Dua Nikmat yang Manusia Lalai

Dengarkan Artikel Ini

Dibandingkan makhluk lain, manusia diciptakan Allah SWT dalam wujud yang sempurna, namun banyak kekurangannya. Kekurangan manusia ini, sebagai dampak Allah SWT memberinya akan dan pikiran serta hati yang bening. Dalam kehidupannya, tinggal lagi manusia itu sendiri yang dapat mengendalikannya ke jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT.

Untuk itu, Rasulullah SAW bersabda, “Dua nikmat yang banyak orang tertipu padanya, yakni nikmat sehat dan waktu luang,” (HR Bukhari, Tirmidzi, An-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah).

Seseorang itu ketika diberikan kenikmatan (di dunia baik harta maupun anak keturunan) kebanyakan lupa akan nikmat tersebut berasal dari mana dan digunakan (dimanfaatkan) untuk apa. Pada dasarnya kenikmatan dan musibah itu akan silir berganti dirasakan, tinggal lagi bagaimana menyikapinya.

Ketika nikmat itu hadir di kehidupan seseorang, sikat sebaiknya tetap bersyukur atas nikmat dari Allah SWT. Ketika nikmat itu dicabut dan musibah datang menimpanya, maka sikap seseorang itu bersabar hingga Allah SWT juga meridhoinya.

Sama halnya dengan waktu luang yang sering lalai dari kehidupan manusia. Ketika seorang diberikan waktu luang seperti badan sehat jasmani dan rohani, lupa untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT dan menjalani perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Namun, ketika seseorang itu sakit, barulah ia akan sadar bahwa nikmat kesehatan dan waktu luang pada saat muda, pada saat sehat, pada saat gagah, atau pada saat diberikan kekuasaan dan jabatan, tidak digunakan untuk kemaslahatan pada dirinya dan orang lain.

Bukankah dalam ayat 4 Surah Ad-Dhuha, Allah SWT berfirman, “Dan sungguh akhirat itu lebih baik bagimu darpada dunia.” Semoga kita semua sadar akan dua nikmat yang akan menyelamatkan kita di dunia terlebih di akhirat. (Iin)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca