Penyintas Gempa Flores: Jangan Saling Mencakar dalam Situasi Saat Ini

Dengarkan Artikel Ini

Memang benar, dalam sebuah negara, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membantu warga negara yang terdampak bencana. Masyarakat yang menjadi korban bencana memiliki hak untuk memperoleh bantuan dan perlindungan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Namun, di tengah situasi sulit seperti ini, kita juga membutuhkan literasi kebencanaan dan literasi sosial yang baik.

Minimnya literasi dapat membuat masyarakat di tingkat akar rumput mudah terprovokasi, saling mencurigai, saling mencakar, bahkan saling menjatuhkan demi mempertahankan kepentingan masing-masing.

Baca juga: https://1miliarsantri.net/breaking-news/breaking-news-gempa-m77-guncang-flores-ntt-bmkg-keluarkan-peringatan-dini-tsunami/ : Penyintas Gempa Flores: Jangan Saling Mencakar dalam Situasi Saat Ini

Padahal, dalam situasi bencana, kekuatan terbesar kita bukanlah saling berebut, melainkan saling menopang.

Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditawar. Pendidikan bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kemampuan berpikir kritis, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, memiliki empati, serta mampu mengambil keputusan secara rasional dalam situasi sulit.

Masyarakat yang terdidik tidak mudah diadu domba, tidak mudah diprovokasi, dan tidak mudah dibodohi oleh kepentingan politik yang terkadang berlindung di balik dua kata: “peduli” dan “bantuan”.

Gempa bumi boleh mengguncang tanah tempat kita berpijak, tetapi jangan sampai ia mengguncang persaudaraan kita sebagai sesama manusia.

Mari saling menguatkan, bukan saling mencakar.
Mari saling membantu, bukan saling menjatuhkan.
Sebab, kita semua adalah penyintas dari bumi Flores yang sama.

Editor: Thamrin Humris

Foto: Kolase istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *