Wapres Berharap Kampus Antisipasi Kebutuhan Ilmu Pengetahuan Masa Depan

Dengarkan Artikel Ini

Hal ini, sambung Adhy, sejalan dengan pesan yang disampaikan Wapres saat menghadiri acara The 5th International Seminar and Conference on Global Issues 2021, bahwa institusi pendidikan tinggi telah mampu menjaga relevansi dan eksistensinya sebagai pencetak SDM yang unggul, berdaya saing global, dan berakhlak mulia.

“Di sisi kewenangan Pemprov, saat ini di Jawa Timur terdapat 4.058 lembaga SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta. Dengan jumlah siswa aktif 1,3 juta orang, dan potensi lulusan lebih dari 300 ribu per tahun. Potensi ini harus diupayakan agar lulusannya mendapatkan wadah yang sesuai, utamanya bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” terangnya.

Rektor Unusa Achmad Jazidie melaporkan, iConASET merupakan seminar rutin dua tahunan. Penyelenggaraan tahun ini adalah yang ketiga kalinya.

“Alhamdulillah, sejak kegiatan pertama hingga pelaksanaan tahun ketiga, jumlah peserta dan pematerinya terus bertambah baik dari Unusa maupun dari luar Unusa, termasuk dari luar negeri,” ungkapnya.

Menurut Jazidie, seminar ini akan mengulas 131 paper yang terdiri dari 90 paper berasal dari internal Unusa dan 41 paper eskternal.

Dari Unusa sendiri, fakultas terbanyak yang menyertakan paper adalah Fakultas Keperawatan dan Kebidanan yang menyumbang 38 paper, disusul Fakultas Kesehatran 25 paper, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital 14 paper, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 10 paper, dan Fakultas Kedokteran 3 paper.

“Produktivitas jumlah ini sangat ditentukan oleh seberapa lama fakultas itu hadir di Unusa. Fakultas Keperawatan dan Kebidanan memang fakultas tertua di Unusa dan menjadi cikal bakal berdirinya kampus Unusa, yang fokus pada bidang kesehatan. Oleh karena itu, di Unusa baik dosen maupun jumlah mahasiswanya sebagian besar, lebih dari 75% adalah perempuan,” paparnya.

Jazidie menambahkan, tahun ini sebanyak 14 perguruan tinggi di bawah Nahdlatul Ulama (PTNU) mengirimkan delegasinya yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Ia mengharapkan seminar ini dapat menjadi ajang kolaborasi global yang memperkuat peran akademisi dalam memecahkan masalah dunia.

“Pendidikan tinggi harus mampu menjembatani kebutuhan industri dan perkembangan teknologi modern. iConASET menghadirkan kesempatan untuk mengintegrasikan riset dengan solusi praktis di berbagai bidang, seperti kesehatan, energi, pendidikan, dan industri,” ujarnya.

Selain Wapres, hadir Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) M. Nuh dan beberapa narasumber dari luar negeri pada seminar ini, di antaranya Prof. Dr. Nordin Bin Mamat dari Universiti Pendidikan Sultan Idrus Malaysia, Prof. Mu. Naushad Shamim Ahnad dari King Saud University Saudi Arabia, dan Prof. Dr. Erol Kam dari Istanbul Technical University Turki. (har)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca