Arsitektur Tradisional Rumah Perahu Tanah Periuk

Dengarkan Artikel Ini

Pada bagian pintu masuk terdapat tangga naik yang terbuat dari kayu. Pintu masuk dibuat sedikit lebih rendah sehingga orang yang masuk ke rumah terpaksa menundukkan kepalanya. Memiliki filosofi bahwa setiap orang yang masuk ke dalam rumah harus tunduk dan menghargai pemilik rumah dengan menundukkan kepala.

Lantai ruang tengah rumah terdapat sebatang kayu yang membelah menjadi dua ruangan. Kayu pembatas tersebut dinamakan bendul jati. Fungsinya pada saat ada kegiatan adat, bendul jati berguna sebagai pembatas ruang tempat duduk berdasarkan status orangnya.

Bagian atas bangunan terdiri dari atap, kasau bentuk dan lisplang. Konstruksi atap dibuat sedikit melengkung ke atas. Ujung bagian atas lisplang terdapat tanduk kambing dibuat menyilang dan diberi motif ukiran.

Pada ujung atap terdapat kasau (bambu) bentuk, yaitu atap yang berada di ujung atap bagian atas. Ujung kasau bentuk ditutup dengan lisplang sejajar atap kasau bentuk. Pada bagian ujung lisplang terdapat motif ukiran.

Tata ruang rumah perahu terdiri dari ruang tengah, bendul jati, penteh (bagian atas), kamar tidur, dapur, dan gaho (bagian belakang). Masing-masing ruangan memiliki fungsi berbeda, baik sebagai rumah tinggal biasa maupun tempat berlangsungnya upacara adat.

Adapun, ruang tengah berfungsi sebagai tempat berkumpulnya keluarga dan menerima tamu. Di ruang tengah terdapat bendul jati yang terbuat dari sebatang kayu memanjang sesuai dengan panjang ruang tengah. Membelah tepat di bagian tengah, sehingga ruang tengah seolah-olah menjadi dua bagian.

Pada saat rumah difungsikan sebagai tempat pelaksanaan acara adat, bendul jati berfungsi sebagai pembatas ruang tengah untuk ditempati peserta atau undangan. Penempatan sesuai dengan status dan kedudukannya dalam tingkatan adat.

Lantai pada ruang penteh adalah ditinggikan sekitar 30 cm dari lantai ruangan tengah. Saat ada acara adat ruangan tersebut ditempati oleh para tokoh adat, terdiri dari unsur ninik mamak, tuo tengganai, alim ulama dan cerdik pandai. Bagi orang biasa tidak boleh duduk di ruangan penteh. Ruangan penteh digunakan juga sebagai tempat pelaminan pada saat ada acara pengantin. Pada hari-hari biasa digunakan sebagai tempat tidur anak bujang.

Kamar tidur terdiri dari kamar orangtua dan anak gadis. Dibatasi dengan dinding. Anak bujang tidak bisa sembarangan masuk ke kamar orangtua dan anak gadis. Begitu juga anak gadis tidak boleh sembarang masuk ke dalam kamar orang tua.

Ruang dapur sebagai tempat memasak, menyiapkan, dan mengolah bahan masakan. Sebagai ruang tempat menyimpan bahan makanan dan peralatan dapur lainnya. Pada saat ada acara adat, tidak sembarang orang yang bisa masuk dalam ruang dapur kecuali orang yang sudah ditunjuk mengurusi penyiapan makanan.

Ruang gaho berfungsi menyimpan barang keperluan sehari-hari, seperti bakul, alat pertanian dan perikanan. Tempat menyimpan persiapan dan stok bahan makanan dan minuman. Pada saat upacara adat, berfungsi sebagai tempat anak gadis dan ibu-ibu untuk mempersiapkan sajian makanan dan minuman bagi peserta upacara adat atau kegiatan lainnya yang melibatkan orang banyak.

Nilai-nilai penting yang terkandung dalam rumah perahu di Tanah Periuk adalah bahwa dalam kehidupan sehari-hari, rumah memiliki peran penting dalam pengaturan tata laku dan interaksi sosial antar individu maupun kelompok masyarakat. Kedua, tata ruang dirancang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang mengakar dengan tradisi kemelayuannya, sehingga tata ruangnya dapat berfungsi ganda.

Ketiga, ragam hias yang digunakan umumnya motif flora dalam bentuk sulur-suluran. Keempat, struktur bangunannya mengandung unsur, keyakinan, status sosial, nilai ketaatan, kesetiaan, hukum/aturan/norma, sopan santun, kehormatan, kebersamaan dan saling pengertian. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca