Industri Halal, Ekonomi, dan Keuangan Syariah Indonesia Makin Diakui di Kancah Global

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sektor ekonomi syariah Indonesia semakin diakui di kancah global, bersaing dengan negara-negara berbasis ekonomi syariah yang kuat seperti Malaysia dan Arab Saudi. Menurut Wakil Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirza Adityaswara, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2023, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-3 dalam Global Islamic Economy Indicator. Capaian ini naik dari peringkat ke-4 tahun sebelumnya. Dia menyebutkan Indonesia juga mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan di sektor industri halal yaitu sebagai berikut: Peringkat ke-2 untuk industri makanan halalPeringkat ke-3 untuk industri fasion MuslimPeringkat ke-5 untuk industri farmasi dan kosmetik halalPeringkat ke-6 untuk industri media dan rekreasiPeringkat ke-7 untuk sektor keuangan syariah. Dalam sektor pariwisata ramah Muslim, Indonesia berada di peringkat pertama berdasarkan Global Muslim Travel Index. Dia mengungkapkan, peningkatan ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah yang terus menetapkan kebijakan strategis. Wakil Presiden RI telah menetapkan target literasi ekonomi dan keuangan syariah sebesar 50 persen. “Ini ditindaklanjuti melalui dokumen strategis seperti Master Plan Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Strategi Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah,” terang Mirza saat ditemui 1miliarsantri.net, Selasa (15/10/2024). Mirza juga memaparkan pencapaian di sektor keuangan syariah. Per Agustus 2024, total aset sektor keuangan syariah mencapai Rp 2.742 triliun, meningkat 12,9 dari tahun sebelumnya. Detail pencapaian tersebut meliputi: Total aset sektor perbankan syariah sebesar Rp 902 triliun, dengan pertumbuhan 10,4 persenTotal aset sektor industri keuangan non-bank syariah sebesar Rp 163 triliun Total aset sektor pasar modal syariah mencapai Rp 1.676 triliun, tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Read More

Ketoprak dan Pecel Masuk Daftar 50 Salad Terlezat Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketoprak dan pecel berhasul masuk dalam daftar salad terbaik di dunia versi Taste Atlas. Hodangan tradisional perpaduan antara sayur mentah yang diguyur dengan bumbu kacang ini bersanding dengan salad dari berbagai dunia. Kedua makanan ini masuk ke dalam deretan salad terbaik di dunia oleh platform panduan kuliner internasional Taste Atlas edisi Agustus 2024 dengan meraih skor 4,3 poin. Pecel berada di peringkat 16 sedangkan Ketoprak berada di urutan ke 27. Di posisi teratas, Dakos dari Yunani meraih skor tertinggi, 4,5 poin, diikuti oleh Pai Huang Gua (China) dan Mechouia Salad (Tunisia) dengan skor yang sama. Tentunya jadi kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia dimana budaya dan warisan leluhur tetap terjaga. Selain itu juga menjadi destinasi wisata kuliner bagi wisatawan mancanegara mencicipi kuliner secara langsung. (Iin)

Read More

Alquran Menyebutkan Soal Pernikahan Beda Agama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Alquran menyebutkan soal pernikahan beda agama. Ini tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 221. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (QS Al Baqarah ayat 221) Siddiq Hasan Khan Al Qonuji dalam kitab tafsirnya berjudul Fathul Bayan fii Maqasid Al Qur’an, memaparkan, nikah yang dimaksud dalam ayat itu ialah yang dengan akad, bukan persetubuhan. Dijelaskan bahwa dalam Alquran, tidak ada satu pun penjelasan yang menyebutkan bahwa makna pernikahan adalah persetubuhan, sekalipun yang melakukannya adalah orang yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Karena itu, dalam Islam, pengertian nikah merujuk pada akad pernikahan. Adapun dalam ayat 221 Surah Al Baqarah, juga disebutkan mengenai larangan menikahi perempuan musyrik. Dalam hal ini, yang dimaksud perempuan musyrik adalah perempuan ahli kitab, karena ahli kitab termasuk musyrik. Dari keumuman ayat 221 Surah Al-Baqarah itu, Allah SWT mengharamkan pernikahan kepada perempuan musyrik dan perempuan ahli kitab. Lalu turunlah ayat 5 Surah Al Maidah. Allah SWT berfirman: “Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Malik, Sufyan bin Said, Abdurrahman bin Amr dan al-Awza’i. Sebagian ulama berpendapat bahwa ayat 221 Surah Al Baqarah membatalkan ayat 5 Surah Al Maidah, sehingga, menurut pendapat ini, haram menikah dengan perempuan ahli kitab dan perempuan musyrik. Ini adalah salah satu dari dua pendapat Imam Syafi’i dan sebagian ulama lain juga berpendapat demikian. Namun, pendapat tersebut menghadapi fakta bahwa Surah Al-Baqarah ayat 221 itu lebih dulu diturunkan, dari Surah Al Maidah ayat 5 yang diturunkan setelahnya.

Read More

UAH : Kunci Emas Menjadi Pribadi Istimewa di Hadapan Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah kajian ceramah yang menyentuh hati, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan rahasia menjadi orang penting sekaligus baik di mata Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek kehidupan. UAH memulai ceramahnya dengan menjelaskan makna kata “naba” dalam Al-Quran, yang berarti berita penting. Beliau menghubungkan kata ini dengan peran para nabi sebagai pembawa berita penting dari Allah. “Nabi senyum, senyumnya nabi itu penting. Sehingga ketika kita meniru, kita menjadi orang penting,” ujar Ustaz Adi Hidayat dikutip dari akun instagramnya, Minggu (13/10/2024). Beliau melanjutkan bahwa setiap aspek kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, baik yang sederhana maupun kompleks, memiliki nilai penting yang patut diteladani. Mulai dari cara berjalan hingga perannya sebagai suami, ayah, pekerja, dan pemimpin. Ustaz Adi kemudian menyoroti perbedaan antara menjadi orang penting dan orang baik. Beliau menjelaskan bahwa pada diri Nabi Muhammad SAW, kedua kualitas ini menyatu dan membentuk konsep “uswah” atau suri teladan. “Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting jadi orang baik,” tegasnya. Dalam ceramahnya, Ustaz Adi juga memberikan beberapa nasihat penting berdasarkan tafsir Surah An-Naba. Beliau mengajak umat Islam untuk selalu mencari informasi yang baik dan penting, serta mempersiapkan diri tidak hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga akhirat. “Jangan hanya menyiapkan kegiatan-kegiatan dan kurikulum duniawi saja. Nanti besok punya rumah kapan, rumahnya seluas apa, kendaraan mau berapa. Itu baru duniawi. Sedangkan capaian kita sampai pulang ke akhirat,” jelasnya.

Read More

Norwegia Evakuasi Diplomatnya dari Lebanon

Beirut — 1miliarsantri.net : Kementerian Luar Negeri Norwegia mengumumkan evakuasi sebagian diplomatnya dari Lebanon, setelah pengeboman terjadi di dekat kedutaan besarnya di Beirut, di tengah meningkatnya serangan udara Israel dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. “Situasi keamanan di Lebanon masih sangat tegang dan tidak jelas. Telah terjadi pengeboman di dekat Kedutaan Besar Norwegia di Beirut. Oleh karena itu, beberapa diplomat Norwegia yang ditugaskan akan melakukan perjalanan keluar Lebanon untuk sementara waktu,” ungkap kementerian tersebut. Kantor kedutaan kini hanya memiliki kapasitas terbatas untuk membantu warga Norwegia yang masih berada di Lebanon. Pemerintah Norwegia menyarankan semua warga negaranya untuk meninggalkan Lebanon selagi masih memungkinkan, dan memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke wilayah tersebut. Duta Besar Norwegia untuk Lebanon akan tetap berada di Beirut, bersama dengan sejumlah kecil diplomat, untuk memantau situasi. Pengumuman tersebut muncul saat Israel mengintensifkan serangan militernya di Lebanon, yang menargetkan kelompok Hizbullah. Israel juga telah menyerang lokasi pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang menyebabkan jatuhnya korban di antara pasukan penjaga perdamaian.

Read More

Aplikasi Qur’an Kemenag Kini Dilengkapi Terjemahan Bahasa Gayo

Aceh — 1miliarsantri.net : Aplikasi Qur’an Kemenag ada menu baru, yaitu terjemahan dalam Bahasa Gayo. Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Gayo ini sudah dirilis Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kemenag bersama IAIN Takengon. Rilis terjemahan ini dikemas dalam bentuk sosialisasi yang diikuti mahasiswa dan akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, serta pemerhati Al-Qur’an di Takengon. Hadir sebagai narasumber, Ketua Tim Penerjemah Zulkarnain. Menurutnya, masyarakat Gayo, yang tersebar di berbagai negara, menyambut gembira inisiatif ini. “Penerjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Gayo sangat diperlukan untuk menjaga dan memahami ajaran Islam bagi komunitas kami,” terangnya. Pj Bupati Aceh Tengah, Subandi, menyatakan bahwa peristiwa ini menandai sejarah baru. Sebab, ini adalah terjemahan Al-Qur’an pertama dalam Bahasa Gayo. Ia berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Gayo, salah satu dari sepuluh bahasa yang ada di aplikasi Qur’an Kemenag. “Ini adalah titik tolak untuk pengembangan dan pelestarian bahasa dan budaya Gayo,” jelas Subandi. Rektor IAIN Takengon, Ridwan Nurdin, menambahkan bahwa terjemahan ini bukan hanya sekadar teks, tetapi juga menjadi panduan yang paling dekat dengan masyarakat Gayo. “Ini adalah produk pendidikan dan akan menjadi rujukan bagi perkembangan bahasa Gayo di masa depan. Dan kita patut bangga karena terjemah ini sudah masuk dalam bentuk digital pada aplikasi Qur’an Kemenag,” katanya.

Read More

Kemenag Evalusi dan Bakal Ganti Cara Terbaik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag menggelar evaluasi pelayan katering jemaah haji di Arab Saudi 1445 H/2024 M. Rapat mengevaluasi menu makanan sekaligus meningkatkan cita rasa nusantara dan bahan baku Indonesia. Evaluasi juga mencakup variasi menu, siklus menu, serta gizi makanan yang akan dikonsumsi jemaah haji. Hadir, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Mudir BPKH Limited Iman Ni’matullah, serta perwakilan dari Kemterian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan Poltek NHI. Hadir juga, Kasubdit Layanan Konsumsi Sutikno, serta jajaran Direktorat Layanan Luar Negeri. Evaluasi ini dikemas dalam Fokus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebijakan, Rencana Kerja dan Peningkatan Pelayanan di Arab Saudi” dalam rangka Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1446 H/2025 M. Giat ini berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat. Kementerian Agama masih tetap mempertahankan menu cita rasa nusantara dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M. Kami berharap tahun depan semakin banyak menu dan bumbu yang didatangkan langsung dari Indonesia sehingga diharapkan rasanya sama dengan yang ada di tanah air,” jelas Subha. “Kita harus memenuhi standar gizi namun harus sesuai dengan bahan baku yang tersedia. Kita juga bahas kemungkinan tambahan kebutuhan gizi jemaah baik buah, susu, dan lain sebagainya,” sambungnya. Subhan menambahkan, pihaknya mengajak semua pihak untuk menangkap peluang penyediaan bahan baku Indonesia dalam penyediaan katering jemaah haji. Menurutnya, ibadah haji digelar setiap tahun. Jemaah haji Indonesia lebih 200ribu setiap tahun. Jemaah umrah lebih banyak lagi, mencapai satu juta setiap tahunnya. “Ini peluang besar bagi para pengusaha Indonesia untuk ekspor bahan baku nusantara,” sebutnya.

Read More

PP Muhammadiyah Buka Peluang Kerjasama dengan Imam Besar Masjid Nabawi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify beserta rombongan yang melakukan kunjungan ke Indonesia. Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief mengatakan, sejak 112 tahun yang lalu, Muhammadiyah telah berkecimpung di bidang pendidikan dan kesehatan dengan mendirikan ratusan universitas dan ribuan sekolah serta ratusan rumah sakit. “Satu abad yang lalu pendiri organisasi Muhammadiyah belajar dari para imam di Makkah dan Madinah dan kembali dari sana mendirikan Persyarikatan ini. Maka dari itu atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya ucapkan terima kasih kepada Dubes Arab Saudi dan Konsul Agama Islam yang selalu membantu dan sangat perhatian kepada kami. Kami juga bersyukur dapat bertemu dengan Imam Besar Nabawi,” ucap Hilman dalam pertemuan di kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, ASEAN dan Republik Demokratik Timor Leste, Faisal Abdullah H. Amodi. Sementara itu, Syekh Ahmad mengaku telah banyak mendengar sekaligus membaca tentang kegiatan Muhammadiyah di bidang pendidikan, tarbiyah dan kesehatan yang telah memenuhi kebutuhan kaum Muslimin dan sangat kagum dengan apa yang telah dilakukan Muhammadiyah. “Ini akan membangun kesehatan akal dan kesehatan fisik dan semoga menjadi sebuah kebaikan yang terus berjalan hingga di zaman yang akan datang”, katanya. Menurutnya, keberadaan ormas di Indonesia merupakan salah satu contoh dalam penerapan sikap kasih sayang serta moderasi. Syekh Ahmad berharap, adanya kerja sama di bidang pendidikan dan dakwah yang sesuai dengan Al Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan sikap kasih sayang dan moderasi dalam beragama.

Read More

Gus Baha Ungkap Kunci Produktivitas Maksimal bagi Profesional Muslim

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam dunia yang semakin kompetitif, banyak orang menghadapi dilema antara memenuhi tuntutan pekerjaan dan melaksanakan kewajiban ibadah. KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab disapa Gus Baha, baru-baru ini memberikan pandangan mencerahkan tentang masalah ini dalam sebuah ceramah yang menarik perhatian publik. Gus Baha mengangkat kisah Abdul Qasim Al Junidi, seorang tokoh spiritual yang pernah ditanya tentang pilihan antara bekerja dan sholat berjamaah. Dalam situasi di mana majikan tidak mengizinkan untuk sholat berjamaah, Al Junidi menekankan pentingnya memastikan nafkah untuk keluarga. “Jangan sampai kita mengabaikan tanggung jawab kepada istri dan anak hanya karena berfokus pada ibadah semata,” ungkap Gus Baha, menyoroti perlunya keseimbangan antara kewajiban duniawi dan spiritual. Ia menegaskan bahwa meskipun sholat berjamaah penting, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab mencari nafkah. Gus Baha menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun sholat berjamaah adalah fardu kifayah, tidak ada yang bisa menggantikan tanggung jawab seseorang untuk memberikan nafkah. “Jangan sampai sholat itu jadi tersangka karena kita mengabaikan pekerjaan,” tegasnya, menekankan pentingnya menyeimbangkan kedua aspek kehidupan ini. Dalam ceramahnya, Gus Baha mengajak umat untuk mencari solusi agar ibadah dan pekerjaan bisa berjalan berdampingan. Ia menyarankan untuk tetap melaksanakan sholat di tempat yang memungkinkan, baik di rumah maupun di tempat kerja, ketika tidak bisa menghadiri sholat berjamaah. “Ibadah itu bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang niat dan konsistensi,” ujarnya, mendorong umat untuk tetap berkomitmen pada ibadah tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan.

Read More

Menteri Israel Picu Kontroversi

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, menuai kritik setelah menyerukan ekspansi wilayah Israel hingga ke Damaskus dalam sebuah film dokumenter baru-baru ini. Dalam wawancara untuk dokumenter berjudul “In Israel: Ministers of Chaos” yang diproduksi oleh saluran layanan publik Eropa, Arte, Smotrich mengklaim bahwa Israel akan melakukan ekspansi “sedikit demi sedikit” hingga akhirnya mencakup seluruh wilayah Palestina serta Yordania, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, dan Arab Saudi. “Tertulis bahwa masa depan Yerusalem adalah untuk meluas hingga Damaskus,” ujarnya, mengutip ideologi “Israel Raya” yang membayangkan perluasan negara ke seluruh Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam pernyataan provokatif tersebut, menyebutnya sebagai cerminan ideologi berbahaya dan “rasis” Smotrich. Sebelumnya, Smotrich juga menyinggung konsep serupa dalam acara peringatan untuk seorang aktivis Likud di Paris. Saat berpidato di podium yang dihiasi peta Israel termasuk Yordania, dia menyatakan bahwa rakyat Palestina “tidak ada”. Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan bahwa perwakilan pemerintah di Paris tidak berencana untuk bertemu dengan Smotrich selama kunjungannya ke negara tersebut.

Read More