Sosok Saudah Istri Rasulullah SAW yang Dikagumi oleh Aisyah
Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Aisyah radhiyallahu anha begitu kagum dengan sifat dari Saudah binti Zamah bin Qois radhiyallahu anha. Aisyah pun berkata ingin sekali meniru Saudah, wanita yang dermawan dan jarang marah.
Seperti dikutip dari buku the Wonderful Ummahatul Mukminim oleh Erlan Iskandar, Saudah bintu Zamah bin Qois radhiyallahu anha merupakan istri kedua Rasulullah SAW, yang dinikahi setelah meninggalnya Khadijah. Saudah dinikahi Nabi ketika berusia 55 tahun.
Istri Nabi itu lebih dari satu. Nabi pun menjadwalkan untuk bermalam bersama para istrinya bergantian. Saat Saudah sudah tua, Saudah pernah memberikan jatah gilirannya untuk Aisyah.
Selain itu, Saudah juga jarang marah dan suka berbagi pada sesama. Wajar saja, Aisyah sangat kagum kepadanya.
Aisyah berkata, “Aku tidaklah melihat seorang wanita yang ingin sekali aku tiru perilakunya melebihi Saudah binti Zam’ah.” (HR. Muslim)
Aisyah pun melanjutkan kekagumannya, “Saudah jarang sekali marah. Saat Saudah sudah tua, ia memberikan jatah gilirannya dikunjungi Rasulullah kepadaku.”
Ibnu Sa’ad mengisahkan bahwa suatu hari Umar bin Khattab memberikan sekarung dirham kepada Saudah. Uang sebanyak itu langsung dibagi-bagikan Saudah kepada orang yang membutuhkan.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, dikisahkan oleh Aisyah bahwa Saudah sangat semangat menjalankan amal ketaatan saat ibadah haji. Saat singgah di Muzdalifah, Saudah meminta izin kepada Rasulullah, untuk bertolak dan berjalan lebih awal daripada orang-orang kebanyakan mengingat ia adalah orang yang lamban dalam berjalan, karena khawatir berdesak-desakan. Nabi pun mengizinkannya dan Saudah pun begitu bersemangat mengerjakan amal ketaatan.
Setelah Nabi meninggal, Saudah terus tetap rajin beribadah. Ia berpuasa, mengerjakan shalat malam dan berbagai ibadah lainnya.
Sementara itu, Teguh Pramono dalam bukunya 100 Muslim Terhebat Sepanjang Masa Inspirasi Para Muslim yang Dicatat dengan Tinta Emas menuliskan sebagai seorang istri, Saudah mampu menunaikan kewajibannya dalam rumah tangga bersama Rasulullah SAW, melayani putri beliau, dan mendatangkan kebahagiaan serta kegembiraan di hati Rasulullah SAW. Setelah tiga tahun berjalan, masuklah Aisyah dalam ruma tangga Rasulullah SAW, disusul kemudian istrinya yang lain seperti Hafsah, Zainab, Ummu Salamah, dan lain-lain.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


