Kemenag Integrasikan Data Mustahik dan Memastikan Distribusi Zakat, Infak, Sedekah Tepat Sasaran

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya dan memastikan distribusi zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) tepat sasaran agar bisa menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengintegrasikan data mustahik (penerima zakat) berbasis data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag, Waryono Abdul Ghafur menyebut, program akselerasi kemanfaatan ZIS-DSKL ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jawa Barat, dan Lembaga Amil Zakat se-Jawa Barat. “Menggunakan data sosial-ekonomi yang komprehensif, Kemenag ingin memastikan zakat disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok masyarakat rentan, dan miskin ekstrem,” terang Waryono. Dikatakannya, untuk mengukur kemiskinan, pihaknya menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, menurutnya, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan. “Maka Regsosek sangat bermanfaat bagi pengelolaan zakat, terutama dalam pendataan mustahik, karena menyediakan data terintegrasi yang mencakup informasi sosial-ekonomi masyarakat secara rinci dan akurat hingga tingkat desa/kelurahan. Kita bisa mengidentifikasi mustahik yang memenuhi kriteria penerima zakat (asnaf), memetakan penerima zakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, serta meminimalkan tumpang tindih dengan program bantuan sosial lainnya,” imbuhnya. Waryono mengatakan, data kemiskinan merupakan cikal bakal analisis kemiskinan yang menjadi pertimbangan utama dari sisi penentuan program/kegiatan, serta perumusan target sasaran yang tepat dan terukur. “Data yang valid dan akurat, maka proses pengambilan keputusan dalam rangka menentukan sasaran program/kegiatan dan target penerima manfaat dapat terlaksana secara lebih terarah dan efektif,” paparnya. Selain itu, pihaknya juga menekankan pelaksanaan program akselerasi harus menjalankan asas pengelolaan zakat dengan rumus tujuh prinsip dan dua tujuan pengelolaan zakat yaitu, (1) Syariat Islam, (2) Amanah, (3) Kemanfaatan, (4) Keadilan, (5) Kepastian Hukum, (6) Terintegrasi, (7) Akuntabilita, serta dua tujuan yaitu (1) meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, (2) Meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. “Jadi program akselerasi kemanfaatan ZIS-DSKL ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan asas pengelolaan zakat dengan rumus tersebut,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat Kemenag, Ahmad Syauqi mengatakan, program ini dilaksanakan di Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta sebagai pilot project. Sebelumnya, pihaknya juga menggelar kegiatan serupa dengan 18 Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan menandatangani kesepakatan dalam pakta integritas. Dikatakannya, kegiatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi para stakeholder untuk melaksanakan program-program yang mereka miliki dengan diperkuat sinkronisasi mustahik dengan data kemiskinan. “Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara maksimal dan langsung menyentuh kebutuhan mustahik. Dengan mengintegrasikan data mustahik dengan data sosial-ekonomi, distribusi zakat dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Waspadai Kaum Khawarij: Ahli Ibadah yang Suka Tebar Fitnah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kaum Khawarij merupakan sebuah kelompok yang membuat fitnah umat hingga akhir zaman. Mereka bahkan disebutkan akan menjadi kelompok yang mendukung Dajjal. Rasulullah SAW langsung mengecam kaum ini meski mereka merupakan ahli ibadah. Ustaz Dr Sufyan Baswedan, dalam sebuah kajian beberapa waktu lalu, menuturkan, ada beberapa sifat kaum Khawarij yang perlu diketahui oleh kaum Muslim. Sifat pertama, mereka adalah ahli ibadah. Bahkan, karena sangat berlebihannya orang-orang Khawarij dalam beribadah, Rasulullah SAW pun sampai-sampai mengatakan bahwa ibadahnya para sahabat tidak akan ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ibadah mereka. Bacaan Alquran mereka jauh lebih banyak daripada bacaannya para sahabat. Mereka pun giat melaksanakan ibadah puasa. Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga menggambarkan bahwa mereka lebih rajin mengerjakan shalat daripada para sahabat. Akan tetapi, semua ibadah yang mereka lakukan tersebut sama sekali tidak memberi manfaat bagi mereka. Ayat-ayat Alquran yang mereka baca hanya sebatas di mulut, tidak sampai masuk ke dalam relung hati mereka. Sifat yang kedua, orang-orang Khawarij sangat gemar mengafirkan sesama Muslim. Menurut akidah mereka, Muslim yang berbohong adalah kafir, Muslim yang mencuri pun adalah kafir. Begitu pula dengan Muslim yang berzina, juga disebut kafir dan keluar dari Islam oleh mereka. Tidak hanya itu, mereka juga tidak segan-segan menghalalkan darah kaum Muslim yang tidak sepemahaman dengan mereka. “Betapa berbahayanya pemikiran kaum Khawarij sehingga wajar bila Rasulullah SAW mengecam mereka dengan bahasa yang sangat pedas,”ujar Ustaz Sufyan saat mengisi kajian sunah bakda Isya di Masjid as-Salam yang beralamat di Jalan Jatiluhur Raya Nomor 11, Jakasampurna, Bekasi, Jawa Barat. Nabi Muhammad SAW bersabda, Sesungguhnya di antara umatku ada orang-orang yang membaca Alquran, tapi (bacaannya itu) tidak melampaui teng gorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti (Nabi Hud) membunuh kaum Aad. (HR Muslim). (yan) Baca juga :

Read More

Legacy vs Money

Jakarta — 1miliarsantri.net : Prof Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI. Bagi penggemar Mixed Martial Art (MMA) atau olah raga tarung dengan menggabungkan berbagai jenis aliran, nama Khabib Nurmagomedov bukanlah nama asing. Nama lengkapnyanya adalah Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov. Dia adalah salah satu petarung MMA terbesar dalam ajang UFC. Dia dikenal sebagai seorang Muslim taat dari Dagestan, Rusia. Dia adalah orang Rusia pertama dan Muslim pertama yang memenangkan gelar UFC. Sangat kontras dengan para petarung MMA lain, dia dikenal sebagai pribadi santun dan tidak pernah mau terpancing dengan olokan kasar lawannya yang biasanya disemburkan saat trash talk session. Dalam sejarah pertarungannya di dunia MMA, dia tak terkalahkan. Dalam 29 pertarungannya, dia mencatatkan kemenangan KO sebanyak 8 kali, lawan menyerah sebanyak 11 kali, dan keputusan juri sebanyak 10 kali. Pertarungan terbesarnya adalah saat dia melawan Conor McGregor, jagoan Ultimate Fighting Championship (UFC) dari Irlandia yang dikenal sangat kasar dan brutal. Pertarungan yang dihelat di Las Vegas, 6 Oktober 2018 itu ditonton 2.4 juta orang di seluruh dunia melalui saluran berbayar. Ini adalah jumlah penonton terbanyak dalam sejarah MMA. Khabib mengakhiri karier gemilangnya dalam pertarungannya melawan Justin Gaethje. Pertarungan yang dimenangkan Khabib melalui kuncian triangle choke ini diselenggarakan di Abu Dhabi, pada Minggu 20 Oktober 2020. Seperti biasanya, setelah pertarungan itu, Khabib melepas sarung tangannya, lalu bersujud syukur. Tulisan ini tentu saja tidak akan mengulas biografi dan sejarah karier Khabib di dunia MMA. Yang ingin disorot dalam tulisan ini adalah salah satu kalimat yang pernah diucapkan Khabib saat press conference menjelang pertarungannya melawan Max Holloway, yang rencananya akan digelar pada 7 April 2018. Pertarungan itu sendiri akhirnya gagal karena Holloway dilarang bertanding oleh Komisi Atletik New York, dengan alasan terlalu berisiko bagi Holloway karena mepetnya waktu untuk menurunkan berat badan. Kalimat Khabib yang hingga kini banyak dikenang itu adalah sebagai berikut: “I want to explain to you guys the difference between money and legacy. He fights for money. I fight for legacy. It’s different.” Arti bebasnya kurang lebih seperti ini: “Saya akan jelaskan pada Anda sekalian perbedaan antara uang dan legacy. Dia bertarung demi uang, sedang saya bertarung untuk legacy (menciptakan sejarah yang akan terus dikenang dan diteladani dalam jangka waktu lama). Itu jelas berbeda.” Dari ungkapan Khabib di atas, kita bisa mengambil pelajaran tentang dua jenis manusia dalam menjalani profesi dengan segala pangkat, jabatan, dan uang yang menyertainya. Manusia pertama adalah manusia dengan mental money, di mana profesi dengan segala pangkat dan jabatannya dikejar dalam rangka untuk kemakmuran diri. Profesi dijalani dengan penghayatan semata untuk menumpuk-numpuk uang. Manusia jenis ini jelas berbeda dengan manusia jenis kedua, yaitu manusia dengan mental legacy. Manusia dengan mental legacy adalah mereka yang menjalani profesinya karena ingin membuat sejarah yang memiliki dampak kebaikan di masa depan. Apakah manusia jenis ini tidak membutuhkan uang? Manusia kedua ini juga butuh uang. Mungkin Anda bertanya: Lalu apa bedanya? Di sebuah kesempatan lain, Khabib menjelaskan pertanyaan itu sebagai berikut: “If we have money, we can help people…. If you have money in your hand, it is very good. But, if money go in your mind, this is very bad. That is why we stay focused, stay humble, help people. This is very important.” (Kalau kita memiliki uang, kita bisa menolong orang. Jika kamu memiliki uang di tangan, itu baik. Yang tidak baik adalah ketika uang itu menguasai pikiranmu. Itulah mengapa kita tetap harus fokus, rendah hati, dan menolong orang lain. Inilah yang lebih penting) Jadi, manusia dengan mental money jelas berbeda dengan manusia bermental legacy. Perbedaannya bukan ditentukan bahwa manusia mental legacy tidak membutuhkan uang. Perbedaannya ditentukan bagaimana dua tipe manusia ini menginsafi dan memperlakukan jabatannya. Manusia dengan mental money, mengejar pangkat dan jabatan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan dirinya. Sementara, manusia dengan mental legacy membatinkan dan menjalankan pangkat dan jabatannya karena untuk membuat sejarah agung di masa depan melalui tindakan kebaikan demi kebaikan. Ada nasihat kuno yang dikira masih relevan untuk terus kita hayati. “Positions are temporary. Ranks and titles are limited. But the way you treat people will always be remembered.” (Jabatan hanyalah sementara. Pangkat dan gelar ada batasnya. Tapi caramu memperlakukan orang lain itulah yang akan selalu dikenang). (yan) Baca juga :

Read More

Muhammadiyah Buka Seleksi Beasiswa ke Libya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Duta Besar Libya HE Mr. Zakarya MM El Maghrabi beberapa waktu yang lalu telah melakukan kunjungan penting ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar menyampaikan komitmen pemerintah Libya untuk memberikan kuota khusus beasiswa bagi kader Persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini, Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Libya membuka seleksi resmi beasiswa untuk program pendidikan sarjana (S1) di bidang Dakwah Islamiyah di International Islamic Call College dan Asmarya Islamic University di Libya untuk Tahun Akademik 2024/2025. Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni mengapresiasi dan menyambut bai katas kerjasama tersebut. “Kami menyambut baik tawaran beasiswa ini sebagai kesempatan emas bagi kader-kader Muhammadiyah untuk mengembangkan ilmu dan wawasan mereka di luar negeri. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi positif bagi umat,” ungkap Syafiq kepada 1miliarsantri.net, Selasa (22/10/2024). Ketua Panitia Seleksi Beasiswa Libya 2024, Saiful Bahri mengatakan, informasi peluang beasiswa dari Kedutaan Besar Libya di Jakarta yang disampaikan ke PP Muhammadiyah merupakan peluang bagi kader-kader persyarikatan untuk menimba ilmu di Libya dari para masyayikh yang kredibel dan kampus-kampus yang dikenal melahirkan para ulama. (wink) Baca juga :

Read More

Israel Siapkan Serangan Balasan ke Iran

Ramallah — 1miliarsantri.net : Sehari setelah drone Hizbullah menembus pertahanan udara Israel dan meledak di dekat rumah pribadi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, ia mengadakan serangkaian pertemuan dengan penasihat keamanan utama untuk membahas serangan balasan ke Iran. Perencanaan serangan ini telah berlangsung selama tiga minggu sejak Iran menembakkan sekitar 200 rudal balistik ke Israel setelah pembunuhan pemimpin milisi yang disponsori Iran oleh Israel. Serangan drone yang tepat sasaran ke rumah Netanyahu di pesisir utara Tel Aviv pada hari Sabtu mengejutkan banyak warga Israel. Meskipun Netanyahu dan istrinya tidak berada di rumah dan tidak ada yang terluka, dia dan para menterinya mengatakan ini menjadi alasan lain pembalasan diperlukan. “Tidak diragukan lagi bahwa garis merah telah dilanggar di sini. Kita harus mengalahkan kemampuan Iran untuk menimbulkan ancaman,” kata Menteri Luar Negeri Israel Katz. Sementara Iran menunggu serangan Israel dan bersumpah akan membalas lebih keras, mereka menegaskan tidak terlibat dalam serangan drone Sabtu ke rumah Netanyahu di kota Caesarea. Pembalasan telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang, mungkin karena koordinasi antara AS dan Israel. Washington mendesak Israel untuk menghindari menyerang instalasi energi atau nuklir dan telah mengirimkan senjata pertahanan rudal anti-balistik canggih ke Israel untuk mengantisipasi serangan balik Iran. Dokumen Pentagon yang bocor akhir pekan ini merinci beberapa persiapan Israel untuk serangan semacam itu. Kebocoran tersebut, yang keasliannya belum diverifikasi, muncul di akun Telegram kelompok pro-Iran bernama Middle East Spectator. Pada hari Minggu, kantor Netanyahu mengatakan bahwa meskipun mempertimbangkan saran AS, Israel membuat keputusannya sendiri. Belum jelas kapan keputusan akan diambil atau kapan pembalasan akan terjadi. Menteri Energi Eli Cohen mengatakan kepada Channel 14, “Tidak ada fasilitas, baik militer maupun sipil, atau orang di Iran yang kebal. Tidak ada dari mereka yang tidur nyenyak di malam hari,” lanjutnya. Donald Trump, mantan presiden AS yang mencalonkan diri dalam pemilihan bulan depan, mengatakan kepada rapat kampanye bahwa Netanyahu telah meneleponnya dan mengatakan bahwa setelah pembunuhan pemimpin milisi baru-baru ini oleh Israel, termasuk pembunuhan pemimpin Hamas Yahya Sinwar pada hari Kamis, Israel berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk melawan Iran dan sekutunya. Perencanaan Netanyahu pada hari Minggu untuk menyerang Iran, pertama dengan penasihat dekat dan kemudian dengan kabinet keamanannya, terjadi di akhir hari lain dengan aktivitas militer intens baik di Lebanon maupun di Gaza. Hizbullah menembakkan puluhan proyektil ke utara Israel. Di Lebanon, militer Israel mengatakan mereka menyerang pusat komando markas intelijen Hizbullah dan bengkel senjata bawah tanah di Beirut. Di Gaza utara, otoritas kesehatan mengatakan serangan Israel semalam di kota Beit Lahia menewaskan puluhan orang. Militer Israel membantah jumlah korban tersebut tetapi mengatakan mereka sedang mengejar operatif Hamas yang telah membangun kembali diri mereka di daerah itu. Lebih dari 42.000 warga Palestina tewas dalam perang yang berlangsung setahun yang dipicu ketika operatif Hamas menyerbu Israel selatan, menewaskan 1.200 orang dan menculik 250 orang. Sekitar 100 sandera masih berada di Gaza, mungkin setengahnya masih hidup, dan Israel menawarkan hadiah kepada warga Gaza untuk membantu mengembalikan mereka. Pembunuhan Sinwar, pemimpin Hamas, oleh Israel dipandang oleh banyak orang sebagai titik balik potensial, saat pertempuran mungkin menghasilkan negosiasi dan diplomasi. Namun dalam beberapa hari terakhir, hampir tidak ada yang berubah dan pertempuran semakin intens dengan Hizbullah dan Hamas. Keduanya dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS dan negara-negara lain. Sementara itu, Israel menyatakan kekecewaannya bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang dipimpin oleh presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menyampaikan belasungkawa atas Sinwar dan menggambarkannya sebagai syuhada dan “pemimpin nasional yang hebat. “Kami tidak terkejut. Mereka tidak pernah mengutuk pembantaian 7 Oktober dan mereka memiliki sejarah panjang memuji pembunuh massal orang Yahudi,” pungkas penasihat diplomatik Netanyahu, Ophir Falk, tentang pernyataan PLO. (zul/AP) Baca juga :

Read More

PP Muhammadiyah Turut Berduka Atas Tewasnya Yahya Sinwar

Jakarta — 1miliarsantri.net : PP Muhammadiyah menyampaikan rasa duka cita yang dalam atas tewasnya Yahya Sinwar tokoh hamas dan tokoh rakyat palestina yang dibunuh oleh Israel secara biadab. “Kita berharap dengan kematian yahya Sinwar ini semangat rakyat palestina tidak akan pernah kendor sedikitpun,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Dr.KH Anwar Abbas, dalam rilisnya kepada media, Senin (21/10/2024). Kiai Abbas berharap dengan kepergian tokoh Palestina yang gagah berani ini, semangat juang rakyat palestina untuk merebut kemerdekaannya semakin menyala-nyala dan terus bergelora. “Kemerdekaan yang ingin mereka rebut itu jelas merupakan sesuatu yg luhur dan mulia. Mudah-mudahan insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama rakyat palestina akan bisa mendapatkan apa yang mereka dambakan sehingga mereka dapat mendirikan dan membangun sebuah negara palestina yang merdeka dan berdaulat,” pungkas Kiai Abbas yang juga Wakil Ketua MUI. (rid) Baca juga :

Read More

Pagar Nusa Mesir Kukuhkan Warga Baru

Kairo — 1miliarsantri.net : PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Pagar Nusa Mesir secara resmi mengesahkan warga baru angkatan ketiga dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula KAHHA PCINU Mesir, Sabtu (19/10/2024). Pengesahan dihadiri secara virtual dua tokoh penting, KH Ainurrofiq Al Amin dari Jombang dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen. KH Ainurrofiq Al Amin hadir secara virtual untuk memberikan ijazah wirid dan pembinaan ruhani bagi para anggota baru. Pembinaan ini untuk memperkuat landasan spiritual para anggota, yang tak hanya harus kuat secara fisik, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi pembinaan ruhani, Gus Nabil Haroen turut hadir secara virtual untuk membaiat langsung warga baru PCI Pagar Nusa Mesir. Dalam proses pembaiatan yang khidmat, Gus Nabil mengajak para anggota baru untuk meresapi nilai-nilai luhur Pagar Nusa yang telah diwariskan oleh Nahdlatul Ulama. “Kalian adalah generasi penerus yang berani menapaki jejak para pejuang pendahulu, yang tidak hanya menguasai jurus-jurus pencak silat, tetapi juga menyerap kekuatan spiritual yang telah diwariskan oleh para wali dan ulama,” tegas Gus Nabil. Gus Nabil juga memberikan pesan khusus tentang pentingnya peran diaspora Indonesia di luar negeri, khususnya bagi anggota Pagar Nusa Mesir. “Menjadi anggota Pagar Nusa di luar negeri, khususnya di Mesir, bukanlah tugas yang mudah. Kalian berada di garis depan, jauh dari tanah air, di negeri dengan tantangan yang berlipat ganda,” kata Gus Nabil. Ia menekankan bahwa para anggota baru harus bisa menjadi duta besar bangsa dan Pagar Nusa, tidak hanya sebagai pelajar unggul di Al Azhar, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai luhur kebangsaan dan keislaman di kancah internasional. Dalam sambutannya, Gus Nabil juga mengingatkan bahwa para pendekar Pagar Nusa adalah benteng yang menjaga kehormatan agama, bangsa, dan tanah air. Dia menekankan, setiap langkah, usaha, dan latihan yang dilakukan oleh para anggota baru adalah bagian dari perjalanan panjang untuk menjaga kehormatan dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendiri Pagar Nusa. Gus Nabil juga menekankan, perjuangan Pagar Nusa harus terus hidup dalam diri para anggotanya, meski berada di luar negeri. “Kalian telah memilih jalan ksatria. Jalan ini penuh tantangan dan pengorbanan, tetapi juga penuh dengan kehormatan. Jadilah pendekar yang sejati, yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki keteguhan hati, kecerdasan, dan kebijaksanaan,” tambahnya. Acara pengesahan ini diakhiri dengan pembacaan ikrar anggota baru dan penyerahan atribut resmi Pagar Nusa kepada mereka yang telah dibaiat. Dengan pengesahan warga baru ini, PCI Pagar Nusa Mesir diharapkan dapat terus menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional melalui kader-kader diaspora yang tangguh dan berintegritas. (wink) Baca juga :

Read More

Kunci Bahagia Rumah Tangga ala Buya Yahya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam era di mana media sosial kerap memicu perbandingan gaya hidup, termasuk dalam rumah tangga, seorang ulama terkemuka angkat bicara. Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren LPD Al Bahjah di Cirebon, menyoroti pentingnya menjaga ucapan terkait rezeki dalam kehidupan berumah tangga. Melalui ceramah yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah, Buya Yahya menyentuh isu sensitif yang sering menjadi akar perselisihan pasangan: persepsi tentang rezeki. Dengan tegas, beliau mengingatkan bahaya menganggap pasangan sebagai penghalang rezeki. “Menuduh pasangan menghalangi rezeki bukan hanya menyakiti hati, tapi juga mencerminkan ketidakpahaman tentang hakikat rezeki dari Allah,” ungkap Buya Yahya dalam ceramahnya. Fenomena membandingkan kondisi ekonomi antara pernikahan pertama dan kedua juga tak luput dari perhatian Buya Yahya. Beliau menekankan bahwa praktik ini dapat meracuni hubungan dan menciptakan ketegangan yang tidak perlu. Tak hanya menyasar pasangan, Buya Yahya juga mengingatkan peran penting keluarga besar, terutama mertua, dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Beliau mengkritik kebiasaan menyalahkan menantu atas kesulitan finansial yang dialami anak. Sebagai solusi, Buya Yahya menawarkan perspektif yang lebih positif. Beliau mengajak pasangan untuk saling mendukung dan melihat satu sama lain sebagai pembuka pintu rezeki, bukan penghalangnya. “Ucapkanlah kata-kata yang membangun. Lihatlah pasanganmu sebagai pembawa berkah dalam hidupmu,” anjur Buya Yahya. Lebih dari sekadar nasihat, ceramah Buya Yahya ini menyentuh aspek spiritual dalam memandang rezeki. Beliau menegaskan bahwa cara kita berbicara tentang rezeki mencerminkan pemahaman kita tentang takdir dan kepercayaan kepada Allah. Buya Yahya juga menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dalam pasangan. Beliau mendorong pasangan untuk saling mendengarkan dan memahami, tidak hanya dalam hal finansial, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan. Di tengah maraknya konten “relationship goals” di media sosial, pesan Buya Yahya ini menjadi pengingat akan esensi pernikahan yang sesungguhnya. Beliau menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari materi, melainkan dari kuatnya ikatan batin antara pasangan. Ceramah Buya Yahya ini mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali nilai-nilai fundamental dalam membangun rumah tangga. Di era di mana perceraian semakin umum terjadi, pesan ini menjadi lebih relevan dari sebelumnya. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun penuh hikmah, Buya Yahya berhasil menyentuh inti permasalahan yang sering dihadapi pasangan modern. Beliau mengingatkan bahwa pernikahan bukan arena kompetisi, melainkan perjalanan spiritual bersama menuju ridha Allah. Pesan Buya Yahya ini diharapkan dapat menjadi obat penawar bagi pasangan yang mungkin sedang menghadapi ujian dalam rumah tangga mereka, terutama terkait masalah finansial. Semoga dengan menjaga ucapan dan hati, pasangan dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (yan) Baca juga :

Read More

Kaum Pertama yang Menyembah Berhala usai Banjir Nabi Nuh

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kaum Nabi Hud Alaihissalam adalah bangsa Arab yang mendiami bukit-bukit pasir yang terletak di Yaman, mulai dari Aman sampai Hadramaut. Suatu wilayah yang dekat dengan laut yang disebut Asy-Syahr. Mereka tinggal di tenda-tenda bertiang besar. Mereka adalah kaum Aad yang pertama. Kaum Aad tinggal di kota yang disebut Iram. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam bukunya Al-Bidayah Wan-Nihayah yang diringkas Ahmad Al Khani menjelaskan, ada pendapat yang mengatakan bahwa Kota Iram adalah kota yang berpindah-pindah di muka bumi, terkadang ada di Syam, Yaman, Hijaz, dan terkadang di tempat lain. Pendapat tersebut adalah sesuatu yang jauh dari kebenaran dan perkataan yang tidak diperkuat dengan dalil. Di dalam sebuah hadis yang panjang di dalam kitab Shahih karya Ibnu Hibban, diriwayatkan dari Abu Dzarr tentang para Nabi dan para Rasul, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Di antara mereka empat orang dari Arab yaitu Hud, Shaleh, Syuaib, dan Nabi kamu wahai Abu Dzarr. Kaum Aad adalah kaum yang pertama menyembah berhala setelah banjir di zaman Nabi Nuh Alaihissalam. Allah kemudian mengutus saudara mereka, Nabi Hud untuk menyeru kaum Aad agar menyembah Allah. Mereka adalah orang-orang Arab yang masih kafir dan menyembah berhala serta suka keras kepala, Nabi Hud diutus kepada mereka, akan tetapi mereka mendustakannya. Akhirnya Allah sebagai Dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa, menyiksa mereka. Azab yang pertama diberikan kepada kaum Aad adalah tanah mereka dijadikan sangat tandus. Mereka lalu minta diturunkan hujan. Mereka menyaksikan sesuatu yang muncul di langit yang dikira air, sebagai rahmat, tetapi ternyata itu adalah siraman azab yang datang dalam bentuk badai, laksana lidah api. سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوْمًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعٰىۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍۚ Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus, maka kamu melihat kaum Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). (QS Al-Haqqah: 7). Allah mengumpamakan mereka dengan tunggul-tunggul pohon kurma yang telah tidak berkepala lagi. Hal itu karena badai yang bertiup menuju salah seorang dari mereka, lalu membawanya terbang dan menjadikan kepalanya tertunduk hingga akhirnya pecah berantakan, sehingga ia menjadi tidak berkepala lagi. Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib, bahwa ia pernah menyebutkan ciri-ciri kuburan Nabi Hud yang terletak di negeri Yaman. Ada pula yang mengatakan bahwa makam Nabi Hud berada di Damaskus, di dalam masjid agung yang terdapat suatu tempat di tembok bagian depan, yang dikatakan bahwa di dalamnya adalah makam Nabi Hud Alaihissalam. (jeha) Baca juga :

Read More

Iran tak Takut: Kami Identifikasi Semua Target di Israel

Teheran — 1miliarsantri.net : Beredar bocoran dokumen tentang rencana Israel untuk menyerang Iran. Menurut Axios, dokumen tersebut merinci tindakan yang diambil dalam beberapa hari terakhir di beberapa pangkalan udara Israel, termasuk transfer amunisi canggih sebagai persiapan untuk serangan Iran yang akan datang. Dokumen tersebut juga berisi laporan tentang persiapan terperinci oleh unit pesawat nirawak Israel untuk serangan tersebut. Namun Iran tak gentar dengan kabar rencana Israel itu. Teheran bahkan mengaku telah memetakan semua wilayah Israel. “Kami telah mengidentifikasi semua target di Israel, dan Israel akan menerima respons yang sepadan terhadap setiap serangan terhadap Iran,” ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara dengan Saluran TV Turki NTV, yang dipublikasikan pada Sabtu (19/10/2024). Araghchi, yang berada di Turki pada Jumat dan Sabtu untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri mengenai kerja sama regional di Kaukasus, juga mengatakan kepada jaringan televisi tersebut bahwa setiap serangan Israel terhadap Iran dianggap sebagai garis merah bagi Republik Islam tersebut. “Bagi kami, setiap serangan terhadap Iran berarti melewati garis merah. Kami tidak akan membiarkan serangan semacam itu tidak terjawab. Respons yang diperlukan akan diberikan terhadap setiap serangan terhadap fasilitas nuklir Iran atau serangan serupa lainnya,” kata diplomat tinggi tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Iran menganggap AS sebagai sekutu Israel karena rezim tersebut melakukan kejahatannya di Gaza dan Lebanon dengan menggunakan senjata yang dipasok Amerika. “Bagi kami, AS bersekutu dengan Zionis dan jika perang skala besar terjadi di kawasan tersebut, AS juga akan terseret ke dalamnya, dan kami sama sekali tidak menginginkan ini,” lanjut Araghchi. Komentar Araghchi muncul saat Israel mengancam akan menyerang Iran menyusul operasi rudal Republik Islam terhadap target militer dan keamanan rezim tersebut pada tanggal 1 Oktober. Iran melakukan operasi tersebut sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran pada akhir Juli, serta pembunuhan pemimpin Hizbullah Sayed Hassan Nasrallah dan komandan militer Iran Abbas Nilforoushan pada akhir September. Iran mengatakan bahwa pihaknya melakukan operasi tersebut tanpa adanya tanggapan tegas dari masyarakat internasional terhadap tindakan agresi Israel. (mel) Baca juga :

Read More