Penanganan Kenakalan Anak Setelah Lulus Dari Pesantren
Lebih lanjut, Ustadz Fauzil menekankan pentingnya memahami kebutuhan emosional anak dan memberikan dukungan yang mereka perlukan. Anak-anak perlu merasa didengarkan, diterima, dan mendapatkan perhatian dari orangtua mereka.
“Dengan begitu, mereka akan lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan dan memperbaiki perilaku mereka,” paparnya.
Ustadz Fauzil menyarankan agar para orangtua tidak terburu-buru dalam memberikan nasihat atau arahan kepada anak yang baru saja menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren. Dia mengutip kata-kata bijak dari Ali Bin Abi Thalib yang mengatakan, mendengarkan adalah langkah awal dalam memahami dan memberikan solusi yang tepat.
Dengan pendekatan bijak dan penuh pengertian, orangtua dapat membantu anak-anak yang baru lulus dari pondok pesantren untuk menemukan arah yang benar dalam menjalani kehidupan setelah pondok.
“Karena itu kita yang perlu lebih banyak mendengarkan, lalu mengarahkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak menjatuhkan, tidak memojokkan, sehingga anak merasa mendapatkan orang yang mau mendengarkan, merasa mendapatkan orang yang memperhatikan, merasa diterima. Dengan itulah anak-anak akan lebih bersemangat untuk melakukan kebaikan-kebaikan,” tutup Ustadz Fauzil. (mif)
Baca juga :
- Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara Sepakati Kolaborasi Ekonomi Syariah, Dorong Lahirnya 1 Juta Pengusaha
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


