Bukan Sekadar Healing, Inilah Manfaat Wisata Alam Bagi Seorang Muslim
Selain itu, wisata alam juga membantu kita menenangkan jiwa, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai amanah manusia yang merupakan khalifah fil-ardh.
2. Meningkatkan Keilmuan
Manusia cenderung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan oleh karenanya, dalam Islam, menuntut ilmu itu merupakan kewajiban kita yang dilakukan seumur hidup.
Mengunjungi hutan, pegunungan, laut, atau pun situs sejarah akan membuat keingintahuan kita terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di sana semakin kuat dan kita secara alami akan mencari tahu lebih banyak lagi mengenai hal tersebut.
3. Meningkatkan Kesabaran dan Adab
Selama melakukan wisata alam, adakalanya kondisi lingkungan sekitar tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang kita akan dihadapkan pada berbagai situasi yang menuntut kesabaran, seperti menghadapi cuaca yang tiba-tiba berubah menjadi ekstrem, medan yang sulit atau terjal, menghadapi berbagai macam orang, atau bahkan mendapati beragam fasilitas yang sangat terbatas.
Momen tersebut akan menguji kita, apakah kita mampu untuk menghadapi semuanya dengan tenang dan sabar, atau malah menjadi kecewa dan marah bahkan sampai emosi kita meledak-ledak?
Saat berwisata pun, seorang muslim tidak boleh memperlihatkan adab yang buruk. Sebaliknya, kita dituntut untuk memiliki adab yang baik entah itu terhadap manusia, hewan, dan alam itu sendiri.

4. Memperkuat Kesadaran Lingkungan
Dalam Islam, kesadaran lingkungan merupakan bagian pokok dari tanggung jawab manusia sebagai khalīfah di muka bumi, yang sudah seharusnya menjaga ekosistem bumi agar senantiasa seimbang dan harmoni. Islam sendiri memerintahkan umatnya untuk tidak merusak lingkungan sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 56 :
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (akan azab) dan penuh harap (akan rahmat-Nya). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar menjaga kelestarian bumi, tidak merusak alam yang telah Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya setiap Muslim diperintahkan untuk memelihara lingkungan dan memanfaatkannya secara bijak, karena di dalamnya terkandung tanda-tanda kebesaran Allah. Dengan menjaga alam dan merenungi keindahannya, kita pun terdorong untuk berdoa dengan rasa takut dan harap, sekaligus mendekatkan diri kepada rahmat-Nya.
Dengan melakukan wisata alam, kita disadarkan pada kondisi bumi saat ini. Apalagi jika melihat semakin banyak kerusakan alam yang terjadi di mana-mana. Sebagai muslim kita wajib menjaganya, agar senantiasa layak untuk dihuni. Islam memerintahkan umatnya mengembangkan norma dan etika menjaga lingkungan seperti dalam pengelolaan limbah, perlindungan satwa, hingga konservasi air. Selain kebaikan alam bumi itu sendiri, manfaatnya bisa dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya..
Menjadikan wisata alam sebagai bagian dari gaya hidup seorang Muslim bukan hanya bentuk ikhtiar menjaga kesehatan fisik dan mental, tetapi juga wujud penghayatan atas tanda-tanda kebesaran Allah di muka bumi. Saat kita merenungi gunung yang kokoh, hutan yang rimbun, atau lautan yang luas, hati pun terdorong untuk semakin bersyukur dan tunduk kepada-Nya. Maka, setiap langkah perjalanan di alam semesta ini bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bukan sekadar healing sementara. Semoga kita senantiasa mampu memanfaatkan waktu di alam dengan niat yang benar dan penuh keberkahan.
Kontributor : Fajri Ramdhan
Editor : Toto Budiman
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


