Empat Hikmah Yang Terdapat Dalam Surat Al Mulk
Surabaya — 1miliarsantri.net : Setiap surat di dalam Alquran memiliki hikmah dan keistimewaan tersendiri, salah satunya adalah Surat Al Mulk. Apa saja hikmah dari surat tersebut bagi jiwa?
Dilansir di About Islam, Jumat (17/11/2023), seorang dokter yang berpraktik kedokteran di Amerika yang juga memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman pengorganisasian komunitas Islam serta pendiri SALIM Life LLC, Hana Alasry, menjabarkan empat hikmah Surat Al Mulk bagi jiwa. Berikut penjabarannya.
- Surat Al-Mulk adalah sekutu bagi orang yang beriman
Keberkahan Surat Al-Mulk di atas membuat kita bertanya-tanya, jika Alquran akan bertindak sebagai sekutu untuk membela kita di saat-saat paling rentan, apakah kita memperlakukannya seperti sekutu? Atau apakah kita menggunakan alasan yang banyak digunakan anak muda dengan mengatakan, “Saya sibuk. Saya akan membahasnya nanti. Saya akan mencari waktu.”
Hana menjabarkan pelajaran pertama dari Surat Al-Mulk bahkan sebelum seorang Muslim mulai membacanya adalah dengan memperlakukan Alquran seperti seorang teman. Habiskan waktu dengannya dan dengarkan itu berulang-ulang.
Salah satu refleksi paling kuat yang pernah ia dengar tentang Alquran adalah karena Alquran merupakan wahyu dari Allah. Maka Alquran bisa dikatakan ‘hidup’.
Alquran berbicara kepada orang yang beriman dengan cara yang diizinkan Allah. Surat Al-Mulk tidak terkecuali, maka ia menekankan bagi seorang Muslim untuk berteman dengannya dan biarkan ia berbicara kepada sanubari hati orang-orang beriman.
- Allah menciptakan makhluk-Nya dengan utuh
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Mulk ayat 3-4, “Allazii khalaqa sab’a samaawaatin tibaaqam maa taraa fii khalqir rahmaani min tafaawutin farji’il basara hal taraa min futuur. Summar ji’il basara karrataini yanqalib ilaikal basaru khaasi’anw wa huwa hasiir.”
Yang artinya, “(Dia) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
Kemudian, ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.”
Jika dicermati, kata Hana, ayat tersebut memerintahkan pengulangan untuk membacanya lagi. Harga diri, kata Hana, merupakan perjuangan banyak anak muda yang dapat terbawa hingga dewasa. Hal ini terdokumentasi dengan baik dalam literatur penelitian dan siapa pun yang bekerja dengan kaum muda dapat membuktikannya secara anekdot.
Lantas bagaimana kaitannya dengan ayat ini? Allah yang menciptakan langit tanpa jeda pun menciptakan manusia beserta jiwanya. Allah yang menjaga langit tetap utuh telah memberi manhsia semua yang dibutuhkan untuk tetap utuh di dunia ini.
Dia telah memberi petunjuk bagi manusia berupa Alquran dan teladan Nabi Muhammad. Sayyidina Umar bin Khattab diketahui pernah berkata, “Sesungguhnya kami adalah kaum yang tercela dan Allah memuliakan kami dengan Islam. Jika kita mencari kehormatan dari sesuatu selain yang telah diberikan Allah kepada kita, niscaya Allah akan mempermalukan kita.”
Dari itu dapat diketahui bahwa terdapat satu lagi pengingat indah akan harga diri, terutama ketika seseorang merasa ragu atau malu dalam melakukan tindakan seorang Muslim di depan umum.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


