Tanwir Muhammadiyah Bahas Kemakmuran Bersama, Dan Meminta Presiden Revisi UU Yang Tidak Pro Rakyat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam yang amal usahanya terbanyak akan menggelar sidang Tanwir pada 3-6 Desember 2024 di Kupang, NTT. Menurut Ketua PP Muhammadiyah Dr.KH.Anwar Abbas, sidang Tanwir yang merupakan sebuah permusyawaratan berskala nasional di lingkungan Muhammadiyah yang tingkatannya di bawah Muktamar ini akan dihadiri oleh seluruh anggota PP Muhammadiyah. Selain itu juga hadir perwakilan dari majelis dan lembaga serta organisasi otonom tingkat pusat dan perwakilan dari pimpinan wilayah Muhammadiyah seluruh Indonesia. Tanwir kali ini, menurutnya, mengambil tema,” Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua.”. Tema kemakmuran untuk semua diangkat, katanya, karena menjadi cita-cita mulia dan sangat luhur yang telah digariskan oleh agama Islam dan juga telah dicanangkan oleh para pendiri bangsa. “Tetapi setelah 79 tahun merdeka kemakmuran belum juga kunjung terwujud. Diakui, upaya mewujudkan kemakmuran telah dilakukan sejak Orde Lama, Orde Baru dan sampai Orde Reformasi, namun sesuai data BPS, per Maret 2024, jumlah penduduk miskin masih diangka 8,9 persen atau 25 juta lebih dari total populasi yang sudah mencapai 281,6 juta,” terang KH Anwar Abbas kepada 1miliarsantri.net, Kamis (5/12/2024). Dijelaskan, jumlah populasi miskin ini kalau bandingkan dengan negara tetangga maka jumlah orang miskin di Indonesia lebih 4 kali lipat dari jumlah penduduk Singapura (6 juta jiwa) atau 74 persen dari jumlah penduduk malaysia (34,1juta jiwa). “Lalu timbul pertanyaan, tugas siapakah mengentaskan kemiskinan yang sebesar itu? Menurut konstitusi, itu adalah tugas negara seperti terdapat dalam Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara wajib memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar,” uraimya. Tetapi menurut Muhammadiyah, katanya, hal itu tidak hanya menjadi tugas negara tapi juga menjadi tugas dan kewajiban dari setiap orang yang mengaku dirinya beragama Islam. Sebab, imbuhnya, Allah swt sudah mengingatkan dalam surat al-Ma’un bahwa orang yang tidak peduli dan tidak memperhatikan nasib orang miskin maka mereka oleh Allah swt akan dicap sebagai pendusta agama. “Maka Muhammadiyah lewat Tanwir kali ini mengingatkan kembali warganya dan juga seluruh umat Islam dan elemen bangsa serta pemerintah tentunya agar berusaha secara bersungguh-sungguh menghadirkan kemakmuran bagi semua. Hal demikian tentu akan bisa diwujudkan apalagi mengingat Prabowo sebagai Presiden dalam berbagai kesempatan telah menyatakan dengan tegas bahwa pemerintahan yang dia pimpin adalah pemerintahan yang Pro Rakyat dan Pro orang miskin,” tandasnya. Tetapi untuk mewujudkan hal tersebut menurutnya, jelas tidak mudah karena banyak UU dan kebijakan di negeri ini yang bias kepada para pemilik kapital sehingga akibatnya nasib rakyat banyak belum tertolong dan kemiskinan tetap saja belum terentaskan. Untuk itu, ia berharap agar Presiden Prabowo merevisi semua UU dan kebijakan yang tidak Pro Rakyat dan tidak mendukung program pengentasan kemiskinan. Selain itu, pemerintahan Prabowo diharapkan dapat bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dalam rangka memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan sehingga diharapkan kita sebagai bangsa akan dapat menghadirkan kemakmuran bagi semua dimana setiap orang di negeri ini akan bisa hidup dengan aman, tentram damai, sejahtera dan bahagia. (wink) Baca juga :

Read More

Beberapa Makanan Penambah Darah Yang Bisa Cegah Anemia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Anemia merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang seringkali membuat kita merasa lelah dan lesu. Salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi anemia adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Hal itu karena zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Dilansir berbagai sumber, berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat membantu meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh: Selain kaya zat besi, daging merah juga mengandung protein berkualitas tinggi yang penting untuk pembentukan sel darah merah. Namun, perlu diingat untuk mengonsumsi daging merah secukupnya karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, konsumsi ikan secara teratur juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Vitamin C membantu mengubah zat besi non-heme menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi dari kacang-kacangan, sebaiknya merendamnya terlebih dahulu sebelum dimasak. Anemia dapat dicegah dan diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Selain itu, nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, dan vitamin C juga berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C bersamaan dengan makanan sumber zat besi non-heme. Namun, perlu diingat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Dengan pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat, kita dapat mencegah dan mengatasi anemia serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. (Iin) Baca juga :

Read More

Masjid Hassan II Ikon Keagungan Arsitektur Islam di Casablanca, Maroko

Maroko — 1miliarsantri.net : Masjid Hassan II adalah salah satu masjid terbesar dan paling megah di dunia yang terletak di Casablanca, Maroko. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah yang penting bagi umat Islam, tetapi juga simbol kebanggaan nasional dan karya seni arsitektur yang mengagumkan. Dengan perpaduan gaya tradisional Maroko dan teknologi modern, Masjid Hassan II menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke negara ini. Masjid Hassan II dibangun atas perintah Raja Hassan II sebagai bagian dari peringatan ulang tahunnya yang ke-60. Proyek ini dimulai pada tahun 1986 dan selesai pada tahun 1993. Dirancang oleh arsitek Prancis, Michel Pinseau, dan dibangun oleh ribuan pekerja Maroko, masjid ini mencerminkan dedikasi bangsa untuk menciptakan mahakarya yang abadi. Lokasi masjid ini sangat ikonik karena sebagian strukturnya berdiri di atas perairan Samudra Atlantik, terinspirasi oleh ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa “Arsy Allah berada di atas air.” Keunikan lokasi ini juga menjadikannya simbol hubungan antara agama dan alam. Masjid Hassan II terkenal karena menaranya yang menjulang setinggi 210 meter, menjadikannya menara masjid tertinggi di dunia. Menara ini dilengkapi dengan laser yang mengarah ke Mekkah, sebagai panduan simbolis bagi umat Islam. Interior masjid dihiasi dengan ornamen khas Maroko, termasuk ukiran kayu, marmer, dan mosaik zellige yang rumit. Langit-langit yang dapat dibuka, lampu gantung kristal, serta lantai yang sebagian terbuat dari kaca memberikan pemandangan langsung ke laut, menambah kesan megah dan spiritualitas masjid ini. Masjid ini menggabungkan teknologi modern untuk mendukung kenyamanan jamaah. Sistem pemanas lantai, lift, dan sistem audio berkualitas tinggi dipasang untuk mendukung aktivitas ibadah. Selain itu, masjid ini mampu menampung hingga 25.000 jamaah di dalam ruangan dan 80.000 di pelataran luarnya, menjadikannya salah satu masjid terbesar di dunia. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Hassan II juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan budaya. Kompleks masjid ini mencakup perpustakaan, madrasah, dan museum yang memamerkan seni Islam dan sejarah Maroko. Keterbukaan masjid ini terhadap wisatawan dari berbagai latar belakang mencerminkan semangat toleransi dan keragaman yang diusung oleh masyarakat Maroko. (mas) Baca juga :

Read More

Arab Saudi Tetap Galakkan Potensi Wisata Termegah

Riyadh — 1miliarsantri.net : Untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, Arab Saudi berinvestasi besar dalam infrastruktur pariwisata. Proyek seperti NEOM, Proyek Laut Merah, dan AlUla menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan potensi pariwisata Kerajaan. Al-Khateeb menyebutkan bahwa Arab Saudi akan perlu mempekerjakan ribuan pemuda dan wanita untuk mengisi posisi di hotel, resort, bandara, dan pusat perbelanjaan yang baru dibangun. Pada 2030, Kerajaan menargetkan penambahan 600.000 lapangan kerja baru di sektor pariwisata, dengan sebagian besar posisi akan diisi oleh wanita. Faktanya, wanita sudah memainkan peran penting dalam membentuk masa depan industri pariwisata Arab Saudi, dengan banyak hotel dan resort dipimpin oleh eksekutif wanita. Strategi pariwisata Arab Saudi berakar pada keberlanjutan, dengan proyek besar seperti Proyek Laut Merah dan NEOM yang fokus pada pembangunan ramah lingkungan. Proyek Laut Merah, yang membentang 28.000 kilometer persegi dan mencakup lebih dari 90 pulau, dirancang sebagai model keberlanjutan, dengan fokus pada pelestarian kehidupan laut dan pengurangan dampak lingkungan. NEOM, proyek ambisius lainnya, dibangun dari nol dengan keberlanjutan sebagai intinya. Kota futuristik ini akan menampilkan infrastruktur canggih yang ditenagai energi terbarukan, memberikan wisatawan kesempatan untuk merasakan kemewahan berkelanjutan di lingkungan yang masih alami. Sebagai bagian dari tujuan Visi 2030, Arab Saudi juga aktif berkolaborasi dengan organisasi global untuk membuat sektor pariwisata lebih inklusif. Melalui kemitraan dengan Organisasi Pariwisata Dunia PBB, Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia, dan Forum Ekonomi Dunia, Arab Saudi bekerja untuk mempromosikan penciptaan lapangan kerja bagi wanita di bidang pariwisata dan mendorong kolaborasi global. Al-Khateeb menekankan bahwa dengan memberdayakan wanita dan pemuda di sektor pariwisata, Arab Saudi tidak hanya menguntungkan ekonominya sendiri tetapi juga berkontribusi pada upaya global untuk menjadikan pariwisata industri yang lebih inklusif. Visi 2030 Arab Saudi mendorong perubahan transformatif dalam sektor pariwisata Kerajaan, dengan fokus kuat pada keberlanjutan, pemberdayaan wanita, dan pengembangan pemuda. Melalui investasi signifikan dalam program pengembangan keterampilan, proyek inovatif seperti NEOM dan Proyek Laut Merah, serta komitmen yang teguh terhadap keramahan, Arab Saudi siap menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka dunia pada 2030. Seiring Arab Saudi terus membuka pintunya ke dunia, Kerajaan tidak hanya berbagi warisan budaya yang kaya tetapi juga menawarkan peluang karier baru, khususnya bagi wanita dan pemuda, dalam salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dengan dukungan inisiatif pemerintah dan kolaborasi sektor swasta, masa depan pariwisata Saudi terlihat sangat cerah. (dul) Baca juga :

Read More

Ketika Imam Syafi’i Dakwahi Baghdad

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada abad ke-2 Hijriah, Baghdad menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan Islam yang menarik banyak ulama dari berbagai wilayah. Salah satu tokoh yang meninggalkan pengaruh besar di kota ini adalah Imam Syafi’i, yang tiba di Baghdad pada tahun 195 H. Kala itu, ulama kenamaan yang lahir di Gaza tersebut membawa mazhab fikihnya yang telah ia rumuskan selama berada di Makkah. Kedatangan Imam Syafii disambut hangat oleh masyarakat dan ulama Baghdad, menjadikan manhajnya cepat diterima dan digemari. Keberhasilan Imam Syafi’i menarik perhatian di Baghdad tidak lepas dari keunikannya dalam menyatukan dua pendekatan utama dalam menyimpulkan hukum Islam. Metode pertama adalah pendekatan Ahli Hadis, yang ia pelajari dari Imam Malik di Madinah. Metode ini menekankan pada pentingnya hadis sebagai sumber utama hukum Islam. Metode kedua adalah pendekatan Ahli Ra’yi yang lebih rasional dan berbasis logika, yang ia kuasai setelah berguru kepada Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani, murid Imam Abu Hanifah, di Baghdad. Penguasaan dua metode ini membuat Imam Syafi’i mampu menawarkan solusi hukum yang seimbang, memperhatikan dalil naqli (teks) dan aqli (logika). Pendekatan ini menjadikan mazhabnya relevan di kalangan ulama Baghdad, yang sebelumnya lebih condong kepada metode Ahli Ra’yi. Kehadiran Imam Syafi’i di Baghdad segera mengubah lanskap keilmuan di kota itu. Menurut ulama Ibrahim al-Harbi, sebelum kedatangan Imam Syafi’i, terdapat sekitar 20 majelis ilmu yang mengajarkan metode Ahli Ra’yi. Namun, hanya dalam waktu dua pekan setelah dia tiba, jumlah majelis tersebut berkurang drastis menjadi hanya tiga atau empat majelis, karena banyak ulama dan pelajar beralih ke majelis Imam Syafi’i. Selama di Baghdad, Imam Syafi’i tidak hanya mengajarkan mazhabnya tetapi juga aktif menulis. Di antara karyanya yang terkenal adalah Kitab al-Hujjah, yang memuat pendapat fikihnya (Qaul Qadim), dan Ar-Risalah, sebuah kitab penting tentang Ushul Fiqh. Karya-karya ini menjadi rujukan utama dalam fikih Islam hingga kini. Selain itu, Imam Syafi’i dikenal karena keberaniannya membantah pandangan yang lebih mengutamakan qiyas, istihsan, dan istishlah dibanding hadis. Upayanya mempertahankan sunah Nabi SAW membuat beliau diberi gelar Nashiru al-Sunnah (Penolong Sunah). Keberhasilan Imam Syafi’i di Baghdad tidak hanya disebabkan oleh keilmuan yang mendalam, tetapi juga pendekatan uniknya yang menggabungkan tradisi ahli hadis dan ahli Ra’yi. Dengan karya-karya monumental dan pengaruh besar dalam waktu singkat, manhaj Syafi’i menjadi salah satu mazhab yang paling diminati di Baghdad, sekaligus meletakkan dasar bagi penyebaran luasnya di dunia Islam. (yan) Baca juga :

Read More

Berdasarkan rekaman CCTV tidak ada tawuran saat peristiwa penembakan terjadi

Semarang — 1miliarsantri.net : Pihak keluarga almarhum Gamma Rizkynata Oktafandy mengatakan, bahwa mereka berhasil mengamanka rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diduga menampilkan detik-detik Gamma ditembak oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin. Rekaman CCTV itu pun sudah diperlihatkan ke komisioner Komnas HAM yang tengah menyelidiki kejadian tersebut. Seorang anggota keluarga Gamma yang meminta dirahasiakan identitasnya mengungkapkan, setelah Gamma tewas ditembak Aipda Robig, keluarga mencoba melakukan penggalian fakta-fakta secara mandiri. Dia melanjutkan, akhirnya keluarga Gamma memperoleh rekaman CCTV Alfamart yang berlokasi di Jalan Candi Penataran, Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang. Namun dia menolak mengungkap bagaimana cara mendapatkan rekaman CCTV tersebut. “(Rekaman CCTV) ini kan yang diambil sama orang Polrestabes (Semarang), cuma saya masih dapat. Ya bukan saya lah (yang mendapatkan rekaman CCTV-nya), ada yang bisa mendapatkan,” ucapnya. Dalam rekaman CCTV tertanggal 24 November 2024 tersebut, tampak seorang pria yang mengendarai sepeda motor jenis PCX atau Nmax berhenti di seberang Alfamart. Tak lama kemudian, dia memarkirkan sepeda motornya di tengah jalan dalam posisi melintang, lalu melangkah turun. Pria tersebut diduga merupakan Aipda Robig Zaenudin. Setelah turun dari motornya, pria itu berjalan ke arah tiga sepeda motor yang melaju dari arah selatan ke utara. Menurut anggota keluarga Gamma yang enggan dipublikasikan identitasnya, salah satu motor tersebut ditumpangi oleh Gamma. Dalam rekaman CCTV, tampak pria itu melepaskan tembakan langsung ke arah tiga sepeda motor tepat ketika mereka melintas di depannya. Ketika menembak motor yang ketiga, pria tersebut sempat terjungkal ke belakang. Pada rekaman CCTV, peristiwa itu terjadi pada pukul 00:20 WIB. Setelah ketiga motor tersebut melintas, pria itu kembali ke sepeda motornya. Ketika berusaha memutarbalikkan motornya, pria itu terlihat sempoyongan, lalu jatuh tersungkur bersama motornya. Setelah bangkit, dia kemudian memacu motornya ke arah yang sama dengan ketiga motor yang melintasinya sebelumnya. Anggota keluarga Gamma yang memperlihatkan rekaman CCTV tersebut mengungkapkan, komisioner Komnas HAM sudah menemui mereka untuk menanyakan dan memverifikasi peristiwa penembakan terhadap Gamma. Pada kesempatan itu, keluarga Gamma menunjukkan rekaman CCTV itu. “Sudah ditunjukkan (ke komisioner Komnas HAM),” ucapnya. Dia mengatakan, keluarga baru mendapat kabar bahwa Gamma telah meninggal pada Ahad (24/11/2024) siang, sekitar pukul 12:30 WIB. Menurutnya, awalnya keluarga memperoleh informasi bahwa Gamma tewas akibat terlibat tawuran. “Ternyata meninggalnya karena luka tembak,” ujarnya. Ketika keluarga datang ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi, Semarang, jenazah Gamma sudah dibalut kain kafan. Oleh sebab itu, pads momen itu keluarga belum mengetahui di mana persisnya luka tembak pada tubuh Gamma. Jenazah Gamma kemudian segera dibawa ke Sragen untuk dimakamkan di TPU Bangunrejo, Desa Saradan, Karangmalang. Pada Jumat (29/11/2024) lalu, Tim Disaster Victim Identification Polda Jateng melakukan pembongkaran makam Gamma. Jenazah Gamma diautopsi untuk menentukan secara presisi penyebab kematian remaja berusia 17 tahun tersebut. Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, bahwa rekaman CCTV Alfamart yang berlokasi di Jalan Candi Penataran sudah diamankan Polda Jawa Tengah (Jateng). Hal itu karena kasus penembakan tiga siswa SMKN 4 Kota Semarang oleh Aipda Robig Zaenudin ditangani Polda Jateng. “CCTV Alfamart sudah ditangan penyidik (Polda Jateng) dan sudah diserahkan ke Labfor. Detail penanganan excessive action-nya ditangai Polda. Polrestabes menangani tawurannya,” ucap Irwan lewat pesan singkat, Kamis (5/12/2024). Menurut keterangan Polrestabes Semarang sebelumnya, Gamma dan dua temannya, yakni Satria dan Adam, ditembak Aipda Robig saat tengah terlibat tawuran antar-gangster remaja (biasa disebut kreak) pada dini hari tanggal 24 November 2024 lalu. Robig disebut berusaha melerai tawuran. Namun para pelaku tawuran berusaha menyerang anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang tersebut. Hal itu membuat Robig melepaskan tembakan. Kombes Irwan Anwar mengungkapkan, peristiwa penembakan yang dilakukan Aipda Robig terjadi ketika anggota kreak (gangster remaja) Tanggul Pojok dan Seroja tengah terlibat aksi saling kejar menggunakan sepeda motor pada dini hari tanggal 24 November 2024 lalu. “Ini ada peristiwa tawuran, kemudian peristiwa ini diketahui dan berpapasan oleh anggota Satuan Narkoba Polrestabes Semarang atas nama Robig Zaenudin. Terkait tindakan (penembakan) Robig Zaenudin ketika berpapasan dengan gangster yang sedang bertikai, itu penyidikannya dilaksanakan oleh Polda Jawa Tengah,” ucap Irwan dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/11/2024) lalu. Irwan Anwar mengungkapkan, berdasarkan kesimpulan sementara, Robig melepaskan dua tembakan. “Tembakan pertama mengenai almarhum Gamma, mengenai pinggang. Kemudian tembakan kedua mengenai Satria dan Adam. Itu satu peluru,” katanya. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang tengah membentuk tim untuk ikut menyelidiki kasus penembakan tiga pelajar SMK oleh anggota Polrestabes Semarang bernama Robig Zaenudin. Mereka melihat ada kejanggalan-kejanggalan dalam kasus tersebut. “Saat ini LBH Semarang bersama tim advokasi sedang membentuk tim untuk membuka fakta-fakta yang hari ini kemudian potensinya besar sekali terdistraksi dengan informasi-informasi yang berkebalikan dengan fakta,” ungkap Pengabdi Bantuan Hukum LBH Semarang Fajar Muhammad Andhika saat diwawancara, Rabu (4/12/2024). Fajar menjelaskan, salah satu hal yang dicurigai adalah narasi Polrestabes Semarang tentang Gamma Rizkynata Oktafandy. Gamma adalah satu dari tiga siswa SMKN 4 Kota Semarang yang menjadi korban penembakan Robig Zaenudin. Gamma tewas setelah tertembak pada bagian pinggul. Menurut keterangan Polrestabes Semarang, Gamma dan dua temannya, yakni Satria dan Adam, ditembak Robig saat tengah terlibat tawuran antar-gangster remaja (biasa disebut kreak) di Jalan Simongan pada dini hari tanggal 24 November 2024 lalu. Robig disebut berusaha melerai tawuran. Namun para pelaku tawuran berusaha menyerang anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang tersebut. Hal itu membuat Robig melepaskan tembakan. LBH Semarang, kata Fajar, masih meragukan narasi tersebut. Hal pertama yang disorot LBH Semarang adalah tentang sosok Gamma yang disebut merupakan anggota kreak. “Justru kita mendapatkan (informasi) bahwa Gamma itu merupakan sosok siswa berprestasi di sekolah,” ujarnya. Hal berikutnya yang disorot LBH Semarang adalah masih adanya kesimpangsiuran peristiwa penembakan. “Ada keterangan bahwa satpam di lokasi kejadian menyatakan tidak ada tawuran. Tapi kemarin di konpers Polrestabes bahwa ada tawuran di lokasi. Kita melihat ada apa ini? Kenapa ada keterangan yg berubah-ubah?” ucap Fajar. “Ada perbedaan, ada kejanggalan, sehingga perlu kita usut bersama-sama. Jangan sampai kita biarkan narasi yang muncul tapi banyak sekali kejanggalan-kejanggalan,” pungkas Fajar. (hud) Baca juga :

Read More

80 Persen Disabilitas Netra Muslim tak Bisa Baca Alquran Braille

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) mengungkap jika sebanyak 80 persen dari dua juta tunanetra Muslim di Indonesia tidak bisa membaca Alquran Braille. Ketua ITMI Yogi Madsuni menjelaskan, dari sekitar empat juta tunanetra yang ada di Indonesia, separuhnya adalah Muslim. “Kami melakukan identifikasi dan melakukan assessment, yang dari dua juta itu baru sekitar 20 persen. Bahkan mungkin kurang dari 20 persen yang bisa baca Alquran. Selebihnya belum bisa,” jelas Yogi Yogi menjelaskan, tingginya jumlah buta huruf Alquran Braille bukan disebabkan sulitnya akses terhadap Alquran Braille. Menurut Yogi, mushaf standar braille masih sangat cukup mengingat banyak komunitas yang memberikan wakaf Alquran berhuruf timbul tersebut. Beberapa diantara mereka bahkan melakukan pencetakan Alquran Braille. Menurut Yogi, permasalahannya ada pada jumlah guru pengajar Alquran Braille yang masih sangat sedikit. Dia mencontohkan, jumlah tunanetra Muslim di daerah Bogor sekitar 500 orang. Mayoritas belum bisa membaca Alquran Braille akibat minimnya pengajar di daerah tersebut. Begitu pula, ujar dia, jumlah pengajar Alquran Braille di Jakarta yang dapat dihitung dengan jari. “Belum lagi yang daerah-daerah lainnya. Apalagi kalau kita sudah bicara di Pulau Jawa, karena kami (ITMI) sudah ada di 27 provinsi dan di 167 kabupaten-kota,” jabarnya. Padahal, dia menjelaskan, Indonesia butuh setidaknya satu juta orang pengajar Alquran Braille untuk mengajar dua juta tunanetra Muslim. Untuk mengentaskan buta aksara tersebut, ITMI bersama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama pun telah merumuskan modul pembelajaran Alquran Braille. Modul pembelajarannya berjenjang dari tingkat dasar hingga mahir. Selain itu, menurut dia, ITMI menggelar training of traniner (ToT) di berbagai daerah untuk melahirkan para pengajar Alquran Braille untuk tunanetra. Dia menargetkan, program tersebut bisa mencetak setidaknya seribu trainer. “Jadi selama ini lebih banyak pengadaan Alqurannya daripada trainingnya atau pembinaannya. Padahal ini sangat penting,” ujar dia. Permasalahan yang diungkapkan Yogi terbukti di lapangan. Sekolah Luar Biasa (SLB) Al Irsyad Al Islamiyyah yang berada di Kota Bogor, harus memindahkan anak-anak tunanetra ke sekolah lain karena sulitnya menemukan guru khusus untuk mereka. Sekolah yang mengasuh 112 siswa disabilitas ini kini tinggal mendidik anak-anak tunarungu, tunagrahita, tunadaksa dan autis. Kepala SLB Al Irsyad Al Islamiyyah di Kota Bogor, Susan Azis Thalib mengungkapkan, jangankan untuk guru yang mengajari Alquran Braille, guru untuk siswa disabilitas netra saja sulit ditemukan. Dia menjelaskan, guru Alquran Braille bukan sekadar sulit tetapi langka. “Sangat pak, sangat, sangat pak, sangat membutuhkan guru membaca Alquran braille, di Bogor Kota bisa dihitung dengan jari jumlah guru SLB yang mengajar membaca Alquran Braille dan mengajar membaca huruf braille,” terang Susan. Ia menyampaikan, untuk mengatasi kekurangan guru SLB, direkrutlah guru sekolah umum untuk mengajar di SLB. “Guru SLB sangat kekurangan, jadi kita terpaksa rekrut guru-guru yang non-SLB, padahal guru SLB itu khusus (yang punya kemampuan khusus mengajar siswa disabilitas),” ujar Susan. Dia mengungkapkan, perhatian pemerintah terhadap guru dan siswa SLB dirasa sangat minim khususnya terhadap mereka yang tunanetra. Susan menaruh harapan besar terhadap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang sekarang. Dia merasa menteri sebelumnya kurang perhatian terhadap siswa dan guru SLB. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Baharudin menjelaskan, langkanya pengajar Alquran Braille terjadi karena jumlah SLB yang khusus menerima peserta didik disabilitas netra saat ini hanya sedikit. Kalaupun ada SLB yang sudah menerima peserta didik dengan ragam kekhususan pun, dia mengatakan, jumlah peserta didik disabilitas netra hanya sedikit. Di sisi lain, ujar dia, jumlah guru yang memahami sistem simbol braille Indonesia itu diantaranya sistem simbol Arab braille masih sangat kurang. Baharuddin mengungkapkan, pihaknya sudah mencetak banyak buku braille kemudian bekerja sama dengan Kementerian Agama khusus Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ). Hanya saja, belum ada tenaga khusus untuk Alquran Braille. ”Pada prinsipnya pemerintah terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan guru pengajar Alquran braille. Hanya saja penerimaan atau ketika dibuka misalnya lowongan terkait dengan guru-guru ini, tidak banyak yang memenuhi kuota,” sambungnya. Lebih lanjut, dia menjelaskan, penambahan jumlah guru SLB merupakan kewenangan di provinsi. Sementara itu, penambahan jumlah guru agama SLB merupakan tanggung jawabnya Kementerian Agama. “Tanggung jawabnya tidak hanya di Kemendikdasmen,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Pesantren Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Santri

Jakarta — 1mikiarsantri.net : Pesantren ini mengedepankan pengajaran kitab kuning dengan metode tradisional seperti wetonan, sorogan, dan hafalan. Melalui kegiatan rutin seperti sholat berjamaah, pengajian, hingga hafalan Al-Qur’an, nilai-nilai Islami seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketaatan ditanamkan secara intensif. Kegiatan lain seperti kerja bakti (ro’an) membentuk solidaritas dan rasa cinta lingkungan di kalangan santri. Meski mempertahankan tradisi, Pesantren An Najiyah 1 juga mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Program literasi digital, penggunaan perangkat komputer, dan pelatihan kepemimpinan berbasis nilai Islami menjadi upaya pesantren dalam menjawab tantangan globalisasi. Namun, semua penggunaan teknologi ini diawasi ketat agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dengan moto “Panca Jiwa Pondok” (Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah, dan Pemikiran Moderat), pesantren ini terus berusaha menjaga keseimbangan. Tradisi pesantren, seperti pembelajaran kitab kuning, tetap dijalankan sambil membuka ruang untuk inovasi modern. Di era globalisasi, tantangan utama yang dihadapi pesantren adalah pengaruh budaya global dan media digital yang dapat memengaruhi moral santri. Untuk itu, An Najiyah 1 menerapkan pendekatan disiplin ketat dan program-program seperti sholat berjamaah untuk membentuk rasa tanggung jawab. Selain itu, pesantren melatih santri untuk hidup mandiri, menghormati waktu, dan mematuhi aturan pondok. Pondok Pesantren An Najiyah 1 terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya berkarakter Islami, tetapi juga siap menghadapi dinamika zaman. Pesantren ini berfokus menghasilkan manusia beradab, baik secara material maupun spiritual, yang mampu menjadi khalifah di bumi dengan menjaga nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan yang inovatif dan tetap berpijak pada tradisi, Pondok Pesantren An Najiyah 1 menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat menjadi pilar utama dalam membangun karakter generasi muda yang Islami dan adaptif di era modern. (Iin) Baca juga :

Read More

Saksi Bisu Kebengisan serta Teror Kependudukan VOC di Pulau Banda

Maluku — 1miliarsantri.net : Parigirante merupakan sebuah monumen yang terletak di Banda Neira, Kepulauan Banda, Maluku. Berwujudkan sumur yang dikelilingi oleh rantai-rantai dan diapit 2 meriam kuno milik VOC disisi kanan dan kirinya. Sumur ini menyimpan sejarah kelam pada masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Jan Piertzoon Coen pada tahun 1621. Merangkul tidak kurang dari 1600 tentara, 300 tawanan Jepang dan 100 orang samurai bayaran dari Jepang. Diiringi 13 kapal angkut dengan beribu penumpang yang disertai kapal pengintai, Coen dengan armadanya datang ke Banda Neira untuk menguasai perdagangan pala (mrystica fragrans) dan menjalankan aksi balas dendam atas terbunuhnya Laksamana Pieterszoon Verhoeven oleh Orang kaya Banda melalui sebuah sengketa. Orangkaya merupakan sebuah sebutan bagi orang-orang berpengaruh di Banda Neira tempo lalu. Diketahui Coen merupakan juru tulis dan saksi atas terbunuhnya Laksamana Pieterszoon Verhoeven serta para pasukannya akibat sengketa yang dilakukan oleh para Orangkaya Banda. Konflik dimulai saat diutusnya Verhoeven oleh VOC ke pulau-pulau penghasil pala untuk menguasai perdagangan di pulau tersebut, walaupun harus menggunakan kekerasan. Setelah sampai, ternyata Inggris telah lebih dulu menjalin kerjasama dagang dengan rakyat Banda. Karena tidak senang, Verhoeven akhirnya datang ke Banda Neira untuk membangun Benteng Nassau di bekas tanah peninggalan Portugis. Di dalam monumen Parigirante terdapat prasasti yang berisi nama-nama Orangkaya yang dieksekusi dan jumlah warga yang tewas akibat genosida yang diperintahkan oleh si bengis Coen The Butcher of Banda. Memanfaatkan dukungan yang ada, ia membuat Banda Neira dituruni hujan darah. Akibat genosida yang dilakukan, tercatat kurang lebih 6.600 rakyat gugur, dan dari total 14.000 rakyat banda hanya tersisa 480 orang saja. Coen berhasil mendapatkan happy ending-nya, misinya sukses dengan sempurna. Ia berhasil menguasai perdagangan pala di Pulau Banda dan membalaskan dendam atas terbunuhnya Laksmana Pieterszoon Verhoeven. Melihat pembangunan tersebut, Orangkaya Banda mengajak Verhoeven untuk berunding dengan syarat adanya jaminan sandera dari pihak VOC. Verhoeven pun menunjuk Jan de Molre dan Nicolaas de Vischer sebagai sandera. Sesampainya di tempat perundingan, mereka tidak dapat menemukan para Orangkaya. Utusan Verhoeven menemukan Para Orangkaya di sebuah hutan kecil lengkap dengan persenjataan. Mereka menuntut Verhoeven untuk datang dengan beberapa orang saja. Disini Verhoeven dan 26 orang lainnya dijebak dan dibunuh oleh para Orangkaya Banda. Coen menjadi saksi penghianatan yang dilakukan para Orangkaya Banda kepada VOC. Ia pun memutuskan untuk mundur dan melarikan diri ke pangkalan VOC yang berada di Sunda Kalapa. Pada 8 Mei 1621, Coen berhasil melakukan aksi balas dendam pada Orangkaya Banda. Para Orangkaya dieksekusi dan dimutilasi oleh samurai bayaran yang disewa VOC. Sebanyak 44 potongan kepala dipajang diatas tiang pancang layaknya sebuah hiasan dan dipertontonkan kepada seluruh warga Banda Neira. Sisa potongan tubuh yang lain ditanam di sumur samping Benteng Nassau. Keluarga korban baru bisa mengevakuasi potongan tubuh korban setelah 3 bulan lamanya. Potongan tubuh tersebut akhirnya dibersihkan di sumur Parigirante. (jeha) Baca juga :

Read More

Arab Saudi Seriusi Transformasi Wisata

Dubai — 1miliarsantri.net : Arab Saudi sedang mengalami perubahan besar dalam lanskap ekonomi melalui Visi 2030, dengan sektor pariwisata menjadi penggerak utama diversifikasi dan pertumbuhan. Di bawah kepemimpinan Yang Mulia Ahmed Al-Khateeb, Menteri Pariwisata Arab Saudi, negara ini membuat langkah signifikan dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus memberdayakan perempuan dan generasi muda untuk menciptakan industri pariwisata yang berkelanjutan dan dinamis. Sebagai bagian dari visi transformatif ini, Arab Saudi berinvestasi dalam proyek pariwisata berkelanjutan seperti NEOM, Proyek Laut Merah, dan AlUla, sambil juga berinvestasi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Dengan memprioritaskan program pengembangan keterampilan dan menciptakan peluang karier di sektor pariwisata, Arab Saudi sedang membangun fondasi untuk industri yang berkembang dan inklusif yang mencerminkan warisan budaya kaya sambil beradaptasi dengan kebutuhan dunia global. Visi 2030 yang diluncurkan pada 2016 adalah cetak biru ambisius untuk diversifikasi ekonomi, dengan pariwisata memainkan peran sentral. Sebelum Visi 2030, sektor pariwisata Arab Saudi relatif belum berkembang, namun dengan fokus baru kerajaan pada pariwisata sebagai pilar pertumbuhan ekonomi, sektor ini berkembang pesat. Salah satu tujuan utama Visi 2030 adalah meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Arab Saudi dari 3% menjadi 10% pada 2030. Pemerintah telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mencapai hal ini, termasuk menciptakan destinasi wisata baru, investasi infrastruktur perhotelan, dan reformasi untuk menarik pengunjung internasional. Pada 2019, Arab Saudi mengumumkan Strategi Pariwisata Nasional yang menargetkan 100 juta pengunjung setiap tahun hingga 2030. Target ini bahkan telah direvisi naik menjadi 150 juta pengunjung pada 2030. Tujuan ambisius ini didukung investasi besar dalam infrastruktur pariwisata baru, termasuk resort, bandara, dan fasilitas lain yang melayani wisatawan internasional dan pasar domestik yang terus berkembang. Elemen penting dalam transformasi pariwisata Arab Saudi adalah pemberdayaan perempuan. Melalui Visi 2030, pemerintah bekerja keras menciptakan lebih banyak peluang bagi perempuan di dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata yang sebelumnya didominasi pria. Yang Mulia Ahmed Al-Khateeb menekankan bahwa wanita memainkan peran integral dalam kesuksesan sektor pariwisata. Untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih inklusif dan beragam, Arab Saudi telah menjanjikan investasi tahunan sebesar 100 juta dolar dalam program pengembangan keterampilan yang ditujukan untuk melatih 100.000 pemuda Saudi, dengan setengahnya adalah perempuan. Program ini dirancang untuk mempersiapkan wanita mengambil peran kepemimpinan dalam pariwisata, perhotelan, dan sektor terkait. Faktanya, wanita kini menyumbang hampir 50% peserta pelatihan dalam program pengembangan pariwisata Arab Saudi. Al-Khateeb dengan bangga menyatakan bahwa lebih dari 100.000 wanita telah dipekerjakan di sektor pariwisata, di mana mereka aktif berkontribusi pada strategi pariwisata Kerajaan. Para wanita ini terlibat dalam berbagai peran, mulai dari manajemen perhotelan hingga pemandu wisata, dan dipandang sebagai duta budaya Saudi. Pendekatan Arab Saudi untuk memberdayakan pemuda dan wanita dalam industri pariwisata bersifat multifaset. Beberapa inisiatif utama mendorong kemajuan ini, termasuk program pendidikan dan pelatihan, beasiswa, dan kesempatan pengembangan karier. Salah satu program unggulan dalam strategi pariwisata Kerajaan adalah Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Riyadh. Institusi ini membantu melatih generasi berikutnya dari profesional perhotelan, dengan penekanan pada pemuda dan wanita. Sekolah ini diperkirakan akan melatih 50.000 pemuda setiap tahun, membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk unggul dalam industri pariwisata yang kompetitif. Selain itu, pemerintah telah berinvestasi dalam mengirim pemuda Saudi ke luar negeri untuk menerima pelatihan di institusi bergengsi di Swiss, Spanyol, Prancis, dan Inggris. Lebih dari 100.000 pemuda Saudi, termasuk 60.000 wanita, telah mendapat manfaat dari beasiswa ini. Al-Khateeb juga membahas tantangan terkait pekerjaan informal bagi wanita di sektor pariwisata. Dengan menciptakan jalur formal untuk pekerjaan dan memastikan upah dan tunjangan yang adil, Arab Saudi telah membuat kemajuan signifikan dalam menyediakan peluang karier jangka panjang yang stabil bagi wanita di bidang pariwisata. Seiring berkembangnya sektor pariwisata, begitu pula pendekatan Arab Saudi dalam mengintegrasikan teknologi. Inovasi digital memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman wisata, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pengembangan tenaga kerja. Al-Khateeb menekankan peran teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan biometrik dalam mengubah pengalaman perjalanan. Teknologi ini membantu merampingkan operasi bandara, meningkatkan keamanan, dan memberikan pengalaman yang mulus bagi wisatawan dari check-in hingga check-out hotel. Pada saat yang sama, Menteri menekankan bahwa pariwisata adalah bisnis “People to People”, dan meskipun digitalisasi penting untuk meningkatkan efisiensi, penting untuk mempertahankan koneksi manusia. Pengunjung Arab Saudi masih akan merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat Saudi, elemen kunci yang membedakan pengalaman wisata Kerajaan dari destinasi lain. (dul) Baca juga :

Read More