Drone Israel Bombardir Bangunan di Khan Younis, Satu Warga Palestina Tewas di Gaza Utara

Serangan drone Israel menghantam bangunan hunian di Khan Younis, Gaza selatan, Ahad (14/12). Pada waktu hampir bersamaan, seorang warga Palestina dilaporkan tewas ditembak di Gaza utara. Simak laporan lengkapnya. Gaza, Palestina — 1miliarsantri.net: Serangan militer Israel kembali menghantam wilayah Jalur Gaza. Sebuah bangunan hunian di pusat Kota Khan Younis, Gaza selatan, menjadi sasaran serangan drone Israel pada Ahad (14/12), sebagaimana dilaporkan media internasional Al Jazeera. Serangan tersebut menyebabkan bangunan mengalami kerusakan parah. Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka akibat bombardir di Khan Younis. Tim penyelamat dan warga setempat dilaporkan masih melakukan evakuasi di sekitar lokasi kejadian. Militer Israel Mengakui Menembak Warga Palestina Di waktu yang hampir bersamaan, militer Israel mengumumkan telah menewaskan seorang warga Palestina di wilayah Gaza utara. Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut korban ditembak karena diduga melintasi apa yang mereka sebut sebagai “garis kuning”, zona pembatas yang diklaim sebagai area terlarang. Pihak militer Israel beralasan, tindakan tersebut dilakukan karena korban dianggap menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan pasukan mereka. Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai identitas korban maupun bentuk ancaman yang dimaksud. Sumber-sumber lokal Palestina menyatakan bahwa warga yang tewas tersebut merupakan warga sipil. Insiden ini kembali menambah daftar panjang korban jiwa di tengah eskalasi kekerasan yang terus berlangsung di Jalur Gaza, baik di wilayah selatan maupun utara. Khan Younis Menjadi Target Serangan Khan Younis sendiri dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu wilayah yang kerap menjadi target serangan udara Israel. Serangan-serangan tersebut sebagian besar menghantam kawasan permukiman padat penduduk, memicu kekhawatiran akan keselamatan warga sipil. Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional berulang kali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil dan mendesak dihentikannya serangan terhadap fasilitas non-militer. Situasi kemanusiaan di Gaza dilaporkan terus memburuk seiring terbatasnya akses bantuan dan layanan kesehatan. Hingga kini, ketegangan di Jalur Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara jumlah korban sipil terus bertambah di tengah konflik yang berkepanjangan. Sumber : Free Palestine, Spirit of Al Aqsa dan Al Jazeera Foto : Channel WhatsApp Free Palestine Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Reruntuhan RS Indonesia di Gaza Diklaim Dijadikan Tempat Perayaan Hanukkah oleh Tentara Israel — Klaim Beredar di Media Sosial

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok tentara Israel berada di bangunan yang disebut sebagai reruntuhan RS Indonesia di Gaza. Jakarta – 1miliarsantri.net: Beredar unggahan yang menyatakan bahwa reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, dijadikan lokasi perayaan Hanukkah oleh tentara Israel. Klaim ini beredar di akun X @OnlinePalEng dan kanal Telegram Palestina Post. Sampai saat ini klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh media arus utama. Kanal Telegram Palestina Post menyebarkan video yang diklaim menampilkan perayaan Hanukkah. namun hingga kini belum ada verifikasi independen terkait lokasi, waktu, dan konteks kegiatan tersebut.” Informasi Apa Yang Beredar Video memperlihatkan sekelompok tentara Israel berada di sebuah bangunan yang rusak berat. Dalam narasi yang menyertainya di media sosial, lokasi disebut sebagai reruntuhan RS Indonesia di Gaza, serta diklaim terjadi aktivitas perayaan Hanukkah. Informasi Yang Sudah Terverifiksi Yang Perlu Diverifikasi Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel, organisasi internasional, maupun lembaga pemantau independen yang mengonfirmasi klaim bahwa RS Indonesia dijadikan lokasi perayaan keagamaan oleh tentara Israel.*** Ikuti informasi aktual tentang Palestina dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai sumber terpercaya dan terverifikasi yang dirangkum oleh 1miliarsantri.net. Sumber : Akun X @OnlinePalEng (Palestina Online) dan Telegram Palestina Post Foto istimewa tangkapan layar Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris

Read More

Bazar UMKM Bantargebang Meriahkan Keriyaan Warga Sumur Batu 2025, Hadirkan Layanan Publik dan Mancing Gratis

Bazar UMKM Bantargebang digelar 13–14 Desember 2025 di Situ Rawa Toke, Sumur Batu. Hadirkan layanan kesehatan gratis, adminduk, sembako murah, hiburan warga hingga mancing gratis. Kota Bekasi – 1miliarsantri.net: Karang Taruna Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang kembali menggelar kegiatan pemberdayaan ekonomi dan pelayanan masyarakat melalui Bazar UMKM Bantargebang Spesial Keriyaan Warga Sumur Batu 2025. Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Harris Bobihoe. membuka secara resmi acara yang akan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 13–14 Desember 2025, pada pukul 09.00 WIB, bertempat di Situ Rawa Toke, Kelurahan Sumur Batu, Kota Bekasi. Wawali Bobihoe mengapresiasi pembukaan Situ Rawa Toke, dan mendukung kegiatan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jilid 4 Keriyaan Warga Sumur Batu, yang mengusung semangat kebersamaan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat wilayah. Sambutan Masyarakat Sumur Batu Dan Sekitarnya Acara yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Sumur Batu ini mendapat apresiasi dari Tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat Kelurahan Sumur Batu dan Bantargebang pada umumnya. Kiman Sumarwan, Aktivis Sosial dan tokoh masyarakat setempat mengatakan, “Kegiatan ini menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah.” “Ada juga pelayanan publik gratis dan perlombaan mancing terbesar, dengan peserta yang sangat banyak, dihari pertama,” lanjut Kiman, yang mendapatkan layanan kesehatan gratis. Dukung UMKM dan Layanan Publik Lengkap Tak hanya bazar, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik terpadu, di antaranya: Hiburan Keluarga dan Mancing Gratis Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan rakyat, seperti: Penampilan musik, Senam bersama, Baking demo, Mancing gratis di area Situ Rawa Toke Konsep acara yang ramah keluarga ini menjadikan bazar tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang rekreasi dan interaksi sosial bagi masyarakat. Didukung Pimpinan Daerah Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kota Bekasi, di antaranya Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Harris Bobihoe.Dukungan juga datang dari Camat Bantargebang Sumpono Brama, S.STP., M.Si, bersama Sekretaris Camat Adventus Pardosi, S.E, serta didukung langsung oleh Lurah Sumur Batu Nani Nariah, S.Sos., M.A. Semangat pelayanan publik tercermin melalui nilai BerAKHLAK dan komitmen aparatur dalam melayani masyarakat dengan profesional dan humanis.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris

Read More

Dakwah Digital: Dari Surau ke Podcast Menyapa Generasi Z

Malang – 1miliarsantri.net : Di tengah arus teknologi dan media sosial yang kian deras, dakwah digital menjadi medium krusial sebagai jembatan antara tradisi keagamaan dan kebutuhan spiritual Generasi Z. Dakwah yang dahulu akrab lewat surau atau mimbar kini meluas ke format podcast, video pendek, hingga kanal media sosial. Perubahan ini bukan sekadar soal media, melainkan soal bagaimana pesan Islam dapat tersampaikan relevan kepada generasi yang terbiasa dengan notifikasi dan layar. Dakwah digital memberi ruang baru untuk dialog, ekspresi kreatif, dan kedekatan yang tidak mungkin dicapai melalui ceramah tatap muka semata. Dakwah Digital sebagai Medium Pendidikan Islam bagi Generasi Z Dakwah digital memungkinkan pendidikan nilai agama menjadi sangat fleksibel dan mudah diakses. Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990an hingga awal 2010an, lebih cepat tertarik pada format audio dan video hingga podcast Islami dibandingkan pengajian konvensional yang berlangsung panjang dan kaku. Melalui dakwah digital, pembahasan tauhid, akhlak, fikih, atau kisah Nabi dapat dihadirkan dalam dialog ringan. Cara ini membantu pendengar memahami nilai-nilai dasar agama tanpa jenuh. Dalam konteks ini, para pendakwah muda memproduksi konten dakwah digital yang edukatif dan menghibur, agar pesan moral bukan hanya terdengar, tapi juga dirasakan dan dihayati. Dakwah Digital Memperkuat Ikatan Komunitas dan Kebersamaan Melalui dakwah digital, komunitas Islam tidak lagi terkunci ruang fisik saja. Podcast Islami dapat didengarkan sambil bekerja atau dalam perjalanan, sementara acara surau disiarkan ulang lewat video streaming sehingga lebih banyak orang bisa ikut meski tidak hadir langsung. Dakwah digital memperluas penyebaran nilai toleransi, kepedulian sosial, dan persaudaraan. Misalnya, komunitas online yang mendiskusikan persoalan mental, hubungan sosial, atau identitas diri menggunakan platform digital sebagai sarana dakwah digital, berbagi solusi, dan membangun dukungan emosional. Ini memperlihatkan bahwa dakwah digital bukan hanya penyampaian ajaran, tetapi juga pemeliharaan ikatan sosial dan rasa kebersamaan. Namun dakwah digital juga diwarnai tantangan subtansial. Pertama, otentisitas sumber. Tidak semua konten yang viral mempunyai dasar keilmuan yang kuat. Generasi Z sering menghadapi pilihan konten dakwah digital yang sekilas baik, tetapi kurang dalam referensi atau validasi. Kedua, dangkalnya narasi. Karena kecenderungan format pendek dan cepat viral, pesan dakwah digital kadang sederhana secara gaya tetapi kehilangan kedalaman spiritual yang diperlukan untuk perubahan batin. Ketiga, gangguan digital. Komentar negatif, misinformasi, atau konten yang bertentangan dengan nilai Islam bisa tersebar cepat, memicu kebingungan di antara audiens yang belum memiliki literasi keagamaan yang cukup. Untuk itu pastikan dakwah digital tetap relevan dan bermakna, para pendakwah harus memperkuat konten dengan literasi agama dan penelitian serta menyajikan materi yang kontekstual, selain itu komunitas pendukung perlu memediasi seperti moderator, reviewer, atau organisasi dakwah yang dapat membantu menyaring konten agar tetap sehat dan sesuai syariah. Dakwah digital bukanlah pengganti surau, tetapi perlu dilihat sebagai pelengkap dan perluasan ruang spiritual. Dalam transformasi ini, generasi Z mendapatkan akses lebih luas, pesan lebih mudah dicerna, dan kesempatan untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Islam di zaman yang berubah cepat. Semoga dakwah digital terus berkembang dengan esensi yang kuat akan nilai, kejujuran, kasih sayang, dan perubahan batin agar tidak hanya menyapa telinga, tetapi juga menyentuh hati dan memperkuat iman generasi mendatang dakwah digital. Penulis : Ramadani Wahyu Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga hijrah mini dari konten pendek

Read More

Pasar EdTech Meroket: USD 3 Miliar Jadi USD 9 Miliar di 2033

Malang – 1miliarsantri.net : Seiring dengan percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, edtech menjadi istilah yang semakin sering disebut sebagai masa depan pembelajaran. Pasar edtech global diyakini akan berkembang dari angka yang relatif kecil, misalnya USD 3 miliar di beberapa segmen regional menjadi pertumbuhan eksponensial hingga USD 9 miliar atau bahkan lebih di tahun 2033. Transformasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi soal perubahan budaya belajar, kebijakan pemerintah, dan daya inovasi pelaku pendidikan digital. Mengapa edtech bisa tumbuh begitu pesat dan bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan momentum tersebut? Apa Pemicu Lonjakan Pasar Pertumbuhan Edtech? Pertumbuhan pasar edtech didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, pandemi COVID19 memaksa institusi pendidikan beralih ke pembelajaran jarak jauh dan hybrid, sehingga meningkatkan adopsi platform edtech. Kedua, semakin meluasnya akses internet dan jaringan seluler yang cepat memberikan peluang besar bagi solusi pembelajaran digital menjangkau daerah terpencil dan populasi kurang terlayani. Ketiga, munculnya teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan adaptive learning semakin memikat pengguna. Edtech kini bukan hanya soal video pelajaran, tetapi pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Keempat, investor global dan lokal mulai memasukkan edtech dalam daftar prioritas portofolionya karena potensi pertumbuhan yang tinggi. Peluang dan Hambatan Edtech di Indonesia Indonesia sebagai negara dengan populasi muda yang besar memiliki peluang besar pada industri edtech. Permintaan akan pembelajaran fleksibel, kelas online, kursus keterampilan, dan solusi belajar tambahan terus meningkat. Aplikasi pembelajaran bahasa, persiapan ujian, hingga pelatihan vokasi sudah mulai ramai digunakan. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi agar edtech bisa mencapai potensi pasar yang diperkirakan. Kesenjangan akses internet di daerah terpencil dan mahalnya biaya data masih menjadi penghambat. Selain itu, konten lokal yang berkualitas dan sesuai kurikulum pun belum merata. Regulasi dan kepastian hukum juga perlu diperjelas agar startup edtech bisa tumbuh dengan nyaman, aman dari konflik hak cipta, dan dapat menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan formal. Apakah Proyeksi Angka USD 3 Miliar Jadi USD 9 Miliar Realistis? Meskipun data spesifik tentang segmen regional dengan angka USD 3 miliar dan USD 9 miliar belum secara publik dikonfirmasi di tiap pasar, beberapa laporan global menunjukkan bahwa pasar edtech secara keseluruhan memang berada di jalur pertumbuhan yang sangat tinggi. Menurut laporan oleh Global Growth Insights, pasar edtech akan tumbuh dari sekitar USD 194 miliar di 2024 menjadi lebih dari USD 1.000 miliar pada 2033, dengan CAGR lebih dari 20%. Jika kita memproyeksikan pertumbuhan regional atau nasional (misalnya Asia Tenggara atau Indonesia), pertumbuhan dari USD 3 miliar ke USD 9 miliar bisa jadi valid jika didukung oleh aspek seperti investasi, regulasi, dan penetrasi teknologi yang semakin cepat. Edtech memang diprediksi akan meroket, dari level USD 3 miliar ke USD 9 miliar atau lebih di tahun 2033, jika semua elemen pendukung bersinergi seperti teknologi, regulasi, konten, dan dukungan publik. Indonesia memiliki modal besar dalam populasi, sumber daya manusia kreatif, dan kebutuhan untuk solusi pendidikan yang fleksibel dan inklusif. Kesuksesan pasar edtech di Indonesia bukan hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan, pemerataan akses belajar, kualitas pengajaran, dan kesiapan generasi mendatang menghadapi tantangan zaman. Penulis : Ramadani Wahyu Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga cara jitu meningkatkan minat baca di era digital

Read More

Revisi Undang-Undang Pengelolaan Zakat, Apa Urgensinya?

Bekasi – 1miliarsantri.net: Perkembangan hukum di Indonesia terus mengalami dinamika, termasuk dalam pengelolaan zakat. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat (Undang-Undang Pengelolaan Zakat) telah menjadi landasan hukum yang penting, namun seiring berjalannya waktu, muncul kebutuhan untuk melakukan revisi demi mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Revisi ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang ada, seperti optimalisasi pengumpulan, distribusi, dan pendayagunaan zakat, serta penguatan tata kelola kelembagaan. Lalu, apa urgensi dari Revisi UU Pengelolaan Zakat? Simak pembahasannya berikut ini. Urgensi Revisi UU Pengelolaan Zakat Ada beberapa alasan utama mengapa revisi UU Pengelolaan Zakat dianggap sangat mendesak. Pertama, optimalisasi potensi zakat nasional. Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), potensi zakat di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya, namun realisasi pengumpulannya masih jauh di bawah angka tersebut. Regulasi yang lebih kuat dan adaptif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat serta mempermudah proses pengumpulan zakat. Kedua, penguatan kelembagaan. UU saat ini dinilai belum cukup kuat dalam mengatur tata kelola BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Revisi diperlukan untuk mempertegas peran, fungsi, dan kewenangan masing-masing lembaga, termasuk dalam hal pengawasan internal dan eksternal. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat. Ketiga, penguatan aspek hukum dan sanksi. Meskipun UU Nomor 23 Tahun 2011 sudah mengatur sanksi, namun penerapannya dinilai masih lemah. Revisi diharapkan dapat memperjelas dan memperkuat sanksi bagi pihak-pihak yang tidak mematuhi ketentuan, misalnya bagi muzaki (orang yang berzakat) yang sengaja menghindari kewajibannya atau amil (pengelola zakat) yang menyalahgunakan dana. Keempat, integrasi sistem data zakat. Saat ini, belum ada sistem data yang terintegrasi antara BAZNAS, LAZ, dan pemerintah. Akibatnya, sulit untuk memetakan secara akurat potensi, realisasi, dan dampak penyaluran zakat secara nasional. Revisi UU dapat menjadi momentum untuk membangun sistem informasi zakat nasional yang terpadu. Tujuan Revisi UU Pengelolaan Zakat Revisi UU Pengelolaan Zakat diharapkan dapat menyentuh beberapa substansi penting. Salah satunya adalah penguatan peran BAZNAS sebagai koordinator dan pengendali utama. BAZNAS akan memiliki kewenangan yang lebih besar dalam mengawasi dan memberikan bimbingan teknis kepada LAZ agar pengelolaan zakat berjalan selaras dengan kebijakan nasional. Ini termasuk standarisasi laporan keuangan dan audit syariah. Selain itu, revisi juga perlu memperjelas status dan kedudukan LAZ. Meskipun LAZ diakui dalam UU saat ini, aturannya perlu diperjelas, terutama terkait perizinan, pengawasan, dan pelaporan. Hal ini bertujuan untuk memastikan LAZ beroperasi secara profesional dan sesuai syariat. Aspek pendayagunaan zakat juga menjadi fokus utama. Selama ini, zakat sering kali hanya didistribusikan secara konsumtif. Revisi diharapkan dapat mendorong pendayagunaan zakat yang lebih produktif, misalnya melalui program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki di masa depan. Terakhir, revisi perlu memperkuat mekanisme pengawasan internal dan eksternal. Pengawasan internal dapat dilakukan oleh auditor internal yang independen dalam setiap lembaga, sementara pengawasan eksternal dapat melibatkan instansi pemerintah terkait, seperti Kementerian Agama dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini penting untuk meminimalisasi penyimpangan dan penyelewengan dana zakat. Dengan revisi ini, diharapkan pengelolaan zakat di Indonesia akan semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga zakat dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi dan sosial, berkontribusi signifikan terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Sumber: Berbagai sumber Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Sumber foto: Gemini AI Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga optimalisasi ziswaf disini

Read More

5 Cara Jitu Meningkatkan Minat Baca di Era Digital, Apa Saja?

Bekasi – 1miliarsantri.net: Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, minat membaca di berbagai kalangan seringkali terabaikan. Teknologi yang canggih dan hiburan digital yang mudah diakses menjadi salah satu faktor rendahnya minat baca di era digital saat ini. Padahal dengan membaca, ada banyak informasi dan pengetahuan yang akan diketahui dan dipelajari. Seperti halnya istilah buku adalah jendela dunia, membaca masih menjadi gagasan yang belum terpisahkan dari dunia intelektual. Membaca merupakan investasi dalam perkembangan pribadi dan intelektual. Melalui membaca, seorang dapat mengeksplorasi dunia melalui halaman-halaman buku dan meraih manfaat yang berkelanjutan. Meningkatkan minat membaca di era digital saat ini tentu tidak hanya berdampak positif pada literasi tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang lainnya. Manfaat membaca diantaranya sebagai berikut : Setelah mengetahui manfaat membaca, maka perlu adanya strategi atau cara untuk meningkatkan minat baca di era digital saat ini. Apa saja? Berikut 5 cara jitu meningkatkan minat baca di era digital: 1. Membangun Lingkungan Membaca yang Menarik Lingkungan yang mendukung membaca dapat memberikan dampak besar pada minat terhadap buku. Perpustakaan umum, kafe buku, dan komunitas baca adalah tempat-tempat yang dapat mendorong  untuk berinteraksi dengan buku-buku secara lebih aktif. Misalnya di Jakarta, perpustakaan seperti Perpustakaan Nasional Indonesia dan perpustakaan daerah menyediakan koleksi yang beragam dan acara-acara menarik yang dapat menginspirasi minat membaca.  2. Menghadirkan Buku yang Relevan Buku-buku yang relevan dengan minat dan kebutuhan tentu memiliki daya tarik lebih besar. Bekerjasama dengan penulis lokal, penerbit, dan toko buku dapat membantu menyediakan pilihan buku yang sesuai dengan kepentingan dan perkembangan jaman. 3. Memanfaatkan Teknologi untuk Membaca Teknologi dapat menjadi sekutu dalam meningkatkan minat membaca. E-books, audiobooks, dan platform baca online memberikan fleksibilitas dalam memilih format yang sesuai dengan preferensi yang dibutuhkan. Penerbit dan perpustakaan juga dapat mengembangkan aplikasi atau platform khusus yang menawarkan pengalaman membaca yang interaktif. 4. Mengadakan Acara Baca dan Diskusi Mengadakan acara baca bersama dan diskusi buku dapat membantu para pembaca berinteraksi dengan konten buku secara lebih mendalam. Diskusi-diskusi ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbicara tentang pandangan mereka, berbagi pemahaman, dan merangsang rasa ingin tahu. 5. Peran Model Teladan Peran model teladan dapat dilakukan oleh siapapun yang gemar membaca. Jika yang menjadi sasarannya adalah anak muda maka. orang tua, guru, dan tokoh-tokoh yang dihormati memiliki peran penting dalam membentuk minat membaca anak muda. Mereka dapat menjadi contoh yang menginspirasi dengan menunjukkan bahwa membaca adalah kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Sumber : Berbagai sumber Sumber foto: Gemini AI Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga belajar bahasa arab jadi lebih seru lewat aplikasi dan game interaktif

Read More

Indonesia Jadi Negara Dermawan, Bagaimana Optimalisasi Ziswaf?

Malang – 1miliarsantri.net : Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kepedulian sosial yang tinggi. Salah satu bukti nyatanya adalah posisi Indonesia sebagai negara dermawan dengan potensi besar dalam pengelolaan Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf). Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Artikel ini membahas bagaimana Indonesia dapat mengoptimalkan Ziswaf sebagai instrumen pemberdayaan umat sekaligus untuk pendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan pengelolaan Ziswaf yang efektif dan transparan, Indonesia bisa memperkuat solidaritas sosial dan mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan sosial. Potensi Besar Ziswaf di Indonesia Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia yang secara teoretis merupakan potensi besar bagi Ziswaf. Menurut data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), potensi zakat Indonesia mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Selain zakat, wakaf juga merupakan instrumen keuangan sosial yang belum banyak dimaksimalkan. Ziswaf berperan penting dalam distribusi kekayaan dan pemerataan ekonomi umat. Namun, meskipun potensi besar itu ada, optimalisasi Ziswaf masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat, manajemen yang kurang profesional, hingga regulasi yang belum mendukung secara maksimal. Oleh karena itu, penguatan sistem dan inovasi dalam pengelolaan Ziswaf menjadi kebutuhan mendesak. Strategi Optimalisasi Ziswaf di Indonesia Untuk mengoptimalkan Ziswaf, diperlukan langkah strategis yang komprehensif. Pertama, Pemerintah dan lembaga amil zakat harus gencar melakukan edukasi melalui berbagai kanal, mulai dari sekolah, media sosial, hingga komunitas keagamaan. Kedua, modernisasi pengelolaan Ziswaf dengan memanfaatkan teknologi digital. Penerapan sistem digital dan aplikasi untuk Ziswaf dapat memudahkan masyarakat menyalurkan dana. Ketiga, peningkatan profesionalisme dan tata kelola lembaga pengelola Ziswaf. Dengan adanya pelatihan manajemen, sertifikasi, dan audit rutin bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat. Keempat, memperluas jenis program pemberdayaan yang dibiayai oleh Ziswaf, seperti membiayai usaha mikro, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Optimalisasi Ziswaf Pemerintah memegang peran penting dalam menciptakan regulasi yang mendukung pengelolaan Ziswaf. Undang-undang dan kebijakan harus memberikan ruang bagi inovasi wakaf dan zakat digital, serta mendorong akuntabilitas lembaga pengelola. Pemerintah juga perlu memfasilitasi koordinasi antar lembaga Ziswaf untuk mencegah tumpang tindih dan memastikan distribusi yang efektif. Sementara itu, masyarakat sebagai pemberi Ziswaf harus diberdayakan dengan informasi yang jelas dan akses yang mudah. Kesadaran berzakat dan berwakaf tidak hanya soal kewajiban agama, tapi juga sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Peran media massa dan tokoh agama sangat penting dalam mengkampanyekan nilai kebaikan ini. Ziswaf untuk Pembangunan Berkelanjutan Optimalisasi Ziswaf bukan hanya soal meningkatkan jumlah dana yang terkumpul, melainkan bagaimana dana tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Ziswaf bisa menjadi sumber pembiayaan bagi program-program sosial dan ekonomi yang berkelanjutan seperti pendidikan anak yatim, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan konservasi lingkungan. Ziswaf juga mampu mereduksi kesenjangan sosial dengan memberikan bantuan kepada kelompok rentan secara terstruktur dan tepat sasaran. Dengan demikian, Ziswaf bisa menjadi instrumen strategis dalam menciptakan keadilan sosial dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia. Indonesia sebagai negara dermawan memiliki potensi besar dalam Ziswaf yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengelolaan yang profesional, teknologi yang mumpuni, dan regulasi yang mendukung, Ziswaf bisa menjadi pilar utama dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat. Pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat harus bersinergi untuk mewujudkan pengoptimalan Ziswaf yang berkelanjutan. Ziswaf bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga investasi sosial yang menghasilkan manfaat luas bagi bangsa. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan Ziswaf agar Indonesia semakin menjadi negara dermawan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi masa depan. Penulis : Ramadani Wahyu Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga semangat relawan yang tidak hanya berbagi tenaga tapi juga harapan

Read More

Tenda Jadi Satu-Satunya Perlindungan Warga Gaza: 1,5 Juta Pengungsi Bertahan di Tengah Ancaman Banjir dan Blokade

Lebih dari 1,5 juta warga Palestina di Gaza terpaksa bertahan hidup di tenda darurat. Sekitar 900 ribu pengungsi menghadapi risiko banjir, sementara 300 ribu tenda dan tempat berlindung dilarang masuk. Simak laporan lengkapnya. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Gaza kembali menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin kompleks. Tenda kini menjadi satu-satunya tempat berlindung bagi warga Palestina di Jalur Gaza, setelah rumah, sekolah, dan fasilitas umum hancur akibat konflik berkepanjangan. Data terbaru menunjukkan sekitar 1,5 juta pengungsi hidup dalam kondisi yang sangat buruk, tanpa perlindungan memadai dari cuaca ekstrem, penyakit, dan ancaman keselamatan lainnya. Situasi semakin memburuk ketika musim hujan datang. Sekitar 900 ribu pengungsi berada dalam risiko tinggi banjir, karena tenda-tenda darurat yang mereka tempati berdiri di atas tanah berlumpur dan wilayah rendah yang rawan genangan. Air hujan dengan cepat merendam area pengungsian, merusak alas tidur, pakaian, hingga persediaan makanan yang terbatas. Upaya Kemanusiaan Terhambat Blokade Zionis Israel Di tengah kondisi tersebut, sekitar 300 ribu unit tenda dan tempat berlindung darurat dilaporkan dilarang masuk ke Gaza, membuat upaya kemanusiaan terhambat. Keterbatasan akses bantuan memperparah penderitaan warga sipil, terutama kelompok paling rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. Gambaran krisis ini tampak jelas di berbagai kamp pengungsian. Anak-anak terlihat menggendong adik mereka di tengah hujan, berjalan di genangan air, dengan pakaian basah dan tubuh menggigil. Tenda-tenda tipis tak mampu menahan dingin, hujan, maupun angin, sehingga risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit terus meningkat. Krisis Gaza Darurat Kemanusiaan & Lingkungan Organisasi kemanusiaan internasional telah berulang kali memperingatkan bahwa krisis di Gaza bukan hanya darurat konflik, tetapi juga darurat kemanusiaan dan lingkungan. Tanpa akses tenda yang layak, sanitasi, dan perlindungan cuaca, jutaan warga sipil berada di ambang bencana yang lebih besar. Di tengah keterbatasan tersebut, warga Gaza hanya bisa bertahan dengan apa yang ada. Tenda bukan lagi simbol sementara, melainkan harapan terakhir untuk tetap hidup. Sumber : Channel WA Free Palestine & Kantor Media Pemerintah Gaza Foto : Aljazeera Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Gaza Memasuki Musim Dingin Parah: Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir

Badai musim dingin mengancam penduduk Gaza dan menyebabkan kondisi infrastruktur sipil terutama kamp-kamp pengungsi mengalami krisis parah. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Hujan deras serta angin kencang di wilayah Gaza mendorong infrastruktur sipil Gaza ke dalam krisis parah memasuki musim dingin dipenghujung tahun 2025. Badai musim dingin yang dahsyat telah menjerumuskan Gaza ke dalam krisis yang lebih dalam minggu ini, dengan otoritas setempat memperingatkan bahwa wilayah tersebut menghadapi kondisi yang mereka gambarkan sebagai bencana.  Hujan Deras & Angin Kencang Menyapu Kamp-Kamp Pengungsi SAFA Press Agency melaporkan, Hujan deras dan angin kencang telah menyapu daerah-daerah yang sudah hancur akibat perang genosida selama dua tahun, membanjiri tempat-tempat penampungan darurat tempat keluarga-keluarga pengungsi telah tinggal selama lebih dari setahun. Pejabat pemerintah Kota Gaza melaporkan, badai tersebut menghantam penduduknya yang hampir secara keseluruhan tidak mendapatkan perlindungan akibat hancurnya infrastruktu penting. Otoritas kota juga melaporkan, lebih dari delapan puluh persen mesin dan peralatan layanannya telah hancur, sehingga para petugas tidak dapat mengatasi banjir, membersihkan jalan, atau membantu lingkungan yang terendam air. Gaza membutuhkan pasokan material untuk memperbaiki situasi infrastruktur yang hancur akibat genosida zionis israel, namun terkendala blokade yang dilakukan zionis yahudi. Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir Penderitaan rakyat Gaza yang kehilangan tempat tinggal akibat pemboman yang masif oleh militer israel sejak Oktober 2023 diperparah oleh banjir yang menggenangi tanda-tenda pengungsi. Tenda-tenda yang ditempati roboh oleh hempasan angin dan hujan mengirim debit air yang menggenangi satu-satunya tempat berteduh dari panas dan hujan. Keadaan mereka diperparah dengan kondisi jaringan drainase yang rusak dan pilihan tempat berlindung yang aman telah habis, sebagian besar wilayah menjadi tidak layak huni. Ribuan rakyat Palestina di Gaza saat ini membutuhkan tenda-tenda yang memadai, layak huni serta aman, atau unit perumahan sementara untuk bertahan hidup selama musim dingin.*** Foto : SAFA Press Agency Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More