Pahala Puasa Ramadhan: Hak Allah atau Bisa Diukur Manusia?
2. Mazhab Maliki
Imam Al-Qurtubi, ulama besar Maliki, menjelaskan bahwa hadits qudsi tentang puasa menunjukkan:
Allah sendiri yang menilai dan memberikan pahala puasa secara langsung tanpa batas.
Karena puasa adalah ibadah yang sangat tersembunyi dan jauh dari riya’.
3. Mazhab Syafi’i
Dalam penjelasan Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa pahala ibadah tidak dapat dihitung manusia secara detail.
Manusia hanya bisa mengatakan:
- amal ini lebih utama
- amal ini memiliki keutamaan tertentu
Namun jumlah pahala sebenarnya hanya diketahui Allah.
4. Mazhab Hanbali
Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa:
pahala ibadah bergantung pada rahmat Allah dan kualitas amal.
Karena itu tidak ada manusia yang bisa memastikan berapa pahala yang diterima seseorang.
Hikmah Mengapa Pahala Tidak Diketahui Manusia
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


