DPR RI

DPR RI Resmi Pangkas Tunjangan! Ada yang Belum Puas?

Bondowoso – 1miliarsantri.net: DPR RI kembali menjadi sorotan publik setelah resmi mengumumkan pemangkasan sejumlah tunjangan anggota dewan. Keputusan ini diambil setelah gelombang kritik keras dari mahasiswa dan masyarakat, yang menuntut transparansi serta efisiensi penggunaan anggaran negara. Namun, meski DPR RI sudah menghentikan tunjangan perumahan dan memangkas tunjangan lain, ternyata masih muncul pertanyaan, apakah langkah ini benar-benar menjawab keresahan rakyat atau justru masih jauh dari harapan? Tunjangan Anggota DPR RI yang Dipangkas Pengumuman pemangkasan tunjangan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ia menegaskan bahwa mulai akhir Agustus 2025, tunjangan perumahan tidak lagi diberikan. Selain itu, sejumlah fasilitas seperti tunjangan listrik, telepon, transportasi, hingga komunikasi intensif ikut dipotong. Langkah ini disebut sebagai bentuk transparansi sekaligus penyesuaian anggaran. Namun, publik tetap bertanya-tanya berapa sebenarnya take home pay anggota DPR RI setelah pemangkasan tersebut. Dari dokumen resmi, diketahui total gaji dan tunjangan melekat anggota DPR mencapai Rp16,7 juta. Ditambah tunjangan konstitusional sebesar Rp57,4 juta, maka total bruto mencapai Rp74,2 juta. Setelah dipotong pajak, anggota DPR RI masih bisa membawa pulang sekitar Rp65,5 juta setiap bulannya. Jumlah ini tentu tidak kecil, apalagi jika dibandingkan dengan rata-rata penghasilan masyarakat umum. Baca juga: Pertahanan Nasional Penting Di Tengah Ancaman Global, Ini Pesan Presiden Prabowo Suara Mahasiswa dan Tuntutan yang Belum Terjawab Meski DPR RI telah mengumumkan kebijakan baru, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menilai langkah tersebut masih belum cukup. Menurut mereka, dari 13 tuntutan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi, baru sebagian kecil yang ditanggapi. Isu lain seperti pengesahan RUU Perampasan Aset, evaluasi total kabinet, hingga peningkatan kesejahteraan guru dan dosen masih belum mendapatkan kepastian. Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk menentukan arah gerakan selanjutnya. Artinya, pemangkasan tunjangan DPR RI bukanlah akhir dari gelombang protes, melainkan awal dari dorongan lebih besar agar lembaga legislatif benar-benar serius mendengar suara rakyat. Baca juga: Rencana Konferensi Ulama se-Asia Tenggara Direspons Positif Pemerintah Apakah Pemangkasan Ini Sekadar Simbolik? Bagi sebagian pihak, pemangkasan tunjangan DPR RI dianggap sebagai langkah simbolik, bukan solusi substansial. Anggaran yang dihemat mungkin tidak sebanding dengan tuntutan reformasi besar-besaran yang diajukan masyarakat. Transparansi memang penting, tetapi tanpa adanya komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kebijakan nyata, pemangkasan ini dikhawatirkan hanya sebatas pencitraan politik. Keputusan DPR RI memang menjadi angin segar di tengah derasnya kritik, tetapi pertanyaan besar masih menggantung, yaykni apakah ini awal dari perubahan nyata, atau sekadar cara meredam keresahan publik? Pada akhirnya, kamu sebagai rakyat tetap berharap bahwa DPR RI tidak hanya berhenti pada pemangkasan tunjangan, melainkan juga berkomitmen penuh dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: beritanasional.com Sumber berita: https://news.detik.com/berita/d-8099653/dpr-sudah-pangkas-tunjangan-anggota-bem-si-ngaku-belum-puas

Read More

Cara Menanamkan Nilai Etika Islami Dalam Dunia Digital, Tanggung Jawab Siapa?

Situbondo – 1miliarsantri.net : Di zaman serba online seperti sekarang, dunia digital sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi, hampir semua aktivitas harian masyarakat modern bersinggungan dengan teknologi. Di sinilah muncul pertanyaan penting, bagaimana kita menjaga etika digital Islami dalam setiap interaksi? Dunia maya memang luas dan terbuka, tapi bukan berarti bebas tanpa aturan. Islam sendiri sudah memberi panduan yang relevan untuk kita terapkan, bahkan dalam kehidupan digital sekalipun. Kita tidak bisa memungkiri bahwa media sosial, aplikasi pesan, hingga forum diskusi punya dua sisi, yaitu bisa membawa kebaikan, tapi juga berpotensi menjadi sumber masalah. Untuk itu, sangat penting bagi kita memahami dan mempraktikkan etika digital islami, supaya aktivitas online kita tetap membawa manfaat, bukan mudarat. Bagaimana Cara Menanamkan Nilai Islami di Dunia Digital? Kalau bicara tentang etika digital islami, sebenarnya prinsipnya tidak jauh beda dengan kehidupan nyata. Apa yang tidak pantas dilakukan di dunia nyata, juga tidak pantas dilakukan di dunia maya. Bedanya, di dunia digital kita mempunyai kemudahan untuk berinteraksi tanpa tatap muka, yang terkadang membuat orang lupa menjaga adab. Salah satu langkah awal adalah niat. Sebelum posting, komen, atau share sesuatu, tanyakan ke diri sendiri “Apakah ini bermanfaat?” atau “Apakah ini akan membuat orang lain tersinggung?” Dalam Islam, kita diajarkan untuk berkata baik atau diam. Prinsip ini juga berlaku di media sosial. Berikut beberapa etika digital secara islami: 1. Menggunakan Media Sosial dengan Bijak Media sosial bisa menjadi ladang pahala, tapi juga bisa menjadi sumber dosa, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Misalnya, menggunakan Instagram atau TikTok untuk berbagi konten inspiratif, tips islami, atau dakwah singkat adalah bentuk positif dari etika digital islami. Sebaliknya, mengunggah hal-hal yang mengundang ghibah, pamer berlebihan, atau bahkan mengundang fitnah, jelas bertentangan dengan nilai Islami. Kita juga perlu peka terhadap etika privasi. Jangan sampai membagikan foto atau informasi orang lain tanpa izin, apalagi yang bisa merugikan. Di dalam Islam, menjaga kehormatan orang lain sangat dianjurkan, bahkan dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah. Dunia digital seharusnya menjadi sarana memperluas silaturahmi, bukan merusak hubungan antar manusia. Baca juga : Tantangan Dan Solusi Transformasi Digital Sekolah 2. Menjaga Adab dalam Komunikasi Online Interaksi di dunia maya sering membuat orang lebih berani berbicara kasar atau menyinggung orang lain. Padahal, etika digital islami menuntut kita untuk menjaga ucapan, bahkan dalam bentuk teks. Menulis komentar yang sopan, menghindari kata kasar, dan tetap menghargai perbedaan pendapat adalah wujud nyata dari akhlak Islami. Saat terlibat diskusi online, kita bisa berbeda pendapat tanpa harus menjatuhkan atau merendahkan orang lain. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perbedaan itu bisa menjadi rahmat selama disampaikan dengan cara yang santun. 3. Membawa Spirit Islami ke Setiap Aktivitas Digital Agar etika digital islami benar-benar tertanam di dalam diri, kita perlu mengintegrasikannya di setiap aktivitas online. Hal ini termasuk memilih konten yang kita konsumsi, cara kita berinteraksi, sampai ke niat kita saat membagikan sesuatu. Jika tujuannya baik, insyaAllah akan membawa manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Baca juga : inovasi edutekno Kita juga bisa memulai dengan langkah kecil, seperti mengikuti akun-akun yang memberikan inspirasi yang positif, ikut komunitas yang membahas ilmu agama, atau berbagi kutipan Qur’an dan hadis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dunia digital bisa jadi sarana dakwah modern yang menjangkau banyak orang, asal digunakan dengan bijak. Pada akhirnya, etika digital islami bukan hanya menghindari hal yang buruk, tapi juga tentang menghadirkan suatu kebaikan. Dengan menjaga ucapan, menyebarkan kebaikan, menghormati privasi, dan menghindari hal-hal yang dilarang, kita bukan hanya menjaga nama baik diri sendiri, tapi juga menciptakan ruang digital yang sehat dan penuh berkah. Jika kita semua mulai menerapkan etika digital islami dari hal-hal kecil, insyaAllah akan membawa kebaikan dan bermanfaat bagi semua orang. Karena pada akhirnya, dunia digital hanyalah sebagai alat, dan kitalah yang menentukan apakah ia akan membawa pahala atau sebaliknya. (***) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman

Read More

Upaya Pembunuhan Delegasi Hamas Gagal, Gaza Kirim Pesan Ketabahan

Gaza – 1miliarsantri.net : Dari tenda-tenda pengungsian yang sesak di Khan Younis, di tengah reruntuhan yang menjadi saksi bisu kebiadaban perang, rakyat Gaza terus mengikuti setiap denyut berita dengan hati yang berdebar. Bukan hanya tentang nasib mereka sendiri, tetapi juga tentang mereka yang berbicara atas nama mereka di meja perundingan. Ketika kabar mengejutkan tentang upaya pembunuhan terhadap delegasi perunding Hamas di Doha merebak, kecemasan mendalam menyelimuti. Namun, ketika berita kegagalan upaya keji itu tiba, udara seolah dipenuhi dengan hela napas lega dan syukur yang tak terhingga. Ini bukan sekadar berita politik; ini adalah cerminan denyut nadi sebuah bangsa yang menolak untuk tunduk. Menurut laporan Tasnim News Agency pada Minggu 14 September, rudal yang ditembakkan oleh rezim Israel mengenai lima staf di Departemen Administrasi Hamas, termasuk Hammam, putra dari Wakil Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Hayyah, serta Badr al-Hamidi al-Dosari, seorang petugas keamanan Qatar. Keduanya gugur dalam serangan tersebut bersama tiga korban lainnya. “Rasa lega itu nyata, seakan beban berat terangkat dari pundak,” ujar seorang warga. Bagi mereka, delegasi ini bukan hanya politisi, melainkan bagian dari darah dan daging mereka sendiri, “bukan anak-anak kami, tetapi seperti anak-anak kami,” kata Um Mohammad dari Rafah dengan haru. Mereka adalah juru bicara yang berjuang demi nasib tawanan, demi menghentikan perang, dan demi masa depan Gaza yang hancur. Kegagalan upaya pembunuhan ini disambut dengan kegembiraan yang tulus, seolah-olah kemenangan kecil telah diraih di tengah badai penderitaan. Mereka adalah “kami” yang membela tanah air, membela darah, membela Palestina. Namun, di balik kegembiraan itu, ada pemahaman pahit yang mendalam: Israel tidak berniat mengakhiri perang ini. Seorang warga yang mengikuti berita yakin bahwa Israel akan menggunakan taktik semacam ini untuk menunda perundingan, bahkan menghancurkan Gaza sepenuhnya. Sejarah telah membuktikan, ketika para pemimpin seperti Sinwar dieliminasi, kebrutalan dan keganasan Israel justru meningkat. Ini bukan tentang Hamas semata; ini tentang kehancuran dan penghancuran identitas mereka sebagai bangsa. Namun, tekad rakyat Gaza tak goyah. Mereka telah bersabar dan akan terus bersabar. Upaya pembunuhan yang gagal ini, bagi mereka, adalah “kartu AS” yang kuat di tangan perlawanan dan negosiasi. Ini menunjukkan bahwa Israel tidak akan bisa membungkam suara mereka, tidak peduli di mana pun mereka berada. “Kami sabar,” demikian pesan yang terus-menerus mengalir dari bibir mereka, “dan kalian juga harus terus sabar, sebagaimana kami mengenal kalian.” Mereka mendesak para negosiator untuk tetap teguh dan tidak menyerah pada pemerasan—baik dari Amerika, Israel, maupun pihak asing lainnya. Baca juga : Gaza yang Dijanjikan: Kota Pintar Bernilai Miliaran Dolar, Bentuk Penjajahan Wajah Baru Harapan mereka sederhana namun mendalam: “Semoga Allah meringankan penderitaan kami,” “Semoga Allah mengubah keadaan menjadi lebih baik,” dan “Semoga Allah menghilangkan kesedihan ini dari kami”. Mereka mendambakan kedamaian, persatuan, dan kebebasan. “Kami lelah, Palestina lelah,” kata Um Mohammad dengan suara bergetar. Ungkap Keterlibatan AS dalam Pendudukan Dikutip dari pusat informasi Palestina, Perwakilan Hamad di Teheran, Khaled Al-Qaddoumi, menegaskan bahwa upaya pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas di Doha mengungkap keterlibatan langsung pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam mendukung pendudukan Israel dan eskalasi kejahatan terhadap rakyat Palestina. Foto : Pusat Informasi Palestina Qaddoumi mengatakan bahwa AS terus mengabaikan komitmen dan janji-janjinya terkait proses gencatan senjata, seraya menciptakan ilusi bahwa mereka bersedia berneosiasi. Qaddoumi menambahkan bahwa serangan terbaru terjadi ketika para pemimpin sedang berkonsultasi di Doha untuk membahas apa yang disebut sebagai “Proposal Amerika.” Ia menuding serangan tersebut dilakukan dengan sepengetahuan Washington. Di tengah kehancuran besar-besaran, di mana setiap hari adalah perjuangan untuk bertahan hidup, rakyat Gaza mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia: mereka akan tetap berdiri kokoh dan pantang menyerah. Tekad mereka adalah mengakhiri perang dan mencapai pembebasan penuh, atau menjadi syuhada. Ini adalah kisah tentang ketabahan jiwa, sebuah mercusuar harapan yang tak akan padam, meski api perang terus membakar tanah air mereka. Dari Khan Younis, dari setiap sudut Gaza, suara ketabahan ini bergema, menuntut keadilan dan kedamaian bagi sebuah bangsa yang tak pernah berhenti berjuang.(***) Penulis : Abdullah al-Mustofa Editor : Toto Budiman Sumber: Kanal YouTube Al Jazeera Mubasher, Pusat Informasi Palestina

Read More

Pentingnya Membentuk Akhlak Mulia Dalam Dunia yang Penuh Tantangan

Situbondo – 1miliarsantri.net : Di tengah maraknya informasi yang tidak ada habisnya, teknologi yang semakin canggih, dan godaan di mana-mana, ada satu hal yang tidak pernah ketinggalan zaman. Yaitu pengaplikasian akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak mulia ibarat kompas yang selalu menunjukkan arah meskipun sedang berada di tengah badai kehidupan. Tidak peduli kamu siapa atau dari latar belakang apa, memiliki akhlak mulia akan membuat hidup jauh lebih tenang, dihargai orang lain, dan pastinya lebih bermakna. Kalau dipikir-pikir, banyak orang sukses secara materi, tapi hidupnya tidak bahagia karena mengabaikan nilai-nilai akhlak. Sebaliknya, ada orang yang mungkin hidup sederhana, tapi dihormati banyak orang karena selalu menjaga sikap, tutur kata, dan kejujuran. Nah, di sinilah pentingnya membentuk akhlak mulia, apalagi di zaman yang penuh tantangan seperti sekarang ini. Mengapa Akhlak Mulia Itu Penting? Di dalam kehidupan sehari-hari, akhlak mulia bisa menjadi modal sosial yang membuka pintu rezeki, pertemanan, dan peluang. Bahkan menurut agama, akhlak mulia merupakan salah satu ukuran utama kemuliaan seseorang. Nabi Muhammad sendiri diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak mulia mencakup banyak hal mulai dari kejujuran, rendah hati, menghormati sesama, sampai sabar dalam menghadapi setiap masalah. Kalau semua orang punya bekal ini, hubungan antarmanusia akan lebih damai. Bayangin saja, kalau semua orang tidak gampang marah, tidak suka menipu, dan bisa menghargai perbedaan, dunia ini akan jauh lebih adem. Selain itu, akhlak mulia juga menentukan bagaimana orang lain memandang kita. Kadang orang tidak akan ingat apa yang kita katakan, tapi mereka akan selalu ingat bagaimana kita memperlakukan mereka. Dan percaya deh, nama baik itu tidak bisa dibeli dengan uang. Di dunia yang penuh tantangan saat ini, membentuk akhlak mulia memang butuh kesadaran penuh. Kita tidak bisa berharap sifat ini muncul begitu saja tanpa usaha. Berikut beberapa langkah yang bisa kita coba, yaitu: Pertama, Mulai dari niat yang tulus. Kalau kita mau berubah jadi pribadi yang lebih baik, niat itu harus kuat. Tidak cuma untuk kelihatan baik di mata orang, tapi karena memang mau jadi orang yang bermanfaat. Kedua, Biasakan hal kecil yang baik setiap hari. Seperti membalas chat dengan sopan, mengucapkan terima kasih, atau membantu orang tanpa pamrih. Hal-hal kecil ini akan membentuk kebiasaan yang lama-lama jadi karakter kita. Ketiga, Pilih lingkungan yang mendukung. Percaya atau tidak, lingkungan itu mempunyai pengaruh besar terhadap akhlak. Jika sering berkumpul dengan orang yang positif, kita akan ikut terbawa positif juga. Sebaliknya jika lingkungannya toxic, kita bisa ikut terpengaruh ke arah yang tidak baik. Dan yang terakhir, jangan lupa evaluasi diri. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi jika kita ada kemauan untuk terus memperbaiki diri, akhlak mulia akan semakin kuat dalam diri kita. Baca juga : akhlak islami Mempunyai akhlak mulia itu seperti investasi jangka panjang. Mungkin tidak akan langsung kelihatan hasilnya, tapi efeknya akan luar biasa. Orang akan lebih percaya, lebih nyaman untuk berinteraksi, dan kita juga akan lebih damai dalam hati. Orang yang mempunyai akhlak mulia biasanya lebih mudah melewati masalah. Bukan karena masalahnya hilang, tapi karena dia punya kesabaran, kebijaksanaan, dan cara pandang yang positif. Dan yang paling penting, akhlak mulia bisa menjadi warisan yang kita tinggalkan. Anak, keluarga, atau orang di sekitar akan mencontoh apa yang kita lakukan. Di dunia yang penuh tantangan ini, akhlak mulia merupakan pegangan hidup yang tidak boleh kita lepas. Dia bukan sekadar teori, tapi panduan nyata untuk menghadapi setiap situasi dengan bijak dan hati yang tenang. Tidak peduli zaman berubah secepat apa, akhlak mulia akan selalu relevan dan dibutuhkan. Jadi, yuk kita mulai dari diri sendiri, membiasakan hal-hal kecil yang baik, dan menularkannya ke orang lain. Karena pada akhirnya, akhlak mulia yang akan menentukan bagaimana kita dikenang. Akhlak yang baik bukan hanya menjadi bekal untuk meraih ridha Allah, tetapi juga kunci untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, penuh kasih sayang, dan saling menghargai. Oleh karena itu, membiasakan diri untuk berperilaku terpuji harus menjadi prioritas dalam setiap langkah kehidupan, agar kita tidak hanya menjadi pribadi yang dihormati manusia, tetapi juga dicintai oleh Sang Pencipta. (***) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto : Ilustrasi Ai

Read More

Bagaimana Zakat dan Donasi Membantu Meningkatkan Kualitas Pendidikan?

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Kita semua sepakat bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi. Namun, kenyataannya masih banyak anak-anak yang terhalang untuk mendapatkan pendidikan layak karena keterbatasan biaya dan fasilitas. Di sinilah peran zakat dan donasi hadir sebagai solusi, karena dengan mengalirnya bantuan tersebut, jalan menuju pendidikan berkualitas bisa lebih terbuka lebar. Pendidikan juga membutuhkan dukungan moral, sarana, serta kesempatan yang merata. Zakat dan donasi membantu kualitas pendidikan dengan cara menjembatani kesenjangan antara mereka yang mampu dengan yang kurang mampu. Melalui zakat, dana umat yang disalurkan secara tepat kepada golongan yang berhak, termasuk anak-anak yang kesulitan biaya sekolah. Sedangkan donasi, baik dalam bentuk uang, perlengkapan belajar, hingga pembangunan fasilitas pendidikan, juga berperan besar. Seperti beasiswa yang berasal dari zakat atau donasi dapat meringankan beban orang tua, sehingga anak-anak bisa fokus belajar tanpa rasa khawatir. Begitu pula, renovasi sekolah di daerah terpencil yang dibiayai dari donasi akan memberi lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman. Selain itu, zakat dan donasi membantu kualitas pendidikan dalam meningkatkan pemerataan akses. Tidak jarang kita mendengar bahwa anak-anak di pelosok masih harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke sekolah, bahkan belajar di ruangan yang jauh dari kata layak. Dengan adanya dukungan dari dana zakat maupun donasi, lembaga pendidikan bisa berkembang lebih baik, guru mendapat pelatihan tambahan, dan anak-anak memiliki kesempatan belajar dengan fasilitas yang memadai. Peran Kita dalam Mendukung Pendidikan Lewat Zakat dan Donasi Jika kita perhatikan, setiap orang sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk ikut serta. Zakat merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang mampu, sedangkan donasi terbuka luas untuk siapa saja yang ingin berbagi. Tidak harus menunggu kaya raya untuk berdonasi, sebab sekecil apa pun kontribusi kita tetap berarti. Baca juga : Waktu Mengeluarkan Zakat Zakat dan donasi membantu kualitas pendidikan dengan menghadirkan harapan baru. Bayangkan seorang anak yang hampir putus sekolah karena tidak mampu membeli seragam, lalu kembali bersemangat belajar setelah mendapat bantuan. Bayangkan pula sebuah sekolah yang sebelumnya kekurangan buku, kini memiliki perpustakaan kecil berkat sumbangan masyarakat. Semua itu sebagai wujud nyata bagaimana zakat dan donasi memberi dampak langsung pada kualitas pendidikan. 1miliarsantri.net sebagai ekosistem komunitas santri yang juga peduli pendidikan untuk memberikan maslahat kepada umat, saat ini sudah memiliki platform crowdfunding yang akan dipakai sebagai tools fundraising. Tools yang dinamakan galang donasi 1M, akan mulai dilaunching di awal Oktober 2025. Bagi lembaga pendidikan Islam ataupun lembaga sosial yang membutuhkan dukungan system dan SDM fundraiser, bisa menyampaikan proposal kerjasama dan programnya dengan pihak marketing 1miliarsantri.net di wa.me/6281248832242    Lebih jauh lagi, pendidikan yang baik akan menghasilkan generasi yang mandiri dan berdaya guna. Anak-anak yang dulu menerima bantuan melalui zakat dan donasi, suatu saat bisa tumbuh menjadi pemimpin, pendidik, atau tenaga ahli yang bermanfaat bagi banyak orang. Siklus kebaikan ini akan terus berlanjut jika kita konsisten mendukungnya. Pendidikan sebagai kunci kemajuan bangsa, dan kita semua memiliki peran dalam menjaganya. Melalui zakat dan donasi dapat membantu kualitas pendidikan, kita dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka. Setiap rupiah yang disalurkan akan melahirkan makna, bahwa kesejahteraan anak bangsa juga tanggung jawab kita. Seperti firman Allah dalam AL-Qur’an surat Adz Dzariyat ayat 19 yang berbunyi:             “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. Ayat ini menjelaskan bahwa di dalam harta kita terdapat hak orang lain yang berhak menerima. Jadi, marilah bersama-sama memperkuat kualitas pendidikan melalui zakat dan donasi, karena dengan langkah kecil dari kita, masa depan generasi mendatang bisa lebih cerah. Khususnya para santri Indonesia yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan, agar mampu berkiprah di skala global.  (***) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto : Ilustasi Ai

Read More

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengeluarkan Zakat?

Gresik – 1miliarsatri.net : Mengeluarkan zakat tidak bisa dilakukan disetiap waktu. Terdapat aturan yang mengikat dalam menjalankannya. Waktu mengeluarkan zakat memiliki hukum yang berbeda-beda dalam syariat islam, sesuai dengan kapan muzaki (orang yang wajib mengeluarkan zakat) menjalankannya. Maka perlu diketahui kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat yang dimiliki oleh seseorang. Sehingga tidak salah dalam memilih dan sesuai dengan aturan yang ada. Perlu diingat bahwa zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha, karena telah mencapai batas kepemilikan dalam kurun waktu tertentu, untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya berdasarkan syariat islam (Undang-undang Pengelolaan Zakat, 2011). Rukun islam yang keempat  ini wajib dikeluarkan bagi orang muslim atau badan usaha yang mampu. Sedangkan waktu mengeluarkan zakat sesuai dengan macam zakat dan jenis kekayaan yang dimiliki. Waktu yang Tepat Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah Zakat fitrah atau makanan pokok yaitu 2,5 kg beras. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan makanan pokok tempat muzaki tinggal. Menurut Majelis Ulama’ Indonesia dalam (Mifta, 2025) ada lima waktu dalam mengeluarkan zakat ini: Mengeluarkan zakat fitrah pada awal bulan ramadhan sampai sebelum akhir ramadhan memiliki hukum jawaz. Pada awal bulan ini diperbolehkan untuk mulai berzakat. Di waktu inilah mayoritas umat muslim di Indonesia menunaikan kewajiban berzakat. Ada yang disalurkan melalui UPZ (Unit Pengelola Zakat) masjid, panitia zakat ataupun secara pribadi diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Hukum mengeluarkan zakat di malam ini adalah wajib. Waktu ini sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya atau yang biasa disebut sunnah rasul. Sehingga menjadi waktu utama mengeluarkan zakat. Jika mengeluarkan zakat fitrah setelah sholat idul fitri sampai matahari terbenam di hari ini, maka hukumnya makruh. Waktu ini tidak dianjurkan meskipun tetap dianggap sah, kecuali menunggu orang yang lebih berhak menerima zakat tersebut. Pada tanggal 2 syawal, jika ada orang yang mengeluarkan zakat fitrah maka hukumnya haram. Karena sudah tidak dianggap menjadi zakat yang sah, melainkan berubah menjadi sedekah. Baca juga : cara tepat berdonasi Waktu yang Tepat Untuk Mengeluarkan Zakat Mal Jika zakat fitrah hanya bisa dikeluarkan di bulan ramadhan, namun untuk zakat mal tidak terbatas bulan tertentu. Tetapi, harus sesuai dengan ketentuan nisab (batas minimal kekayaan) dan haulnya (1 tahun). Perhitungan dan waktu mengeluarkan zakat mal (Peraturan Menteri Agama Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif, 2014): Jika memiliki emas ataupun logam mulia, maka zakat yang dikeluarkan dan nisabnya adalah 2,5% dari 85 gram emas. Dengan masa kepemilikan mencapai 1 tahun. Perak yang wajib dizakati telah mencapai 595 gram dengan persentase zakat 2,5%. Masa kepemilikan perak selama 1 tahun. Jika uang atau surat berharga yang dimiliki setara dengan 85 gram emas, maka 2,5% darinya wajib dizakati. Haul pada zakat ini adalah 1 tahun. Zakat pada aktivitas jual beli atau perniagaan, setara dengan 85 gram emas dan zakat yang dikeluarkan 2,5%. Perhitungan harta yang terkena zakat adalah selisih dari aktiva lancar dikurangi kewajiban yang harus dibayar dalam jangka pendek. Zakat yang dikeluarkan jika kepemilikan harta melapaui 1 tahun. Nisab pada zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan yaitu 653 kg gabah dengan jumlah zakat yang dikenakan 10% dari hasil panen, jika air yang digunakan adalah air hujan. Sedangkan 5% jika menggunakan irigasi atau fasilitas penyiraman tambahan. Zakat ini dikeluarkan saat musim panen tiba. Zakat peternakan yang dimaksud yaitu hewan ternak unta, sapi, kerbau, kuda, dan kambing yang dirawat di tempat pengembala umum. Zakat 1 ekor anak unta betina usia 1 tahun lebih, bagi yang memiliki 23-35 ekor unta. 1 ekor anak sapi betina, jika memiliki 30-59 ekor sapi atau kerbau. Untuk 30-59 ekor kuda yang dimiliki, zakatnya 1 ekor anak kuda betina. Sedangkan 5-9 ekor kambing, zakat yang dikeluarkan 1 ekor kambing. Dengan masa kepemilikan 1 tahun penuh. Zakat perikanan yang dikenakan meliputi hasil tangkap ikan maupun hasil dari budidaya ikan. Hasil perikanan setara 85 gram emas dan kadar zakat 2,5%. Zakat ini dikeluarkan waktu musim panen. Besar zakat yang dikeluarkan yaitu 2,5% dari hasil pertambangan yang setara dengan 85 gram emas dan dimililki dalam 1 tahun. Untuk industri bidang produksi, nisabnya setara 85 gram emas dan bidang jasa setara 653 kg gabah. 2,5% zakat yang dikeluarkan dengan haul (1 tahun). Kadar zakat pendapatan 2,5% dan nisab setara 653 kg gabah atau 524 kg beras. Ditunaikan setelah mendapat upah. 1/5 atau 20% dari harta yang diterima oleh seseorang dan wajib dikeluarkan saat harta telah diterima, tanpa adanya nisab. Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal?. Sebelum sholat idul fitri menjadi waktu yang tepat atau lebih utama untuk mengeluarkan zakat fitrah. Sedangkan untuk zakat mal yaitu setelah kekayaan yang dimiliki mencapai nisab dan haulnya, maka wajib untuk dikeluarkan. (***) Sumber : Undang-undang Pengelolaan Zakat (2011). Undang-undang Republik Indonesia No. 23. Tersedia di https://jatim.kemenag.go.id (Diakses: 13 Agustus 2025). Mifta, (2025) ‘5 Waktu Zakat fitrah, Ini yang Paling Utama Tetapi Jangan Terlewat’, MUI Digital, 31 Maret. Tersedia di: https://mui.or.id/baca/berita/5-waktu-zakat-fitrah-ini-yang-paling-utama-tetapi-jangan-terlewat (Diakses: 15 Agustus 2025). Peraturan Menteri Agama Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif (2014). Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 52, Tersedia di https://peraturan.bpk.go.id (Diakses: 22 Agustus 2025). Penulis : Zubaidatul Fitriyah Foto Ilustrasi AI Editor : Toto Budiman dan Iffah Faridatul Hasanah

Read More

Aksi Kemanusiaan: Donor Darah di Masjid Darussalam Bekerjasama dengan PMI Kabupaten Bekasi

8 Tahun Donor Darah Rutin Di Masjid Darussalam Bekasi – 1miliarsantri.net: Masjid Darussalam Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Bekasi kembali menggelar kegiatan donor darah rutin bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi. Kegiatan kemanusiaan ini diinisiasi oleh DKM Masjid Darussalam dan diikuti oleh jamaah serta warga dari lingkungan sekitar, termasuk dari wilayah Jatimulya, Rawamulya, dan sekitarnya. Partisipasi Tinggi dari Warga Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan hadirnya puluhan peserta. Berdasarkan laporan panitia, jumlah total pendaftar mencapai 53 orang, dengan rincian: Dengan demikian, tercatat 45 kantong darah berhasil terkumpul untuk mendukung kebutuhan stok darah di PMI Kabupaten Bekasi. Suasana Kegiatan Kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad (Minggu-red), 14 September 2025 berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Panitia menyediakan fasilitas yang nyaman bagi peserta, mulai dari ruang tunggu, pemeriksaan kesehatan awal, hingga proses pengambilan darah yang ditangani langsung oleh tim medis PMI. Warga tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Masjid Darussalam dan PMI Kabupaten Bekasi , karena selain berdonor darah, mereka juga dapat bersilaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Masjid Darussalam. Apresiasi Untuk Panitia dan Semua Pihak Atas suksesnya acara tersebut, pengurus DKM Masjid Darussalam menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. “Alhamdulillah, pelaksanaan donor darah berjalan lancar. Atas nama Pengurus DKM Darussalam mengucapkan terima kasih kepada semuanya tanpa terkecuali atas partisipasi & kerjasamanya, semoga Allah SWT memberkahi & meridhoi.Mohon maaf segala kekurangan-kekurangannya, demikian pernyataan resmi dari pengurus DKM Masjid Darussalam Donor darah rutin yang telah berlangsung 8 (delapan) tahun di Masjid Darussalam tidak hanya menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjadi sarana ibadah sosial yang mendatangkan pahala. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan darah yang sangat dibutuhkan oleh pasien di rumah sakit.** Penulis : Oom Komariah Editor : Thamrin Humris Foto istimewa

Read More

Kabar Gembira bagi Santri Indonesia: Gerbang Ilmu di Singapore College of Islamic Studies (SCIS) Terbuka Lebar!

Singapura – 1miliarsantri.net : Bagi para lulusan lembaga pendidikan Islam di Indonesia, khususnya dari pesantren, kabar gembira datang dari Singapura. Singapore College of Islamic Studies (SCIS) — sebuah institusi pendidikan tinggi Islam Singapura yang dirancang dengan visi jauh ke depan, kini siap menjadi mercusuar keilmuan Islam modern. Dengan dibangunnya kampus baru di kawasan Rochor yang berdampingan dengan Singapore University of Social Sciences (SUSS), kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi Islam Singapura dengan pendekatan holistik semakin nyata. Dalam pidato National Day Rally 2025, Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan: “This way, students from both institutions can better interact with one another, enriching their campus lives. SCIS and SUSS will be housed in their own buildings, which will reflect their own unique identity and purpose.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keberadaan SCIS bukan hanya sebatas menambah infrastruktur pendidikan, melainkan membangun ekosistem akademik yang inklusif, modern, dan selaras dengan kebutuhan zaman. Sumber foto: Mothership SCIS: Wujud Mimpi dan Visi Pendidikan Islam Masa Depan Pendirian SCIS merupakan puncak cita-cita komunitas Muslim Singapura: memiliki lembaga pendidikan tinggi Islam sendiri yang berdiri sejajar dengan universitas global. Selama ini, generasi muda muslim singapura banyak menempuh studi ke Mesir, Yordania, atau Timur Tengah. Kini, mereka memiliki rumah akademik yang kuat di tanah airnya, sekaligus berjejaring erat dengan pusat keilmuan dunia. SCIS didesain untuk mengintegrasikan tradisi Islam dengan konteks modern. Dengan kurikulum interdisipliner, mahasiswa bukan hanya mendalami Al-Qur’an, hadits, dan fatwa, tetapi juga ilmu sosial, hukum, psikologi, ekonomi, hingga teknologi. Model pendidikan semacam ini menegaskan bahwa Islam tidak terpisah dari realitas sosial, melainkan hadir sebagai solusi atas tantangan zaman. Peluang Kuliah Program Gelar Sarjana SCIS akan mulai menerima kohort perdana pada 2028. Program sarjana terapan selama empat tahun ditujukan untuk mencetak generasi baru Asatizah, ulama dan pendidik agama yang siap terjun ke masyarakat. Dua tahun pertama fokus pada ilmu-ilmu Islam dan sosial. Setelah itu, mahasiswa dapat memilih dua jalur besar: Menariknya, meski kursi utama ditujukan bagi siswa madrasah penuh waktu Singapura, SCIS juga membuka peluang bagi mahasiswa internasional dengan sertifikat setara. Artinya, lulusan pesantren Indonesia berpeluang besar untuk menjadi bagian dari angkatan perdana. Jalur Pascasarjana dan Pengembangan Profesional Selain sarjana, SCIS juga menghubungkan mahasiswa dengan program pascasarjana seperti Postgraduate Certificate in Islam in Contemporary Societies (PCICS) yang sudah berjalan sejak 2020. Lebih dari 350 siswa telah lulus dari program ini, yang menyeimbangkan ilmu agama dan sosial. Kemitraan internasional memperkaya jalur akademik ini. SCIS bermitra dengan Al-Azhar University, University of Jordan, National University of Singapore (NUS), hingga Dar al-Ifta al-Misriyyah. Bagi santri Indonesia, ini bukan sekadar kuliah di Singapura, melainkan pintu gerbang menuju dunia akademik global. Mengapa SCIS Pilihan Tepat bagi Santri Indonesia? Kelebihan Bagi Santri Indonesia Jika Kuliah di SCIS Selain manfaat umum di atas, ada kelebihan tambahan yang memperkuat alasan santri Indonesia memilih SCIS: Baca juga : Pesantren Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Santri Penutup: Transformasi Pendidikan Islam Masa Depan Kehadiran SCIS adalah tonggak sejarah pendidikan Islam di Asia Tenggara. Ia melambangkan transformasi dari ketergantungan eksternal ke kemandirian lokal, dari pendidikan tradisional ke pendekatan interdisipliner yang kontekstual. Bagi santri Indonesia, kesempatan ini adalah pintu emas. Dengan fondasi akademik kuat, jejaring internasional, dan fasilitas modern, SCIS siap mencetak generasi ulama, cendekiawan, dan pemimpin Muslim yang bukan hanya pakar dalam ilmu agama, tetapi juga adaptif menghadapi kompleksitas global. Sebagaimana ditegaskan PM Lawrence Wong, kampus ini akan menjadi ruang pertemuan lintas budaya, ilmu, dan iman: “This way, students from both institutions can better interact with one another, enriching their campus lives.” Kini, saatnya santri-santri terbaik Indonesia menatap Singapura — bukan sekadar sebagai tetangga dekat, tetapi sebagai gerbang menuju masa depan Islam dan Muslim yang berkelas dunia. (**) Penulis : Abdullah al-Mustofa Editor : Toto Budiman Sumber : Majlis Ugama Islam Singapura Channel News Asia The Straits Times

Read More
Etika dalam berdonasi

Mengenal Etika dalam Berdonasi: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Salah satu wujud nyata dari suatu kebaikan adalah berbagi dengan sesama. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya bagaimana sebaiknya cara memberi agar tetap tepat dan berkesan. Inilah mengapa penting untuk memahami etika dalam berdonasi. Etika menjadi panduan agar niat tulus kita benar-benar membawa manfaat tanpa menyinggung perasaan orang lain. Dengan memahami etika dalam berdonasi, kita tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan memberi. Sebelum kita masuk ke cara-cara praktisnya, mari kita pahami lebih dulu mengapa etika dalam berdonasi itu penting. Donasi merupakan perbuatan mulia, tetapi jika dilakukan tanpa memperhatikan tata krama, niat baik bisa saja kehilangan makna. Seperti menyebut-nyebut jumlah donasi atau memberi dengan cara yang menyinggung, tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penerima. Itulah sebabnya, etika dalam berdonasi hadir untuk menjaga agar kebaikan tetap berbuah kebaikan. Apa Saja Etika dalam Berdonasi yang Perlu Kita Pahami? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat banyak bentuk donasi, mulai dari uang, barang, hingga tenaga atau keahlian. Apa pun bentuknya, semuanya sama-sama bernilai. Namun, agar lebih bermakna, kita perlu mengingat bahwa donasi tidak semata soal memberi, tetapi juga bagaimana kita menjaga sikap saat memberi. Ketika kita ingin berdonasi, ada beberapa prinsip yang bisa dijadikan pegangan agar niat baik kita lebih tepat sasaran. Mari kita bahas satu per satu. Pertama, lakukanlah dengan ikhlas. Etika dalam berdonasi mengajarkan kita bahwa yang paling penting bukanlah besar kecilnya donasi, melainkan ketulusan hati saat memberi. Dengan niat yang tulus, donasi kita akan lebih terasa manfaatnya, baik bagi penerima maupun bagi diri sendiri. Kedua, jangan menyakiti hati penerima. Ini berarti kita sebaiknya tidak merendahkan, menyindir, atau menunjukkan rasa sombong saat memberi. Menghargai martabat orang lain merupakan bagian penting dari etika dalam berdonasi. Ketiga, pastikan donasi sesuai kebutuhan. Sering kali, orang memberi barang yang sudah tidak layak atau bahkan tidak bermanfaat. Padahal, etika dalam berdonasi justru mengajarkan agar kita memberikan sesuatu yang memang berguna dan sesuai kondisi penerima. Keempat, perhatikan cara menyampaikan. Memberi secara sopan dan penuh empati akan membuat penerima merasa lebih dihargai. Bahkan hal sederhana, seperti menyertakan senyum atau ucapan hangat, bisa membuat donasi menjadi lebih bermakna. Jangan memotret dengan sengaja atau mengabadikan aktivitas sedekah kita, hal ini banyak terjadi di masa ini, entah dengan tujuan pamer di media ataupun untuk mengajak orang lain ikut berbagi. Namun yang perlu kita pahami adalah bahwa fakir miskin atau penerima bantuan juga memiliki harga diri yang harus kita jaga, siapapun mereka pastinya tidak menginginkan keadaan yang seperti itu seandainya mereka boleh memilih!. Maka jangan tukar harga diri mereka hanya dengan angka dan benda yang kita salurkan. Simpan dan jaga privasilah dengan baik, jika memang membutuhkan dokumentasi coba lakukan dengan sembunyi dan jarak jauh. Dan bukankah memberi dengan sembunyi-sembunyi juga jauh lebih baik, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 271 yang berbunyi; “Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi), jika kamu menyembunyikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan” Etika dalam berdonasi tidak hanya menjadi aturan, tetapi juga cerminan diri kita sebagai manusia. Dengan mempraktikkannya, sesungguhnya kita sedang menanamkan rasa empati dan kepedulian yang lebih mendalam. Berbagi memanglah indah, tetapi akan lebih indah lagi jika dilakukan dengan cara yang tepat. Memahami etika dalam berdonasi merupakan bentuk langkah kecil namun sangat berharga dalam menjaga nilai kemanusiaan. Saat kita memberi dengan tulus, ikhlas, sopan, dan penuh penghargaan, kebaikan itu akan kembali kepada kita dalam bentuk kebahagiaan yang tak ternilai. Mari kita sama-sama menjaga etika dalam berdonasi, agar setiap langkah berbagi selalu membawa kebaikan yang utuh.(**) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto : Ilustrasi AI

Read More

Pekik Revolusi Akibat Ketidakadilan, Dalam Aksi Protes Rakyat di Parlemen Jalanan

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Pekik revolusi yang menuntut perubahan kebijakan yang lebih adil dalam beberapa pekan terakhir ini, menjadi pemandangan biasa di berbagai aksi protes rakyat di parlemen jalanan. Dengan menampilkan beragam tuntutan aksi demonstran, pada akhirnya melahirkan sikap solidaritas senasib sepenanggungan dari berbagai elemen masyarakat. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, membawa cerita duka ketidakadilan masing-masing. Namun disatukan oleh satu keresahan, yaitu keinginan untuk memperjuangkan keadilan di negeri ini. Pekik revolusi terus bergema dari orator aksi, mengingat orang-orang yang berposisi mengaku sebagai ‘wakil rakyat’, tidak memiliki sense of crisis terhadap beragam persoalan di masyarakat. Ajaran Islam selalu menekankan keadilan dalam setiap sistem pemerintahan, guna menciptakan kesejahteraan pada seluruh lapisan masyarakat. Namun bila substansi keadilan saja tidak mampu diwujudkan pemerintah, maka tidaklah heran jika keresahan menjadi kerusuhan bermunculan di berbagai tempat. Tanpa mampu diantisipasi dan dibendung dampaknya oleh pihak terkait. Ketika sebuah masalah dirasakan oleh banyak orang, biasanya akan muncul dorongan untuk menyuarakan aspirasi keberatan terhadap kebijakan publik yang berjalan. Protes lewat aksi massa menjadi salah satu cara yang dipilih untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki segera. Di sinilah pekik revolusi menjadi ‘mantra pemersatu’ dan solidaritas massa aksi di lapangan. Bayangkan sekelompok buruh yang turun ke jalan memperjuangkan hak-haknya. Ada yang datang dari kota, ada pula yang dari pelosok desa. Pekerjaan mereka berbeda, begitu juga latar belakang keluarga mereka. Namun, dalam gelaran aksi nasional semisal Hari Buruh atau MAY DAY, mereka menjelma menjadi pressure grup meneriakan pekik revolusi dalam barisan yang terorganisir. Solidaritas membuat mereka tidak lagi memikirkan kepentingan pribadi dan sekat-sekat kelompok, melainkan mewujudkan tujuan bersama. Bahkan, yang awalnya tidak saling mengenal pun bisa merasa dekat hanya karena berdiri di barisan yang sama. Solidaritas dalam aksi protes juga bukan hanya tentang berteriak di jalan menyuarakan aspirasi dan pemikiran, melainkan juga tentang saling menjaga. Ada yang membawa minuman untuk dibagikan, ada yang menolong saudara seperjuangan yang kelelahan, bahkan ada yang rela berdiri di depan untuk melindungi yang lain. Kisah Solidaritas yang Lahir dari Aksi Protes Aksi protes seringkali dianggap sebagai simbol perlawanan. Namun sesungguhnya ia adalah ruang di mana solidaritas tumbuh subur. Ketika orang-orang bersatu, mereka bisa menjadi kekuatan yang menekan pihak berwenang untuk mendengarkan suara rakyat. Berkaca dari aksi protes yang masih ramai hingga kini, melahirkan sebuah kisah mengharukan, dimana sopir ojol turun ke jalan menuntut keadilan atas hilangnya nyawa saudara seperjuangan mereka, yang terjadi dari tragedi lindas melindas. Affan Kurniawan, salah satu sopir ojol yang meninggal dunia saat bekerja mengantarkan pesanan pelanggannya, namun naas ia tertabrak kendaraan Brimob yang melaju kencang di tengah keramaian aksi protes, hingga membuat ia kehilangan nyawa. Tragedi tersebut menciptakan solidaritas dari seluruh sopir ojol. Mereka turun menyuarakan rasa kemanusiaan, Meminta kesadaran pemerintah atas arogansi dan aksi semena-mena yang dilakukan oleh aparatur negara. baca juga : https://1miliarsantri.net/berita-nasional/dpr-jawab-178-tuntutan-rakyat-enam-keputusan-diambil/ Kita bisa belajar dari kisah ini, di mana aksi protes yang dipenuhi solidaritas berhasil membawa dampak besar. Misalnya, perubahan kebijakan pemerintah, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu tertentu, hingga lahirnya gerakan yang terus hidup meski protes sudah selesai. Semua itu terjadi karena solidaritas membuat orang berani melawan rasa takut dan tidak menyerah pada keadaan. Pada akhirnya, solidaritas adalah nafas dari setiap aksi protes. Ia lahir dari rasa peduli, tumbuh dalam kebersamaan, dan mewujud dalam tindakan. Tanpa solidaritas, protes hanyalah kumpulan orang yang berteriak tanpa arah. Namun dengan solidaritas, suara yang kecil bisa menjadi gemuruh yang mengguncang perubahan.(***) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto : Ilustrasi AI

Read More