Menelusuri 4 Jenis Makanan Halal yang Bisa Anda Temukan di Bali
Daging yang digunakan bisa berupa ayam atau ikan, yang kemudian dibumbui dengan campuran kelapa parut, bawang putih, bawang merah, jahe, dan serai, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan harum. Karena beberapa jenis Sate Lilit menggunakan daging non-halal, penting untuk memilih tempat makan yang memang menyediakan versi halal, biasanya menggunakan ayam atau ikan dan tanpa campuran bahan haram lainnya.
3. Nasi Campur Bali
Nasi Campur Bali adalah salah satu sajian paling populer yang menggambarkan kekayaan kuliner pulau ini. Hidangan ini terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan beragam lauk pauk tradisional, seperti ayam suwir berbumbu, urap sayur, sate lilit halal, telur balado, sambal matah, dan kerupuk.
Menariknya, setiap warung atau rumah makan memiliki versi Nasi Campur Bali yang berbeda-beda tergantung dari bahan dan lauk yang digunakan. Jika Anda mencari versi halal, pilihlah tempat makan yang mencantumkan sertifikasi halal atau yang secara khusus menyajikan makanan Muslim-friendly. Nasi Campur Bali versi halal termasuk salah satu dari 4 jenis makanan halal yang cukup mudah ditemukan di berbagai wilayah seperti Denpasar, Ubud, hingga Kuta.
4. Tipat Cantok
Tipat Cantok mungkin belum seterkenal tiga makanan sebelumnya, namun justru itulah daya tariknya. Makanan ini termasuk dalam kategori 4 jenis makanan halal karena seluruh bahan yang digunakan adalah nabati dan tanpa kandungan daging.
Tipat Cantok terdiri dari ketupat (tipat) yang dipotong-potong lalu dicampur dengan sayuran segar seperti kangkung, tauge, dan kacang panjang. Seluruhnya disiram dengan saus kacang khas Bali yang gurih dan sedikit pedas. Mirip seperti gado-gado, tetapi dengan bumbu dan aroma lokal yang lebih kuat. Hidangan ini cocok untuk Anda yang mencari menu ringan, sehat, dan pastinya halal selama berwisata di Bali.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


