Pesona Pantai Oman: Surga Tersembunyi bagi Pecinta Wisata Bahari

Oman — 1miliarsantri.net : Oman menjadi destinasi wisata yang menonjol berkat keragaman budaya dan lanskap uniknya. Selain pegunungan, gurun luas, dan pulau-pulau tersembunyi, Oman juga dianugerahi garis pantai sepanjang 3.000 km, dengan 1.700 km di antaranya berupa pantai berpasir yang memukau. Bagaimana cara meningkatkan pariwisata kapal pesiar dan bahari untuk memanfaatkan garis pantai yang luas ini? Mohammad al Busaidi, pegawai pemerintah, mengatakan bahwa Oman memiliki garis pantai yang luas dan indah, yang bisa menjadi aset besar untuk wisata bahari. Salah satu cara meningkatkannya adalah dengan membangun marina dan pelabuhan kelas dunia di sepanjang tempat wisata populer seperti Musandam, Sur, dan Salalah. Terminal kapal pesiar mewah akan menarik wisatawan kelas atas. Selain itu, menawarkan kegiatan bahari seperti snorkeling, menyelam, dan melihat lumba-lumba di lebih banyak lokasi akan mendorong operator kapal pesiar untuk memasukkan Oman dalam rute mereka. Salim al Farsi, pengusaha, berpendapat bahwa keindahan alam Oman tak tertandingi di kawasan Teluk. Pulau-pulau dan garis pantainya harus dipromosikan lebih gencar secara internasional. Memperkenalkan kapal pesiar dan layanan yacht ramah lingkungan yang menjelajahi area yang belum banyak dikenal seperti Kepulauan Daymaniyat dan pulau-pulau tersembunyi lainnya akan menarik para pencari petualangan. Bekerja sama dengan agen perjalanan global dan memberikan insentif kepada perusahaan kapal pesiar untuk beroperasi di Oman juga bisa meningkatkan jumlah wisatawan. Ia juga menyarankan agar semua ini dapat diakses oleh semua orang, bukan hanya segelintir orang. Manish Verma, insinyur, menyatakan bahwa untuk meningkatkan wisata bahari, Oman perlu fokus pada peningkatan infrastruktur di sekitar area pesisir. “Kita harus membangun fasilitas yang lebih baik untuk wisatawan, seperti hotel tepi pantai, restoran makanan laut, dan tur perahu berpemandu,” ungkapnya. Mempromosikan warisan bahari Oman, budaya nelayan tradisional, dan menyelenggarakan kompetisi berlayar internasional juga dapat menarik lebih banyak perhatian ke negara ini sebagai tujuan utama kapal pesiar. Nandini Nandakumar, psikolog, percaya bahwa salah satu cara terbaik untuk meningkatkan wisata bahari adalah dengan mengadakan perjalanan rutin bagi pelajar ke laut. Ini akan mendorong tidak hanya cinta pada alam tetapi juga kesadaran akan laut. Selain itu, pemerintah bisa mengadakan kompetisi tentang kehidupan laut. Ahmed al Lawati, blogger, mengatakan bahwa garis pantai Oman sangat cocok untuk wisata kapal pesiar. Mengembangkan kapal pesiar bertema seperti tur warisan budaya atau kunjungan cagar alam juga akan menjadikan Oman sebagai tujuan unik di kawasan ini. Dengan menciptakan wisata darat eksklusif yang mencakup kunjungan ke pasar tradisional, benteng, dan gurun, wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam. Ia juga menyarankan agar harga diturunkan. Kader Khan, salesman, berpendapat bahwa Oman harus fokus pada menyoroti pantai-pantai yang masih alami dan kekayaan kehidupan lautnya. Ide yang bagus adalah bermitra dengan perusahaan kapal pesiar mewah dan menawarkan pengalaman yang disesuaikan, seperti tur pulau pribadi dan olahraga air dengan harga ekonomis. Selain itu, membangun kesadaran melalui kampanye pemasaran yang berfokus pada budaya kaya Oman, garis pantai yang indah, dan keramahan tradisional akan menarik gelombang baru wisatawan ke pantai-pantai kita. (ric) Baca juga :

Read More

Reaksi Ayatollah Khamenei Usai Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Terbunuh

Beirut — 1miliarsantri.net : Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei lewat akun resminya di X, @khamenei_ir mengeluarkan pernyataan usai pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah terkonfirmasi terbunuh dalam serangan udara Israel di Beirut pada Jumat (27/9/2024). Khamenei menyebut Nasrallah wafat dalam keadaan syahid dan arwahnya menuju surga. “Mujahid besar, penentu-standar militan di kawasan, seorang pemuka agama dan pemimpin politik yang bijaksana, Syahid Hassan Nasrallah (semoga Allah meridhoinya), menjadi martir pada perisitwa tragis di Lebanon semalam dan kini menuju ke surga,” kata Khamenei. Menurut Khamenei, Nasrallah telah menerima penghargaan atas beberapa dekade jihad di jalan Allah, penderitaan dan pengorbanan suci. Penghargaan itu adalah menjadi martir dan syahid di jalan Allah. Dunia Islam, kata Ayatollah, kehilangan figur mulia, Front Pejuang kehilangan seorang yang sangat dihormati, dan Hizbullah kehilangan pemimpin yang tiada duanya. “Fondasi yang telah dibangun oleh Syahid Hassan Nasrallah di Lebanon dan arah yang dia tetapkan di kalangan militan pejuang tidak akan bisa dihancurkan lewat kemartirannya, justru akan menguat hasil dari pengorbanannya,” kata Khamenei. “Demi Allah yang maha agung dan maha kuasa, serangan oleh Front Pejuang terhadap rezim Zionis yang berkarat dan memburuk akan semakin menghancurkan. Rezim Zionis yang gagal tidak akan meraih kemenangan lewat aksi kejam ini.” (luc) Baca juga :

Read More

MUI : Baca Surat Al Fatihah Diiringi Musik, Pelanggaran Syariat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI), KH Jeje Zaenudin turut merespon viralnya artis pentolan Band Dewa 19, Ahmad Dhani. Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik yang tersebar di media sosial, Dhani membacakan Surat Al Fatihah diiringi nada musik. Kyai Jeje mengingatkan bahwa berseni jangan sampai melanggar norma-norma syariat. Apalagi terjerumus kepada praktik yang bisa dipersepsi dan ditengarai sebagai penodaan dan penistaan kitab suci. “Saya menduga mungkin niat awalnya baik, ingin membacakan surat Al Fatihah. Tetapi sangat disesalkan tempatnya, acara, dan tatacaranya justru bertentangan dengan kemuliaan dan kesucian Al Quran, yaitu membacakan surat Al Fatihah dengan menyesuaikan nada lagu dan diiringi musik,” ungkap Kyai Jeje dalam keterangannya, Selasa (1/10/2024). Kyai Jeje menjelaskan, dalam permasalahan ini sudah ada fatwa yang tegas dari para ulama, seperti Syekh Abdullah bin Baz dan Mufti Darul Ifta Al Mishriyah. Syekh bin Baz dan Mufti Darul Ifta mengharamkan menjadikan Al Quran sebagai lagu diiringi musik atau dilakukan dengan nada tangga musik. Oleh karena itu, Kyai Jeje meminta rekaman yang sudah dipublikasi itu ditarik. Kemudian Ahmad Dhani sepatutnya mengklarifikasi dan meminta maaf. Sebab hal ini bisa dimaknai dan dipahami sebagai sebuah penistaan atau pelecehan terhadap keagungan Al Quran. “Dari kejadian ini, semoga pelakunya menyadari dan diluruskan serta diperbaiki sebagai sebuah kekhilafan, agar tidak menimbulkan ketersinggungan dan kontroversi serta memicu keributan di kalangan umat Islam,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

3 Cara Ikhtiar Nabi Muhammad Menyembuhkan Penyakit

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan beberapa tips untuk menyembuhkan sakit yang diderita seseorang. Doa ini juga bisa diterapkan pada anak atau anggota keluarga yang lain. Berikut ini sejumlah cara menyembuhkan anak yang sakit berdasarkan hadits Rasulullah Muhammad SAW. Cara Pertama Hadits riwayat Aisyah RA, yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa memohon perlindungan kepada Allah SWT untuk anggota keluarganya. Beliau mengusap dengan tangan kanannya (di atas bagian yang sakit). Lalu beliau SAW membaca doa berikut ini: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشفه وأنتَ الشَّافِي لا شِفَاءَ إلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا Latin: Allahumma robbinnaas adzhibil ba’sa wasyfihi wa anta asy- syaafii laa syifaa a illa syifaa uka syifaa an la yughoodiru saqoman Terjemahan: “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” Cara Kedua Cara ini adalah untuk menyembuhkan bagian tubuh yang sakit dengan meletakkan tangan di area yang sakit. Adapun langkah pertama, yaitu meletakkan tangan di area yang sakit, kemudian ucapkan bismillah tiga kali, lalu ucapkan doa di bawah ini sebanyak tujuh kali: أعُوذُ باللهِ وَقُدْرَتِهِ مِن شَرّ ما أَجِدُ وَأَحَاذِرُ Doa tersebut didasarkan pada hadits riwayat Muslim dalam kitab Shahihnya dari jalur Nafi’ bin Jabir. Imam Nawawi menukil Ibnu Sinni yang di dalam kitabnya menyebut riwayat Ibnu Abbas. Riwayat tersebut memuat doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat, ketika mengalami sakit atau tidak enak badan seperti sakit demam, sakit kepala dan semacamnya. Berikut bacaan doanya: Cara Ketiga بِاسْمِ اللهِ الكَبِيرِ نَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيمِ مِنْ كُلِّ شَرٌ عِرْقٍ نَغَارٍ وَمِنْ شر حَرّ النَّار Bismillaahil kabiir, na’uudzu billaahil adzhiim min syarri ‘irqin na’ ‘aarin wa min syarri harrin naar. Artinya: “Dengan nama Allah Yang Mahabesar, kami berlindung kepada Allah Yang Mahaagung dari buruknya pendarahan yang parah dan dari buruknya panas api.” Selain membaca doa itu, orang yang sedang sakit tersebut sebaiknya juga membaca Surat Al Fatihah. Dilanjutkan dengan membaca Surat Al Ikhlas dan Surat Al Mu’awwidzatain (Al Falaq dan An Naas). Kemudian, meniupkan nafasnya ke kedua telapak tangan, lalu diusapkan ke anggota tubuh yang sakit. (yan) Baca juga :

Read More

Warga Satu Desa di Jombang Berangkat Umrah Bareng

Jombang — 1miliarsantri.net : Sebanyak 35 warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang berangkat umrah bareng. Mereka berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (29/9/2024). Tangis haru pun mewarnai keberangkatan para tamu Allah tersebut. Warga satu desa ini kompak mewujudkan impiannya ke Rumah Allah setelah mereka menabung selama 5 tahun. Keberangkatan umrah ini bukanlah hal biasa, sebab mayoritas dari mereka bukanlah berasal dari kalangan berduit. Para jamaah yang umrah ini kebanyakan dari keluarga sederhana yang dengan tekad kuat dan niat berhasil mengumpulkan biaya sedikit demi sedikit. Proses pengumpulan dana ini dikoordinir oleh pengurus organisasi masyarakat (ormas) di desa tersebut. Menurut Nur Mahmudi, salah seorang jamaah umrah, dirinya dan warga lain setiap hari menyisihkan uang mulai Rp10 ribu, Rp50 ribu, hingga Rp100 ribu. “Setiap minggu, uang yang terkumpul dari masing-masing dusun akan disetorkan kepada bendahara desa untuk disimpan di bank,” tutur Nur Mahmudi. Setelah lima tahun menabung, warga yang telah mencapai target dana akhirnya bisa berangkat umrah bersama. Dia mengatakan, ada lebih dari 200 orang yang mengikuti program tabungan umrah di desanya. Ibadah umrah massal satu desa ini ternyata bukan kali ini saja. Sebelumnya, tahun lalu, ada 56 warga juga telah berangkat umrah melalui program ini. Tahun ini adalah gelombang kedua dengan 35 orang jamaah. Ide untuk membuat tabungan umrah bersama ini berawal dari tradisi warga Desa Genukwatu yang rutin melakukan ziarah ke makam Wali Songo. Setelah sering melakukan ziarah lokal, muncul inisiatif untuk menabung agar bisa melakukan ziarah ke Tanah Suci, Makkah. “Awalnya hanya bercanda, tapi setelah dijalani dengan sungguh-sungguh, impian berangkat umrah satu kampung ini bisa terwujud,” kata Nur Mahmudi. Keberangkatan umrah secara massal dari satu desa ini menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kebersamaan, impian besar bisa tercapai, bahkan oleh mereka yang berasal dari latar belakang sederhana. Warga yang belum mencukupi tabungannya akan dikoordinir untuk berangkat umrah di kesempatan berikutnya. (tin) Baca juga :

Read More

Kobarkan Api Semangat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pemikiran dan perjuangan Hadlratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari terus dikobarkan dan dikembangkan. Hal itu sebagai komitmen ulama pendiri NU untuk memperjuangkan, mempertahankan dan kini mengisi kemerdekaan Indonesia. “Bila dicermati pemikiran dan langkah perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari, sesungguhnya lebih maju dan melampaui zaman bagi kalangan santri. Karena itu, kita bertanggung jawab untuk terus merawat dan selalu mengobarkan semangatnya,” tutur KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Kiai Kikin menegaskan hal itu, terkait dengan Halaqoh Pemikiran Hadratussyaik KH. M. Hasyim Asyari di Gedung Monumen Resolusi Jihad NU, di Surabaya, Sabtu (28/9/2024) lalu. Selain Kiai Kikin, yang Ketua PWNU Jawa Timur, pembicara Riadi Ngasiran (Pemerhati sejarah dan Sejarawan NU), Kombes (Pol) Nanag Juni Mawanto (Direktur Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jatim), dan Fahrul Muzaqqi (Fisipol Unair). Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Ahmad Zulhilmi Ghazali, KH Abdul Hari (Wakil Rais) dan KH Achmad Saiful Chalim (Katib Syuriah PCNU Surabaya), H Roisuddin Bakri (Ketua Ikapete Jatim), H Moch Saiful Bachri (pengurus Ikapate yang juga Wakil Sekretaris PCNU Surabaya). Pada kesempatan itu, Riadi Ngasiran mengingatkan keberadaan Fatwa Djihad Kiai Hasyim Asy’ari (17 September 1945), yang ditujukan kepada masyarakat luas, terutama kaum santri dan umat Islam. Diperkuat dengan keputusan PBNU yang mengeluarkan ‘peringatan’ untuk pemerintah pada saat itu, yakni Resolusi Djihad NU di Surabaya (22 Oktober 1945). “Pada saat perang dan kondisi belum aman, masa Revolusi Fisik 1945-1945, ini telah mengeluarkan Resolusi Djihad NU di Purwokerto (hasil Muktamar NU pada tanggal 26-29 Maret 1946). Semua itu menjadi bukti andil nyata yang diberikan umat Islam pada umumnya dan Nahdlatul Ulama pada khususnya bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur Riadi Ngasiran, yang penulis buku Perang Sabil di Surabaya, Resolusi Jihad NU 1945, segera terbit. Diingatkan, santri yang aktivis budaya dan pemikiran ini, untuk mengenang perjuangan para ulama dan kaum santri, terutama pada saat terjadinya pertempuran 10 November 1945, didirikan Monumen Resolusi Djihad yang telah diresmikan pada 22 Oktober 2011 oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siroj. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan gambaran akan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, khususnya di Surabaya dan secara umum generasi muda Indonesia. “Alhamdulillah, sejak 2015, tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Santri Nasional,” tutur Riadi Pengalaman seorang ulama besar di masa lalu, yang dikenal alim dan berpikiran maju namun hilang ditelan waktu. Hal itu menjadi pelajaran bagi para santri Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Jawa Timur untuk menggelar Halaqoh Pemikiran tersebut. Halaqah bertema “Mengaktualisasikan Resolusi Jihad dalam Pembangunan Indonesia Sepanjang Masa” ini dihadiri tokoh-tokoh muda NU secara langsung. Mereka memenuhi ruangan gedung PCNU Surabaya dengan penuh semangat. Karena ingin mengetahui pengaruh pemikiran Pendiri NU itu. Pada bagian lain, Riadi Ngasiran pada sejak awal berdirinya, sebagai Tim Kerja Museum NU di Surabaya menegaskan pengaruh dari fatwa Kiai Hasyim Asy’ari. “Kedua keputusan agama dan politik NU (Fatwa Jihad Kiai M Hasyim Asy’ari tanggal 17 September 1945 dan Resoloesi Jihad NU tanggal 22 Oktober 1945) kemudian memperoleh dukungan besar dari organisasi keagamaan di Indonesia. “Rakyat Muslimin Kebumen mengeluarkan mosi agar umat Islam bersungguh[1]sungguh mempertahankan Republik Indonesia. Mosi tersebut dimuat di Suratkabar Harian Pada tanggal 7-8 November 1945, Umat Islam Indonesia menyelenggarakan Muktamar Islam Indonesia di Yogyakarta. Muktamar Islam Indonesia menyerukan seluruh umat Islam Indonesia untuk memperkuat persiapan untuk berjihad fi Sabilillah”. Dalam muktamar tersebut, PBNU mengeluarkan sebuah dukungan spiritual kepada para pejuang Kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. (har) Baca juga :

Read More

37 Pusat Kesehatan Lebanon Berhenti Beroperasi

Gaza — 1miliarsantri.net : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa 37 dari 317 pusat kesehatan di Lebanon berhenti beroperasi menyusul serangan udara Israel sejak 23 September. Lewat unggahan di X, organisasi tersebut menekankan pentingnya melindungi fasilitas medis. WHO melaporkan bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan kesenjangan yang signifikan dalam layanan kesehatan di seluruh negeri. Menurutnya, akses layanan kesehatan sama pentingnya dengan akses makanan, air, dan pengungsian. Media Lebanon mengindikasikan bahwa mayoritas pusat medis yang terkena dampak berada di Lebanon selatan. Sejak Senin, Israel meluncurkan serangan terluas sekaligus terparah terhadap Lebanon, yang mengakibatkan lebih dari 728 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas. Sementara itu, 2.658 orang lainnya juga terluka dan hampir 390.000 orang mengungsi akibat serangan tersebut, menurut data resmi pemerintah Lebanon. Sebelumnya diberitakan, jumlah korban tewas di Lebanon akibat serangan udara Israel sejak 8 Oktober tahun lalu telah mencapai 1.247 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sekitar 5.278 orang terluka. “Jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.247, dan jumlah korban luka sebanyak 5.278 orang, sebagian besar adalah warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita, sejak 8 Oktober,” terang Menteri Lingkungan Hidup Lebanon, Nasser Yassin, mengacu pada tanggal Israel melancarkan serangan terhadap Jalur Gaza, sehari setelah serangan lintas batas oleh kelompok Palestina, Hamas. Saat Yassin menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers di Istana Pemerintah di Beirut, serangan bom Israel meningkat di berbagai wilayah di negara itu, terutama di bagian selatan. Yassin juga mengatakan bahwa jumlah pengungsi yang terdaftar di tempat penampungan darurat mencapai sekitar 30 persen dari total pengungsi, dengan perkiraan lebih dari 150 ribu orang telah menyelamatkan diri dari tempat tinggal mereka, terutama dari Lebanon selatan dan Lembah Bekaa. (zul/AP) Baca juga :

Read More

MUI Minta Ahmad Dhani dan Produser Tarik Lagu Lagu Yang Mengutip Ayat Alfatikhah Lengkap

Jakarta — 1miliarsantri.net : Salah satu pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa sangat terkejut menyaksikan sebuah video yang memperlihat seorang penyanyi laki-laki yang menjadikan ayat-ayat yang terdapat dalam surat alfatihah yang merupakan surat pertama dari 114 surat yang terdapat dalam alqur’an menjadi syair dari lagu bernuansa rock yang dia bawakan. ” Saya merasa perlu menyampaikan hal ini karena apa yang dilakukan oleh sang penyanyi sudah tentu akan mengundang pro kontra di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan umat islam,” terang DR Kiai Anwar Abbas dalam rilisnya, Senin (30/9/2024). Menurut Kiai Anwar apa yang dilakukan penyanyi Ahmad Dhani itu sungguh terasa sangat tidak pantas, tidak elok dan tidak tepat. “Untuk itu saya meminta kepada sang penyanyi dan sang produser serta juga kepada pihak pemerintah agar sesegera mungkin menarik dan menghapus rekaman tersebut,” tambahnya. Ia menegaskan,” Saya tidak anti terhadap seni dan kreatifitas tapi tolong sesuatu yang dianggap luhur dan suci oleh umat islam jangan diusik tapi mari sama-sama kita hormati dan muliakan.” Berbuat di luar itu, menurutnya, tentu akan mengundang masalah dan akan membuat kehidupan sosial dan beragama di negeri ini yang selama ini sudah berjalan dengan baik menjadi terganggu bahkan tidak mustahil akan bisa memantik terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. (wink) Baca juga :

Read More

Gus Baha: Tahlilan Bukan Hanya Tradisi Lokal

Rembang — 1miliarsantri.net : Tradisi tahlilan, yang sering dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia saat ada orang meninggal, ternyata memiliki dukungan dari ulama-ulama besar. Hal ini diungkapkan oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha, seorang ulama terkenal dari Rembang, Jawa Tengah. Tahlilan sendiri adalah kegiatan berkumpul untuk membaca doa-doa dan ayat Al-Qur’an untuk orang yang telah meninggal. Biasanya dilakukan pada hari-hari tertentu setelah kematian, seperti hari ke-3, ke-7, dan ke-40. Banyak orang yang menganggap tahlilan hanya sebagai tradisi lokal Indonesia. Namun, Gus Baha menegaskan bahwa praktik ini sebenarnya memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. “Yang membolehkan hadiah Yasin, Fatihah, Tahlil ke mayit itu adalah orang sekaliber Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim,” jelas Gus Baha dalam ceramahnya. Ia menyebutkan dua nama ulama terkenal yang mendukung praktik tahlilan: Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Kedua ulama ini dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam sejarah Islam. Pernyataan Gus Baha ini penting karena memberikan legitimasi terhadap praktik tahlilan yang sudah lama dilakukan di Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa tradisi lokal bisa sejalan dengan pemikiran Islam global. Lebih lanjut, hal ini membuka wawasan bahwa ulama-ulama besar pun mendukung praktik yang sering dianggap hanya sebagai “tradisi lokal”. Gus Baha mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menilai suatu tradisi sebagai “hanya tradisi lokal”. Ia menekankan pentingnya memahami akar historis dan teologis dari praktik-praktik keagamaan yang ada di masyarakat. Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai tradisi yang telah lama ada, sambil tetap kritis dalam memahami dasar-dasar agamanya. (hud) Baca juga :

Read More

Anggaran Rp7,25 Triliun untuk GTK Madrasah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Indonesia, Kementerian Agama telah mengambil langkah signifikan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp7,25 triliun untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah pada tahun 2025. Keputusan ini diumumkan dalam Simposium Nasional dan Rembuk Guru 2024 yang berlangsung di Jakarta. Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya kesejahteraan guru dalam mendorong kreativitas dan inovasi di lingkungan madrasah. Namun, beliau juga mengingatkan para guru untuk tetap realistis dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam memperjuangkan hak mereka. “Meskipun harapan kesejahteraan belum sepenuhnya terpenuhi, kami mendorong guru madrasah untuk terus mengembangkan diri dan fokus pada tugas-tugas profetik mereka,” terang Abu Rokhmad, kepada 1miliarsantri.net, Senin (30/9/2024). Thobib Al Asyhar, Direktur GTK Madrasah, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran akan dialokasikan untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Dana ini akan digunakan untuk berbagai tunjangan, termasuk Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Insentif, Tunjangan Khusus, dan BPJS Ketenagakerjaan. “Hanya kurang dari 2 persen anggaran yang digunakan untuk manajemen dan peningkatan kompetensi guru. Selebihnya difokuskan pada peningkatan kesejahteraan,” jelas Thobib. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah panjangnya daftar antrian Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk guru madrasah. Kementerian Agama sedang melakukan kajian untuk mencari solusi percepatan proses ini. Simposium yang mengusung tema “Mewujudkan Guru Bermutu dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri oleh berbagai organisasi guru, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA), dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU). Acara ini tidak hanya berfokus pada masalah anggaran, tetapi juga menyediakan platform bagi para guru untuk bertukar pikiran dan pengalaman. Tujuannya adalah mengembangkan ide-ide inovatif yang dapat memperkuat kolaborasi antar kelompok guru madrasah. Abu Rokhmad juga mendorong guru madrasah yang memiliki keahlian tambahan seperti khatib atau qari untuk tetap menjalankan peran tersebut tanpa mengabaikan tugas utama mereka sebagai pendidik. “Ini penting untuk berkhidmah kepada masyarakat dan juga dapat menjadi sumber tambahan kesejahteraan,” tambahnya. Dengan alokasi anggaran yang signifikan ini, diharapkan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia akan mengalami peningkatan yang substansial. Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045 melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan berbasis agama. (rid) Baca juga :

Read More