Lima Negara Adidaya Bersatu

Gaza — 1miliarsantri.net : Para pemimpin Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bersama mengenai situasi terkini di Timur Tengah. Pernyataan ini menjadi sorotan dunia, mengingat ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyatakan dukungan penuh terhadap upaya-upaya yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan di Gaza. Para pemimpin negara adidaya ini juga mendorong tercapainya gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di wilayah konflik tersebut. Mereka mendukung seruan bersama dari Presiden Biden, Presiden Sisi dari Mesir, dan Amir Tamim dari Qatar agar perundingan segera dilanjutkan minggu ini. Tujuannya jelas: mencapai kesepakatan secepat mungkin. “Tidak ada waktu lagi yang bisa disia-siakan,” tegas para pemimpin negara tersebut kepada media, Senin (19/8/2024). Para pemimpin dunia ini juga menekankan pentingnya semua pihak untuk memenuhi tanggung jawab mereka. Selain itu, mereka menyoroti kebutuhan mendesak akan distribusi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan di Gaza. Dalam pernyataan tersebut, dukungan untuk pertahanan Israel terhadap agresi Iran dan serangan kelompok teroris yang didukung Iran juga disampaikan. Para pemimpin mengimbau Iran untuk menghentikan ancaman serangan militer terhadap Israel yang masih berlangsung. Mereka juga memperingatkan konsekuensi serius bagi keamanan kawasan jika serangan semacam itu terjadi. Situasi ini tentu menjadi perhatian dunia internasional mengingat dampaknya yang bisa meluas ke berbagai negara. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Unair Kukuhkan 8.732 Mahasiswa Baru

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Airlangga (Unair) kembali mengukuhkan putra-putri terbaik bangsa menjadi Ksatria Muda Airlangga. Jumlah mahasiswa yang dikukuhkan sebanyak 8.732 mahasiswa baru (maba) pada program pendidikan sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Pengukuhan berlangsung meriah di Airlangga Convention Center, Kampus MEER-C. Rektor UNAIR, Prof Dr Moh Nasih SE MT Ak menyampaikan bahwa mahasiswa Unair harus belajar dengan serius dan sebaik mungkin agar bisa menjadi pemimpin hebat di masa depan. “Anda adalah putra putri terbaik bangsa ini, gunakan kesempatan menjadi mahasiswa UNAIR sebaik-baiknya. Kita semua yakin jika anda belajar dengan baik hari ini, maka anda akan menjadi pemimpin-pemimpin hebat di hari esok,” ucap Nasih. Bergabung menjadi bagian Ksatria Airlangga dan bisa belajar di salah satu universitas terbaik di dunia merupakan kesempatan yang tidak semua orang miliki. Oleh karena itu, mahasiswa baru UNAIR harus bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari ilmu sebanyak-banyaknya. “Barangsiapa yang ingin di dunia dan di akhirat bahagia, maka kuncinya adalah ilmu pengetahuan. Kunci untuk sukses adalah bagaimana kita memperoleh sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan,” tambah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR itu. Berkarakter HEBATHEBAT merupakan karakter yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa UNAIR. Salah satu karakter HEBAT adalah humble (rendah hati). Ksatria Airlangga harus menjadi pembelajar sejati yang memiliki sikap rendah hati dan terbuka untuk menerima berbagai pengetahuan baru .“Jadilah pembelajar sejati, pembelajar yang humble, karena dengan kerendahan hati, anda akan menjadi orang yang terbuka kepada ide-ide baru, pengetahuan baru, pengalaman baru, sehingga ilmu yang diberikan oleh dosen akan mampu anda terima dengan baik,” imbuhnya. Tidak hanya humble, mahasiswa UNAIR juga harus menjadi sosok yang brave (berani). Keberanian mengambil resiko sangat penting agar mahasiswa UNAIR bisa semakin berkembang dan meraih kesuksesan di masa depan. “Jadilah orang-orang yang mau mengambil resiko, orang-orang sukses adalah orang yang mau mengambil resiko. Tanpa mau mengambil resiko kita tak akan bisa berlari dengan lebih kencang,” ucap prof Nasih. (har) Baca juga :

Read More

Sejarah Jilbab Dalam Peradaban Pra-Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dari sekian banyak pokok bahasan keislaman, hijab atau jilbab merupakan salah satu tema yang sering dibahas. Ada yang memandang persoalan jilbab melalui pintu literal semata. Dalam arti, bagi yang berpandangan seperti ini, apa-apa yang tercantum dalam Alquran dan hadis wajib hukumnya dilaksanakan. Husein Shahab tampaknya dapat dijadikan contoh kelompok ini. Dalam kata pengantar bukunya, Jilbab Menurut Alquran dan As-Sunnah, ia mengatakan, “Jilbab adalah satu hukum yang tegas dan pasti yang seluruh wanita Muslim diwajibkan Allah SWT untuk mengenakannya. Melanggar atau tidak mengakuinya berarti mengingkari salah satu hukum Islam yang esensial.” Kelompok kedua melihat jilbab melalui pintu mistikisme. Kelompok ini meletakkan jilbab sebagai sebuah pengalaman keagamaan melalui ibadah-ibadah ritual. Sedapat mungkin mereka menjalani hidup sesuai dengan apa-apa yang diyakini dapat mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurut Dedy Mulyana dalam Islam: Antara Simbol dan Identitas, pemakaian jilbab yang dilandasi pengalaman keagamaan merupakan cermin dari inner-states yang tulus. Jilbab di sini bukan instrumen untuk menyenangkan orang lain atau sekadar memenuhi persyaratan masuk ke dalam sebuah institusi. Namun, ini sebagai perwujudan rasa nyaman yang subjektif. Tema tentang jilbab dan pengalaman keagamaan ini dikupas lebih mendalam oleh Murtadha Muthahhari dalam bukunya, Hijab Gaya Hidup Wanita Muslimah. Menurutnya, pemakaian hijab untuk memberikan kenyamanan diri sudah dipraktikkan sejak zaman pra-Islam atau jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Ini dapat dijumpai di peradaban-peradaban India, Persia, dan Yunani kuno. Pada masyarakat India kuno, misalnya, motif pemakaian hijab ialah kecenderungan ke arah kerahiban. Ini sebuah perjuangan melawan kesenangan dan menaklukkan ego diri. Murtadha menengarai, praktik pemakaian hijab berasal dari India. Kelompok agamawan setempat membuat batas antara wanita dan pria dalam rangka kerahiban. Konsep ini, menurutnya, lantas berkembang dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Adapun pemakaian hijab di Persia lebih didasari alasan sosial. Pada zaman dahulu, jaminan keamanan untuk wanita dan anak-anak sangat kurang. Will Durrant dalam buku History of Western Civilization menulis ihwal situasi di zaman Iran kuno. Menurutnya, hijab sudah menjadi tradisi di Iran sejak zaman lampau. Apa-apa yang biasa ditemui pada kaum wanita Iran sekarang pada dasarnya berhubungan dengan Iran pra-Islam, bukan Iran setelah Islam. Pada masa kekuasaan Imperium Sassaniyah, jika seorang raja atau pangeran mendengar kecantikan seorang wanita, ia pasti mencari dan membawanya. Gagasan mengenai hijab di Iran ketika itu berkaitan erat dengan kehormatan seorang wanita yang harus dijaga dari pria lain yang mengintainya. (jeha) Baca juga :

Read More

Rutinitas Olahraga Cegah Serangan Jantung Saat Padat Bekerja

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pentingnya rutinitas olahraga di tengah kepadatan bekerja guna mencegah terjadinya serangan jantung. Seseorang yang tidak berolahraga rutin karena sudah merasa lelah bekerja justru rentan terkena berbagai penyakit. “Kalau orang kerja keras yang terjadi adalah kecapekan, habis itu mereka tidak olahraga bahkan bisa sampai setahun nggak pernah olahraga nah itu yang membuat bahaya kesehatan, tidak ada aktivitas fisik. Jadi pekerja keras harus tetap tahu cara untuk sehat, work life balance-nya harus diusahakan,” jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mega Febrianora secara daring di Jakarta, belum lama ini. Ia menambahkan seseorang yang memilih tidak berolahraga rutin karena merasa sudah mendapatkan perasaan letih dari aktivitas pekerjaannya justru rentan terkena berbagai penyakit selain serangan jantung, seperti diabetes dan obesitas. Mega menerangkan olahraga yang benar tidak sekadar aktivitas fisik yang memberikan perasaan letih atau berkeringat, namun harus memberikan kenaikan denyut jantung. Oleh karena itu, segala aktivitas fisik selama bekerja sudah pasti tidak dapat dikategorikan sebagai olahraga. Ia menyebutkan pula total durasi aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan paling sedikit 150 menit selama satu minggu, dengan rata-rata durasi berkisar 20 menit setiap hari yang diikuti dengan kenaikan denyut jantung. “Jadi meskipun sudah lelah bekerja, tetap harus berolahraga untuk menjaga dari sisi kardiovaskuler, muscle, otak dan olahraga kan juga mengurangi reaksi stres oksidatif,” imbuhnya. Namun begitu, Mega juga mengingatkan agar tiap individu memahami limitasi masing-masing dalam berolahraga agar meminimalisasi cedera maupun henti jantung akibat kelelahan saat berolahraga. “Pasien jantung sekalipun ada proporsi olahraganya, tidak boleh terlalu berat karena akan membahayakan jantung, tetapi jangan juga terlalu ringan nanti nggak tercapai definisi olahraganya. Jadi mesti disesuaikan dengan kemampuan fisik individu dan kinerja jantung,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Presiden Abbas Temui Erdogan Bahas Gencatan Senjata Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu di Ankara untuk membicarakan gencatan senjata dan perdamaian, sehari setelah kunjungannya ke Moskow. Pertemuan tertutup ini berlangsung di tengah situasi tegang dalam perang Israel-Hamas yang sudah berlangsung 10 bulan. Upaya gencatan senjata masih tersendat, sementara Israel bersiap menghadapi ancaman serangan dari Iran dan sekutunya setelah pembunuhan pejabat senior Hamas di Iran dan Lebanon. Abbas dan Erdogan membahas “pembantaian yang dilakukan Israel di wilayah Palestina” serta “langkah-langkah yang perlu diambil untuk gencatan senjata permanen dan perdamaian” selama pertemuan mereka di istana kepresidenan, menurut kantor Erdogan. Erdogan telah menjadi kritikus tajam terhadap perilaku Israel dalam perang yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober lalu. Ia bahkan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “penjagal Gaza.” Sementara Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Israel, Erdogan justru menyebutnya sebagai “gerakan pembebasan.” Ia juga mengkritik dunia Barat yang gagal menekan Israel untuk menghentikan perang. Dalam pembicaraan dengan Abbas, Erdogan kembali mengecam sikap diam beberapa negara Barat di tengah meningkatnya korban jiwa di Gaza. Menurutnya, hal itu “tidak bisa diterima.” Erdogan juga menyatakan bahwa semua negara, terutama dunia Islam, harus meningkatkan upaya untuk gencatan senjata segera di Gaza dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan bagi rakyat Palestina. Pada Juli lalu, Erdogan menegur Abbas karena tidak menanggapi undangannya untuk berkunjung ke Turki. Kali ini, Abbas menambahkan kunjungan ke Ankara setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Selasa. Abbas akan berpidato di parlemen Turki dalam sesi khusus membahas masalah Palestina pada hari Kamis. Sebagai pemimpin gerakan Fatah Palestina yang merupakan rival Hamas, Abbas sebelumnya telah mengunjungi Turki atas undangan Erdogan pada awal Maret lalu. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Tiga Golongan Orang Beribadah Menurut Abu Bakar Ash Shiddiq

Jakarta — 1miliarsantri.net : Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani dalam kitab Nashaihul Ibad menukil riwayat yang diriwayatkan Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu anhu tentang tiga golongan orang yang beribadah. Sahabat Rasulullah Muhammad SAW tersebut juga menjelaskan ciri-ciri tiap golongan orang yang beribadah. Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu anhu bahwa ia berkata, “Mereka yang beribadah ada tiga golongan, masing-masing mempunyai tanda-tanda yang dapat diketahui. Yaitu, golongan pertama, beribadah kepada Allah karena takut kepada-Nya. Golongan kedua, beribadah kepada Allah karena mengharap anugerah-Nya. Golongan ketiga, beribadah kepada Allah karena cinta kepada-Nya.” “Adapun tanda-tanda golongan yang pertama adalah sebagai berikut, melihat dirinya hina, merasa kebajikannya sedikit dan merasa kejelekannya banyak.” “Golongan yang kedua memiliki ciri-ciri, ia mengikuti semua hal ihwal manusia, ia dermawan kepada orang lain, zuhud terhadap dunia, dan ia berbaik sangka kepada Allah dalam menghadapi semua makhluk.” “Sedangkan tanda-tanda golongan yang ketiga adalah sebagai berikut, ia memberikan sesuatu yang disenangi dan tidak peduli setelah Tuhannya ridha, mengerjakan pekerjaan yang membuat benci nafsunya dan tidak melayani nafsunya setelah mendapat ridha Tuhannya, dan di dalam segala hal ihwal hidupnya selalu bersesuaian dengan Tuhannya, baik mengenai perintah maupun larangan-Nya.” (Syekh Nawawi al-Banteni, Nashaihul Ibad) Syekh Nawawi al-Bantani juga menyampaikan pesan-pesan lainnya. “Jangan sampai salah satu dari kalian mati, melainkan dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah SWT.” “Jika ditimbang antara Khauf (ketakutan) orang mukmin dan harapannya, maka keduanya akan seimbang.” “Kamu tidak akan mendapatkan kebaikan, hingga kamu manafkahkan harta yang menjadi kesenangan kalian.” “Aku berlindung kepada Allah dari payahnya ujian, kecuali ujian yang membawa kemuliaan di sisi Allah.” Demikian dijelaskan Syekh Nawawi al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad. (yan) Baca juga :

Read More

Penderita Penyakit Jantung Wajib Konsul Dokter Jika Ingin Mendaki Gunung

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bagi para pencinta alam, mendaki gunung adalah aktivitas yang mengasyikkan. Namun, bagi penderita penyakit jantung, aktivitas fisik yang berat seperti mendaki gunung perlu dilakukan dengan hati-hati. Sebelum memutuskan untuk menaklukkan puncak, sangat penting bagi penderita jantung untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Hendry Yoseph Nainggolan, Sp.JP, FIHA mengatakan seorang dengan penyakit jantung perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan ahli sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat seperti naik gunung. “Saran saya sebaiknya, sebelum melakukan aktivitas fisik berat tertentu, misalnya naik gunung. Kalau ingin naik gunung kan nggak mendadak, pasti direncanakan. Jadi menurut saya, sebelum melakukannya, pastikan dulu konsultasi ke dokter jantung,” terang Hendry, Sabtu (18/8/2024). Dia mengatakan, dalam ilmu kardiologi, dokter jantung akan menilai banyak hal saat pemeriksaan. Pertama, dokter akan melihat secara echocardiography. Dokter juga akan melihat bagaimana kondisi struktur jantung pada saat pasien datang berkonsultasi. Kedua, dokter akan melakukan serangkaian tes, misalnya yang paling sederhana adalah melakukan uji latih jantung. Pemeriksaan ini dilakukan guna menilai seberapa besar kapasitas fungsional pasien tersebut walau sudah dipasangi stent di pembuluh jantungnya. “Sehingga dari data-data ini bisa disimpulkan bolehnya beraktivitas sejauh dan seboleh apa. Meski merasa tak ada keluhan dan sudah pasang stent, ini adalah aktivitas yang berisiko ya. Jadi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu,” sambung Hendry. Apabila sudah melakukan konsultasi, maka pasien akan lebih siap dan lebih mengetahui batas kemampuan fisiknya sehingga saat melakukan kegiatan fisik yang berat, pasien dengan sendirinya akan mengetahui batasan-batasan untuk dirinya. Hendry juga menjelaskan, penanganan penyakit jantung tak hanya soal obat dan stent saja. Namun, penanganan penyakit jantung pun ada yang disebut preventif dan rehabilitatif. Oleh sebab itu, meski pasien penyakit jantung merasa sehat, tak ada keluhan, sudah tak mengonsumsi obat serta sudah memasang stent, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan aktivitas berat. (Iin) Baca juga :

Read More

Sebanyak 834 Santri Lolos Seleksi Beasiswa Dana Abadi Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 sudah diumumkan. Sebanyak 834 santri lolos seleksi dan berhak atas beasiswa kuliah dari Dana Abadi Pesantren. Mereka terpilih dari 8.000 santri yang mendaftar dari berbagai pesantren di Indonesia. Hasil seleksi PBSB ini diumumkan pada 12 Agustus 2024, melalui akun masing-masing pendaftar.PBSB berlangsung sejak 2005. Program ini menjadi salah satu andalan program Ditjen Pendidikan Islam dalam mengembangkan potensi santri di seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi terkemuka. Sejak 2023, PBSB bersumber dari Dana Abadi Pesantren. “PBSB adalah salah satu bentuk investasi Dana Abadi Pesantren bagi peningkatan SDM negeri, khususnya bagi kalangan santri,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Sabtu (17/8/2024). PBSB memberi kesempatan kepada para santri untuk kuliah di berbagai program studi pada perguruan tinggi favorit. Melalui PBSB, banyak santri yang menjadi dokter, insinyur di berbagai bidang teknik, ahli komputer, psikolog, guru, dosen, dan keahlian lainnya. Melalui PBSB, Kemenag telah melahirkan ribuan sarjana santri, yang tidak hanya memahami keagamaan secara moderat, tapi juga ahli dalam berbagai bidang,” sebutnya. Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani. Menurutnya, PBSB terus berkembang dari awalnya dibiayai melalui anggaran Kementerian Agama, kini dengan dukungan dari Dana Abadi Pesantren yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). “Dengan skema ini, kita dapat memberikan lebih banyak peluang kepada santri untuk meraih pendidikan tinggi. Melalui PBSB, kami memastikan bahwa para santri mendapatkan akses ke pendidikan terbaik di berbagai bidang yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, serta mampu berkembang baik di dalam maupun luar kampus,” tegasnya. Dengan dukungan Dana Abadi Pesantren, Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad berharap Kementerian dapat terus memberikan beasiswa kepada santri-santri terbaik di Indonesia. Abu Rokhmad juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama atas dukungannya terhadap pengelolaan Dana Abadi Pesantren. Dana ini akan dimanfaatkan sebagai investasi jangka panjang guna mencetak generasi santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen untuk membangun Indonesia. “Melalui program beasiswa, para santri diharapkan dapat mencapai potensi maksimal mereka dan menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa. Ini adalah langkah besar bagi pendidikan di pesantren dan bagi masa depan bangsa. Kami yakin bahwa para santri ini akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi Indonesia,” harapnya. Penetapan kelulusan para santri dilakukan melalui Rapat Koordinasi Penentuan Kelulusan Calon Mahasantri PBSB yang diselenggarakan di Jakarta pada 5 – 7 Agustus 2024. Rapat dihadiri perwakilan dari seluruh perguruan tinggi mitra PBSB yang kemudian menilai dan menentukan para calon mahasantri pada perguruan tingginya masing-masing. Proses ini akhirnya menghasilkan 834 mahasantri terpilih yang masuk ke 32 Perguruan Tinggi Mitra dan 92 Program Studi di bidang kesehatan, teknologi, ekonomi, sosial, dan keagamaan.Para santri yang dinyatakan lolos diimbau segera menghubungi narahubung masing-masing perguruan tinggi mitra. Selain itu, mereka diminta untuk melakukan registrasi ulang dan mengikuti aktivitas sesuai kalender akademik yang telah ditentukan oleh kampus. Para santri juga akan dibantu oleh pengurus CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs), yang merupakan organisasi mahasantri penerima PBSB. CSSMoRA juga akan berperan sebagai mentor dan sahabat bagi para mahasantri untuk membantu mereka dalam menavigasi tantangan akademik dan sosial di lingkungan kampus, sehingga dapat fokus pada studi dan meraih prestasi. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said menambahkan, selain hasil yang sudah diumumkan, masih terdapat satu proses seleksi yang akan dilaksanakan untuk mencari 40 mahasantri terbaik, yakni tes tahap III atau wawancara bagi para pendaftar Program Double Degree Magister di empat Ma’had Aly yaitu Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Ma’had Aly Mudi Aceh, dan Ma’had Aly Lirboyo serta Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia. Tes wawancara sedianya akan dilaksnakan pada hari 14 – 15 Agustus 2024, namun ads penyesuaian. “Para pendaftar Program Double Degree diminta untuk tetap memantau melalui akun santri masing-masing terkait pelaksanaan tes tahap akhir ini. Harapannya tes wawancara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Jika ada kendala maka segera menghubungi admin PBSB yang tertera pada Booklet PBSB, insya Allah akan selalu siap mengarahkan para pendaftar,” terang Basnang Said. Nantinya, 40 mahasantri yang dinyatakan lulus seleksi Program Double Degree Magister PBSB akan melangsungkan studi magister selama 1 tahun di 4 Ma’had Aly yang dilih pada tahun pertama. “Dan pada tahun kedua 40 mahasantri akan melanjutkan studi di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia,” tutup Basnang. (rid) Baca juga :

Read More

Ubaya dan UPN Surabaya Latih Warga Mojokerto Budidaya Tanaman Organik

Mojokerto — 1miliarsantri.net : Desa Tanjungan merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Desa ini memiliki potensi besar berupa wisata alam yang cukup terkenal yaitu Ekowisata Waduk Tanjungan, berupa waduk dan hutan. Saat ini kunjungan wisatawan ke Ekowisata Waduk Tanjungan cukup tinggi, rata-rata 1.000 orang pengunjung per bulan. Sebagai desa yang mempunyai obyek wisata berbasis lingkungan dan budaya, dapat menjadi daya tarik Desa Tanjungan dan bisa menciptakan efek ganda pada aspek ekonomi. Adanya obyek wisata tersebut memberi dampak munculnya usaha kreatif baik kuliner maupun kerajinan untuk pembuatan souvenir, dan lain-lain. Sayangnya masyarakat desa belum mampu memanfaatkan potensi secara optimal. Berangkat dari kondisi ini, tim gabungan dari Universitas Surabaya (apt. Kartini, Ph.D., Dr. Idfi Setyaningrum, M.Si, dan Prof. Dr. Jatie K. Pudjibudojo, Psi.) serta Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (Dr. Ir. Ramdan Hidayat, M.S.) menggagas suatu program dengan judul “Etalase Tanaman Obat Keluarga sebagai Pilar Kemandirian Kesehatan Masyarakat Desa Tanjungan Kabupaten Mojokerto”. Program yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan ini mendapat dukungan pembiayaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan nomor kontrak 007/SPP-PPM/LPPM-02/Dikbudristek/FF/VI/2024. Salah satu kegiatannya berupa pendampingan mitra untuk membuat Etalase Tanaman Obat. Menurut Kartini selaku ketua program, etalase tanaman obat adalah sebidang tanah di area umum (public area) atau area keluarga yang ditanami tanaman obat dengan ditata atau diatur sesuai dengan potensi lahan dan dengan menerapkan nilai estetika sehingga enak dipandang mata. “Ekowisata Waduk Tanjungan masih memiliki beberapa spot area yang belum termanfaatkan, nah ini dapat digunakan untuk pembuatan Etalase Tanaman Obat. Dengan adanya spot baru ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, selain hasil panennya nanti juga dapat digunakan oleh warga untuk menjaga kesehatan keluarga,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (17/8/2024). Untuk membuat etalase yang benar, telah dilakukan pelatihan budidaya tanaman obat secara organik. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Ramdan Hidayat selaku anggota tim yang juga ahli di bidang agroteknologi. Banyak hal dipaparkan Ramdan, mulai dari potensi budidaya tanaman obat, manfaat tanaman obat untuk kesehatan, jenis tanaman obat dan sistem perbanyakannya, hingga bagaimana cara merancang etalase tanaman obat. (tin) Baca juga :

Read More

Rezim Netanyahu adalah Rezim yang Haus Perang

Gaza — 1miliarsantri.net : Dorongan menuju perang habis-habisan di Timur Tengah sedang bergerak keluar dari fase berjalan sambil tidur menuju fase perhitungan eskatologis yang disadari. Dr Binoy Kampmark dalam artikel bertajuk Bloody eschatology: Israel and the next big war di Middle East Monitor menyatakan Armageddon yang penuh darah dan berapi-api akan menyingkapkan kekuatan-kekuatan kebajikan, yang menghubungkan kaum evangelis Kristen di Amerika Serikat dengan kaum nasionalis Yahudi sayap kanan di Israel. Prospek yang mengerikan itu tentu saja tidak bisa diabaikan, kaum mesianis selalu merupakan kelompok yang menakutkan, yang menganggap sejarah dan teks-teks agama yang dipangkas secara selektif berada di pihak mereka. Setiap pekan kini datang dengan beberapa tindakan sabotase, mutilasi dan gangguan terhadap prospek perdamaian. Dalam pidatonya pada 24 Juli lalu di hadapan Kongres Amerika Serikat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menguraikan visi Manichean-nya yang kasar dengan cara menggonggong secara rutin. Dengan demikian, niatnya, seperti yang dikatakan oleh Noa Landau, bukanlah untuk mengakhiri perang di Gaza, melainkan memperpanjangnya. Bagi Netanyahu, nada-nada retorika peradaban yang tegang tidak pernah jauh. Dia ingin negara-negara lain ikut campur, memerangi para penjahat yang dia sebut sebagai “poros teror”. Ruang telah disediakan untuk menyerang Pengadilan Kriminal Internasional, yang kepala jaksa penuntutnya telah meminta surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan para presiden dari universitas-universitas terkemuka di Amerika Serikat. Adapun para mahasiswa yang memprotes, mereka telah memilih untuk “berdiri bersama kejahatan. Mereka berdiri bersama Hamas. Mereka berdiri bersama para pemerkosa dan pembunuh.” Dengan kemarahan yang berani, Netanyahu menghapus semua anggapan bahwa warga sipil Palestina dibantai. Hal ini terjadi meskipun jumlah korban gugur di wilayah padat penduduk itu mendekati angka 40 ribu jiwa. Memang, kematian warga sipil “praktis tidak ada,” dengan Israel yang sangat berhati-hati dalam “menyingkirkan warga sipil dari bahaya, sesuatu yang orang katakan tidak akan pernah bisa kami lakukan.” Dengan Weltanschauung yang penuh dengan darah ini, tindakan-tindakan yang mengacaukan kestabilan menjadi hal yang otomatis. Dengan menunjukkan penghinaan total terhadap sandera Israel, apalagi rasa kemanusiaan terhadap warga Palestina yang mereka anggap sangat rendah, pemerintah Netanyahu menganggap bijaksana untuk melakukan dua pembunuhan: terhadap kepala politik dan kepala negosiator Hamas, Ismail Haniyeh, dan seorang petinggi militer Hizbullah, Fuad Shukr, yang dibunuh dalam waktu dua puluh empat jam di Teheran dan Beirut, masing-masing dalam waktu dua puluh empat jam. Tanggapan terhadap pembunuhan di Israel adalah salah satu yang menyenangkan, setidaknya bagi mereka yang menganut mazhab Itamar Ben-Gvir. Seperti yang digambarkan oleh David Issacharoff di Haaretz, “Israel telah menjadi boneka Matryoshka bagi para pyromaniac.” Dari sudut pandang miring Ben-Gvir sebagai Menteri Keamanan Nasional, pembunuhan adalah makanan pokok bagi negara. Pembunuhan orang kedua Hizbullah, yang diduga karena perannya dalam serangan terhadap desa Druze di Dataran Tinggi Golan, menuai tanggapan yang menggembirakan bahwa “Setiap tuhan memiliki harinya”. Meskipun beberapa laporan media Israel mengklaim adanya perintah dari Netanyahu agar para menteri tetap diam atas pembunuhan Haniyeh, para pendukungnya tetap bergembira. Menteri Warisan Amichay Eliyahu, seorang anggota Oartai Otzma Yehudit dari Ben-Gvir, mengungkapkan kegembiraannya di media sosial, mengklaim bahwa, “Ini adalah cara yang tepat untuk membersihkan dunia dari kekotoran ini.” Akan ada, “Tidak ada lagi perjanjian ‘perdamaian’/penyerahan diri yang imajiner, tidak ada lagi belas kasihan untuk anak-anak kematian ini.” Para menteri kabinet lainnya bergabung dengan paduan suara yang sombong. “Hati-hati dengan apa yang Anda harapkan,” tulis Menteri Diaspora Amichai Chikli di atas video Haniyeh di sebuah aula konferensi sementara orang-orang meneriakkan ‘Matilah Israel’. Menteri Komunikasi Shlomo Karhi menggunakan ayat Alkitab: “Demikianlah kiranya semua musuh-Mu binasa, ya tuhan.” Meskipun tidak ada konfirmasi resmi mengenai peran Israel dalam pembunuhan pejabat senior Hamas tersebut, Kantor Berita Pemerintah memposting, meskipun hanya sebentar, gambar Haniyeh yang tidak memberikan ruang untuk nuansa: “Dieliminasi: Ismail Haniyeh, pemimpin tertinggi Hamas, terbunuh dalam sebuah serangan tepat di Teheran, Iran.” Renungan-renungan penuh kekerasan dari Ben-Gvir dan lingkaran teror yang disucikannya bahkan terbukti tidak dapat dicerna oleh beberapa anggota kabinet perang. Menteri Pertahanan Gallant, yang tidak kebal dari dorongan untuk merendahkan martabat penduduk Gaza, menuduh mitra keamanan nasionalnya sebagai “pyromaniac”. Pada platform X, dia menyatakan penentangannya terhadap “negosiasi apa pun untuk membawanya ke dalam kabinet perang, ini akan memungkinkannya untuk mengimplementasikan rencananya.” Namun, Gallant yang sama, juga dalam suasana hati yang gembira dengan pembunuhan itu. Bahkan di luar kabinet perang, pandangan Ben-Gvir, belum lagi pengaruhnya secara keseluruhan, menyebar dengan penuh semangat. Di latar belakang, yang sangat menginspirasi, adalah Rabi Dov Lior, seorang tokoh nasionalis yang penuh amarah. Dialah yang menghasut para anggota Jewish Underground untuk melakukan berbagai serangan teroris pada 1980-an terhadap warga Palestina. Kelompok yang sama juga merencanakan peledakan yang gagal untuk meledakkan Kubah di atas Batu Masjid di Tempat Suci Al-Aqsa. Hal ini, seperti yang diamati oleh mantan diplomat Inggris, Alastair Crooke, adalah Negara Yudea yang berperang melawan Negara Israel. Dia mengutip Moshe “Bogie” Ya’alon, mantan Kepala Staf IDF, yang melihat eskatologi berdarah seperti itu bertumpu pada sebuah konsep fundamental: “Supremasi Yahudi” atau ”Mein Kampf secara terbalik.” Bagi Rabi Lior, perang besar berikutnya tidak bisa datang dalam waktu dekat. Ia memperkirakan bahwa perang itu akan melibatkan Yajuj dan Majuj. (zul/AP) Baca juga :

Read More