Sertifikat Halal Diterbitkan BPJPH Untuk 252.490 Pelaku Usaha Jatim

Surabaya — 1miliarsantri.net : Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 3 Januari 2024 telah menerbitkan 252.490 sertifikat halal untuk pelaku usaha di Jawa Timur (Jatim). Sekitar 98,52 persen di antaranya Industri Kecil dan Menengah (IKM). Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sertifikasi ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam industri halal. Mengingat potensi pasar halal global terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan produk halal di sektor makanan, fesyen, farmasi, kosmetik, pariwisata, media, rekreasi, serta keuangan syariah. Khofifah juga terus mendorong percepatan pelaksanaan sertifikasi halal. Baik oleh BPJPH maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta lembaga lainnya. “Jika proses sertifikasi halal dioptimalkan, maka produk-produk halal dari Jatim akan bisa memberikan support lebih signifikan bagi pemenuhan kebutuhan unggas tidak hanya pada saat musim haji tapi juga Umrah saat Ramadan,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Selasa (23/1/2024). Sertifikasi halal adalah salah satu upaya untuk membawa Jatim menjadi pusat industri halal di Indonesia. Ia bahkan optimistis Jatim akan menjadi pusat Halal Value Chain (HVC) pada masa mendatang. “Kami berupaya mendorong pembentukan pusat-pusat halal (Halal Center) yang berfungsi sebagai lembaga pendampingan halal bagi industri. Khususnya IKM dan lembaga yang menghasilkan rekomendasi teknologi dalam pengembangan industri halal,” imbuhnya. Terkait hal itu, beberapa infrastruktur halal yang telah dikembangkan antara lain 12 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), 47 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), 42 Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia bersertifikat halal. Kemudian 44 Rumah Potong Hewan (RPH) Unggas bersertifikat halal, 305 orang Juru Sembelih Halal (Juleha) yang bersertifikat BNSP, Zona KHAS di Kantin ITS Surabaya dan sejumlah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan 47 Halal Center. (har) Baca juga :

Read More

Para Pengungsi di Jalur Gaza Harus Menghadapi Bencana Kelaparan

Gaza — 1miliarsantri.net : Pembantaian yang dilakukan teroris Israel terhadap warga sipil Jalur Gaza sudah memasuki bulan keempat. Perang genosida tersebut tak hanya menghilangkan nyawa puluhan ribu korban, hancurnya seluruh bangunan rumah dan rumah sakit, namun juga menciptakan krisis pangan yang sangat parah. Orang tua di Jalur Gaza harus mengurangi jatah makan agar anak-anak mereka bisa mengunyah sedikit makanan. Saat bersamaan kerap mereka berpura-pura sudah kenyang demi perut sang buah hati tak keroncongan. Meskipun begitu, bencana kelaparan tidak bisa dihindari. Krisis pangan di Jalur Gaza yang menyebabkan bencana kelaparan semakin memburuk menimpa lebih dari dua juta murabith saat memasuki bulan keempat perang Israel di wilayah tersebut. Ini terjadi di tengah peringatan dari lembaga-lembaga PBB bahwa bencana kelaparan mengintai di depan mata. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan, bayangan kelaparan menghantui penduduk Gaza, bersamaan dengan ancaman penyakit, malnutrisi, dan ancaman kesehatan lain. Seorang pengungsi dari Jalur Gaza utara ke Rafah, Amal Muhammad, menceritakan kondisi anak-anaknya sebelum teroris Israel melakukan pembantaian di Jalur Gaza. anak-anaknya bisa bermain sambil menyelesaikan makan malam. “Namun, mereka sekarang sangat membutuhkan makanan, tetapi dia hampir tidak dapat memberi mereka makan. Kami berpura-pura di depan anak-anak bahwa kami tidak lapar atau terlalu sibuk, sehingga kami tidak bisa makan,” tutur Amal. Menurut Amal, harga-harga bahan makanan dan kayu bakar untuk memasak telah meningkat secara signifikan. Hal itu membuat konsumsi daging menjadi “impian”. Sementara, para orang tua membatasi jatah makan agar anak-anak bisa makan. “Kami semua kehilangan berat badan karena kurangnya makanan,” ujar Amal. Penduduk Gaza sekarang bergantung hampir sepenuhnya pada bantuan luar yang dibawa melalui dua titik masuk, Rafah di perbatasan dengan Mesir, dan Kerem Shalom di perbatasan dengan Israel. Pertanian perdagangan di wilayah Palestina mengalami kerugian, sementara bantuan, termasuk tepung, minyak, beras, kacang-kacangan, dan makanan kaleng, sebagian besar disalurkan ke gudang PBB untuk didistribusikan kepada pengungsi, yang terkadang harus berdiri dalam antrean selama berjam-jam untuk mendapatkan makanan. Wakil Direktur Operasional UNRWA di Gaza, Scott Anderson, mengatakan, Israel telah mulai mengizinkan beberapa kiriman komersial ke Gaza, tetapi itu tidak cukup. Maka itu, dia memperingatkan tentang bencana yang semakin memburuk dan meminta Israel untuk membuka lebih banyak lintasan dan menyederhanakan proses pemeriksaan truk. “Serangan terus-menerus oleh Israel menghambat distribusi makanan,” terang Scott. Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia, Cindi McCain, mengatakan, orang-orang di Gaza menghadapi ancaman kematian kelaparan hanya beberapa mil dari truk-truk penuh makanan. Krisis kelaparan dapat dicegah jika pasokan yang cukup dan akses aman ke semua yang membutuhkan dapat disediakan. Menurut penilaian Program Pangan Dunia, semua penduduk Gaza menghadapi “krisis atau tingkat keamanan pangan yang lebih buruk,” sementara lebih dari 500 ribu orang menghadapi “bencana,” didefinisikan sebagai kekurangan pangan yang parah. Pada Desember 2023, organisasi “Human Rights Watch” menyebut Israel menggunakan kelaparan sebagai “alat perang” di Gaza. Israel dengan sengaja menghalangi pengiriman air, makanan, dan bahan bakar. Koordinator Bantuan PBB, Martin Griffith, mengatakan, bencana kelaparan hampir terjadi dan penyakit menyebar di tempat pengungsian yang padat. Orang-orang menghadapi tingkat keamanan pangan yang tertinggi yang pernah tercatat. Menurut laporan Financial Times, rak-rak toko kelontong di Jalur Gaza kosong dari semua barang kecuali beberapa bahan makanan dasar seperti daging kaleng, kacang, dan keju. Hampir tidak ada yang memiliki pendapatan, membuat harga-harga lebih tinggi dari kemampuan mereka. Makanan segar seperti telur dan susu sekarang jarang dan harganya tinggi, dengan harga satu baki telur (30 butir) mencapai 90 shekel (24 dolar) sebelum turun menjadi sekitar 50 shekel (13,36 dolar), masih tiga kali lipat dari harga sebelum perang. Sementara harga susu sekitar 12 shekel per liter (3,21 dolar), dua kali lipat harga sebelum perang. Anderson mengatakan bahwa tingkat kelaparan “semakin buruk seiring bergerak ke utara,” dengan kemungkinan terjadinya kelaparan segera di daerah utara yang hancur, di mana sekitar 300 ribu orang masih belum menerima bantuan secara signifikan. Dia mengatakan, sulit mendapatkan izin dari Israel untuk mengirimkan bantuan ke utara. Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazarini, menjelaskan, banyak pengungsi mendekati truk bantuan untuk mengambil makanan langsung tanpa harus menunggu distribusi, dan ketika Israel memperbolehkan distribusi, truk-truk sudah hampir kosong. (zul) Baca juga :

Read More

PBNU Menonaktifkan 63 FungsionarisDari Pengurus Harian dan Pleno

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan surat keputusan (SK) tentang penonaktifan fungsionaris pengurus yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) dan menjadi tim sukses calon presiden dan wakil presiden (carpes dan cawapres) pemilu 2024. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi H Amin Said Husni di Jakarta, Ahad (21/01/2024). Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024, sedikitnya terdapat 63 nama fungsionaris yang dinonaktifkan dari jajaran Pengurus Harian dan Pleno PBNU. “Mereka tersebar di beberapa partai dan semua calon presiden. Ada yang menjabat sebagai Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, A’wan Syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga,” terang mantan Bupati Bondowoso ini kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/1/2024) Amin Said menambahkan, penonaktifan fungsionaris PBNU itu terhitung sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang, sampai dengan selesainya proses pemilu 2024. “Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU. Surat Keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka,” imbuh dia. Amin menambahkan, semua fungsionaris tersebut adalah nama-nama yang secara resmi tercatat sebagai calon legislatif dan tim sukses calon presiden dan wakil presiden. Di jajaran Mustasyar, antara lain terdapat nama mantan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (Timnas Amin), anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya (TKN Prabowo-Gibran), dan mantan politisi PKB Muhammad AS Hikam (TPN Ganjar-Mahfud). Sementara itu, di jajaran Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah terdapat lima orang caleg dan 11 orang yang masuk tim capres. Antara lain KH Ma’shum Faqih (Timnas Amin), Khofifah Indar Parawansa (TKN Prabowo-Gibran), dan KH Mustofa Aqil Siradj (TPN Ganjar-Mahfud). Nama Khofifah sebagai Ketua Umum Muslimat NU juga masuk dalam jajaran 48 orang Pengurus Pleno PBNU yang dinonaktifkan. Selain Khofifah, terdapat Ketua Umum Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz Saifullah Ma’shum (Timnas Amin), Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa dan Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Nusron Wahid (TKN Prabowo-Gibran) serta Ketua Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) Nasyirul Falah Amru dan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Yenny Wahid (TPN Ganjar-Mahfud). (rid) Baca juga :

Read More

Bupati Sambas Harapkan Pembangunan Masjid Harus Sejalan dengan Pembangunan Keumatan

Sambas — 1miliarsantri.net : Bupati Sambas, Kalimantan Barat Satono menjelaskan bahwa dengan terus hadir dan berdirinya masjid di sejumlah daerah juga harus sejalan dengan pembangunan keumatan. “Harapan saya masjid yang dibangun bukan untuk bermegahan. Tapi yang terpenting masjid yang dibangun nanti bisa betul-betul bermanfaat bagi pembangunan umat dan peningkatan SDM, ” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/1/2024). Ia juga mengajak kepada seluruh warga untuk dapat memakmurkan masjid baik itu shalat maupun kegiatan keagamaan yang lain sehingga ke depan akan melahirkan generasi yang alim, berakhlak karimah, taat serta berbakti kepada orang tua bangsa dan negara. “Pesan saya kepada seluruh masyarakat untuk dapat memakmurkan masjid bukan hanya dengan shalat tapi dengan kegiatan lain seperti Taman Pendidikan Alquran (TPQ). saya yakin dengan mengajarkan ilmu agama kepada usia dini Insyaallah akan lahir generasi yang alim, berakhlak karimah , yang taat serta berbakti kepada orang tua, bangsa dan negara,” imbuhnya. Sebelumnya Bupati Sambas Satono meletakkan batu pertama Pembangunan Masjid Jami’ Baiturrahman di Desa Pancur, Kecamatan Tangaran. Dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terkait atas terlaksananya peletakan batu pertama pembangunan Mesjid dan Pemerintah Kabupaten Sambas menyambut baik serta turut mendukung pembangunan masjid tersebut. “Saya menyambut baik dengan masyarakat pancur ini yang bersedia mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Masjid Jami Baiturrahman. Tentu ini sejalan dengan visi misi Sambas berkemajuan poin pertamanya adalah beriman,” pungkasnya. (luk) Baca juga :

Read More

Situs Goa Siluman, Peninggalan Cagar Budaya di Yogyakarta Yang Terlupakan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Yogyakarta merupakan kota dengan sejarah panjangnya, menyimpan banyak cagar budaya yang menceritakan kejayaan masa lalu. Salah satunya adalah Situs Gua Siluman, sebuah pesanggrahan bekas pabrik senjata Sultan Hamengku Buwono II yang terletak di Jalan Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Dari catatan sejarah, diketahui bahwa setidaknya ada 13 pesanggrahan yang dibangun olehnya, termasuk Pesanggrahan Wonocatur atau yang lebih dikenal sebagai Situs Gua Siluman. Menurut Budianto, Juru Pelihara BPK Wilayah X Yogyakarta, pesanggrahan ini bukan hanya tempat peristirahatan, melainkan juga fungsi pabrik senjata pada masa Sultan HB II. Keunikan Arsitektur dan Patung di Gua SilumanDi dalam kompleks Situs Gua Siluman, terdapat kolam yang dulunya dialiri air dari sungai yang melintasi pesanggrahan. Bangunan di tengah kompleks tersebut dulu menjadi saluran air yang mengalir ke kolam, memberikan nuansa sejuk dan indah. Patung berbentuk naga dan burung beri, atau garuda, di pojok timur dan barat situs juga menjadi bagian dari keunikan arsitektur Gua Siluman. Patung-patung tersebut dahulu mengeluarkan air dari mulutnya yang kemudian ditampung di dalam kolam. Himawan Prasetyo, Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, mengungkapkan bahwa situs ini menjadi pabrik pembuatan senjata pada era Sultan HB II. Dua meriam hasil produksi Gua Siluman dapat ditemukan di Keraton Yogyakarta, menjadi bukti sejarah penting yang diwariskan. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, Situs Gua Siluman mengalami masa terlupakan dan terbengkalai. Pada tahun 2017, Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) melakukan konsolidasi untuk memperkuat bangunan yang mulai rapuh. Renovasi besar-besaran kemudian dilakukan pada tahun 2018 untuk memulihkan situs bersejarah ini. Pemugaran yang dilakukan pada 2018 difokuskan pada dinding gua yang mengalami kerusakan parah. Upaya ini merupakan bagian dari usaha untuk melestarikan warisan budaya yang tak ternilai ini. Dengan adanya pemugaran tersebut, diharapkan Situs Gua Siluman dapat terus dijaga dan dinikmati oleh generasi mendatang. Saat ini, Situs Gua Siluman menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu, dan upaya pemugaran menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali keindahan dan makna sejarah yang terkandung di dalamnya. Melalui pemeliharaan dan kesadaran kolektif, cagar budaya ini dapat terus menjadi bagian yang hidup dari identitas dan warisan budaya Indonesia. (mif) Baca juga :

Read More

Hafshah, Salah Satu Istri Baginda Rasulullah SAW Dipuji Malaikat Karena Wanita Yang Rajin Puasa dan Rajin Shalat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kita tentu mengenal Sayyidah Hafshah binti Umar bin Al-Khatthab adalah di antara istri Nabi yang punya kedudukan tinggi. Hal tersebut seperti dikutip dari buku the Wonderful Ummahatul Mukminim yang ditulis oleh Erlan Iskandar, Sampai-sampai Aisyah berkata, هي التي كانت تساميني من أزواج النبي “Hafshah adalah orang yang menyamai kedudukanku di antara para istri Nabi.” (Siyar A’lam An Nubala, 2/27) Namun, suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata pernah menyatakan cerai Hafshah. Lantas Hafshah pun bersedih dan berduka. Tak disangka, kemudian Malaikat Jibril pun turun menyampaikan perintah dari Allah supaya Nabi rujuk kembali kepada Hafshah, راجع حفصة، فإنها صوامةقولمة، وأنها زوجتك في الجنة “Rujuklah kepada Hafshah karena sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin puasa dan rajin shalat. Sesungguhnya dia adalah istrimu di surga.” (HR. Ath Thabarani) Awalnya Hafshah merasa sedih, namun setelahnya ia berbahagia. Dari hadits di atas, diketahui bahwa Hafshah itu rajin beribadah. Pada zaman itu, tidak banyak wanita yang bisa baca tulis. Hafshah adalah salah seorang yang bisa membaca dan menulis. Ia diajari oleh Syifa binti Abdullah. Hafshah sangat semangat mempelajari ilmu agama dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia meriwayatkan 60 hadits yang berasal dari Rasulullah dan Umar bin Al Khattab. Ada jasa besar Hafshah dalam dunia Ilmu, yaitu menjaga Alquran yang telah dikumpulkan menjadi satu. Dahulu semasa Nabi masih hidup, Alquran dijaga dengan cara dihafal oleh para sahabat dan ditulis pada lembaran-lembaran ataupun pelepah kurma. Pada masa Abu Bakar, banyak para sahabat yang menghafal Alquran meninggal dunia. Oleh karenanya, dikumpulkanlah ayat-ayat Alquran dan disusun menjadi satu. Hafshah ditugaskan menjadi orang yang menyimpan lembaran-lembaran Alquran yang telah dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit. Pada masa Utsman bin Affan menjabat sebagai khalifah, ia meminjam Mushaf yang ada pada Hafsah, kemudian menyuruh beberapa sahabat lain untuk menyalinnya sehingga jadilah beberapa mushaf Alquran. Beberapa mushaf itu dikirimkan ke beberapa wilayah kaum muslimin. (yat) Baca juga :

Read More

Menlu Saudi Menekankan Perlunya Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Dubai — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menegaskan negaranya tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika isu Palestina tidak terselesaikan. “Itulah satu-satunya cara kita mendapat manfaat (dari normalisasi hubungan). Jadi, ya, karena kita memerlukan stabilitas dan stabilitas hanya bisa dicapai melalui penyelesaian masalah Palestina,” ungkap Faisal kepada media, Senin (22/1/2024). Pekan lalu, Faisal berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dia mengatakan bahwa Israel tidak dapat menikmati perdamaian tanpa pembentukan negara Palestina. Faisal juga menekankan perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza. Sebelum perang Israel di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober tahun lalu, Arab Saudi sedang dalam proses perundingan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Negosiasi itu dimediasi oleh Amerika Serikat. Namun, para analis yakin perang tersebut telah menyebabkan penundaan pembicaraan antara kedua pihak. Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok pejuang Hamas Palestina. Serangan zionis Israel membunuh sedikitnya 25.105 warga Palestina dan melukai 62.681 orang lainnya, sementara hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas. PBB mengatakan serangan Israel juga menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi, di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan. Sebanyak 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur. (dul/AP) Baca juga :

Read More

UAH Bagikan 3 Cara Introspeksi Diri di Bulan Rajab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rajab merupakan satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Empat bulan hurum dalam kalender hijriyah di antaranya Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. “Rajab adalah pembuka semua bulan kebaikan. Kalau kita nggak dapat Ramadhan, minimal Rajabnya dapat” terang pendakwah Ustadz Adi Hidayat. UAH melanjutkan, begitu pentingnya bulan Rajab maka semua muslim wajib untuk mengetahui keistimewaannya. Disebut bulan hurum karena adanya larangan untuk berbuat aniaya dan peperangan. Karena itu, dianjurkan untuk melakukan perbuatan baik, salah satunya dengan evaluasi diri agar dijauhkan dari perbuatan dzalim. Ustadz Adi Hidayat (UAH) pun membagikan tiga cara berintrospeksi dengan tiga pendekatan utama. “Kalau terkait dengan dosa-dosa keseharian maka lakukan dzikir Nabi Adam. Quran surat ke 7 ayat 23, saya yakin kita hafal,” ungkap UAH dalam kajian “Keutamaan Bulan Rajab”, dikutip dari channel Adi Hidayat Official, Ahad (21/1/2024). قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ اَنۡفُسَنَا وَاِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَـنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَـنَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ Artinya: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” “Bacakan itu minimal setelah kita selesai shalat. Perbanyak zikir tadi,” lanjutnya. Namun, UAH mengingatkan agar dzikir tersebut tak hanya di lisan tapi juga bayangkan persoalan yang dihadapi dalam hidup. “Ketika dibacakan, mata Anda zalim, rasakan kezaliman itu. Ketika dengan orang tua tak bagus, bayangkan per buatan buruk yang sedang Anda kerjakan. Begitu Anda bacakan air mata Anda menetes, seketika ampunan Allah akan turun pada kita dan gugur perbuatan buruk yang pernah kita lakukan,” urai UAH. Kemudian, dosa yang terkait dengan aktivitas pekerjaan yang sedang dilakukan. UAH mencontohkan Nabi Yunus AS yang mendapat tantangan tinggi saat berdakwah. Agar dapat keluar dari masalah pekerjaan dan terhindar dari segala keburukan, yaitu dengan dzikir Nabi Yunus tatkala terperangkap di perut ikan paus. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ Lā ilaha illa anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn. Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” Cara evaluasi diri selanjutnya yaitu dengan membaca dzikir Nabi Ayub AS bila sedang sakit atau terkena penyakit yang parah. Doa ini dibaca Nabi Ayub saat sakit tertuang dalam Al Qur;an surat Al Anbiya ayat 83. أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ Rabbahu anni massaniyad-durru wa anta ar-hamur-rahimin. Artinya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang. (yat) Baca juga :

Read More

Sebanyak 20 Pendakwah Indonesia Dikirim di UEA

Abu Dhabi — 1miliarsantri.net : Sebanyak 20 dai-daiyah Indonesia dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengikuti Daurah Tadrib Du’at di Abu Dhabi. Kegiatan yang diselenggarakan Urusan Agama Islam UEA ini berlangsung dari 6 – 21 Januari 2024. Delegasi Indonesia merupakan perwakilan dari ormas Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, penyuluh agama Islam, hingga majelis dai kebangsaan yang merupakan alumni peserta Bimtek Penceramah Agama Islam. Kepala Subdit Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI), Kemenag, Andi Yasri mengatakan, dai dan daiyah yang diutus ke UEA juga menjadi duta Indonesia untuk mengenalkan konsep moderasi beragama. “Mereka akan menjelaskan bagaimana berdakwah dengan sikap dan bertindak secara moderat, yakni menempatkan sesuatu sesuai porsinya, mengedepankan toleransi serta penghargaan dalam beragama,” ungkap Andi kepada 1miliarsantri.net di Abu Dhabi, Ahad (21/1/24). Andi mengatakan, delegasi Indonesia juga akan mengikuti sejumlah kegiatan, antara lain: team building, capacity building activities, serta mengunjungi Lembaga Fatwa UEA, masjid bersejarah, dan museum. Andi menegaskan, setiap delegasi harus mengaktualisasikan ilmu yang didapat dari kegiatan tersebut melalui karya tulis. ”Melalui kegiatan ini, kami (Kemenag) dengan Lembaga Otoritas Urusan Agama Islam dan Wakaf UEA bertujuan memperkuat kerja sama di bidang pengembangan kapasitas imam masjid, khatib, dan muftih melalui berbagai kegiatan dan kunjungan,” ungkapnya. Andi berharap, kegiatan ini bisa berlanjut pada bidang lainnya, seperti peningkatan kapasitas nazir untuk pengembangan wakaf di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Muda Subdit Dakwah dan HBI, Subhan Nur Mahmud mengatakan, pihaknya juga melakukan kunjungan ke tempat para imam masjid asal Indonesia yang bertugas di UEA. “Kami juga menemui para imam masjid asal Indonesia yang tinggal di sini, melihat fasilitas tempat tinggalnya, serta memastikan kesejahteraannya. Kami bersyukur fasilitasnya sangat layak,” papar Subhan. Subhan menyebut, setiap tahun Kemenag mengirimkan imam masjid ke UEA melalui seleksi yang ketat. Ia berharap, melalui program tersebut, para imam masjid memperluas jaringan internasional. “Kesempatan bagi imam masjid Indonesia memperluas jaringan internasional, mengenalkan konsep moderasi beragama ke dunia, dan melalui berbagai kegiatan bisa mendukung kerja sama yang kuat antarbangsa,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Warga Gaza Bergantung Hidup dan Matinya Hanya Kepada Allah

Gaza — 1miliarsantri.net : Di puncak pembantaian di Jalur Gaza, tiba-tiba terdengar suara adzan dari masjid yang hancur seperti suara kehidupan yang berasal dari lorong-lorong kematian, untuk dijawab oleh seorang nenek tua dari para pejalan kaki dengan suara keras, “Allahu Akbar, dan Allah lebih besar darimu, wahai Israel.” Orang-orang berjalan dengan terheran-heran melihat malapetaka yang melanda wilayah Al-Rimal di tengah kota Gaza. Mereka berupaya memahami geografi baru dari Al-Rimal setelah penarikan pasukan teroris Israel beberapa hari yang lalu. Mereka menemukan Al-Rimal dalam keadaan yang sangat berbeda. Penduduk wilayah ini bingung dengan pintu masuk gang dan keluar jalan yang dihalangi. Mereka berjalan di sana dengan langkah-langkah seperti anak kecil yang tersesat mencoba memahami hal-hal di sekitar untuk pertama kalinya. Ini adalah Gaza seperti yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, atau lebih tepatnya, ini bukan Gaza lagi. Untuk pertama kalinya, kerusakan terlihat menakutkan dan meluas, tidak meninggalkan sesuatu pun. Berdiri di mana saja dan lihatlah bagaimana Israel mengancurkan kabel listrik, komunikasi, dan internet, kemudian merobohkan pohon di jalan, merusak jalan-jalan beraspal, merusak saluran pembuangan. Pasukan teroris Israel lalu berjalan dengan tank melewati mobil yang diparkir di depan rumah, membakar gedung-gedung dan menara satu per satu. Setiap rudal jatuh di satu titik, tank langsung mengikuti. Orang bertanya-tanya, apakah ini perang melawan pejuang Palestina? Sebaliknya, ini adalah perang balas dendam terhadap kehidupan, infrastruktur, dan manusia. Wilayah Al-Rimal menjadi sasaran utama dari serangan teroris Israel, dan deskripsi ukuran kerusakan di sana tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ini dikenal sebelumnya sebagai “Jantung Gaza,” salah satu lingkungan paling mewah di kota itu, dan tujuan bagi penduduk Gaza selama liburan akhir pekan, tempat berkumpulnya markas perusahaan besar, pusat perbelanjaan, restoran terbaik, barang-barang terbaik, dan pasar. Di atas puing-reruntuhan rumahnya yang hancur yang ditembaki oleh pesawat pengeboman Israel, kemudian dihancurkan saat invasi darat, Mohammad Al-Jarousha mendirikan tenda dan menaruh apa yang tersisa dari pembantaian penghancuran. “Dia menantang Israel yang bermaksud mengusir warga Palestina dan memaksa mereka meninggalkan rumah mereka,” terang Al-Jarousha, Ahad (21/1/2024). Anak perempuan Al-Jarousha, Sherine, merespons pertanyaan tentang bagaimana mereka mengatasi hujan dan angin di tenda ini, dengan mengatakan, “Yahudi tidak bisa menilai kami, angin perlu dihargai?” Dia memuji ayahnya yang “mahir dalam memperbaiki dan mengakali tenda ini, yang dia lihat sebagai tempat paling hangat di dunia selama keluarganya baik-baik saja.” Keadaan Al-Jarousha, seperti banyak warga Gaza yang memeluk pepatah “Jika mereka meruntuhkan rumah kami, kami akan membangun tenda di atas puing-puing dan tidak akan bergerak,” sebagai keyakinan, dan mereka menjalankannya sebagai kenyataan, bukan slogan. Di seberang tenda Al-Jarousha, ada sisa rumah yang terbakar untuk keluarga Abu Sharar, yang pemiliknya memperbaiki ruangan yang tersisa darinya, dan kembali dengan keluarganya tanpa memedulikan cuaca dingin atau keadaan yang sulit. “Pembakaran rumah” menjadi sangat mencolok di daerah yang ditinggalkan oleh mesin penghancur Israel, sebagian besar rumah tempat tentara tinggal selama beberapa jam, mereka bakar untuk menyembunyikan jejak mereka terlebih dahulu, sesuai dengan kebijakan penghancuran yang satu-satunya tujuannya berhasil dicapai oleh Israel di sini. Amira Arafat, warga Gaza yang tinggal di dekat Mesjid Palestine, Al-Rimal. Deskripsi pemandangan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, gambar hinaan di dinding rumah dan tulisan Ibrani di atas perabotan, pengrusakan dan pemeriksaan pada semua tas dan rak, seolah-olah invasi oleh pasukan bayaran atau mafia. “Jumlah kotoran yang ditinggalkan di rumah tidak pernah saya perkirakan, tetapi meskipun mereka merusaknya, kami akan membangunnya kembali, dan jika mereka mengotorinya, kami akan membersihkannya, dan pilihan untuk meninggalkannya tidak mungkin sama sekali,” ungkap Amira. Dia menemukan sejumlah peluru dan kabel yang ditarik untuk menyalakan api di rumah, “tapi mereka (tentara Israel) hancur oleh salah satu pejuang.” Di sisi lain, seorang wanita berusia 50-an yang terlihat elegan berdiri di depan rumahnya yang telah terbakar penuh, berkata dengan suara gemetar, “Rumah kami dan rumah anak-anak kami dan mobil kami tidak ada yang tersisa untuk kami, kemana kita akan pergi? Apa yang mereka lakukan kepada kami!” Orang di sekelilingnya menjawab, “Semoga Allah memberikan ganti rugi yang lebih baik kepada Anda, ya hajj, yang penting adalah keselamatan.” Beberapa langkah ke depan, seorang nenek tua denganpunggung bungkuk menopang kedua tangannya yang saling terkait berdiri di depan reruntuhan rumah kerabatnya, dan berbisik dengan kata-kata yang tidak dimengerti, tampaknya dia berbicara kepada seseorang “16 syuhada di bawah reruntuhan selama 35 hari kami tidak dapat mengangkatnya,” dia menjawab tatapan orang-orang yang menuduhnya gila. Pedagang bergegas setelah penarikan pasukan pendudukan untuk memeriksa toko-toko mereka, beberapa dari mereka mengeluarkan barang dagangan yang selamat, sementara yang lain mencoba memperbaiki pintu toko yang dicabut karena tekanan serangan dan peluru artileri. “Kaos ini hanya 3 syikal,” teriak seorang pedagang pakaian elegan, setelah mengeluarkan barang dagangannya yang berdebu di pintu toko yang dulu mewah sebelum dihancurkan oleh invasi Israel, dan menempatkannya di atas tikar di depan orang banyak untuk dijual dengan harga kurang dari satu dolar. Dia melakukannya karena terpaksa mencari nafkah untuk anak-anaknya setelah absen dari pekerjaan selama lebih dari 50 hari, kata dia kepada kerumunan di sekitarnya. Di sisi lain, seorang pedagang lain tetap duduk di kursi di depan reruntuhan tokonya, tidak mengangkat pandangannya darinya, seolah-olah dia kembali melalui waktu ke hari di mana perdagangannya ini adalah kenyataan bukan mimpi yang hilang hari ini setelah Israel mengubahnya menjadi tumpukan abu dengan sekali mata. “Semoga Allah membantu mereka, uang setara dengan jiwa,” komentar orang-orang di sekitar pedagang ini. Pemandangan para pejalan kaki yang mengenakan “masker pandemi” kembali terlihat sangat biasa, di mana puing-puing berserakan dan mayat-mayat tergeletak di tanah yang dipenuhi aroma kematian, meskipun salah satu dari mereka memberi tahu saya tentang mayat “yang tergeletak di jalan selama lebih dari dua minggu, dan belum membusuk. Ini adalah salah satu kemuliaan para syuhada yang disampaikan oleh Rasul Muhammad,” katanya. Di jalan-jalan lingkungan ini, setelah melewati mayat, kita menemukan tumpukan sampah di tepi jalan yang mengeluarkan aroma yang memberitahu Anda bahwa usianya mencapai 100 hari atau lebih. Rasa ngeri menusuk Anda saat berjalan di tengah kehancuran ini, mungkin karena penularan keputusasaan yang terpancar dari wajah-wajah orang-orang, seolah-olah bom depresi telah melanda semua orang yang berjalan di sini. Mereka menatap satu sama lain, seolah-olah mereka menanyakan rahasia keselamatan, dan mereka bergumam dengan malu-malu, “Alhamdulillah atas keselamatan,” dan…

Read More