Rabu Wekasan: Hari Sial atau Tradisi Islam Nusantara?
Praktik ini memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan bertransformasi menjadi medium sosial yang memperkuat solidaritas warga.
Rabu Wekasan dalam Perspektif Islam Nusantara

Islam Nusantara dikenal lentur dalam merangkul budaya lokal. Doa-doa dan amalan Rabu Wekasan dapat dilihat sebagai bentuk lokalitas yang diberi ruh keislaman.
Tradisi ini mungkin tidak ditemukan di tanah Arab, tetapi tumbuh subur di Jawa, Madura, dan sebagian Sumatera, selaras dengan semangat dakwah Wali Songo yang memadukan Islam dengan kearifan lokal. Berikut ini tradisi Islam Nusantara saat Rabu Wekasan tiba.
1. Shalat Sunah Tolak Bala
Salah satu amalan yang umum dilakukan saat Rebo Wekasan adalah melaksanakan shalat sunah dua rakaat yang diniatkan untuk memohon perlindungan dari bala.
Di beberapa tempat, seperti Banten dan Cirebon, shalat ini biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 06.00–07.00. Lalu, jamaah akan duduk bersama untuk makan bareng atau membawa bekal dari rumah masing-masing.
2. Pembagian Air Kembang
Di wilayah seperti Serang, Rebo Wekasan juga diwarnai dengan ritual pembagian air kembang. Air ini merupakan campuran air biasa dengan bunga-bunga tertentu, seperti melati atau kenanga, yang telah didoakan sebelumnya oleh tokoh agama atau sesepuh kampung.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


