Reruntuhan RS Indonesia di Gaza Diklaim Dijadikan Tempat Perayaan Hanukkah oleh Tentara Israel — Klaim Beredar di Media Sosial

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok tentara Israel berada di bangunan yang disebut sebagai reruntuhan RS Indonesia di Gaza. Jakarta – 1miliarsantri.net: Beredar unggahan yang menyatakan bahwa reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, dijadikan lokasi perayaan Hanukkah oleh tentara Israel. Klaim ini beredar di akun X @OnlinePalEng dan kanal Telegram Palestina Post. Sampai saat ini klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh media arus utama. Kanal Telegram Palestina Post menyebarkan video yang diklaim menampilkan perayaan Hanukkah. namun hingga kini belum ada verifikasi independen terkait lokasi, waktu, dan konteks kegiatan tersebut.” Informasi Apa Yang Beredar Video memperlihatkan sekelompok tentara Israel berada di sebuah bangunan yang rusak berat. Dalam narasi yang menyertainya di media sosial, lokasi disebut sebagai reruntuhan RS Indonesia di Gaza, serta diklaim terjadi aktivitas perayaan Hanukkah. Informasi Yang Sudah Terverifiksi Yang Perlu Diverifikasi Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel, organisasi internasional, maupun lembaga pemantau independen yang mengonfirmasi klaim bahwa RS Indonesia dijadikan lokasi perayaan keagamaan oleh tentara Israel.*** Ikuti informasi aktual tentang Palestina dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai sumber terpercaya dan terverifikasi yang dirangkum oleh 1miliarsantri.net. Sumber : Akun X @OnlinePalEng (Palestina Online) dan Telegram Palestina Post Foto istimewa tangkapan layar Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris

Read More

Bazar UMKM Bantargebang Meriahkan Keriyaan Warga Sumur Batu 2025, Hadirkan Layanan Publik dan Mancing Gratis

Bazar UMKM Bantargebang digelar 13–14 Desember 2025 di Situ Rawa Toke, Sumur Batu. Hadirkan layanan kesehatan gratis, adminduk, sembako murah, hiburan warga hingga mancing gratis. Kota Bekasi – 1miliarsantri.net: Karang Taruna Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang kembali menggelar kegiatan pemberdayaan ekonomi dan pelayanan masyarakat melalui Bazar UMKM Bantargebang Spesial Keriyaan Warga Sumur Batu 2025. Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Harris Bobihoe. membuka secara resmi acara yang akan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 13–14 Desember 2025, pada pukul 09.00 WIB, bertempat di Situ Rawa Toke, Kelurahan Sumur Batu, Kota Bekasi. Wawali Bobihoe mengapresiasi pembukaan Situ Rawa Toke, dan mendukung kegiatan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jilid 4 Keriyaan Warga Sumur Batu, yang mengusung semangat kebersamaan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat wilayah. Sambutan Masyarakat Sumur Batu Dan Sekitarnya Acara yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Sumur Batu ini mendapat apresiasi dari Tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat Kelurahan Sumur Batu dan Bantargebang pada umumnya. Kiman Sumarwan, Aktivis Sosial dan tokoh masyarakat setempat mengatakan, “Kegiatan ini menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah.” “Ada juga pelayanan publik gratis dan perlombaan mancing terbesar, dengan peserta yang sangat banyak, dihari pertama,” lanjut Kiman, yang mendapatkan layanan kesehatan gratis. Dukung UMKM dan Layanan Publik Lengkap Tak hanya bazar, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik terpadu, di antaranya: Hiburan Keluarga dan Mancing Gratis Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan rakyat, seperti: Penampilan musik, Senam bersama, Baking demo, Mancing gratis di area Situ Rawa Toke Konsep acara yang ramah keluarga ini menjadikan bazar tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang rekreasi dan interaksi sosial bagi masyarakat. Didukung Pimpinan Daerah Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kota Bekasi, di antaranya Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Harris Bobihoe.Dukungan juga datang dari Camat Bantargebang Sumpono Brama, S.STP., M.Si, bersama Sekretaris Camat Adventus Pardosi, S.E, serta didukung langsung oleh Lurah Sumur Batu Nani Nariah, S.Sos., M.A. Semangat pelayanan publik tercermin melalui nilai BerAKHLAK dan komitmen aparatur dalam melayani masyarakat dengan profesional dan humanis.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris

Read More

Revisi Undang-Undang Pengelolaan Zakat, Apa Urgensinya?

Bekasi – 1miliarsantri.net: Perkembangan hukum di Indonesia terus mengalami dinamika, termasuk dalam pengelolaan zakat. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat (Undang-Undang Pengelolaan Zakat) telah menjadi landasan hukum yang penting, namun seiring berjalannya waktu, muncul kebutuhan untuk melakukan revisi demi mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Revisi ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang ada, seperti optimalisasi pengumpulan, distribusi, dan pendayagunaan zakat, serta penguatan tata kelola kelembagaan. Lalu, apa urgensi dari Revisi UU Pengelolaan Zakat? Simak pembahasannya berikut ini. Urgensi Revisi UU Pengelolaan Zakat Ada beberapa alasan utama mengapa revisi UU Pengelolaan Zakat dianggap sangat mendesak. Pertama, optimalisasi potensi zakat nasional. Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), potensi zakat di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya, namun realisasi pengumpulannya masih jauh di bawah angka tersebut. Regulasi yang lebih kuat dan adaptif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat serta mempermudah proses pengumpulan zakat. Kedua, penguatan kelembagaan. UU saat ini dinilai belum cukup kuat dalam mengatur tata kelola BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Revisi diperlukan untuk mempertegas peran, fungsi, dan kewenangan masing-masing lembaga, termasuk dalam hal pengawasan internal dan eksternal. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat. Ketiga, penguatan aspek hukum dan sanksi. Meskipun UU Nomor 23 Tahun 2011 sudah mengatur sanksi, namun penerapannya dinilai masih lemah. Revisi diharapkan dapat memperjelas dan memperkuat sanksi bagi pihak-pihak yang tidak mematuhi ketentuan, misalnya bagi muzaki (orang yang berzakat) yang sengaja menghindari kewajibannya atau amil (pengelola zakat) yang menyalahgunakan dana. Keempat, integrasi sistem data zakat. Saat ini, belum ada sistem data yang terintegrasi antara BAZNAS, LAZ, dan pemerintah. Akibatnya, sulit untuk memetakan secara akurat potensi, realisasi, dan dampak penyaluran zakat secara nasional. Revisi UU dapat menjadi momentum untuk membangun sistem informasi zakat nasional yang terpadu. Tujuan Revisi UU Pengelolaan Zakat Revisi UU Pengelolaan Zakat diharapkan dapat menyentuh beberapa substansi penting. Salah satunya adalah penguatan peran BAZNAS sebagai koordinator dan pengendali utama. BAZNAS akan memiliki kewenangan yang lebih besar dalam mengawasi dan memberikan bimbingan teknis kepada LAZ agar pengelolaan zakat berjalan selaras dengan kebijakan nasional. Ini termasuk standarisasi laporan keuangan dan audit syariah. Selain itu, revisi juga perlu memperjelas status dan kedudukan LAZ. Meskipun LAZ diakui dalam UU saat ini, aturannya perlu diperjelas, terutama terkait perizinan, pengawasan, dan pelaporan. Hal ini bertujuan untuk memastikan LAZ beroperasi secara profesional dan sesuai syariat. Aspek pendayagunaan zakat juga menjadi fokus utama. Selama ini, zakat sering kali hanya didistribusikan secara konsumtif. Revisi diharapkan dapat mendorong pendayagunaan zakat yang lebih produktif, misalnya melalui program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki di masa depan. Terakhir, revisi perlu memperkuat mekanisme pengawasan internal dan eksternal. Pengawasan internal dapat dilakukan oleh auditor internal yang independen dalam setiap lembaga, sementara pengawasan eksternal dapat melibatkan instansi pemerintah terkait, seperti Kementerian Agama dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini penting untuk meminimalisasi penyimpangan dan penyelewengan dana zakat. Dengan revisi ini, diharapkan pengelolaan zakat di Indonesia akan semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga zakat dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi dan sosial, berkontribusi signifikan terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Sumber: Berbagai sumber Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Sumber foto: Gemini AI Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga optimalisasi ziswaf disini

Read More

Indonesia Jadi Negara Dermawan, Bagaimana Optimalisasi Ziswaf?

Malang – 1miliarsantri.net : Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kepedulian sosial yang tinggi. Salah satu bukti nyatanya adalah posisi Indonesia sebagai negara dermawan dengan potensi besar dalam pengelolaan Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf). Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Artikel ini membahas bagaimana Indonesia dapat mengoptimalkan Ziswaf sebagai instrumen pemberdayaan umat sekaligus untuk pendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan pengelolaan Ziswaf yang efektif dan transparan, Indonesia bisa memperkuat solidaritas sosial dan mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan sosial. Potensi Besar Ziswaf di Indonesia Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia yang secara teoretis merupakan potensi besar bagi Ziswaf. Menurut data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), potensi zakat Indonesia mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Selain zakat, wakaf juga merupakan instrumen keuangan sosial yang belum banyak dimaksimalkan. Ziswaf berperan penting dalam distribusi kekayaan dan pemerataan ekonomi umat. Namun, meskipun potensi besar itu ada, optimalisasi Ziswaf masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat, manajemen yang kurang profesional, hingga regulasi yang belum mendukung secara maksimal. Oleh karena itu, penguatan sistem dan inovasi dalam pengelolaan Ziswaf menjadi kebutuhan mendesak. Strategi Optimalisasi Ziswaf di Indonesia Untuk mengoptimalkan Ziswaf, diperlukan langkah strategis yang komprehensif. Pertama, Pemerintah dan lembaga amil zakat harus gencar melakukan edukasi melalui berbagai kanal, mulai dari sekolah, media sosial, hingga komunitas keagamaan. Kedua, modernisasi pengelolaan Ziswaf dengan memanfaatkan teknologi digital. Penerapan sistem digital dan aplikasi untuk Ziswaf dapat memudahkan masyarakat menyalurkan dana. Ketiga, peningkatan profesionalisme dan tata kelola lembaga pengelola Ziswaf. Dengan adanya pelatihan manajemen, sertifikasi, dan audit rutin bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat. Keempat, memperluas jenis program pemberdayaan yang dibiayai oleh Ziswaf, seperti membiayai usaha mikro, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Optimalisasi Ziswaf Pemerintah memegang peran penting dalam menciptakan regulasi yang mendukung pengelolaan Ziswaf. Undang-undang dan kebijakan harus memberikan ruang bagi inovasi wakaf dan zakat digital, serta mendorong akuntabilitas lembaga pengelola. Pemerintah juga perlu memfasilitasi koordinasi antar lembaga Ziswaf untuk mencegah tumpang tindih dan memastikan distribusi yang efektif. Sementara itu, masyarakat sebagai pemberi Ziswaf harus diberdayakan dengan informasi yang jelas dan akses yang mudah. Kesadaran berzakat dan berwakaf tidak hanya soal kewajiban agama, tapi juga sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Peran media massa dan tokoh agama sangat penting dalam mengkampanyekan nilai kebaikan ini. Ziswaf untuk Pembangunan Berkelanjutan Optimalisasi Ziswaf bukan hanya soal meningkatkan jumlah dana yang terkumpul, melainkan bagaimana dana tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Ziswaf bisa menjadi sumber pembiayaan bagi program-program sosial dan ekonomi yang berkelanjutan seperti pendidikan anak yatim, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan konservasi lingkungan. Ziswaf juga mampu mereduksi kesenjangan sosial dengan memberikan bantuan kepada kelompok rentan secara terstruktur dan tepat sasaran. Dengan demikian, Ziswaf bisa menjadi instrumen strategis dalam menciptakan keadilan sosial dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia. Indonesia sebagai negara dermawan memiliki potensi besar dalam Ziswaf yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengelolaan yang profesional, teknologi yang mumpuni, dan regulasi yang mendukung, Ziswaf bisa menjadi pilar utama dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat. Pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat harus bersinergi untuk mewujudkan pengoptimalan Ziswaf yang berkelanjutan. Ziswaf bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga investasi sosial yang menghasilkan manfaat luas bagi bangsa. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan Ziswaf agar Indonesia semakin menjadi negara dermawan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi masa depan. Penulis : Ramadani Wahyu Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga semangat relawan yang tidak hanya berbagi tenaga tapi juga harapan

Read More

Tenda Jadi Satu-Satunya Perlindungan Warga Gaza: 1,5 Juta Pengungsi Bertahan di Tengah Ancaman Banjir dan Blokade

Lebih dari 1,5 juta warga Palestina di Gaza terpaksa bertahan hidup di tenda darurat. Sekitar 900 ribu pengungsi menghadapi risiko banjir, sementara 300 ribu tenda dan tempat berlindung dilarang masuk. Simak laporan lengkapnya. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Gaza kembali menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin kompleks. Tenda kini menjadi satu-satunya tempat berlindung bagi warga Palestina di Jalur Gaza, setelah rumah, sekolah, dan fasilitas umum hancur akibat konflik berkepanjangan. Data terbaru menunjukkan sekitar 1,5 juta pengungsi hidup dalam kondisi yang sangat buruk, tanpa perlindungan memadai dari cuaca ekstrem, penyakit, dan ancaman keselamatan lainnya. Situasi semakin memburuk ketika musim hujan datang. Sekitar 900 ribu pengungsi berada dalam risiko tinggi banjir, karena tenda-tenda darurat yang mereka tempati berdiri di atas tanah berlumpur dan wilayah rendah yang rawan genangan. Air hujan dengan cepat merendam area pengungsian, merusak alas tidur, pakaian, hingga persediaan makanan yang terbatas. Upaya Kemanusiaan Terhambat Blokade Zionis Israel Di tengah kondisi tersebut, sekitar 300 ribu unit tenda dan tempat berlindung darurat dilaporkan dilarang masuk ke Gaza, membuat upaya kemanusiaan terhambat. Keterbatasan akses bantuan memperparah penderitaan warga sipil, terutama kelompok paling rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. Gambaran krisis ini tampak jelas di berbagai kamp pengungsian. Anak-anak terlihat menggendong adik mereka di tengah hujan, berjalan di genangan air, dengan pakaian basah dan tubuh menggigil. Tenda-tenda tipis tak mampu menahan dingin, hujan, maupun angin, sehingga risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit terus meningkat. Krisis Gaza Darurat Kemanusiaan & Lingkungan Organisasi kemanusiaan internasional telah berulang kali memperingatkan bahwa krisis di Gaza bukan hanya darurat konflik, tetapi juga darurat kemanusiaan dan lingkungan. Tanpa akses tenda yang layak, sanitasi, dan perlindungan cuaca, jutaan warga sipil berada di ambang bencana yang lebih besar. Di tengah keterbatasan tersebut, warga Gaza hanya bisa bertahan dengan apa yang ada. Tenda bukan lagi simbol sementara, melainkan harapan terakhir untuk tetap hidup. Sumber : Channel WA Free Palestine & Kantor Media Pemerintah Gaza Foto : Aljazeera Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Gaza Memasuki Musim Dingin Parah: Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir

Badai musim dingin mengancam penduduk Gaza dan menyebabkan kondisi infrastruktur sipil terutama kamp-kamp pengungsi mengalami krisis parah. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Hujan deras serta angin kencang di wilayah Gaza mendorong infrastruktur sipil Gaza ke dalam krisis parah memasuki musim dingin dipenghujung tahun 2025. Badai musim dingin yang dahsyat telah menjerumuskan Gaza ke dalam krisis yang lebih dalam minggu ini, dengan otoritas setempat memperingatkan bahwa wilayah tersebut menghadapi kondisi yang mereka gambarkan sebagai bencana.  Hujan Deras & Angin Kencang Menyapu Kamp-Kamp Pengungsi SAFA Press Agency melaporkan, Hujan deras dan angin kencang telah menyapu daerah-daerah yang sudah hancur akibat perang genosida selama dua tahun, membanjiri tempat-tempat penampungan darurat tempat keluarga-keluarga pengungsi telah tinggal selama lebih dari setahun. Pejabat pemerintah Kota Gaza melaporkan, badai tersebut menghantam penduduknya yang hampir secara keseluruhan tidak mendapatkan perlindungan akibat hancurnya infrastruktu penting. Otoritas kota juga melaporkan, lebih dari delapan puluh persen mesin dan peralatan layanannya telah hancur, sehingga para petugas tidak dapat mengatasi banjir, membersihkan jalan, atau membantu lingkungan yang terendam air. Gaza membutuhkan pasokan material untuk memperbaiki situasi infrastruktur yang hancur akibat genosida zionis israel, namun terkendala blokade yang dilakukan zionis yahudi. Kamp-Kamp Pengungsi Terendam Banjir Penderitaan rakyat Gaza yang kehilangan tempat tinggal akibat pemboman yang masif oleh militer israel sejak Oktober 2023 diperparah oleh banjir yang menggenangi tanda-tenda pengungsi. Tenda-tenda yang ditempati roboh oleh hempasan angin dan hujan mengirim debit air yang menggenangi satu-satunya tempat berteduh dari panas dan hujan. Keadaan mereka diperparah dengan kondisi jaringan drainase yang rusak dan pilihan tempat berlindung yang aman telah habis, sebagian besar wilayah menjadi tidak layak huni. Ribuan rakyat Palestina di Gaza saat ini membutuhkan tenda-tenda yang memadai, layak huni serta aman, atau unit perumahan sementara untuk bertahan hidup selama musim dingin.*** Foto : SAFA Press Agency Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru SDN 01 Kalibaru, 21 Korban Luka-Luka

Jakarta – 1miliarsantri.net: Insiden kecelakaan serius terjadi di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi ketika sebuah mobil operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba melaju tak terkendali dan menabrak kerumunan siswa serta guru yang tengah beraktivitas di halaman sekolah. Sebanyak 21 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Kronologi Insiden Peristiwa berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB. Mobil operasional MBG yang dikemudikan AI (34) — sopir pengganti karena sopir utama sedang sakit — melaju menuju gerbang sekolah untuk mengantar makanan program MBG. Saat memasuki area menanjak di depan gerbang, AI mengaku salah menginjak pedal gas dan rem, menyebabkan kendaraan melonjak cepat, menerobos pagar sekolah yang tertutup, dan langsung menghantam kerumunan siswa dan guru yang sedang bersiap mengikuti kegiatan pagi. Rekaman CCTV memperlihatkan mobil melaju tanpa kendali sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak sejumlah orang di lapangan sekolah. Insiden itu memicu kepanikan karena beberapa siswa berada sangat dekat dengan lintasan mobil. Korban Luka-Luka Total terdapat 21 korban, terdiri dari siswa dan guru. Lima orang dirawat di RSUD Koja, termasuk satu korban yang sempat berada di ruang ICU. Sebanyak 16 korban lainnya menjalani perawatan di RSUD Cilincing. Pihak rumah sakit memastikan tidak ada korban meninggal dunia. Pemeriksaan Sopir dan Investigasi Kepolisian telah mengamankan AI dan seorang pendamping untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyatakan sedang menyelidiki dua kemungkinan penyebab utama, yakni human error dari pihak pengemudi atau gangguan teknis pada kendaraan operasional MBG. Namun pada saat kejadian, mobil dikemudikan sopir pengganti dan masuk halaman sekolah dalam keadaan tidak bisa dikendalikan. Pernyataan Resmi Gubernur DKI Dalam keterangannya, Pramono menjelaskan bahwa kendaraan MBG sehari-hari memiliki rute rutin mengantar makanan ke sekolah. “Telah terjadi kejadian mobil MBG yang memang setiap hari mengantar makanan di tempat itu… karena sopirnya ganti, pintu gerbang sekolah tertutup, masuk dengan kecepatan tidak terkontrol dan menabrak murid dan guru yang ada di sana,” ujar Pramono. Ia menegaskan seluruh korban mendapat prioritas penanganan, dan pemerintah provinsi bertanggung jawab atas kebutuhan medis korban. Gubernur juga menyampaikan bahwa ia akan mengawasi langsung proses perawatan korban serta mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Program MBG Tetap Berjalan Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan, namun evaluasi prosedur pengiriman dan operasional kendaraan akan dilakukan untuk meningkatkan standar keamanan. Penanganan Lanjutan Polisi masih melakukan olah TKP dan memeriksa kendaraan untuk menentukan faktor pemicu kecelakaan. Sementara itu, pihak sekolah, pemerintah kota, dan BGN berkoordinasi dalam pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak secara emosional akibat kejadian tersebut.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : Berbagai Sumber Foto : Tangkapan layar WAG

Read More

Update Bencana Sumatera 2025: Komdigi Pastikan 413 Titik Internet Publik Berhasil dipulihkan di 3 Provinsi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan 413 dari 602 titik internet publik di Sumatra yang terdampak bencana berhasil dipulihkan per 6 Desember 2025, mempercepat koordinasi dan akses informasi darurat. Jakarta – 1miliarsantri.net: Pemulihan akses komunikasi jadi prioritas saat darurat, menjadi perhatian serius Kementerian Komunikasi dan Digital. Komdigi mengumumkan bahwa sebanyak 413 titik internet publik telah berhasil dipulihkan dari total 602 titik layanan yang terdampak bencana beberapa waktu terakhir. Akses internet publik tersebut meliputi area pengungsian, fasilitas kesehatan, posko logistik, kantor pemerintahan daerah, serta ruang publik yang menjadi pusat koordinasi tim penyelamat. Langkah cepat pemulihan konektivitas ini dinilai penting untuk memperkuat proses evakuasi, pendataan, serta distribusi bantuan. Mendukung Koordinasi Lapangan dan Akses Informasi Kritis Dalam situasi darurat, komunikasi digital menjadi tulang punggung untuk menghubungkan warga yang terdampak dengan layanan bantuan dan keluarga mereka di luar daerah. Dengan pemulihan ratusan titik internet publik ini, akses komunikasi menjadi jauh lebih stabil, baik untuk pemerintah daerah maupun tim respons bencana. Komdigi menyatakan bahwa proses pemulihan terus dilakukan siang dan malam, bekerja sama dengan operator telekomunikasi nasional dan relawan teknis. Upaya percepatan memperhatikan dua prioritas utama: Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah mengaktifkan 17 titik internet darurat berbasis satelit untuk layanan cadangan di lokasi yang infrastruktur telekomunikasinya belum pulih. Semoga kondisi di wilayah terdampak segera membaik, dan bantuan dapat menjangkau saudara-saudari kita yang masih terisolasi. Kita terus berdoa agar proses pemulihan berjalan lancar dan seluruh warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.*** Sumber : instagram komdigi Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Update Bencana Sumatera: Tim Rumah Zakat Alami Kendala Menuju Titik Ke-2 Tanah Liek

Agam, Sumatera Barat – 1miliarsantri.net: Tim Rumah Zakat kembali melaksanakan giat penyaluran bantuan untuk terdampak bencana banjir dan longsor Sumatera. Saat ini Tim menuju Titik Penyaluran Ke-2 Tanah Liyek, Kec. Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sebelumnya Tim Rumah Zakat telah menyalurkan bantuan ke wilayah Koto Alam, Kec. Palembayan, Kabupaten Agam. Tim RZ mengalami hambatan di Silungkang karena kondisi jalan penuh lumpur akibat longsor dan banjir. Kendaraan yang membawa relawan dan paket bantuan terjebak di jalan yang rusak parah dan penuh lumpur akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Tim Rumah Zakat Menuju Tanah Liek Tim RZ yang terlibat dalam giat penyaluran bantuan menuju titik ke-2 berasal dari RZ Bekasi, Bandung, Jambi, Lampung dan Padang. Dengan rincian: Update Bencana Sumatera akan terus disajikan oleh redaksi 1miliarsantri.net dari berbagai sumber dan liputan lapangan kontributor @Thorr_17 (relawan Rumah Zakat Bekasi). Semoga kerja kemanusiaan yang melibatkan semua unsur untuk menangani dampak Bencana Banjir dan Longsor Sumatera di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara berjalan lancar, dan semua relawan senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan serta keselamatan dari Allah Subhanahuwata’ala.*** Sumber : Liputan Lapangan Muhammad Thoriq Fitrahtullah Humris Foto istimewa dokumentasi @Thorr_17 Editor : Thamrin Humris

Read More

Presiden Prabowo Kunjungi Tenda Pengungsi dan Perintahkan Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke tenda pengungsian di Kabupaten Bireuen, Aceh, dan memerintahkan percepatan perbaikan infrastruktur serta penyaluran pangan — langkah konkret Pemerintah memastikan pemulihan pasca-bencana berjalan cepat. Aceh – 1miliarsantri.net: Ditemani Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), Presiden Prabowo Subianto mengunjungi wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Di Kabupaten Bireuen, ia mendatangi tenda pengungsian, menemui korban, sekaligus meninjau langsung pengerjaan perbaikan infrastruktur vital. Presiden Prabowo dalam kunjungan tersebut menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat pemulihan akses dan kebutuhan dasar masyarakat. Kunjungan ke Tenda Pengungsian: Empati dan Pastikan Logistik Tersalur Sesampainya di lokasi, Prabowo disambut ratusan warga yang sudah menunggu sejak pagi. Tenda utama menampung sekitar 532 pengungsi dari Dusun Kayee Jato, lengkap dengan posko kesehatan, akses air bersih, dan dapur umum. Dalam suasana penuh haru, Presiden berjalan menyapa satu per satu warga, mendengarkan keluhan dan cerita warga yang kehilangan rumah akibat bencana. Beberapa warga bahkan menangis saat bertemu Kepala Negara. Menanggapi itu, Prabowo memberikan semangat, menepuk bahu para pengungsi sambil berujar “sabar ya, sabar.” Tak hanya bertemu warga — ia juga meninjau dapur umum dan logistik bantuan. Presiden bahkan mencicipi menu makan siang berupa nasi dan ikan tongkol, guna memastikan ketersediaan dan kecukupan pangan bagi pengungsi. Fokus Percepatan Pemulihan Infrastruktur: Jembatan & Akses Vital Setelah dari tenda pengungsian, Presiden Prabowo meninjau pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas penting penghubung Bireuen–Takengon di Kabupaten Bireuen. Jembatan sementara sepanjang 30 meter ini menjadi “urat nadi” untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus pasca-bencana. Di lokasi konstruksi, Presiden menyaksikan langsung operasi alat berat — ekskavator, loader — yang memperkuat pondasi dan membuat timbunan batu sebagai oprit jembatan. Pengerjaan berjalan intensif tanpa henti. Prabowo menyatakan optimisme bahwa jembatan sementara ini bisa dibuka dalam waktu satu minggu. Setelah itu, pemerintah akan langsung melanjutkan perbaikan terhadap tiga jembatan lainnya yang menuju ke Bener Meriah dan Takengon. Selain jembatan, laporan kerusakan terhadap bendungan dan area persawahan warga juga disampaikan — Pemerintah melalui instansi terkait akan segera memulihkan semuanya. Komitmen Pangan & Pemulihan: Upaya Terkoordinasi dari Negara Usai meninjau jembatan, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak. Suplai bahan pangan telah diantisipasi dan akan dikirim dari daerah lain, dengan cadangan cukup memadai. Bagi petani terdampak, pemerintah bahkan menyampaikan bahwa utang-utang KUR akan dihapus — menyikapi kondisi sebagai “force majeure”, bukan kelalaian. Dalam percepatan pemulihan infrastruktur, Kepala Staf Angkatan Darat — Maruli Simanjuntak — ditunjuk sebagai komandan percepatan perbaikan untuk mendukung tim teknis dari instansi sipil. Hal ini menunjukkan kesigapan pemerintah memobilisasi seluruh sumber daya untuk menangani krisis. Kehadiran Presiden Buktikan Kehadiran Negara di Tengah Krisis Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke tenda pengungsian sekaligus ke lokasi pemulihan infrastruktur di Aceh menjadi simbol bahwa negara hadir dan bergerak cepat saat bencana melanda. Dengan mendengarkan langsung pengungsi, memastikan logistik pangan, serta meninjau dan memerintahkan percepatan perbaikan akses vital — pemerintah menunjukkan komitmen nyata untuk membawa stabilitas dan harapan kembali pada masyarakat terdampak. Langkah ini penting tidak semata sebagai respons darurat, tetapi sebagai fondasi pemulihan jangka panjang, agar warga Aceh bisa kembali hidup normal secepat mungkin.*** Sumber : presiden.go.id Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More