Pahlawan dari Muhammadiyah ini pernah disuntik zat kimia berbahaya oleh Jepang

Surabaya — 1miliarsantri.net : Organisasi Muhammadiyah, yang kini memasuki ulang tahun (milad) ke-112 sejak didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912, memiliki hubungan erat dengan sosok KH Mas Mansur. Dia merupakan sosok Pahlawan Nasional Indonesia yang tidak lain adalah pendiri Muhammadiyah Cabang Surabaya pada 17 April 1921. Sembilan tahun setelah organisasi tersebut berdiri di Yogyakarta. KH Mas Mansur lahir pada 25 Juni 1896 di Kampung Sawahan, Surabaya, dan wafat pada usia 50 tahun pada 25 April 1946. KH Mas Mansur adalah putra KH Mas Ahmad Marzoeki, seorang imam Masjid Ampel, dan Hj Raudhah Sagipoddin dari keluarga pesantren di Sidoresmo, Surabaya. Ketertarikan KH Mas Mansur terhadap metode dakwah KH Ahmad Dahlan menjadi salah satu alasan utama ulama kharismatik itu bergabung dengan Muhammadiyah. Ketertarikan tokoh besar itu diungkap dalam buku “KH Mas Mansur Sapu Kawat Jawa Timur”, yang awalnya merupakan skripsi karya DR H. Syaifullah, M.Ag.,. Buku yang mengupas perjalanan hidup KH Mas Mansur, mulai dari masa mudanya hingga perannya sebagai tokoh nasional, itu kemudian diterbitkan lewat suntingan naskah oleh PW Muhammadiyah Jatim, H. Nadjib Hamid. Dalam bedah buku “KH Mas Mansur Sapu Kawat Jawa Timur” di Surabaya (27/10/2024) lalu, diceritakan masa muda KH Mas Mansur diisi dengan pendidikan di Pesantren Syaikhona Cholil, Bangkalan, Madura, di mana ia bertemu KH Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Setelah dua tahun mondok di Bangkalan, KH Mas Mansur berangkat ke Mekkah pada usia 12 tahun bersama KH Wahab Hasbullah. Kedua kawan akrab itu agaknya mewarisi “keakraban” KHM Hasyim Asy’ari (pendiri NU) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) yang juga sama-sama pernah mondok di pesantren Bangkalan. Keberadaan keduanya untuk belajar itu juga menandai “pertemuan” KHM Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan di Mekkah. Ada sebuah tugu/prasasti yang menandai pertemuan kedua tokoh dari dua organisasi besar di Indonesia itu. Di Mekkah, KH Mas Mansur menyaksikan gejolak Perang Dunia I, yang membuat KH Wahab Hasbullah kembali ke Indonesia, sementara KH Mas Mansur melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir, selama empat tahun. Di Mesir, ia terpengaruh oleh pemikiran modernisme Islam dari Syeikh Rasyid Ridha, murid modernis Muhammad Abduh. Sepulangnya ke Indonesia pada 1915 saat berusia 19 tahun, KH Mas Mansur tidak ke Surabaya lebih dulu melainkan langsung menuju Yogyakarta untuk bertemu KH Ahmad Dahlan. Dalam pertemuan itu, ia terkesan dengan metode “tafsir langsung action” KH Ahmad Dahlan, seperti penafsiran QS Al-Maun yang diwujudkan dalam aksi nyata berupa pendirian PKU Muhammadiyah (sosial), rumah sakit pendidikan (kesehatan), dan aksi kemasyarakatan atau kegiatan sosial lainnya. Sapu kawat Jawa Timur Pada 1921, enam tahun setelah kembali ke Indonesia, KH Mas Mansur meminta KH Ahmad Dahlan datang ke Surabaya dan menginap di tempat tinggalnya. Dalam kesempatan itu, KH Mas Mansur menyatakan bergabung dengan Muhammadiyah dan ditunjuk sebagai Ketua Muhammadiyah Cabang Surabaya pada 17 April 1921. KH Ahmad Dahlan menggambarkan KH Mas Mansur sebagai “sapu kawat Jawa Timur,” yang melambangkan kemampuan KH Mas Mansur menyelesaikan berbagai persoalan, dari a sampai z. Dari kepemimpinan di Surabaya, KH Mas Mansur terus naik ke posisi strategis di Muhammadiyah, dari PWM Jatim hingga PP Muhammadiyah, termasuk mengusulkan pembentukan Majelis Tarjih pada 1927 dan lebih mengimplementasikan “gaya” KH Ahmad Dahlan.. Di tingkat pusat, KH Mas Mansur berperan dalam mengembangkan metode dakwah yang lebih modern dan terorganisasi. Tidak hanya dikenal sebagai ulama, KH Mas Mansur juga sebagai aktivis pergerakan nasional. Ketika belajar di Yogyakarta, ia juga mengajar dan tinggal di kompleks rumah guru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, yang bersebelahan dengan rumah Bung Karno. KH Mas Mansur sempat menjadi saksi sekaligus penghulu dalam pernikahan Bung Karno dengan Fatmawati. Di Surabaya, ia aktif berdiskusi dengan tokoh pergerakan seperti HOS Tjokroaminoto. Pada 1937-1943, KH Mas Mansur bersama Ki Bagus Hadikusumo menjadi anggota PPKI dan pada tahun 1943 di BPUPKI, yang merupakan langkah awal dalam pembentukan negara Indonesia. “KH Mas Mansur memang merupakan sosok yang lengkap, beliau merupakan agamawan, pendidik, politik/orator, dan jurnalis/redaktur,” kata Dr. H. Syaifullah MAg. KH Mas Mansur Sapu Kawat Jawa Timur”. KH Mas Mansur dikenal sebagai “4 serangkai “ dalam MIAI (Majelis Islam Ala Indonesia) yakni Wahono/ketua, KH Wahab Hasbullah, KH Ahmad Dahlan Achyat, dan KH Mas Mansur,” dan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), bersama tokoh-tokoh nasional seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. KH Mas Mansur wafat pada 25 April 1946 dalam usia yang relatif muda akibat perlakuan buruk dari pihak NICA. KH Mas Mansur dipenjara dua kali karena dianggap berkolaborasi dengan Jepang, meskipun kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan tidak diragukan. Penyiksaan di penjara, termasuk suntikan zat kimia berbahaya, mengakibatkan kerusakan saraf yang pada akhirnya merenggut nyawanya.

Read More

Brigade Al-Quds menembaki kendaraan pendudukan Israel di Beit Lahia

Gaza — 1miliarsantri.net : Sayap militer kelompok Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan tank Merkava Israel dengan peluru Yassin 105 di pusat kota Beit Lahia, di jalur Gaza bagian utara. Para pejuang dilaporkan berhasil menargetkan pasukan infanteri Israel, yang terdiri dari 12 tentara, dengan rudal anti-personel. Selain itu, pihak perlawanan mengatakan bahwa para pejuang mereka berhasil menembaki lima tentara Israel di daerah Al-Jawani, juga di Beit Lahia, dilaporkan dari Palestine Chronicle. Sementara itu, Brigade Al-Quds menyatakan, mereka telah menembaki kendaraan pendudukan Israel dan tentara IDF di pusat Beit Lahia dengan peluru mortir kaliber 60. Kelompok perjuangan mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan sebuah kendaraan militer Israel yang menembus daerah Atatra, sebelah barat Beit Lahiya, dengan meledakkan bom barel berdaya ledak tinggi yang telah ditanam sebelumnya. Brigade Al-Quds, menurut sebuah pernyataan, menembaki perkumpulan tentara pendudukan Israel yang ditempatkan di perbatasan Palestina-Mesir, sebelah selatan Rafah. Laporan tersebut dilansir dari pernyataan terbaru dari dua kelompok perlawanan utama di Gaza yang dikomunikasikan pihak perlawanan lewat saluran Telegram mereka. Operasi tersebut berlangsung pada Senin (18/11/2024). Otoritas Palestina (PA) menuding Pemerintahan Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas berlanjutnya pertumpahan darah di jalur Gaza di tengah serangan mematikan Israel terhadap wilayah tersebut. Hampir 44 ribu orang tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 103.600 lainnya terluka akibat serbuan tanpa jeda Israel di Gaza sejak serangan Hamas pada Oktober lalu. “Kami sepenuhnya menyalahkan pemerintahan AS atas berlanjutnya agresi berdarah ini karena perlindungan politiknya terhadap pendudukan Israel,” ujar juru bicara PA, Nabil Abu Rudeineh, dalam sebuah pernyataan.

Read More

Lagu tertua di dunia ditemukan sekitar abad ke-14 SM

Jakarta — 1miliarsantri.net : Para arkeolog telah menemukan seruling primitif yang terbuat dari tulang dan gading yang berasal dari 43.000 tahun yang lalu, dan kemungkinan besar banyak gaya musik kuno telah dilestarikan dalam tradisi lisan. Namun, jika menyangkut lagu-lagu tertentu, seperti apa lagu tertua di dunia? Yang dapat terdeteksi bisa dibilang masih relatif baru. Melansir History, fragmen notasi musik paling awal ditemukan pada lempengan tanah liat Sumeria berusia 4.000 tahun, yang mencakup instruksi dan nada untuk himne yang menghormati penguasa Lipit-Ishtar. Namun untuk judul lagu tertua yang pernah ada, sebagian besar sejarawan menunjuk kepada “Hurrian Hymn No. 6”, sebuah ode untuk Dewi Nikkal yang digubah dalam aksara paku atau prasasti oleh orang Hurrian kuno sekitar abad ke-14 SM. Lempengan tanah liat yang berisi nada tersebut digali pada 1950-an dari reruntuhan kota Ugarit, Suriah. Bersama dengan seperangkat notasi musik yang hampir lengkap, mereka juga menyertakan instruksi khusus tentang cara memainkan lagu tersebut pada sejenis kecapi bersenar sembilan. Ada juga beberapa upaya untuk memecahkan kode “Hurrian Hymn No. 6”, tetapi karena kesulitan dalam menerjemahkan prasasti kunonya, jadi tidak ada versi yang pasti. Salah satu interpretasi yang paling populer muncul pada tahun 2009, ketika komposer Suriah, Malek Jandali, membawakan himne kuno tersebut dengan orkestra lengkap. “Hurrian Hymn No. 6” dianggap sebagai melodi tertua di dunia, tetapi komposisi musik tertua yang bertahan secara keseluruhan adalah lagu Yunani abad pertama Masehi yang dikenal sebagai “Seikilos Epitaph”. Lagu tersebut ditemukan terukir pada kolom marmer kuno yang digunakan untuk menandai makam seorang wanita di Turki. Saya adalah batu nisan, sebuah gambar. Seikilos menempatkan saya di sini sebagai tanda abadi kenangan abadi,” demikian bunyi sebuah prasasti.

Read More

Menteri Ekonomi Kreatif Ajak Santri Sebarkan Informasi Positif

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Ekonomi Kreatif (MenEkraf) Teuku Riefky Harsya mengajak seluruh santri meningkatkan peran dan kontribusi dalam menyebarkan pesan-pesan positif melalui konten digital. Riefky menyampaikan ini saat meluncurkan program “Kreatif Santri Indonesia (Kreasi)” di hadapan Abu Syekh Hasanoel Bashry pimpinan pondok pesantren (Dayah) Mudi Mesra, Bireuen, Aceh. “Santri dapat dilibatkan untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi kreatif, khususnya sebagai kreator konten-konten positif yang mampu berdampak dan membawa perubahan di tengah masyarakat. Salah satunya bagaimana menyampaikan informasi niat dan prioritas Presiden Prabowo memberantas judi online yang amat membahayakan bangsa ini,” terang Menteri Riefky. Hal ini yang mendasari Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan Kreasi. Program ini menggali potensi para santri untuk mengembangkan potensi diri dalam bidang suara, komunikasi, dan kreativitas. Memperkenalkan santri pada peluang karier di bidang suara dan meningkatkan kepercayaan diri melalui keterampilan komunikasi kreatif. Di pelatihan perdana ini, program Kreasidiisi dengan pelatihan voice over yang berkolaborasi dengan Voice Institute Indonesia. “Begitupula (pesan) semangat Pak Prabowo terkait pemberantasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi melalui ekonomi digital, dapat disampaikan ke publik melalui voice over. Kami mendorong para santri dan santriwati agar lebih berperan dalam perkembangan inovatif dan berkontribusi positif bagi Indonesia,” jelas Menteri Riefky. Menteri Riefky mengatakan, selain dikenal memiliki tradisi keilmuan yang kuat, santri di Indonesia saat ini tidak kalah dalam pengembangan kreativitas dan inovasi. Beberapa pesantren telah mulai mengintegrasikan pendidikan umum dengan bidang kreativitas lainnya. Termasuk keterampilan teknologi, seni, dan kewirausahaan. “Selain berdakwah, banyak santri yang mulai menguasai teknologi digital, seperti pembuatan aplikasi, desain grafis, coding, bahkan menjadi konten kreator lokal yang bisa mempromosikan produk lokal ke ranah nasional, bahkan internasional. Hal ini membuka peluang bagi santri agar dapat lebih sukses dalam berwirausaha, mulai dari bisnis online hingga industri kreatif,” ucapnya. Ditunjang dengan semangat mandiri dan pengabdian kepada masyarakat yang diajarkan di pesantren (dayah), para santri bisa menciptakan peluang usaha yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial hingga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal sampai ke pasar ekspor.

Read More

Menelusuri Jejak Sanad Keilmuan KH Hasyim Asy’ari di Maroko

Maroko — 1miliarsantri.net : Sejumlah Mudir dan wakil Mudir Ma’had Aly dari Indonesia melakukan ziarah ke Makam Syaikh Abu Syu‘aib bin ‘Abdurrahman Al-Shiddiqi al-Dukkali al-Maghribi di Masjid Maulay Al Makki, Rabat Ibukota Maroko. Syaikh Abu Syu‘aib adalah ulama besar Maroko yang menjadi salah satu guru Kyai Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulama. Syaikh Abu Syu’aib atau Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-Maghribi lahir pada 20 Oktober 1878 dan wafat pada 17 Juli 1937. “Ziarah yang kami lakukan pada 17 November 2024 ini memanfaatkan waktu libur studi singkat para Mudir Ma’had Aly Indonesia di Institut Darul Hadist Al Hasaniyyah Universitas Qarawiyiin di Rabath Maroko. Ziarah ini juga dilakukan dalam rangka menelusuri jejak sanad keilmuan ulama Nusantara di Maroko,” terang Mudir Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Teuku Zulkhairi, di Rabat, Selasa (19/11/2024). Berdasarkan informasi dari Kyai Bahrun ‘Amiq (Mudir Ma’had Aly Al Hasaniyyah Tuban Jawa Tengah), Syaikh Mahfud At-Tirmasi yang juga guru KH Hasyim, juga belajar kepada Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-Maghribi di Mekkah Al Mukaramah. Makam Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-‘Arabi berada di Masjid Maulaya Al Makki di pedalaman lorong wilayah yang disebut Kota Lama (Al Madinah Al Qadimah) di Rabat, Ibukota Maroko. Dari lembaran catatan Sanad Keilmuan yang ditulis Syaikh Muhammad Kamuli Khudhari, salah satu Masyaikh Pesantren Tebuireng pada 1979, tertulis dalam bahasa Arab Sanad (Silsilah) keilmuan Kyai Hasyim Asy’ari ke Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-‘Arabi. Sanad tersebut tertulis antara lain sebagai berikut: ……..Telah sampai kepada kami sanad Shahih al-Bukhari melalui jalur al-Syaikh al-Nuri Baidhawi, yang menerimanya dari al-Syaikh Muhammad ‘Alam al-Sya‘rani al-Mutari al-Matsani. Beliau menerima dari al-Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-‘Arabi, yang menerimanya dari al-Syaikh ‘Abdullah al-Qudumi. Sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Hasan bin ‘Umar al-Syamali, yang menerima dari al-Syaikh Mustafa al-Rahbani. Beliau mendapatkannya dari al-Syaikh Ahmad al-Ba‘al, yang menerimanya dari al-Syaikh ‘Abdul Qadir al-Ta‘li. Sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Hamad al-Mali al-Atsar al-Jamal, yang mendapatkannya dari al-Syaikh Ibnu ‘Abdurrahman al-Hijazi. Beliau menerimanya dari al-Syaikh ‘Adad al-Mashuri bin Arkan, yang sanadnya sampai kepada al-Hafizh Ahmad bin Hajar al-‘Asqalani. Selanjutnya, sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Ibrahim bin ‘Abdul Mu’min al-Ba‘al, yang menerimanya dari al-Syaikh Ahmad bin Abi Thalib al-Shalih al-Hijazi. Sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Husain bin Mubarak al-Zabidi, yang mendapatkannya dari al-Syaikh ‘Abdul Awwal bin Yahya al-Harawi.

Read More

Sebanyak 13.464 Narapidana di Maroko Hafal Al-Qur’an

Maroko — 1miliarsantri.net : Sekitar 13.000 tahanan yang menjalani hukuman penjara di Maroko telah hafal Al-Qur’an. Otoritas penjara di Maroko mengatakan pihaknya memanfaatkan program hafalan Al-Qur’an yang diselenggarakan di penjara. Sehingga 13.464 narapidana akhirnya berhasil menghafal kitab suci agama Islam itu. Otoritas penjara mengatakan, lebih dari 67.000 narapidana menghadiri program bimbingan dan khotbah yang diselenggarakan dari hasil kerja sama dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam. Merujuk pada rencana tahun depan, otoritas lapas menyatakan akan melanjutkan kerja sama dengan Kementerian Wakaf dalam menyelenggarakan program keagamaan dan Alquran. Sebagai informasi, jumlah lembaga yang menyelenggarakan program penghafalan Alquran di penjara akan meningkat pada tahun 2025. Pihak lapas juga berjanji untuk terus berupaya mempromosikan bimbingan Islam di penjara-penjara di seluruh Maroko.

Read More

Dewan Keamanan PBB Desak Kirim Bantuan Darurat ke Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pada hari Senin lalu, anggota Dewan Keamanan PBB mendesak peningkatan bantuan segera untuk mencapai warga yang membutuhkan di Gaza yang dikepung Israel, sembari memperingatkan bahwa situasi di wilayah Palestina tersebut semakin memburuk. Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menegaskan perlunya “peningkatan bantuan yang sangat besar” ke Gaza, di mana sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya telah mengungsi. Menurut pejabat kesehatan di wilayah pesisir tersebut, lebih dari 43.922 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel terhadap Hamas yang telah berlangsung selama 13 bulan. “Situasinya sangat memprihatinkan, dan sejujurnya, sulit dipahami, dan malah semakin memburuk. Musim dingin telah tiba. Kelaparan sudah di depan mata, dan setelah 400 hari perang, sangat tidak bisa diterima bahwa pengiriman bantuan ke Gaza justru semakin sulit,” ungkapnya. Perang ini pecah setelah pejuang Hamas menyerang Israel pada Oktober tahun lalu, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut data Israel. Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa Washington sedang mengawasi dengan ketat tindakan Israel untuk memperbaiki situasi warga Palestina dan berkomunikasi dengan pemerintah Israel setiap hari. “Israel juga harus segera mengambil langkah tambahan untuk meringankan situasi kemanusiaan yang sangat buruk di Gaza,” katanya. Pemerintahan Presiden Joe Biden menyimpulkan bulan ini bahwa Israel saat ini tidak menghalangi bantuan ke Gaza dan karenanya tidak melanggar hukum AS, meskipun Washington mengakui situasi kemanusiaan tetap memprihatinkan di wilayah Palestina tersebut. Penilaian ini muncul setelah AS dalam surat tertanggal 13 Oktober memberikan daftar langkah-langkah yang harus diambil Israel dalam waktu 30 hari untuk mengatasi situasi yang memburuk di Gaza, dengan memperingatkan kemungkinan konsekuensi terhadap bantuan militer AS ke Israel jika gagal melakukannya. Thomas-Greenfield mengatakan Israel sedang bekerja untuk menerapkan 12 dari 15 langkah tersebut.

Read More

Harlah Muhammadiyah ke 112 Meniti Beratkan pada Kemakmuran Semua

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan peringatan Milad ke-112 Muhammadiyah mengambil tema Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua. Dalam pidatonya, Haedar menekankan bahwa kemakmuran bukan hanya tuntutan konstitusi, tetapi juga cita-cita bersama bangsa Indonesia yang harus diwujudkan secara merata. “Mewujudkan Indonesia makmur merupakan perintah konstitusi sekaligus cita-cita nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia yang wajib diwujudkan oleh Pemerintah dan seluruh institusi negara,” kata Haedar dalam keterangannya di Jakarta? Menurutnya, kemakmuran yang diperjuangkan Muhammadiyah tidak hanya berbasis material, tetapi juga mencakup dimensi rohaniah. Haedar mengingatkan bahwa kemakmuran sejati berarti itu berdimensi lahiriah sekaligus rohaniah untuk semua orang tanpa diskriminasi. Ia juga menekankan pentingnya keadilan sosial sebagaimana diamanatkan oleh Sila Kelima Pancasila. “Kemakmuran Indonesia tidak boleh hanya untuk kelompok kecil orang, sementara mayoritas rakyat hidup di bawah garis kemiskinan,” kata dia. Haedar turut mengutip pandangan Bung Karno dan Bung Hatta mengenai keadilan dan ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan.

Read More

Kenapa Ada Banyak Raja Bernama Warman di Indonesia Zaman Dulu?

Jogjakarta — 1miliarsantri.nt : Sebelum ada Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak, ada banyak raja di Indonesia di masa lalu yang memiliki nama warman. Di Kalimantan ada Mulawarman, di Jawa Barat ada Purnawarman, belakangan di Sumatra ada Adityawarman yang tercatat lahir di Trowulan, Majapahit. Selain tiga warman itu, masih banyak lagi nama warman yang menjadi raja di Indoensia masa lalu. Apa arti warman, sehingga dipakai oleh para raja? Kutai di Kalimantan Timur tercatat sebagai kerajaan Hindu tertua di Kalimantan dengan raja-raja bernama warman. Raja pertama Kuia adalah Kudungga, tetapi kemudian berganti menjadi Dewawarman. Catatan Fa Hsien menyiratkan bahwa Dewawarman sangat mungkin adalah nama Hindu yang disandangkan kepada Kudungga oleh para brahmana dalam menulis ulang jalur nazab cucunya,” tulis Paul Michel Munoz di buku Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia. Menurut Paul Michel Munoz, Kudungga bukan dari bahasa Sanskerta. Ia menduga, Hinduisasi nama-nama raja Kutai dilakukan sejak anak Kudungga, Aswawarman, menjadi raja. Setelah Aswawarman, yang menjadi raja Kutai adalah Mulawarman, anak Aswawarman. Setelah Mulawarman ada Marawijayawarman, lalu Gajayanawarman, Tunggawarman, Jayanagawarman, Nalasingawarman, Gadinggawarman, Indrawarman Dewa, Sanggawarman, dan Candrawarman. Jumlah raja Kutai ada 20 orang. Tapi dari raja ke-13 hingga ke-20 yang menggunakan nama warman hanya satu, yaitu Wijayawarman, raja ke-15. Kutai berdiri pada 400 Masehi. Ada yang menulis berdiri pada 399 Masehi, ada juga yang menulis berdiri pada kisaran tahun 400-500 Masehi. Kutai runtuh pada 1635 Masehi. Di Jawa Barat pada tahun 358 Masehi berdiri Kerajaan Tarumanegara. Pendirinya bernama Jayasingawarman. Lalu digantikan oleh Dharmayawarman Anak Dharmayawarman, Purnawarman, menjadi raja Tarumanegara yang terkenal, berkuasa pada 395-434 Masehi. Ia digantikan oleh Wisnuwarman. Indrawarman kemudian menggantikan Wisnuwarman. Candrawarman menggantikan Indrawarman.

Read More

Pondok Pesantren Didorong Miliki SOP Ramah Anak

Surabaya — 1miliarsantri.net : Praktisi Milenial Parenting Islami asal Malang, Jawa Timur Hj Nuvisa Rizqid Diiny el-Ulya menyarankan pesantren memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai lembaga yang ramah anak. Pengurus pesantren bisa mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1262 tahun 2024 tentang petunjuk teknis pengasuhan ramah anak di pesantren yang memuat tentang prinsip perlindungan hak anak, tata cara pengasuhan di pesantren, peran dan fungsi pesantren dalam menjaga privasi santri, serta masih banyak petunjuk untuk pengasuhan anak yang benar tertera dalam juknis tersebut. “Pesantren ramah anak harus memiliki SOP yang jelas untuk mengantisipasi dan mengatasi jika kekerasan terjadi,” jelas Nuvisa Dalam pandangannya, pesantren ramah anak adalah upaya untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, tapi juga mendidik. Lingkungan yang aman dan nyaman ini mencakup perlindungan pada santri dari segala bentuk kekerasan baik fisik maupun verbal. Pengasuh Pesantren Khaira Ummah Malang ini menambahkan, dalam mewujudkan pesantren ramah anak, setidaknya ada lima prinsip dasar yang tidak boleh dilupakan. 5 Prinsip Dasar Wujudkan Pesantren Ramah Anak Pertama, tidak ada diskriminasi.Kedua, berorientasi kepentingan terbaik anak.Ketiga, hak perkembangan dan kelangsungan hidup.Keempat, partisipasi aktif atau mendengar suara anak.Kelima, tidak ada kekerasan. “Guru harus punya (minimal mau belajar tentang) kepekaan dan kemampuan memahami perbedaan karakter setiap anak, sehingga mampu menerapkan pendekatan persuasif kepada anak-anak sesuai kebutuhan,” jelas Ning Nuvis. Dia menggarisbawahi, pesantren ramah anak juga bukan berarti santri harus dimanjakan, tapi bagaimana supaya santri diberikan bekal pendidikan yang menekankan pada rasa kasih sayang dengan tetap mengajarkan tentang kedisiplinan. “Pendidikan di pesantren yang ramah anak diharapkan mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya,” katanya. Pentingnya Pesantren Memiliki SOP Ramah Anak Dalam pandangan Ning Nuvis, petunjuk teknis yang termuat dalam SOP memberikan arahan tentang kewajiban masing-masing yang harus dilaksanakan agar konsep pengasuhan ramah anak bisa diterapkan. Pesantren mempunyai kewajiban melakukan pengasuhan yang layak pada santri disamping program pendidikan yang diberikan pada santri. Orang tua juga berkewajiban memastikan anaknya diasuh secara layak di pesantren demi terwujudnya kesejahteraan anak baik secara rohani, jasmani ataupun sosial, baik dari segi katakwaan, moral dan kepatuhan, juga dari segi kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipatif anak. Ning Nuvis memiliki pemikiran, ketika sebuah pesantren memiliki komitmen menerima santri usia anak-anak (18 ke bawah), maka pesantren ramah anak harus mau beradaptasi dengan metode pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan anak.

Read More