan sempurna untuk menyandang gelar pemimpin dan pasukan terbaik. (jeha)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


