MUI Pertegas Tak Pernah Rilis Daftar Produk Pro Israel Yang Harus Diboikot

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tidak pernah merilis daftar produk Israel dan afiliasinya yang harus diboikot. Pernyataan ini menyusul informasi di internet yang menyebutkan produk-produk Israel dan afiliasinya yang jadi target boikot atas saran MUI. “Sehubungan dengan banyaknya berseliweran nama-nama produk pro Israel atau merek yang terafiliasi dengan negara tersebut, maka MUI perlu menjelaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan daftar produk dari perusahaan-perusahaan yang mendukung dan atau terafiliasi mendukung israel,” terang Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas dalam keterangannya kepada media, Jumatv(17/11/2023). Buya Anwar meluruskan bahwa MUI tidak mengeluarkan Fatwa haram untuk produk yang terafiliasi dengan Israel. Namun fatwa tersebut mengharamkan tindakan mendukung Israel ke rakyat Palestina. Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda. Ia mengatakan tidak pernah merilis daftar produk Israel dan afiliasinya yang harus diboikot seperti yang beredar di internet. Di samping itu, lanjut Miftahul, MUI juga tidak pernah mengharamkan produk-produk Israel dan afiliasinya seperti yang beredar di media sosial baru-baru ini. “MUI tidak berkompeten untuk merilis produk Israel atau yang terafiliasi ke Israel. Dan yang kita haramkan bukan produknya, tapi aktivitas dukungannya,” ungkapnya. Miftahul menekankan bahwa MUI juga tidak berhak untuk mencabut produk-produk yang sudah bersertifikasi halal. “Misalnya produk itu sudah bersertifikat halal, maka kita tidak berhak untuk mencabutnya. Karena sistem sertifikasi halal itu sudah melibatkan banyak pihak. Jadi, kita tidak pernah merilis daftar produk itu,” lanjut Miftahul Huda. Seperti diketahui, belakangan muncul di media sosial daftar produk-produk pro Israel. Masifnya informasi tersebut membuat masyarakat menyimpulkan produk-produk tersebut harus diboikot. Beberapa produk yang gencar diberitakan mendukung agresi Israel di antaranya makanan cepat saji, produk kecantikan dan kebutuhan rumah tangga, hingga makanan serta minuman. Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Muti Arintawati menegaskan, produk-produk makanan dan minuman yang sudah bersertifikat halal tetap halal dan tidak haram untuk dikonsumsi. Muti menjelaskan, bila ditinjau secara zat atau produknya, perubahan halal menjadi haram terjadi jika ada penggunaan bahan haram atau terkontaminasi dari fasilitas atau lingkungan yang menyebabkan masuknya bahan haram ke produknya. “Sepemahaman saya, fatwa MUI tidak mengharamkan produknya tapi mengharamkan perbuatan yang mendukung Israel,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Abdul Mu’ti: Jangan Hilangkan Nilai Utamanya Beribadah Dengan Memanfaatkan Teknologi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pesatnya kemajuan teknologi menuntut manusia untuk mengikuti perubahan itu. Tak hanya urusan pekerjaan saja, bahkan dalam urusan ibadah juga tidak lepas dari intervensi teknologi. Kreasi dilakukan oleh umat beragama, cara umat beragama menjalankan perintah Tuhan mengalami perubahan, dengan nilai-nilai dasar yang tetap sama. Seperti jamaah haji atau umroh yang memanfaatkan travelator untuk melakukan tawaf. Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, penggunaan travelator bagi jemaah haji untuk tawaf adalah sebuah hal yang dibolehkan. Yang tidak boleh menurutnya adalah nilai utamanya, yaitu jumlah putaran tawaf berjumlah tujuh kali itu. “Tetapi kalau enggak kuat jalan kaki kemudian juga memang secara fisik sangat lemah, ternyata kan boleh dengan duduk manis begitu, kemudian mengelilingi Ka’bah tujuh kali,” ungkap Mu’ti. Bahkan, karena memanfaatkan teknologi ada ulama yang mewacanakan ibadah haji dengan metaverse. Akan tetapi wacana itu tidak sesuai dengan ayat perintah berhaji, dan Abdul Mu’ti juga tidak setuju dengan wacana itu. Di sisi lain, penguasaan teknologi ini menurutnya juga diperlukan untuk merawat lembaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Sebab, AUM tidak boleh hanya sekadar bertahan, melainkan mengikuti segala dinamika dengan capaian yang diinginkan. “Kita tidak boleh sekadar bertahan, tetapi juga mungkin bertengger. Kalau bertahan kan sekadara bertahan saja, kalau bertengger itu mesti di atas,….. Karena itu kuncinya agar kita ini bisa bertengger tidak sekadar bertahan maka memang harus ada inovasi, kreasi,” ungkapnya. Kebaruan menurut Mu’ti, tidak harus sama sekali baru dan belum ada di tempat lain. Tetapi kebaruan tersebut menjadi baru karena dia unik, sehingga keunikan tersebut menjadi menonjol dan pembeda dengan yang lain. (Iin)

Read More

Empat Hikmah Yang Terdapat Dalam Surat Al Mulk

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setiap surat di dalam Alquran memiliki hikmah dan keistimewaan tersendiri, salah satunya adalah Surat Al Mulk. Apa saja hikmah dari surat tersebut bagi jiwa? Dilansir di About Islam, Jumat (17/11/2023), seorang dokter yang berpraktik kedokteran di Amerika yang juga memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman pengorganisasian komunitas Islam serta pendiri SALIM Life LLC, Hana Alasry, menjabarkan empat hikmah Surat Al Mulk bagi jiwa. Berikut penjabarannya. Keberkahan Surat Al-Mulk di atas membuat kita bertanya-tanya, jika Alquran akan bertindak sebagai sekutu untuk membela kita di saat-saat paling rentan, apakah kita memperlakukannya seperti sekutu? Atau apakah kita menggunakan alasan yang banyak digunakan anak muda dengan mengatakan, “Saya sibuk. Saya akan membahasnya nanti. Saya akan mencari waktu.” Hana menjabarkan pelajaran pertama dari Surat Al-Mulk bahkan sebelum seorang Muslim mulai membacanya adalah dengan memperlakukan Alquran seperti seorang teman. Habiskan waktu dengannya dan dengarkan itu berulang-ulang. Salah satu refleksi paling kuat yang pernah ia dengar tentang Alquran adalah karena Alquran merupakan wahyu dari Allah. Maka Alquran bisa dikatakan ‘hidup’. Alquran berbicara kepada orang yang beriman dengan cara yang diizinkan Allah. Surat Al-Mulk tidak terkecuali, maka ia menekankan bagi seorang Muslim untuk berteman dengannya dan biarkan ia berbicara kepada sanubari hati orang-orang beriman. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Mulk ayat 3-4, “Allazii khalaqa sab’a samaawaatin tibaaqam maa taraa fii khalqir rahmaani min tafaawutin farji’il basara hal taraa min futuur. Summar ji’il basara karrataini yanqalib ilaikal basaru khaasi’anw wa huwa hasiir.” Yang artinya, “(Dia) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? Kemudian, ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.” Jika dicermati, kata Hana, ayat tersebut memerintahkan pengulangan untuk membacanya lagi. Harga diri, kata Hana, merupakan perjuangan banyak anak muda yang dapat terbawa hingga dewasa. Hal ini terdokumentasi dengan baik dalam literatur penelitian dan siapa pun yang bekerja dengan kaum muda dapat membuktikannya secara anekdot. Lantas bagaimana kaitannya dengan ayat ini? Allah yang menciptakan langit tanpa jeda pun menciptakan manusia beserta jiwanya. Allah yang menjaga langit tetap utuh telah memberi manhsia semua yang dibutuhkan untuk tetap utuh di dunia ini. Dia telah memberi petunjuk bagi manusia berupa Alquran dan teladan Nabi Muhammad. Sayyidina Umar bin Khattab diketahui pernah berkata, “Sesungguhnya kami adalah kaum yang tercela dan Allah memuliakan kami dengan Islam. Jika kita mencari kehormatan dari sesuatu selain yang telah diberikan Allah kepada kita, niscaya Allah akan mempermalukan kita.” Dari itu dapat diketahui bahwa terdapat satu lagi pengingat indah akan harga diri, terutama ketika seseorang merasa ragu atau malu dalam melakukan tindakan seorang Muslim di depan umum. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menyembunyikan apa yang ada di hati. Entah, misalnya, seseorang berbicara secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, tapi sesungguhnya Dia pasti yang lebih mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Al Mulk ayat 13-14. Ibnu Abbas merenungkan bahwa alasan diturunkannya ayat ini adalah karena orang-orang kafir akan memfitnah Nabi dan saling mengingatkan untuk berbisik/diam. Mereka sepertinya mengabaikan bahwa Allah mendengar semuanya. Pelajaran dalam ayat-ayat ini hampir menghantui dan tidak dimaksudkan hanya untuk kaum Quraisy saja. Hikmahnya, diucapkan atau tidak, apa yang sebenarnya ada di dalam hatimu akan keluar dan diketahui. “Kami tidak dapat mengetahui apakah foto Instagram Anda yang menjadi sukarelawan diposting dengan tujuan mempromosikan diri/membual atau berbagi peluang untuk bekerja dengan baik. Tapi Allah tahu. Dan Dia akan menyingkapkan kita jika kita tidak aktif melakukan “pekerjaan hati” untuk menyucikan diri,” kata Hana. Hal ini mencakup upaya praktis seperti terus-menerus melakukan taubat, memberikan hak-Nya kepada Allah melalui sholat, menyempurnakan karakter kita melalui kata-kata yang baik dan amal, dan masih banyak lagi. Jangan terjebak dalam membuat profil tentang betapa baiknya Anda saat online. Bangunlah dalam kehidupan nyata dan ingatlah Allah mengetahui usaha atau kekurangannya. Hal ini sebagaimana firman Allah Surat Al Mulk ayat 25-26. Dalam contoh ini, Nabi ditanyai dengan nada mengejek kapan Hari Pembalasan akan terjadi. Pelajaran yang dapat dipelajari di sini ada dua. Kedua ayat ini mewakili tema umum dalam Alquran. Ini adalah perintah Allah kepada Nabi tentang apa yang harus dibalas kepada orang-orang yang memiliki niat buruk terhadap beliau dan umat Islam. Pergeseran perspektif ini penting untuk kesuksesan di dunia ini dan di akhirat. Pergeserannya adalah fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan, bukan pada apa yang tidak bisa Anda kendalikan. Baca juga :

Read More

Militer Israel Bagikan Selebaran Imbauan Agar Warga di Khan Younis Untuk Mengungsi

Gaza — 1miliarsantri.net : Angkatan Udara Israel menjatuhkan selebaran di wilayah timur Khan Younis di selatan Jalur Gaza pada Kamis (16/11/2023) malam. Informasi itu memberitahukan orang-orang untuk mengungsi ke tempat perlindungan demi keselamatan. Selebaran itu mengindikasikan Israel akan menggelar operasi militer besar-besaran di wilayah tersebut. “Demi keselamatan Anda, Anda perlu segera mengungsi dari tempat tinggal Anda dan menuju ke tempat perlindungan yang diketahui,” ungkap selebaran tersebut, yang menyebutkan lingkungan Khuzaa, Abassan, Bani Suhaila, dan Al Qarara. Selebaran serupa telah dijatuhkan sekitar dua minggu sebelumnya. Namun kali ini disusul dengan penembakan tank besar-besaran Israel di wilayah timur. “Siapapun yang berada di dekat teroris atau fasilitas mereka membahayakan nyawa mereka, dan setiap rumah yang digunakan oleh teroris akan menjadi sasaran,” kata selebaran tersebut. Khan Younis terletak di bagian selatan Jalur Gaza. Puluhan ribu orang yang mengungsi dari wilayah utara telah mencari perlindungan di sekolah-sekolah dan tenda-tenda, sehingga menyebabkan kepadatan penduduk yang parah di tengah kekurangan makanan dan air. Sebanyak dua pertiga dari 2,3 juta penduduk Jalur Gaza kehilangan tempat tinggal akibat perang dan setiap ruang yang tersedia di Khan Younis dan kota-kota selatan lainnya sudah penuh sesak. Kepala hak asasi manusia PBB mengatakan, wabah penyakit menular dan kelaparan tampaknya tidak dapat dihindari mengingat kondisi kehidupan yang mengerikan dan intensitas kerumunan orang. Israel juga menggunakan selebaran di Gaza utara untuk menekan warga sipil agar pindah dan ratusan ribu orang telah melakukannya. Sebuah pengungsian massal dikhawatirkan oleh banyak warga Palestina akan menjadi permanen. Israel bersumpah untuk menghancurkan Hamas dan melancarkan serangan udara, laut, dan darat di Gaza yang padat penduduk usai serangan tidak terduga Hamas pada 7 Oktober. Setelah itu, serangan balasan Israel membunuh lebih dari 11 ribu orang, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Israel mendapat tekanan internasional yang semakin besar untuk mengubah arah di Gaza ketika krisis kemanusiaan di wilayah kantong tersebut semakin meningkat. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Said Nursi Seorang Ulama Hebat Yang Terlahir dari Nuriyah seorang Wanita Super

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Nama besar Said Nursi sebagai ulama agung di abad ke-19 masih menggaung hingga saat ini. Salah satu karya masterpiece-nya, Risale-i Nur (Risalah Nur), bahkan menjadi rujukan dan populer di kalangan santri modern. Di balik sosok sang ulama tersebut, ada kiprah seorang wanita yang telah membesarkan dan mendidiknya dengan cara luar biasa. Dialah Nuriye atau Nuriyah, ibunda dari Said Nursi. Dalam bukunya yang berjudul Nisaul Auliya, Ibnu Watiniyah menulis, Said Nursi lahir dari rahim seorang wanita yang beradab lagi saleh. Nuriyah laksana cahaya yang melahirkan cahaya pula bagi muslimin Turki, bahkan dunia. Bukan hal sederhana bagi Nuriyah hingga mampu melahirkan dan membesarkan seorang pun berjiwa ulama. Kisah perjuangannya bahkan telah dimulai sejak masa kehamilan Nursi. Di tengah letihnya mengandung. Nuriyah (Nuriye) selalu menjaga wudhunya. Dikisahkan bahwa tak pernah sekalipun ia menginjak tanah saat hamil, kecuali dalam kondisi suci telah berwudhu. Itu hanyalah kiasan bahwa betapa Nuriyah selalu menjaga wudu dan selalu dalam kondisi suci. Jika ia berhadas atau tertidur, ia segera memperbarui wudhunya. Hal itu dilakukannya pula saat masa menyusui Nursi. Sangat terkenal kisah pengorbanannya bagaimana Nuriyah selalu menyusui putranya dalam keadaan suci. Tak pernah sekalipun ia menyusui putranya dalam keadaan batal wudhu. Hal ini dilakukannya demi menjaga kehalalan air susu yang diminum putranya. Menyusui sudah sangat merepotkan bagi seorang ibu. Namun, Nuriyah tak merasa kerepotan meski harus berwudhu sebelum menyusui putranya. Padahal, seorang bayi yang baru lahir hampir tak pernah berhenti menyusu pada ibunya. Bahkan, ketika malam sekalipun, bayi selalu meminta haknya untuk menyusu. Sungguh kerepotan dan kelelahan yang hanya dirasakan para ibu. Pun demikian dengan Nuriyah, bahkan ketika ia mewajibkan dirinya bersuci acap kali menyusui, ia-lah yang merasakan kelelahan yang berlipat. Sungguh menakjubkan apa yang dilakukan Nuriyah demi air susu berkualitas iman bagi putranya. Tak heran jika kemudian putranya itu menjadi ulama ternama, terutama di ranah tasawuf. Bahkan karena bimbingan ayah dan ibundanya, Said Nursi mendapat berbagai macam julukan keistimewaan. Salah satunya, ia dijuluki sebagai Badiuzzaman, atau Sang Keajaiban Zaman. Julukan tersebut diberikan karena kemampuannya yang mengagumkan. Pada usia tujuh tahun, Said Nursi sudah hafal Al-Qur’an. Bahkan ketika usia 15 tahun, 80 kitab klasik dihafalkannya. Dan yang membuatnya makin dikagumi, sesuai dia mengalami tajalli, bermimpi bertemu dengan Rasulullah, kemampuannya menghafal laksana mesin foto kopi. Apa yang dilihat, dalam sekian detik, ia mampu menghafalkannya, bahkan tanda bacanya sekaligus. Layaknya mesin foto kopi, hafalannya sama persis dengan yang tercetak di buku atau lainnya. Maka ketika banyak ulama mencoba menguji kemampuannya, maka semua pertanyaan yang diajukan mampu dijelaskannya dengan mudah. Karena kemampuannya yang luar biasa dan sangat ajaib, maka para ulama tersebut sepakat menjulukinya dengan nama Badiuzzaman (Sang Keajaiban Zaman). Sang ibunda pula hidup dalam ajaran tasawuf dan menghidupkannya di tengah keluarga. Pun dalam mendidik Said Nursi. Ada satu lagi kisah spesial Nuriye saat mengandung Nursi. Kala itu, ia telah memiliki firasat tentang kegemilangan putranya kelak. Suatu hari di kala perutnya buncit, Nuriye bermimpi melihat sebuah bintang keluar dari perutnya. Bintang tersebut kemudian masuk ke lautan dan menyinari perairan keseluruhan. Lautan yang luas itu menjadi bercahaya di setiap sudutnya. Ternyata, sang putra, Said Nursi, menjadi bintang yang kemudian memberikan cahaya bagi Turki. Ia yang hidup di era peralihan keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani dan kelahiran Turki modern itu menjadi orang yang paling vokal tentang dien atau din (agama). Di era terakhir kekhalifahan Turki Utsmani, ketika korupsi merajalela, Said Nursi bangkit untuk melawannya. la memiliki para murid setia yang terus mendukung gerakannya. Nursi sempat ditawari jabatan, tetapi hal itu tak membungkam pemikirannya. Perjuangannya masih berlanjut saat Kekhalifahan Turki Utsmani runtuh dan muncullah negara baru bernama Turki. Ketika sang bapak Turki melahirkan negeri Turki modern dengan melupakan bahasa Arab, Said Nursi muncul menolaknya dengan terus saja menulis karya-karya berbahasa Arab. Karena itulah, dia juga dijuluki Akhirul Fursan (Ksatria Terakhir). Karena dirinya menjadi saksi sejarah sekaligus tokoh utama di masa akhir pemerintahan Turki Utsmani dan bergantinya menjadi Turki modern. Ia pula yang gigih menentang kezaliman Mustafa Kemal Atturk, sang pemimpin Turki modern. Ketika Turki menjadi negara sekuler dan mengesampingkan Islam, Said Nursi menjadi penentang utama dan berupaya mempertahankan adanya negeri Islam di tanah Turki. Semua kiprah Nursi tersebut tak lekang dari perjuangan dan pengorbanan ibunda, Nuriyah. Ia-lah sosok di balik nama besar Said Nursi. la-lah sosok dibalik kegemilangan Said Nursi. Sejak hamil, melahirkan, menyusui hingga membesarkan Nursi, Nuriyah selalu lekat dengan agama. Maka, berhasil-lah ia dengan putranya sang pembela agama. (yus)

Read More

Kemenag Bahas Istitha’ah Keuangan Haji Bersama Beberapa ormas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama mengundang sejumlah tokoh ormas Islam untuk membahas masalah istithaah keuangan bagi jemaah haji. Hadir, perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persatuan Islam, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus. Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat, mengatakan istitha’ah keuangan (maliyah) sangat penting dalam penyelenggaraan Ibadah Haji. Menurutnya, ketidakmampuan jemaah secara finansial akan menggugurkan kewajiban ibadah hajinya. Arsad menilai hal ini perlu menjadi perhatian karena dia mensinyalir masih ada praktik dana talangan yang dilakukan lembaga keuangan dengan dalih membantu jamaah untuk bisa mendaftarkan haji. Padahal, bisa jadi jamaah yang bersangkutan tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai. Model dana talangan ini juga pada akhirnya menyebabkan daftar antrian (waiting list) haji semakin panjang. “Jangan sampai jamaah memaksakan diri melalui dana talangan padahal dia tidak mampu. Ini juga menjadi salah satu penyebab tambah panjangnya antrian jamaah haji,” tegas Arsad saat Diskusi Kajian Istitha’ah Keuangan Haji di Tangerang, Rabu (15/11/2023). Arsad menambahkan, sebagaimana kesehatan, kemampuan secara finansial juga menjadi syarat penting bagi jemaah haji. Ini perlu dirumuskan agar bisa dipahami jemaah. Sehingga bagi jemaah yang tidak mampu secara finansial tidak perlu memaksakan. Rumusan istitha’ah finansial juga penting, kata Arsad, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat komposisi yang lebih berkeadilan antara biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jemaah dan biaya haji yang bersumber dari nilai manfaat. Sebagaimana diketahui, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) terdiri dari sejumlah sumber, antara lain Bipih yang dibayar jemaah dan nilai manfaat setoran awal. BPIH 2023 misalnya, rata-rata sebesar Rp90.050.637,26. Jumlah ini terdiri atas, Bipih yang harus dibayar langsung jemaah sebesar Rp49.812.700,26 (55,3%) dan sisanya sebesar Rp40.237.937 (44,7 %) dibebankan kepada nilai manfaat. “Komposisi antara Bipih dan Nilai Manfaat harus dirumuskan secara lebih berkeadilan. Sebab, nilai manfaat setoran awal juga menjadi hak jemaah yang masih dalam antrean. Rumusan istithaah keuangan ini penting sebagai pertimbangan dalam menetapkan komposisi tersebut,” jelas Arsad. Pemerintah, kata Arsad, sangat concern terhadap rumusan komposisi pembiayaan haji yang berkeadilan ini. Penghitungan komposisi Bipih dan nilai manfaat harus mempertimbangkan aspek keadilan. Artinya, setiap jemaah haji mendapatkan bagian dari nilai manfaat setoran awalnya secara lebih berkeadilan. Hal ini akan menjaga keberlanjutan nilai manfaat yang juga menjadi hak jemaah yang masih dalam antrian. “Penghitungan komposisi BPIH harus dihitung betul dan secermat mungkin, agar dapat memberikan kemanfaatan tidak hanya buat jemaah haji yang berangkat saat ini tapi juga mereka yang akan berangkat di tahun-tahun ke depan,” urainya Arsad berharap diskusi ini memberikan sebuah perspektif Fiqh tentang Istithaah Finansial sekaligus mengkaji komposisi pembiayaan haji yang lebih berkeadilan. Diskusi Kajian Istitha’ah Keuangan Haji ini berlangsung tiga hari, 15 – 17 November 2023. Kasubdit Bimbingan Jemaah Khalilurrahman menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengkategorisasi istitha’ah dari aspek keuangan dalam rangka menjaga stabilitas nilai manfaat keuangan haji agar berkeadilan dan berkelanjutan. “Saya berharap kegiatan ini melahirkan rekomendasi untuk membuat kebijakan terkait keberlansungan nilai manfaat,” tutupnya. (wink) Baca juga :

Read More

Proses Islamisasi Bentuk Kebudayaan di Minangkabau

Jakarta — 1miliarsantri.net : Doktor ilmu sejarah Universitas Indonesia (UI), Akmal Sjafril, menjelaskan, dakwah Islam sejak berabad-abad silam sudah membentuk kebudayaan masyarakat Minangkabau. Dia membangi proses islamisasi di Minangkabau dalam empat babak. “Setiap babak tersebut memiliki kontribusi yang penting bagi terwujudnya Alam Minangkabau sebagaimana yang kita saksikan pada masa kini,” kata Akmal dalam INSISTS Saturday Forum (INSAF), dikutip Jumat (17/11/2023). Meski demikian, masuknya Islam ke Alam Minangkabau dengan sengaja tidak dimasukkan ke dalam empat babak di atas. Ada faktor hal itu tidak dimasukkan. Pertama, sulit menentukan waktu pasti kapan proses dakwah Islam menyebar di Minangkabau. Kedua, nyaris mustahil memastikan tokoh pembawa Islam untuk pertama kalinya ke wilayah itu. “Pergaulan internasional sudah merupakan kelaziman sejak dahulu, dan para pedagang dari berbagai wilayah, dari India sampai Malaka, telah memasuki wilayah Minangkabau sejak dahulu,” ujar Akmal. “Dengan demikian, dapat dipastikan tak seorang pun pemuda Minangkabau yang tidak mengenal Islam,” ujar Akmal. “Meski demikian, Kaum Paderi belum menyentuh persoalan-persoalan adat,” ucap Akmal. Setelah banyak berkenalan dengan dunia luar, para pemuda tampil mengkritisi adat Minangkabau yang belum sejalan dengan Islam, praktik keagamaan yang belum tepat, dan juga memperbaharui sistem pendidikan. “Hasilnya, Alam Minangkabau menjadi lahan subur pergerakan, dan di masa Revolusi Fisik, Sumatera Barat berhasil memberikan kontribusi yang sangat signifikan,” ungkap Akmal. “Yang signifikan dari babak ini adalah semangatnya, sebab penyesuaian adat dengan ajaran agama itu terjadi secara alamiah, tanpa didahului oleh konflik. Dengan demikian, komitmen yang telah dinyatakan di awal telah menemukan kemantapannya pada babak ini,” jelas Akmal. Maka itu, dapat dipahami alasan Minang begitu kuat membela Islam. Itu karena Minang adalah Islam; jika tak berkomitmen pada Islam, maka bukan orang Minang. Sejak dahulu, Alam Minangkabau telah menerima kenyataan bahwa agama ditempatkan di atas adat, dan adat hendaknya menyesuaikan diri dengan agama. Betapa pun orang Minang mencintai adat, semestinya lebih mencintai Islam. “Bagi orang Minang, tidaklah lazim untuk menjadikan adat sebagai sesuatu yang sakral dan tak boleh berubah, bahkan justru adat itulah yang wajib disesuaikan dengan agama, dan bukan sebaliknya. (mik) Baca juga :

Read More

Kisah Naga Yang Menjelma Menjadi Seorang Pemuda Gagah di Grobogan

Grobogan — 1miliarsantri.net : Aji Saka, raja Medang Kamulan, kerajaan di wilayah Grobogan sekarang, menyuruh anaknya untuk bertarung dengan buaya putih di laut selatan. Anak Aji Saka ini lahir dalam wujud naga dari sebuah telur. Ketika ia bertarung dangan buaya putih, laut selatan bergolak. Hal itu membuat Ratu Laut Selatan, Nyi Loro Kidul keluar dari istananya. Ia mendapati penyebab alam bergolak. Seekor nada telah bertarung dengan buaya putih dan berhasil mengalahkannya. Buaya putih adalah penjelmaan dari Dewata Cengkar, raja Medang Kamulan yang suka menyantap manusia. Setelah dikalahkan oleh Aji Saka, ia tinggal di laut selatan dalam wujud buaya putih. Nyi Loro Kidul bersyukur buaya putih telah dikalahkan oleh seekor naga yang bernama Jaka Linglung. Maka, Jaka Linglung pun dijamu di istananya. Setelah dinikahkan Nyi Blorong, barulah ia dibolehkan pulang. Setelah bisa mengalahkan buaya putih, sebenarnya Jaka Linglung masih memiliki tugas mencari istri ayahnya. Tapi Nyi Loro Kidul telah mengatakan bahwa Ny Loro Kidullah istri Aji Saka, maka ia pun segera pulang ke Medang Kamulan. Sebagai naga, seharusnya ia bisa terbang. Namun kenyataannya, ia tidak bisa terbang. Bisa jadi gara-gara ia lahir dari sebutir telur ayam. Jika ia lahir dari sebutir telur elang, pasti ia akan bisa terbang. Maka, ia pulang ke Medang Kamulan melalui alam bawah, yaitu dari dalam tanah. Risikonya, ia tidak bisa melihat terang lokasi Medang Kamulan, sehingga harus sering muncul ke permukaan tanah untuk melihat arah. Bekas kemunculannya di permukaan menjadi sumur-sumur berair asin. Sumur-sumur itu ada di banyak tempat, di setiap tempat ia muncul ke permukaan. Ada di Jono, ada di Bleduk Kuwu, dan sebagainya. Sumur-sumur itu di kemudian hari, menjadi sumber pendapatan bagi penduduk. Oleh penduduk setempat, air asin yang ada si sumur-sumur itu digunakan untuk membuat garam. Nama Jaka Linglung diberikan kepadanya karena ia seperti orang linglung saat pulang dari laut selatan. Harus selalu muncul ke permukaan bumi untuk mencari arah. Di istana, kedatangannya disambut Aji Saka. Lalu ia dihadiahi mahkota emas, sisik di badannya juga dilapis emas. Ekor, gigi, dan taringnya juga dilapis emas. Cupu astagina, yaitu air bertuah, disimpan di ekornya. Cupu astagina ini bermanfaat untuk menghidupkan kembali naga yang mati. Jaka Linglung kemudian diangkat menjadi pangeran adipati. Ia menguasai wilayah Tunggulwulung. Namun, baru setahun tinggal di Tunggulwulung, unggas dan segala binatang sudah habis dia makan. Ia pun kena hukuman dari Aji Saka. Jaka Linglung disuruh pergi ke hutan klampis untuk bertapa dengan mulut menganga. Hanya jika ada benda yang masuk ke mulutnya, ia boleh memakannya. Minum pun jika hari sedang turun hujan. Suatu hari, hujan badai menerjang Medang Kamulan. Pohon-pohon tumbang. Banjir bandang pun datang. Penduduk harus mengungsi ke istana. Namun, ternyata istana pun juga diterjang badai, sehingga penduduk diungsikan ke tempat yang lebih tinggi. Berhari-hari hujan badai tak juga reda. Rumah-rumah penduuk sudah hancur, hewan-hewan piaraan terseret banjir. Aji Saka harus meminta kepada Yang Maha Kuasa agar bencana segera diakhiri. Tidak juga reda bencana itu, hingga akhirnya datang seorang pemuda perkasa yang melesat dari angkasa. Pemuda itu lalu menghela hujan badai hingga akhirnya reda. Hari berganti hari, penduduk sudah kembali ke desa masing-masing dan memperbaiki segala hal yang rusak. Mereka mencobabangkit untuk menjalani hidup yang baru. Setelah kondisi kembali normal, Aji Saka berpikir bahwa berakhirnya bencana ini bukan karena tindakannya. Ia merasa ada kekuatan lain yang melakukannya. Suatu hari, ada yang memberi laporan kepada Aji Saka bahwa hujan badai itu berhenti setelah ada pemuda yang terbang dari langit lalu menghalau hujan badai itu. Aji Saka pun meminta pemuda itu datang di istana. Pemuda itu pun datang bersembah dan mengaku sebagai Naga Jaka Linglung anak Aji Saka yang dihukum bertapa di hutan klampis. Naga itu yang tidak bisa terbang selama menjadi naga, akhirnya bisa terbang setelah jadi pemuda tampan, pewaris tahta Kerajaan Medang Kamulan. (mud) Baca juga :

Read More

Konflik Gaza Memperlihatkan Wajah Persaudaraan, Murabith dan Syuhada

Gaza — 1miliarsantri.net : Konflik peperangan yang terjadi di Gaza menjadi wajah ‘persaudaraan muslim’ yang disebutkan dalam Surah Al-Hujurat ayat ke-10. Gaza tak hanya menjadi tanah para murabith, tapi juga menjadi saksi ribuan syuhada. Warga Gaza juga memberikan contoh terbaik dalam pengamalan Surah Al-Hasyr ayat 9, “Mereka mengutamakan (kaum muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga membutuhkan.” Adalah Muhammad Abu Rujaila, seorang pemuda yang berdiri di pinggir jalan menunggu para murabith dari utara Gaza. Dia bersama pemuda-pemuda di selatan Gaza bersiap menyambut rombongan murabith yang terdiri dari anak-anak dan perempuan beserta pemuda yang menyertai perjalanan tersebut. Abu Rujailah menyambut mereka dengan air minum, selimut, dan kebutuhan pokok. Meski kondisi Gaza selatan pun tak luput dari pengeboman, tapi mereka menyediakan kebutuhan untuk mereka yang baru datang. Al Jazeera menggambarkan mereka sebagai pahlawan yang memberikan ketenangan. Berjalan kaki 15 sampai 30 kilometer dari utara Gaza bukan perkara mudah. Letih tiada terkira, dan hanya membawa pakaian di badan dan perkebakalan seadanya. Tapi, mereka disambut bak saudara saat tiba di tujuan. Muhammad al-Kafarna, seorang ayah yang mengantar keluarga besarnya ke Gaza selatan untuk mengungsi. Dia harus menempu perjalanan 20 kilometer dari Beit Hanoun, Gaza utara menuju lokasi penyintas di sebuah sekolah di Kota Rafah, Gaza selatan. Dia berangkat tanpa air, makanan, dan alat tidur. Di perjalanan, tank-tank militer Israel dan penembak jitu menjadi teror. Pesawat tempur seperti capung beterbangan. Dia tak bisa mengingkari rasa penat dan rasa takut. Namun, semua perasaan itu hilang saat melihat sambutan hangat dari sesama murabith di Gaza selatan. “Saudara-suadara kami di selatan, yang meringankan penderitaan. Kita semua adalah keluarga dan penderitaan kita sama,” kenangnya. Ummu Mustafa Shabir bersama sembilan anggota keluarga memutuskan berangkat ke Kota Rafah. Awalnya, dia tak bisa membayangkan jika harus bergabung bersama para penyintas di pusat pengungsian UNRWA. Suami Ummu Mustafa menderita atrofi otak sehingga membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas. Dia juga harus merawat tujuh putri dan dua putra. Namun apa yang terjadi? seorang ‘pahlawan’ menawarkan untuk tinggal di apartemennya. Tak sampai di situ, semua kebutuhan Ummu Mustafa terpenuhi. Dia mendapatkan air minum dan perlengkapan tidur. Dia menggambarkan situasi itu dengan satu kata “persaudaraan”. “Mereka memperlakukan kami seolah-olah kami adalah keluarga, dan kami tidak merasa terasing dari mereka,” ujarnya. (bal/AZ) Baca juga :

Read More

Bupati Sidoarjo Mengajak Para Santri Terus Berkontribusi Jihad Melawan Kebodohan

Sidoarjo — 1miliarsantri.net : Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengajak para santri terus berkontribusi dalam hal yang positif untuk agama, negeri, dan bangsa, salah satunya dengan cara jihad melawan kebodohan. “Melalui tema Hari Santri Tahun 2023, yaitu Jihad Santri Jayakan Negeri menjadikan para santri dan kita semua untuk berjuang membangun bangsa, serta bergerak melawan kebodohan, ketidakadilan, kemiskinan, dan semua bentuk ketidaksetaraan. Mari bersama-sama menjayakan negeri membawa perubahan positif yang berkelanjutan,” imbaunya saat membuka acara Carnaval Santri Nusantara di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo, Ahad (12/11/2023). Gus Muhdlor sapaan akrab bupati Sidoarjo mengatakan santri lebih sadar dalam beragama, bernegara, berbangsa dan bermasyarakat. “Peran santri ini sangatlah penting, apalagi Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah santri yang banyak saya yakin dengan kontribusinya maka Kabupaten Sidoarjo dapat mewujudkan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur (sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya),” sambungnya. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo Zainal Abidin mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah kepada santri yang ada di Kabupaten Sidoarjo. “Saat ini, melalui hari santri tahun 2023 peran Pemerintah sangatlah penting dalam mendukung para santri di Kabupaten Sidoarjo, kami (santri) akan terus bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk pembangunan Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik,” terangnya. Acara puncak Hari Santri Tahun 2023 yang diadakan oleh PCNU Kabupaten Sidoarjo ini, dikemas “Carnaval Santri Nusantara Javin On The Road”. Kontingen karnaval terdiri dari perwakilan majelis cabang NU yang tersebar di 18 Kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Dalam acara tersebut, seluruh kontingen pawai dengan jalan kaki menggunakan busana muslim nuansa putih untuk santriwati, sedangkan untuk santri menggunakan baju koko putih dan sarung. (har) Baca juga :

Read More