Sejarah Ibnu Abu Ushaibiah, Seorang Dokter dan juga Menjadi Pionir Dalam Pengembangan Ilmu Oftalmologi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam kilas balik sejarah Islam, terdapat sosok yang menonjol sebagai dokter muslim spesialis mata di abad ke-13. Dia adalah Ibnu Abu Ushaibiah. Beliau tidak hanya memimpin dalam bidang medis pada zamannya, tetapi juga menjadi pionir dalam pengembangan ilmu oftalmologi. Kiprah Ibnu Abu Ushaibiah sebagai spesialis mata mencerminkan kontribusi luar biasa dari dunia Islam dalam menggali pengetahuan kesehatan, khususnya dalam merawat dan memahami kompleksitas masalah mata. Mengutip buku 147 Ilmuan Terkemuka Dalam Sejarah Islam karya Muhammad Gharib Gaudah, Ibnu Abu Ushaibiah nama lengkapnya adalah Abu Abbas Ahmad bin Qasim bin Khalifah bin Yunus Al-Khazraji. Dia dikenal dengan nama Ibnu Abu Ushaibiah. Ibnu Abu Ushaibiah dilahirkan di Damaskus sekitar tahun 596 Hijriyah atau sekitar tahun 1200 Masehi, dan wafat di Sharkhand (Khan Shaykhun), Suriah pada 668 Hijriyah. Ibnu Abu Ushaibiah belajar kedokteran kepada bapaknya, Abu Hasan Al-Qasim As-Sa’di yang pernah menjabat sebagai kepala spesialis dokter mata di Rumah Sakit An-Nuri Suriah. Ibnu Abu Ushaibiah juga belajar dari Muhdzibuddin Ad-Dakhwar dan ilmuwan lainnya. Sumber sejarah lain menyebutkan bahwa, Bimaristan Al Nuri Damaskus adalah rumah sakit tertua pertama yang didirikan di kawasan Damaskus, Suriah. Bangunan utamanya didirikan pada tahun 1154 Masehi pada masa Sultan Zangid Nuruddin Mahmud bin Zangi. Ibnu Abu Ushaibiah menggeluti spesialis mata di rumah sakit An-Nuri di Suriah dan An-Nashiri di Kairo. Pada akhir karirnya sebagai dokter dia menjabat sebagai dokter pribadi pangeran Sharkhand. Ibnu Abu Ushaibiah telah menulis beberapa buku, di antaranya At Tajarub Wa Al-Fawaid, Hikayat Al-Athibba Fi’Ilajat Al-Adwa, dan lshabat Al-Munajjimin. Buku-buku tersebut berisikan kesaksian dan hal-hal langka dalam dunia kedokteran yang disadur dari pengalamannya sebagai dokter. Buku Ibnu Abu Ushaibiah yang paling penting dan berharga dalam sejarah dan ilmu kedokteran peradaban Islam adalah buku yang berjudul Uyun Al-Anba’ Fi Thabaqat Al-Athibba. Buku ini merupakan sebuah buku ensiklopedi para ilmuwan yang berisikan biografi empat ratus orang ilmuwan dan dokter Islam dan Barat terkenal. Buku tersebut rampung ditulis oleh Ibnu Abu Ushaibiah pada tahun 640 Hijriyah. Akan tetapi, dia tetap mengadakan perbaikan dan penambahan pada cetakan-cetakan berikutnya. Sehingga buku tersebut memuat banyak biografi para ilmuwan dan dokter. Penambahan dan perbaikan tersebut berakhir setahun sebelum Ibnu Abu Ushaibiah wafat. Di antara kelebihan buku itu adalah penyajian dan pemaparan yang sangat jelas tentang suasana dan kondisi kehidupan ilmiah dan sosial pada abad kejayaan Islam. (yan) Baca juga :

Read More

Santri Ponpes Al Wutsqo Depok Dapat Penyuluhan Kesehatan Terkait Penyakit Kulit yang Sering Menimpa Santri Pesantren

Depok — 1miliarsantri.net : Pesantren dengan konsep asrama merupakan lingkungan yang padat sehingga memiliki potensi penyebaran penyakit menular, seperti skabies atau kudis. Jika terjangkit, kondisi sangat gatal dan menular pada kulit. Penyakit skabies disebabkan oleh tungau kecil di dalam kulit. Kudis menular dan cepat menyebar melalui kontak fisik dekat dalam keluarga, sekolah, atau pasantren. Penyakit ini salah satunya disebabkan gigitan tungau atau kutu busuk. Tungau atau kutu busuk adalah serangga yang sangat kecil yang seringkali ada di tempat tidur atau kasur. Gigitannya tidak hanya bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit, tapi juga berisiko menyebabkan infeksi kulit dan reaksi alergi yang serius. Ciri-ciri gigitan tungau adalah rasa gatal, perih, hingga iritasi kulit. Pencegahan penyakit ini salah satunya dapat dilakukan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk itu, Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Kedokteran (FK) melakukan kegiatan penyuluhan PHBS sekaligus pemeriksaan kesehatan kepada para santri dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Wutsqo, Depok, Jawa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) FKUI ini diketuai oleh Sasanthy Kusumaningtyas, S.Si, M.Biomed yang merupakan Ketua Departemen Anatomi FKUI. Kegiatan tersebut melibatkan dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa FKUI. Dosen terdiri atas dr Isabella Kurnia Liem, Deswaty Furqonita, M.Biomed dan drg Haamid Hasan Haikal. Tendik meliputi Dini Fitriyanti, M.Si, Aldila Amini Nasrul, S.Si, Amaliatu Rosyidah, S.K.M dan Rafika Bunga Sofia Aruan, S.K.M. Sementara, mahasiswa terdiri dari Firda Asma’ul Husna, M.Biomed dan Milya Urfa Ahmad, S.Si. Menurut Sasanthy, upaya peningkatan PHBS di lingkungan pesantren tidak bisa dilakukan hanya dengan satu kali penyuluhan, tetapi harus berkesinambungan. Hal itu dimaksudkan agar permasalahan kesehatan yang mengancam atau sedang dihadapi para santri dapat ditanggulangi. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan dilaksanakan secara berkelanjutan sejak bulan Agustus hingga November 2023. “Pada bulan Agustus, Tim Pengabdi melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pertama. Lalu, di bulan September, kami kembali melakukan penyuluhan yang disertai dengan pemantauan perkembangan program dan pembentukan kader kesehatan. Hingga akhir November, kami melakukan penyuluhan sekaligus evaluasi dan pemeriksaan kesehatan kepada para santri,” terang Sasanthy dalam siaran pers yang diterima 1miliarsantri.net, Rabu (20/12/2023). Dari hasil evaluasi program tersebut, ditemukan adanya penurunan 66,7% kasus skabies atau kudis dan 72,7% kasus kutu rambut pada santri perempuan jika dibandingkan dengan angka awal. Namun, meski terdapat kemajuan, tim mengaku kesulitan untuk mencapai penurunan 100%. Hal tersebut karena beberapa faktor, antara lain masih kurangnya kesadaran akan PHBS, faktor kebiasaan, dan faktor fasilitas. Salah seorang anggota Tim Pengabdi, Deswaty, mengatakan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga PHBS di lingkungan pesantren perlu ditingkatkan guna mencegah penyebaran penyakit. Menjaga PHBS bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, seperti mandi dua kali sehari dengan sabun, mengganti pakaian setiap hari, menjemur handuk setelah dipakai, dan tidak meminjam barang pribadi seperti sisir. “Selain itu, para santri sebaiknya tidur di kasur terpisah. Ventilasi dan sinar matahari di ruangan juga harus diperhatikan. Para santri perlu menjaga kebersihan asrama dan lingkungan demi mencegah penyakit menular,” jelasnya. Atas pelaksanaan kegiatan tersebut, perwakilan dari Ponpes Al Wutsqo Depok, Topik Muntaka, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Tim UI yang berkolaborasi dengan Ponoes Al Wutsqo Depok dalam mencegah infeksi skabies atau kudis. “Berkat program ini, anak-anak yang sebelumnya merasakan gatal-gatal mendapatkan obat secara gratis, termasuk obat kutu dan obat kulit. Kami juga menghargai bantuan sembako yang diberikan. Semoga kerja sama Al-Wutsqo dengan UI tidak berhenti sampai di sini,” ucapnya. Kegiatan pengmas ini didukung oleh dana hibah dari Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) UI tahun 2023, nomor: 84/UN2.PPM/HKP.05.00/2023, serta dukungan dari JT Clinic. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan santri di Kota Depok tentang PHBS dapat meningkat, sehingga para santri mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren. (dik) Baca juga :

Read More

Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika dan Amerika Latin (KMBAAA) Digelar di Bandung

Bandung — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (kemenag) menggelar kegiatan Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika dan Amerika Latin (KMBAAA) di Bandung, 20 – 22 Desember 2023. Acara tersebut dibuka Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki. Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki saat membuka acara mengatakan KMBAAA menjadi tonggak penting dalam penguatan moderasi beragama. Selain ajang konferensi akademik, KMBAAA ini sekaligus menjadi pengingat spirit solidaritas bangsa Asia Afrika dan Amerika Latin. “KMBAAA menjadi ikhtiar Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama di level global sekaligus ikut mengupayakan perdamaian dunia di tengah konflik yang terus terjadi di sejumlah negara,” ungkap Wamenag dihadapan media di Bandung, Rabu (20/12/2023). Wamenag menambahkan, KMBAAA menjadi forum strategis internasionalisasi moderasi beragama di kawasan Asia Afrika dan Amerika Latin. Hal ini merupakan salah satu implementasi Perpres No 58 tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Penguatan moderasi beragama, kata Wamenag, diharapkan dapat menjadi solusi global dalam upaya perdamaian dunia. Oleh karena itu, Kemenag mendorong moderasi beragama sebagai gerakan wawasan global untuk mengatasi konflik yang masih terjadi. Wamenag yakin, moderasi beragama dapat menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai, dan toleran di wilayah Asia Afrika dan Amerika Latin. “Semoga dengan terselenggaranya KMBAAA dapat memperkuat dan menumbuhkan literasi dalam spirit solidaritas kehidupan yang damai. Pola pikir tersebut perlu ditumbuhkan kembali guna meraih berbagai harapan ke depan,” tuturnya. Hal senada disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Menurutnya, konflik antarmanusia tidak boleh karena mengancam masa depan umat manusia. “Kita perlu merespons eskalasi konflik yang terjadi di dunia. Sebab jika terus dibiarkan akan berakibat kehancuran total dari peradaban manusia dan global,” urai Gus Yahya. Ketum PBNU mengajak para tokoh dunia untuk bersuara lantang agar secara signifikan dapat mengingatkan dunia tentang konsensus penting yang telah dicapai, yaitu Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Kita tidak bisa menunggu momen. Kita harus terus menyuarakan perdamaian dunia. Dengan inspirasi dari Presiden Soekarno bersama rekan-rekannya pada tahun 1955, kami memiliki ide dan niat untuk menciptakan kembali sejarah tersebut. Bahkan berbuat lebih banyak dengan mewujudkan cita-cita Presiden Soekarno untuk mengadakan konferensi Asia, Afrika, dan Amerika Latin di masa depan,” ungkapnya. Dia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat kerja sama demi masa depan umat manusia, demi anak cucu, dan demi masa depan peradaban manusia. Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Balitbang Diklat) Kementerian Agama Republik Indonesia melihat konteks global saat ini sebagai momentum untuk menyerukan negara-negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan benua lainnya agar menghentikan eskalasi konflik dan menciptakan perdamaian bagi semua. Bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Balitbang Diklat Kemenag menggelar KMBAAA. Kepala Balitbang Diklat Kemenag Suyitno menjelaskan, KMBAAA mengangkat tema Religion And Humanity. KMBAAA digelar dengan mengambil spirit Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. KMB-AAA ini dimaksudkan menjadi forum strategis dan berdampak bagi para pemimpin negara di Asia-Afrika dan Amerika Latin untuk bersatu menyuarakan dan mengupayakan penguatan peran PBB dalam menciptakan perdamaian abadi bagi seluruh dunia. “KMB-AAA ini menjadi preliminary event untuk sebuah perhelatan yang lebih besar di tahun 2024, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika dan Amerika Latin. Sebagai pre-conference event, KMB-AAA pada tahun ini bermaksud mengundang enam negara anggota PBB yang berasal dari Global South, yaitu Brazil, Mexico, Mesir, Saudi Arabia, dan Afrika Selatan. KMBAAA juga sekaligus merencanakan konferensi yang lebih besar di tahun 2024 terkait Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika dan Amerika Latin,” pungkasnya. (den) Baca juga :

Read More

Israel Direpotkan Serangan dari Lebanon, Yaman dan Suriah

Beirut — 1miliarsantri.net : Israel terus mendapatkan serangan-serangan dan ancaman dari negara-negara di sekitarnya. Roket-roket dari Suriah dan Lebanon serta pencegatan kapal di Yaman terus memberikan tekanan pada Israel untuk mengehntikan genosidanya di Jalur gaza. Kelompok Hizbullah di Lebanon pada Senin (18/12/2023) menyerang dua baterai Iron Dome Israel di pemukiman Israel utara “Kabri” dekat daerah perbatasan Israel-Lebanon. Iron Dome adalah sistem rudal pertahanan udara bergerak yang dirancang untuk mencegat rudal jarak pendek dan peluru artileri oleh Rafael, sebuah perusahaan sistem pertahanan canggih. Koresponden Almayadeen di Lebanon selatan melaporkan melihat proyektil diluncurkan dari Lebanon menuju hulu al-Jalil di seberang sektor tengah di wilayah utara Palestina yang diduduki. Selanjutnya, sirine terdengar di pemukiman “Dishon”, al-Malikiya, “Yiftah”, dan “Ramot Naftali”. Walikota pemukiman Israel utara Kiryat Shmona, Avichai Stern, sebelumnya mengkritik cara pemerintah pendudukan Israel menghadapi situasi yang semakin memburuk di wilayah perbatasan Lebanon dengan serangan harian dari Hizbullah. “Kami diserang setiap hari dan kami terus mencatat korban luka setiap hari. Kemarin, seorang tentara di brigade cadangan tewas; kami mencatat korban luka dan korban jiwa setiap hari,” ujar Stern kepada berita Israel Channel 13, kemarin. Terkait serangan-serangan itu, pasukan penjajah Israel (IDF) telah mengembangkan rencana untuk menyerang Lebanon dengan tujuan untuk memukul mundur Hizbullah. Media the Times dan Newsweek melaporkan rencana itu berdasar informasi yang diberikan oleh juru bicara militer Israel, juru bicara Jonathan Conricus. Israel khawatir Hizbullah berpotensi melancarkan serangan seperti yang dilakukan pejuang-pejuang dari Gaza pada 7 Oktober di utara Israel, menurut seorang perwira militer senior Israel yang berbicara dengan the Times. “Tentara Israel telah menyetujui rencana dan menetapkan jadwal kesiapan,” klaim Conricus, menurut surat kabar tersebut. Sementara, kelompok Houthi Yaman telah menyerang dua lagi kapal dagang di Laut Merah dengan drone angkatan laut pada Senin (18/12/2023). Kelompok tersebut telah mengkonfirmasi. Ini adalah gelombang serangan terbaru guna mendesak disudahinya serangan militer Israel di Gaza. Menurut Reuters, juru bicara Houthi Yahya Sarea mengidentifikasi kapal-kapal itu sebagai MSC Clara dan Swan Atlantic milik Norwegia. Dia mengatakan, serangan tersebut dilakukan setelah kru kapal gagal menanggapi panggilan dari kelompok tersebut. Pemilik Swan Atlantic mengatakan kapalnya dihantam benda tak dikenal, namun tidak ada awak kapal yang terluka. MSC Clara adalah kapal berbendera Panama, menurut data LSEG. Rincian serangan terhadap kapal tersebut belum diketahui. Kelompok Houthi mengatakan bahwa mereka telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah yang mempunyai hubungan dengan Israel sebagai protes atas serangan militer mereka terhadap warga Palestina di Gaza, dan telah memperingatkan agar tidak berlayar ke wilayah tersebut. Serangan-serangan tersebut telah memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap jalur minyak, biji-bijian dan barang-barang lainnya yang merupakan jalur perdagangan global yang penting, dan telah meningkatkan biaya asuransi dan pengiriman barang melalui Laut Merah. Segera setelah serangan terbaru, pasar asuransi London memperluas wilayah di Laut Merah yang dianggap berisiko tinggi. Perusahaan Transportasi Laut Yang Ming Taiwan mengatakan akan mengalihkan semua kapalnya melalui Tanjung Harapan yang akan berlayar melalui Laut Merah atau Teluk Aden selama dua minggu ke depan. Kelompok kapal tanker minyak Frontline yang berbasis di Norwegia mengatakan kapal-kapalnya juga akan mulai menghindari jalur yang melalui rute yang sama. “Premi asuransi risiko perang meningkat secara alami, namun ketika kapal-kapal dialihkan ke seluruh Afrika, pasokan pengiriman akan menjadi lebih ketat karena kargo melakukan perjalanan lebih lama,” kata CEO Lars Barstad kepada Reuters. “Hal ini akan menempatkan suku bunga di bawah tekanan yang kuat.” Terkait serangan-serangan dari Yaman, Amerika Serikat (AS) mengumumkan peluncuran kekuatan perlindungan maritim yang diperluas yang melibatkan negara-negara Arab. Pasukan tersebut dinamai Operation Prosperity Guardian, diumumkan oleh Menteri Pertahanan Lloyd Austin ketika dia mengunjungi Timur Tengah. Sama seperti Satuan Tugas 153 yang sudah beroperasi di Bahrain, pasukan perlindungan yang lebih besar ini dirancang untuk memberikan jaminan kepada perusahaan pelayaran komersial bahwa serangan Houthi akan dapat dicegah, dan bahwa laut tetap aman untuk pelayaran komersial. “Ini adalah tantangan internasional yang menuntut tindakan kolektif,” ujar Menteri Pertahanan Lloyd Austin dalam pernyataan yang dirilis Selasa tengah malam di Bahrain. Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol akan bergabung dengan AS dalam misi baru ini, Austin mengumumkan. Beberapa negara akan melakukan patroli bersama sementara yang lain memberikan dukungan intelijen di wilayah selatan Laut Merah dan Teluk Aden. Tentara Israel pada Senin juga mengatakan pihaknya menyerang sebuah pos militer tentara rezim Suriah sebagai tanggapan atas proyektil yang ditembakkan dari wilayah Suriah. Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel melaporkan bahwa artileri mereka telah menembaki sumber api di Suriah dan juga menyerang sebuah pos milik militer Suriah. Pernyataan itu lebih lanjut mengatakan bahwa sirene roket yang masuk diaktifkan di wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Suriah karena penembakan roket tersebut. Rezim Suriah belum mengomentari insiden tersebut. Sejak 7 Oktober, beberapa kelompok bersenjata di Suriah menembakkan roket ke wilayah Israel. Israel telah membombardir Jalur Gaza dari udara dan darat, melakukan pengepungan, dan melancarkan serangan darat sebagai pembalasan atas serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober. Setidaknya 19.453 warga Palestina syahid dan 52.286 lainnya terluka dalam serangan gencar Israel, menurut otoritas kesehatan Gaza. (mat) Baca juga :

Read More

Disaat Ditimpa Musibah dan Posisi Sulit, Rasulullah Kerap Berdzikir Yaa Hayyu Yaa Qayyum

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masalah merupakan persoalan hidup yang harus dilewati oleh setiap manusia, tidak terkecuali umat Muslim. Masalah-masalah inilah yang membuat seseorang terus berproses menjadi lebih dewasa. Tingkatan kesulitannya tentu saja berbeda-beda, begitu juga cara mereka menyelesaikannya. Tetapi bagi seorang Muslim, Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk tidak lepas dari dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum saat menghadapi cobaan yang amat sulit tersebut. Dzikir ini dipanjatkan Rasulullah ketika beliau sedang mengalami kesulitan. Melalui dzikir ini, Allah kemudian memberikan kemudahan atas kesulitan tersebut. Ya Hayyu Ya Qayyum sendiri merupakan nama-nama Allah yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna. Al-Hayyu berarti Yang Maha Hidup dan al-Qayyum berarti Yang Maha Mandiri. Dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-Syafi dan dinukil oleh Abdul Syukur Al Azizi dalam bukunya Hati Bahagia Rizki tak Terhingga, Ya Hayyu Ya Qayyum juga dikenal sebagai Ismul a’dzham atau Ismullahil a’dzham. Ismul a’dzham atau Ismullahil a’dzham adalah nama Allah Yang Paling Agung yang ada di dalam Alquran. Nama-nama ini, jika digunakan untuk berdoa maka doa orang tersebut akan dikabulkan oleh Allah Swt dengan segera. Penggunaan doa ini juga telah banyak diamalkan oleh orang-orang shalih dan para wali Allah Swt sejak zaman dahulu, sebelum masa Rasulullah Saw hingga sekarang. Rasulullah Saw bersabda: “Ismullah al-A’dzham yang jika digunakan untuk berdoa, maka Allah Swt akan mengabulkan doanya, (yakni) yang terdapat dalam tiga surat Alquran, yaitu al-Baqarah, Ali Imran, dan Thaahaa.” (HR. Ibnu Majah, Hakim dan Thabrani). Ibnul Qayyim al-Jauziyah, menyebutkan, bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah Saw dalam hadits tersebut, menurut Al-Qasim adalah ya Hayyu ya Qayyum, yang terdapat dalam al-Baqarah ayat 255, Ali Imran ayat 2, dan Thaahaa ayat 111. Dalam hadits lain juga dikisahkan bahwa Rasulullah Saw bertanya kepada Abu Mundzir. Beliau bertanya, “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat Alquran yang menurutmu paling agung?” “Allah dan rasul-Nya lebih tahu,” jawab Abu Mundzir. Kemudian, Rasulullah Saw. kembali bertanya, “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat Alquran yang menurutmu paling agung?” Abu Mundzir menjawab, “Yaitu ayat, ‘Dia-lah Allah, Tiada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri (al-Hayyu, al-Qayyum).” Mendengar jawaban itu, Rasulullah Saw. menepuk dada Abu Mundzir seraya bersabda, “Demi Allah, sungguh dalam ilmumu, wahai Abu Mundzir!” Dalam riwayat lain, dikisahkan bahwa Nabi Isa As membaca al-Hayyu, al-Qayyum ketika menghidupkan orang yang telah mati. Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa ketika Nabi Musa As. membelah Laut Merah saat dikejar oleh Fir’aun dan pasukannya, ia membaca Ahiyyan ya Hayy, Syarahiyyan ya Qayyum. Sementara itu, Sayyidina Ali Ra. meriwayatkan ketika terjadi Perang Badar, Rasulullah Saw bersujud memohon kepada Allah Swt agar memperoleh kemenangan sambil membaca ya Hayyu ya Qayyum. Keutamaan ya Hayyu ya Qayyum juga dinyatakan oleh Imam Ghazali. Menurutnya, orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan Asmaul Husna ini, kata-kata dan perilakunya akan dipatuhi, mendapatkan rezeki dan kebijaksanaan, dijauhkan dari kesedihan, serta dilindungi dari berbagai bencana, seperti gempa bumi, banjir, kemalangan, tenggelam ketika pelayaran di laut, anak-anak tidak menurut nasihat orang tua, masalah bisnis, dan lain sebagainya. Keutamaan yang luar biasa dari ya Hayyu ya Qayyum juga dinyatakan dalam Tafsir Misbah. Pernyataan Quraish Shihab dalam tafsirnya ini seperti meneguhkan energi magis dua nama Allah Swt yang agung itu. Dalam Tafsir Misbah disebutkan bahwa tatkala membaca Ayat Kursi, seseorang akan menyerahkan jiwa dan raganya kepada Allah Swt. Kepada-Nya, ia akan meminta perlindungan. Dan saat itu, bisa jadi bisikan iblis melintas di dalam benaknya dan berkata, “Yang dimohonkan pertolongan dan perlindungan itu memang dulu pernah ada, tetapi kini telah mati”. Maka, penggalan ayat berikutnya yang meyakinkan ihwal kekeliruan bisikan makhluk terkutuk itu, yakni ayat yang berbunyi al-Hayyu (Yang Maha Hidup dengan kehidupan yang kekal). Namun, imbuh Quraish, si iblis belum tentu menyerah begitu saja, ia bisa datang lagi guna menerbitkan waham dan prasangka, seraya berkata, “Memang Dia hidup kekal, tetapi Dia pusing dengan urusan manusia, apalagi si pemohon”. Pada titik krusial itulah, sepenggal ayat yang berbunyi Qayyum (Sang Maha yang senantiasa menjaga makhluk-Nya) menampik bisikan dusta iblis itu. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa pada dua nama asma Allah Swt itu, tersimpan cadangan asa yang menggeliat dahsyat. Ya Hayyu dan ya Qayyum benar-benar serupa oase yang mampu memberikan spirit hidup bagi seseorang. Ya Hayyu ya Qayyum benar-benar dapat memberi kehidupan baru bagi seseorang. (yat) Baca juga :

Read More

Menag Yaqut Bertemu Menhaj Saudi Bahas Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024

Jeddah — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah di Jeddah pada Ahad (17/12/2023) waktu setempat. Keduanya membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. “Saya telah bertemu sahabat saya, Menteri Haji dan Umrah Saudi Taufiq F Al Rabiah. Saya menyampaikan terima kasih atas kuota jamaah haji Indonesia yang telah diberikan sejumlah 221 ribu dan tambahan 20 ribu kuota jamaah haji Indonesia sehingga total kuota jamaah haji Indonesia tahun 1445 H/2024 M menjadi 241 ribu jamaah,” tutur Menag dalam siaran pers nya, Selasa (19/12/2023). Dalam pertemuan tersebut, Yaqut didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Konjen RI di Jeddah Yusron Bahauddin Ambari, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. Menag Yaqut juga menyampaikan terima kasih atas adanya penambahan alokasi kuota petugas haji 2024, dari awalnya hanya 2.100 menjadi 4.421 orang. Namun, kata dia, hal itu masih belum sebanding dengan jumlah jamaah yang harus dilayani. “Saya juga mengajukan penambahan kuota petugas haji untuk lebih mamaksimalkan layanan. Semoga ini juga bisa disetujui Menhaj Saudi,” sambung Ketum GP Ansor ini. Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat juga mendiskusikan kepastian rencana penempatan jamaah haji Indonesia di Masyair. Menurut Gus Yaqut, kepastian rencana penempatan itu penting untuk mengantisipasi kepadatan di Masyair mengingat ada penambahan kuota seluruh dunia, termasuk Indonesia yang mendapat tambahan 20 ribu. “Rencana penempatan penting untuk memastikan jemaah yang melaksanakan ibadah haji di tahun 1445 H/2024 M, terlayani dengan baik. Hal ini kami sampaikan juga ke Menhaj Saudi. Termasuk saya ajukan kemudahan dan prioritas layanan untuk jamaah haji disabilitas dan lanjut usia di musim haji tahun 1445 H/2024 M,” lanjutnya. Menag berharap seiring adanya tambahan kuota, layanan untuk jamaah haji bisa maksimal, khususnya pada saat puncak haji. Begitu juga dengan simulasi pembagian kuota tambahan, harus dapat dipastikan simulasi layanan dan tempatnya di Masyair. Kementerian Agama juga meminta dukungan kebijakan dari Kementerian Haji dan Umrah agar maktab-maktab hanya menempatkan jamaah haji di tenda Arafah dan Mina sesuai rencana penempatan. Sehingga, kejadian jamaah menempati tenda di luar rencana yang telah disepakati tidak terulang kembali. “Kemenag juga mengusulkan formula layanan haji khusus oleh konsorsium perusahaan travel haji khusus dan asosiasinya dapat diturunkan, dari minimum 2.000 jamaah menjadi 1.000 jamaah,” urainya. Hal penting lainnya yang dibahas Menag Yaqut adalah kepastian persetujuan pengiriman air zamzam tambahan. Dia berharap proses pengiriman zamzam tambahan tersebut dapat segera memperoleh persetujuan. “Secara umum, Menhaj memahami sejumlah usulan Kementerian Agama. Khusus berkenaan pengiriman zamzam tambahan, Menhaj menyampaikan itu masih dibahas dengan Dewan Malaki sebagai pihak yang memiliki otoritas untuk memberikan persetujuan,” pungkas Menag Yaqut. (dul) Baca juga :

Read More

Syekh Abdul Karim Amrullah, Tokoh Pembawa Muhammadiyah Pertama di Sumatera

Jakarta — 1miliarsantri.net : Memasuki abad ke-20 muncul gerakan modernisme Islam di Minangkabau. Peran kaum ulama dan saudagar signifikan sekali. Mereka tidak hanya sibuk berdagang, tapi juga mendukung lalu lintas keilmuan para kaum terpelajar untuk menimba ilmu di Tanah Suci. Di lingkup internal, kalangan ulama menghadapi beberapa kecenderungan adat yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Secara eksternal, tantangan terbesarnya adalah kolonialisme yang kian pesat di masa itu. Salah seorang tokoh Minangkabau yang termasuk kalangan pembaru adalah Syekh Abdul Karim Amrullah. Dia lahir di Nagari Sungai Batang, Maninjau, Sumatra Barat, pada 1879. Sebagaimana anak-anak dari keluarga Minangkabau waktu itu, dia dahulu tidak menempuh pendidikan formal yang dikelola pemerintah kolonial Belanda di Sumatra Barat. Saat berusia 15 tahun, Muhammad Rasul, demikian nama kecilnya, berangkat ke Makkah bukan hanya untuk beribadah haji, melainkan juga melanjutkan pengembaraan menuntut ilmu. Di Masjid al-Haram, dia belajar kepada ulama sekaligus imam besar asal Minangkabau, Syekh Ahmad Khatib. Selain Abdul Karim Amrullah, ada pula tiga nama lain yang merupakan murid termasyhur dari Syekh al-Minangkabawi. Mereka adalah Syekh Tahir Jalaluddin al-Azhari (sepupu Abdul Karim Amrullah, lahir 1869), Syekh Muhammad Jamil Jambek (lahir 1860), dan Haji Abdullah Ahmad (lahir 1878). Tujuh tahun lamanya Abdul Karim Amrullah muda menimba ilmu-ilmu agama di Tanah Suci. Dia sempat pulang ke Tanah Air, tetapi berangkat lagi ke Makkah pada 1903. Tiga tahun kemudian, sosok reformis Islam ini kembali ke kampung halamannya di Sumatra Barat untuk mengamalkan ilmunya dan berdakwah. Ayahanda Buya Hamka ini termasuk yang paling awal memperkenalkan sistem pendidikan modern Islam di Sumatra Barat. Di sana Abdul Karim Amrullah pernah belajar tartil Alquran dengan Haji Muhammad Salih, tata bahasa Arab dengan Haji Hud at-Tarusan, Sutan Muhammad Yusuf, serta fikih dan tafsir Alquran dengan ayahandanya sendiri, Syekh Muhammad Amrullah. Syekh Abdul Karim Amrullah merupakan yang pertama memperkenalkan Muhammadiyah ke Sumatra Barat. Dia memang gemar berpergian ke luar Minangkabau, semisal, Semenanjung Malaya atau Jawa. Dalam perjalanan ke Malaya, menurut Murni Djamal, Syekh Abdul Karim kurang mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat. Sebab, otoritas setempat menganggap gaya mengajarnya kurang ortodoks. Sebaliknya, di Jawa dia mendapatkan banyak sahabat, khususnya setelah menemui para pemuka Sarekat Islam dan Muhammadiyah. Ini wajar karena, umpamanya, KH Ahmad Dahlan selaku pendiri ormas Islam itu pun pernah satu guru dengannya selama di Makkah, yakni di bawah bimbingan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Sejak 1925, Muhammadiyah tumbuh dan berkembang dengan pesat di Bumi Minangkabau berkat rintisan Syekh Abdul Karim. Buya Hamka dalam bukunya, Ayahku, menjelaskan, sebenarnya Syekh Abdul Karim Amrullah pernah bertemu dengan HOS Tjokroaminoto pada 1917 dalam sebuah lawatan di Jawa. Sosok berjulukan raja Jawa tanpa mahkota itu kemudian menawarkan agar Syekh Abdul Karim memimpin Sarekat Islam di Sumatra. Namun, dia menolak tawaran ini. Sebab, kata Buya Hamka, dia tidak suka politik, meskipun cukup banyak murid-muridnya di Minangkabau yang terjun dalam pergerakan politik. Bukan hanya menyemarakkan Muhammadiyah di Sumatra Barat. Syekh Abdul Karim Amrullah juga merancang dan mempraktikkan cara pengajaran Islam yang lebih modern di masyarakat Minangkabau. Keberadaan surau sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan Islami direformasinya. Hasilnya berujung pada kemunculan lembaga Sumatra Thawalib, sebuah sistem sekolah yang banyak memunculkan insan-insan Muslim yang cerdas, kritis, dan berkiprah besar bagi pergerakan Muslim antikolonialisme. Sebut saja, Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang kerap menyuarakan kecaman keras terhadap praktik-praktik penjajahan Belanda atas Pribumi. Syekh Abdul Karim Amrullah juga ikut kerap menyuarakan antikomunisme di Sumatra Barat. Menurut Buya Hamka, sikap antikomunisme itu mulai menguat sejak Syekh Abdul Karim Amrullah tamat membaca buku Arradu ‘alad Dahriyin karya Jamaluddin al-Afghani. Pada 1920, Syekh Abdul Karim Amrullah menjadi penasihat Persatuan Guru Agama Islam (PGAI). Atas inisiatifnya, berdirilah Sekolah Normal Islam di Padang pada 1931 yang menyediakan pendidikan dasar. Pada masa itulah pemerintah kolonial Belanda mulai bersikap keras terhadap sekolah-sekolah yang didirikan swadaya masyarakat pribumi. Keluarlah peraturan ordonansi yang mengecap sekolah-sekolah itu berstatus “liar”. Syekh Abdul Karim memimpin gerakan yang mendesak pemerintah kolonial untuk mencabut aturan tersebut pada 1932. Hingga 1939, dia kerap mengadakan lawatan ke pelbagai daerah di Sumatra untuk mengajar, berceramah, dan membangun jaringan alim ulama. Sebagai pereformasi dakwah Islam, dia memiliki karakteristik keras dan tegas, tetapi mengimbau para muridnya untuk menjaga daya kritis. Menurut uraian Murni Djamal, dia tidak berkompromi terhadap otoritas lokal (adat) dan kaum tua sehubungan dengan praktik-praktik agama. Dia pun bersikap keras terhadap pemerintah kolonial Belanda. Dia dapat secara terang-terangan mengecam orang yang mempraktikkan bid’ah. Kemudian, dia banyak mengkritik sikap taklid kaum Muslim pada umumnya dan tarekat Naqshabandiyah di zamannya. Bersama dengan Syekh Abdullah Ahmad di Padang dan Syekh Djamil Djambek di Bukittinggi, Syekh Abdul Karim di Padang Panjang berdakwah untuk membersihkan Islam dari kecenderungan taklid, bid’ah, dan keterpurukan. Ketiga tokoh pembaru Islam di Minangkabau itu saling dukung untuk mengentaskan sikap taklid di kalangan umat. Dalam sebuah risalahnya, Muqaddimah, Syekh Abdullah Ahmad menulis sebagai dukungan terhadap giat dakwah Syekh Abdul Karim Amrullah yang mengimbau agar kaum Muslim tidak bersikap fanatik buta terhadap keempat mazhab fikih. Kata Syekh Abdul Karim Amrullah, “Mereka (keempat imam pemuka mazhab fikih) bahkan mengimbau para pengikutnya agar kembali kepada Alquran dan hadis bilamana fatwa-fatwa mereka ketahui bertolak belakang dengan ajaran Alquran dan hadis.” Demikian pula dengan kaum adat. Syekh Abdul Karim Amrullah menegaskan bahwa ajaran-ajaran Islam hanya akan tersebar efektif di tengah masyarakat bilamana kaum penghulu (adat) dibimbing alim ulama. Dalam pemahaman Minangkabau yang sampai kini masih kuat, “Adat bersendikan syariat; syariat bersendikan Alquran.” Dengan demikian, praktik-praktik adat tidak dibenarkan bertentangan dengan ajaran Islam. Sebagai contoh, Syekh Abdul Karim Amrullah menulis sedikitnya dua buku, al-Fara’id dan Sendi Aman Tiang Selamat, yang mengkritik praktik pembagian harta warisan menurut adat yang berdasarkan garis ibu. Dalam buku yang tersebut terakhir, dia membedakan adanya harta pusaka yang bisa saja tidak menuruti hukum waris Islam karena harta itu milik suku. Buah kegigihan Syekh Abdul Karim Amrullah mendapatkan apresiasi, antara lain, dari pihak Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Dia bersama dengan Syekh Abdullah Ahmad merupakan orang Indonesia yang mula-mula memperoleh gelar doktor honoris causa (doktor kehormatan) dari salah satu kampus tertua di dunia Islam itu. Dalam sebuah bukunya, Taufiq Ismail (2011) menuliskan fakta unik tentang hubungan ayah-anak, yakni Syekh Abdul Karim Amrullah dan Buya Hamka. Keduanya sama-sama mendapatkan…

Read More

Gus Dur Wasiatkan Kepada Generasi Muda 4 Poin Etika Demokrasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Filsuf dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Karlina Rohima Supelli menyampaikan pesan dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terkait etika demokrasi untuk anak muda. Pesan Gus Dur kepada anak muda jangan hanya gara-gara muak terhadap praktik politik yang penuh dusta dan pengingkaran demokrasi, kita bersikap acuh tak acuh. “Kepada kaum muda yang tidak kenal Gus Dur, tidak pernah bersentuhan dengan Gus Dur, bukan berarti tidak bisa belajar,” terang Karlina dalam gelaran Haul Ke-14 Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan, dikutip dari NU Online, Selasa (19/12/2023). Karlina menegaskan bahwa anak muda perlu memahami dan mengadopsi empat hal penting yang diwariskan oleh Gus Dur. Pertama, anak muda perlu meyakini kebenaran sebagai titik tolak sikap mereka. Gus Dur menekankan pentingnya kepekaan anak muda terhadap realitas di sekitarnya dan kemampuan untuk membedakan antara yang benar yang seharusnya dipertahankan, baik dalam bentuk keyakinan ideologi maupun agama. Kedua, anak muda perlu mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum membuat keputusan. Gus Dur mengajarkan bahwa pertimbangan yang matang terhadap konsekuensi tindakan dan pilihan-pilihan adalah esensial dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Ketiga, kehalusan budi dan rasa menjadi penentu apakah keyakinan yang benar dan pengetahuan yang dimiliki mampu memberikan dampak positif pada kehidupan. Gus Dur menekankan pentingnya memahami bahwa pengetahuan juga bisa menimbulkan risiko. Karena itu, diperlukan kehalusan budi dan rasa dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Keempat, solidaritas sosial menjadi fondasi demokrasi. Gus Dur meyakini bahwa melalui solidaritas sosial, manusia dapat saling tolong-menolong, mencegah konflik, dan membangun masyarakat yang saling mendukung. Meskipun etika berdemokrasi kompleks, tetapi Gus Dur mengajarkan bahwa itu harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Gus Dur telah mewariskan empat hal yang penting untuk membangun demokrasi, budaya untuk sangat hati-hati ketika anak muda membuat putusan dan pilihan-pilihan. Empat unsur ini diharapkan menjadi pegangan kaum muda untuk menempa diri dan sikapnya dalam berbagai keadaan,” tutupnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Israel Klaim Temukan Terowongan Raksasa Palestina di Jalur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Brigade Al-Qassam menanggapi berita terkait adanya Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menemukan terowongan raksasa di Jalur Gaza utara. Brigade Al-Qassam mengatakan Israel datang terlambat untuk menemukan terowongan itu setelah Hamas menyelesaikan misi mereka. “Anda datang terlambat, misi telah selesai,” terang Brigade Al-Qassam di saluran Telegram pada Senin (18/12/2023). Postingan itu menunjukkan klip tentara pendudukan menemukan terowongan tersebut, dan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galant, tur di dalamnya. Setelah menyampaikan pesan itu, Brigade Al-Qassam merilis postingan berjudul “Coming soon (Segera)”, yang mengacu pada pernyataan yang mungkin mengungkapkan operasi tertentu, seperti diberitakan Sky News. Pada Ahad (17/12/2023), IDF mengungkapkan apa yang mereka gambarkan sebagai terowongan serangan terbesar yang digunakan Hamas di Jalur Gaza utara. Terowongan itu memiliki panjang 4 kilometer dan kedalaman 50 meter dengan pintu kokoh yang dirancang untuk mencegah masuknya pasukan Israel. “Pembukaan terowongan terdekat terletak sekitar 400 meter dari Penyeberangan Erez (Beit Hanoun) di Jalur Gaza utara,” kata juru bicara IDF, Daniel Hagari, Ahad (17/12/2023). Dalam video yang dirilis IDF, terowongan itu bercabang menjadi beberapa cabang, yang merupakan jaringan terowongan yang luas dan kompleks. “Jalan tersebut berisi infrastruktur sanitasi, listrik, komunikasi, dan telepon, selain pintu kokoh yang dirancang untuk mencegah masuknya pasukan tentara Israel. Terowongan itu memungkinkan pergerakan kendaraan di dalamnya, dan banyak senjata Hamas ditemukan di dalamnya,” tambahnya. Meski berada di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, IDF memastikan terowongan itu tidak mencapai wilayah Israel. Sebelumnya, Israel melakukan pengeboman besar-besaran untuk menanggapi Hamas yang memulai Operasi Banjir Al-Aqsa dengan menerobos perbatasan Israel dan Jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023) pagi. Hamas mengatakan serangan itu adalah tanggapan atas kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama ini, terutama kekerasan di kompleks Masjid Al Aqsa, seperti diberitakan Al Arabiya. Kelompok tersebut menculik 240 orang dari wilayah Israel dan meluncurkan ratusan roket, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di wilayah Israel, yang direvisi menjadi 1.147. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan perang melawan Hamas dan meluncurkan pasukan ke Jalur Gaza pada keesokan harinya. Pengeboman Israel di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 19.088 warga Palestina dan melukai lebih dari 54.450 lainnya sejak Sabtu (7/10/2023) hingga perhitungan korban pada Minggu (17/12/2023), lebih dari 2,2 juta warga Palestina menjadi pengungsi, dikutip dari WAFA. Kekerasan juga meningkat di Tepi Barat, terutama setelah Israel melakukan penyerbuan besar-besaran ke wilayah yang dikuasai Otoritas Pembebasan Palestina (PLO) tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Amangkurat 1 Pekerjakan Secara Paksa 300 Ribu Orang di Ibu Kota Baru Mataram, Pasca Penggantian Sultan Agung

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kerajaan Mataram bangkit berkat watak kuat Panembahan Senopati dan Sultan Agung. Tetapi demikianlah keruntuhan kerajaan tersebut disebabkan oleh sifat-sifat kejam anak-cucu mereka, yaitu Sunan Tegalwangi yang selalu curiga dan membawa malapetaka. Sunan Tegalwangi adalah julukan untuk Susuhunan Amangkurat I. Sifat kejam Amangkurat I yang dimulai dengan membunuh Tumenggung Wiroguno, berlanjut pada proyek pemindahan ibu kota mulai 1648. Saat Amangkurat I memindahkan ibu kota Mataram dari Kartosuro ke Plered, pejabat-pejabat yang tidak menyetujuinya, ia beri hukuman. Ia juga mempekerjakan secara paksa 300 ribu orang di ibu kota baru. “Beberapa pejabat tinggi yang tidak mau turut membantu dalam pekerjaan itu disuruhnya … ikat dan dibaringkan di paseban, dijemur dalam panas matahari,” tulis De Graaf mengutip catatan Winrick Kieft, utusan Kompeni yang dikirim ke Mataram pada November 1655. Untuk pembangunan ibu kota baru yang berkepanjangan itu, Amangkurat I juga mengerahkan 300 ribu tenaga kerja paksa pada 1661. Mereka diperkerjakan untuk meneruskan pembangunan danau yang belum tuntas. Danau untuk kesenangan Amangkurat I itu –tempat Amangkurat I bermain perahu– telah dibangun sejak 1651. Danau ini mengelilingi istana, sehingga tempat tinggal Amangkurat itu seperti pulau di tengah danau. Para penguasa dari pesisir juga dilibatkan dalam proyek ini. Mereka diberi tugas sebagai pengawas, sehingga tidak diperbolehkan pulang ke negerinya masing-masing. Pembuatan danau ini dilakukan dengan membendung sungai. Pada musim hujan 1661-1662, muncul banjir besar pada tengah malam, bendungan jebol. Pengerjaan danau pun berantakan, membuat Amangkurat I pusing kepala. Setahun sebelum membangun ibu kota baru, Amangkurat I menemukan kesempatan untuk menghabisi Tumenggung Wiroguno. Ini tumenggung yang istrinya pernah diculik oleh Amangkurat I sebelum naik tahta. Begitu naik tahta, ia mengambil hati Tumenggung Wiroguno dengan menaikkan jabatannya. Wiroguno menganggapnya sebagai anugerah raja, tetapi Amangkurat I menganggapnya sebagai taktik. Pada 1647 daerah taklukan Mataram di ujung timur Jawa, Blambangan, diserbu orang Bali. Amangkurat I berpura-pura marah dan menyatakan hendak berkunjung ke Blambangan. Namun, pejabat-pejabat pendukungnya tahau keinginan Amangkurat I yang sebenarnya, Mereka pun bermain drama, lalu menyarankan cukup mengutus Wiroguno untuk melihat Blambangan. Wiroguno pun pergi ke Blambangan, tetapi tidak pernah kembali. Pendukung Amangkurat I membunuh Wiroguno dengan alasan ia tidak menjalankan perintah raja secara tepat. Keluarga Wiroguno pun dihabisi. Sebelum pergi ke Blambangan, Wiroguno sempat membantu Pangeran Alit melakukan pemberontakan. Pangeran Alit yang gagal merebut posisi putra mahkota pada 1437, melakukan gerakan politik lagi pada 1647 di usianya yang ke-19. Pada tahun itu ia memerintahkan pendukungnya menyerang alun-alun selatan untuk melaksanakan kudeta. Ia mendapatkan dukungan dari kalangan santri. Namun, pemberontakannya bisa ditumpas oleh Amangkurat I dan Pangeran Alit terbunuh. Kepada rakyat, Amangkurat I menunjukkan belasungkawa atas kematian Pangeran Alit. Ia gunduli kepalanya, untuk menarik simpati kalangan santri. Namun, di balik tindakannya itu, ia mencari cara untuk membalas dendam kepada kalangan santri yang telah mendukung adiknya melakukan kudeta-gagal. Ia panggil empat orang kepercayaannya, yang sebaya dengannya, yang telah membantunya sejak ia belum menjadi raja. Mereka diinstruksikan untuk menyebar ke empat penjuru angin bersama para pengikut masing-masing. Tugasnya, jangan ada satu pun kalangan santri dan kiai yang luput dari tindakan tegas raja. Setelah mereka berada di posisi masing-masing, mereka akan bergerak setelah mendapat isyarat istana. Isyarat itu berupa bunyi tembakan senjata. “Belum setengah jam berlalu setelah bunyi tembakan, 5.000-6.000 jiwa dibasmi dengan cara yang mengerikan,” tulis De Graaf. Hamka menyebut angka sampai 7.000 santri dan kiainya yang menjadi korban tindakan raja ini. (mif) Baca juga :

Read More